1 Yohanes 1 5 10

RENUNGAN HARIAN Serani TERBARU, SELASA 1 OKTOBER 2022

278. ALLAH Merupakan TERANG Untuk KITA DAN Batih KITA

Oleh: E. Gunawi Sp.

FIRMAN TUHAN:
Surat 1 Yohanes 1:5-10.

Pada periode ini, kita akan merenungkan Firman Tuhan yang kita angkat dari Salinan 1 Yohanes 1:5-10. Perikopnya adalah:
“Allah adalah kilat”. Topik kita merupakan: Allah ADALAH TERANG BAGI KITA DAN KEKUARGA KITA.

Karena kasih karunia-Nya itu, ayo kita panjatkan segala takbir, congor terima kasih, hormat, pujian dan kemuliaan kepada Tuhan Yesus yang telah memberi kita waktu bikin merefleksikan Firman-Nya. Haleluya!


Pengantar

Dalam ayat-ayat Firman Tuhan nan terekam n domestik Pertinggal 1 Yohanes 1:5-10 pada perikop
“Allah ialah Terang”, Rasul Yohanes, mengkover bahwa Allah adalah Terang. Ia menyorongkan Firman Allah itu bahwa di dalam Dia tidak ada ketaksaan.

Bahwa di dalam Anda semuanya yakni suci. Karena Yesus Kristus sudah menyucikan diri-Nya dengan darah-Nya yang kudrati. Maka itu sebab itu, janganlah kita menipu, baik kepada Halikuljabbar, kepada sesama atau kepada diri kita seorang. Kita harus mengamini segala dosa kita di penghadapan-Nya.


Allah yakni Pendar


Firman Halikuljabbar yang kita pelajari dalam Surat 1 Yohanes 1:5, mengatakan: “Dan inilah berita, nan telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Sang pencipta adalah terang dan di dalam Ia sama sekali enggak ada kegelapan.”

Oleh sebab kesetiaannya kepada Tuhan Yeaus, maka melangkaui ayat Firman Tuhan ini, Rasul Yohanes menyampaikannberita nan sudah lalu diterimanya. Kamu menyatakan bahwa ia tela mendengar refleks dari Sira. Dan segala yang disampaikannya kepada kepada kita adalah keabsahan. Yaitu kebebaran bahwa Sang pencipta adalah kilap. Bahwa di intern Sira sepadan sekali tidak ada kegelapan. Asing konvensional!

Maka dari itu sebab itu, jika kita mengatakan bahwa kita memperoleh persekutuan dengan Beliau, maka teranglah kita. Tetapi apabila kita mengatakan bahwa kita ada dibdalm Anda, hanya kita kehidupan di dalam dosa, hawa nafsu dan kejahatan, maka kita berbohong. Kita berdusta, baik kepada Allah, kepada sesama maupun kepada diri koteng. Kita menipu karena kita lain melakukan keabsahan di aribaan Tuhan.

Firman Yang mahakuasa dalam Surat 1 Yohanes 1:6, berbunyi: “Jikalau kita katakan, bahwa kita beroleh persemakmuran dengan Anda, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan validitas.” Balasannya, janganlah kita berbohong. Janganlah kita berdusta. Jangan sekali lagi kita menjatuhkan. Ingatlah. Tuhan mengetahui segala sesuatu nan ada di dalam hati dan pikiran kita.

Sejatinya, Halikuljabbar memaklumi segala dosa, karas hati, bidah atau dusta nan ada di hati dan pikiran manusia. Ia berkuasa menyelidiki lever semua orang. Di hadapan Allah, tidak ada satupun dosa, karas hati, kebohongan atau bidah yang tersembunyi.

Oleh sebab itu, apabila seseorang menyatakan beroleh persekutuan dengan Tuhan, maka hendaklah kamu senantiasa menjaga diri, hati-lever dan prayitna terhadap setiap godaan dan gangguan suhu nafsu. Hendaklah ia menjaga kegadisan dan jalal kasih setia dan rahmat karunia-Nya.

Hendaklah ia rajin berdoa, beribadah dan mengucapkan syukur dengan hati yang lugu kepada-Nya. Hendaklah ia memuji, menghormati, menyembah, memberi persembahan dan menyervis Firman-Nya. Hendaklah dia senantiasa berbuat yang baik, lebih baik dan terbaik buat kemurnian, kekudusan dan kemuliaan-Nya.


Darah Yesus Menyucikan Kita


Intern Pertinggal 1 Yohanes 1:7, Alkitab mengatakan: “Sahaja jika kita hidup di dalam terang sepadan sama dengan Dia ada di n domestik terang, maka kita beroleh persemakmuran seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Momongan-Nya itu, menyucikan kita berpangkal pada segala dosa.”

Rasul Yohanes menyatakan bahwa jika kita nyawa di privat terang sama seperti Dia ada di internal pendar, maka kita akan mendapatkan persemakmuran dengan sesama makhluk beriktikad. Kita akan memperoleh sukacita nan luar biasa, karena darah Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, mutakadim menyucikan kita pecah plong segala dosa.

Percayalah! Bahwa Firman Tuhan sudah lalu menerangi lever, pikiran dan perbuatan kita. Percayalah! Bahwa Engkau, Yesus Kristus, Anak asuh Tunggal Allah Bapa Yang Maha Agung, sudah mengorbankan diri-Nya menjadi bani adam. Anda terban berbunga sorga ke dunia yang fana.

Dia dicemooh, diejek, dihina, ditolak, dianiaya oleh bumi nan akan diselamatkan-Nya. Terlampau, ia disalib, tenang, dikuburkan, dan bangkit dari antara orang tenang pada waktu yang ketiga untuk menebus dan mengetanahkan semua khalayak yang percaya kepada-Nya. Darah-Nya yang mahal sudah menebus dan menyelamatkan kita dan semua sosok yang beriktikad kepada-Nya. Haleluya!


Jangan Memerangkapi Diri


Sekarang, yuk kita simak dan kita pelajari Firman Tuhan yang ditulis dalam Surat 1 Yohanes 1:8 yang demikian bunyinya: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.”

Adalah satu kesombongan nan dulu luar biasa di hadapan Tuhan, apabila terserah seseorang mengatakan bahwa dirinya tidak berdosa. Karenanya, Rasul Yohanes mengingatkan bahwa jika kita mengatakan diri kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri. Kita jugavsudah berdusta kepada Tuhan Yang Mahatahu dan kepada sesama. Dan di dalam kita pun tak terserah kebenaran.


Mengaku Dosa


Akhirnya, marilah kita baca dan kita perhatikan Firman Tuhan yang tercatat dalam Surat 1 Yohanes 1:9-10. Alkitab mengatakan: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Anda adalah patuh dan adil, sehingga Ia akan memaafkan segala dosa kita dan menyucikan kita semenjak barang apa ki kebusukan. Jika kita berkata, bahwa kita tak ada berbuat dosa, maka kita membuat Engkau menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”

Melintasi ayat Firman Sang pencipta ini, dengan jelas Rasul Yohanes menyatakan bahwa sekiranya kita menyanggupi dosa kita di hadirat-Nya, maka Sira yang maha ceria, setia, adil dan benar akan mengampuni segala apa dosa kita. Ia akan memberi kita grasi atas segala dosa yang sudah kita perbuat. Kamu akan menyucikan kita terbit segala karas hati. Sebaliknya, jika kita menyatakan diri kita tidak mengamalkan dosa, maka kita mutakadim membuat hati Tuhan berduka.

Berbahagialah kita yang berketentuan bahwa Tuhan adalah Terang yang menerangi hati, pikiran dan polah kita, karena Anda sudah memberikan terang-Nya bakal kita dan semua basyar yang percaya kepada-Nya.

Berbahagialah kita yang taat beribadat, beribadah, mengucap syukur, memuji, memuliakan, menyembah, memberi uang suap dan menghidangkan Firman-Nya, karena Dia sudah memampas dan menyelamatkan kita dari segala dosa.

Berbahagialah kita yang senantiasa mengerjakan nan baik, bertambah baik dan terbaik cak bagi kemurnian, kekudusan dan kemuliaan-Nya, karena Dia mutakadim menyempatkan bikin kita atma yang penuh sukacita dan berdamai sejahtera di sorga. Haleluya!


JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN.

Source: https://renunganhariankristenterbaru.wordpress.com/2019/10/01/allah-adalah-terang-bagi-kita-dan-keluarga-kita-2/