10 Tulah Allah Dalam Alkitab

Kutuk Mesir
(bahasa Ibrani:
מכות מצרים‎,
Makot Mitzrayim; alias
Sepuluh Tulah
(bahasa Yahudi:
עשר המכות‎,
Eser Ha-Makot) adalah sepuluh bencana yang didatangkan oleh Almalik atas nasion Mesir sebagaimana dikisahkan internal Kitab Keluaran pasal 7 setakat 12, bagi meyakinkan Firaun[1]
agar membebaskan nasion Israel dari perbudakan dan pergi ke tanah Kanaan. Kualat-tulah itu kembali sebagai azab “kepada semua allah (dewa) di Mesir.”[2]
Tulah-tulah ini lagi disebutkan dalam Al Quran (7,133–136).[3]

Grafir oleh John Martin yang menggambarkan tulah hujan abu es dan api (1828)

Kesepuluh tulah tersebut, sesuai urutannya di dalam Bibel, yaitu:

  1. (Mantan 7:14-25) kali besar dan semua sumber air berubah menjadi darah hingga menewaskan ikan-ikan dan semua usia air lainnya. (bahasa Yahudi:
    דָם‎,
    Bendung)
  2. (Keluaran 7:26-8:11) fauna-fauna amfibi (biasanya diyakini bak kodok) (bahasa Ibrani:
    צְּפַרְדֵּעַ‎,
    Tsfardeia)
  3. (Alumnus 8:12-15) nyamuk harimau (bahasa Ibrani:
    כִּנִּים‎,
    Kinim)
  4. (Bekas 8:16-28) lalat pikat (bahasa Ibrani:
    עָרוֹב‎,
    Arov)
  5. (Alumnus 9:1-7) penyakit (sampar) lega piaraan (bahasa Yahudi:
    דֶּבֶר‎,
    Dever)
  6. (Alumnus 9:8-12) barah yang tak dapat disembuhkan (bahasa Ibrani:
    שְׁחִין‎,
    Sy’khin)
  7. (Keluaran 9:13-35) hujan angin es berganduh api (bahasa Ibrani:
    בָּרָד‎,
    Barad)
  8. (Keluaran 10:1-20) belalang (bahasa Ibrani:
    אַרְבֶּה‎,
    Arbeh)
  9. (Keluaran 10:21-29) keremangan (bahasa Ibrani:
    חוֹשֶך‎,
    Khosyekh)
  10. (Keluaran 11:1-12:36) kematian anak asuh-anak asuh sulung dari semua keluarga Mesir. (bahasa Ibrani:
    מַכַּת בְּכוֹרוֹת‎,
    Makat Bekhorot)

Latar belakang

[sunting
|
sunting sumber]

Israel (Yakub) sebenarnya dahulu sudah hidup di tanah Kanaan. Tetapi maka itu karena bujukan kelaparan yang terjadi selama tujuh hari, seperti nan sudah diramalkan oleh Yusuf bermula damba Firaun, Israel dan anak-anaknya mengimbit ke Mesir. Di sana mereka berkembang menjadi suatu bangsa yang besar jumlahnya, sehingga takhlik Firaun yang yunior yang bukan mengenal Yusuf, takut jika-jika bangsa Israel nantinya akan membelot dan memegas menyerang Mesir. Sehingga berbagai pendirian diterapkan maka dari itu Firaun agar nasion Israel lain semakin banyak dan lain memberontak, keseleo satunya dengan kerja rodi.

Kerja kerja paksa untuk membangun Mesir ini dibuat maka itu Firaun sedemikian beratnya sehingga membuat seluruh bangsa Israel mengaduh. Dikisahkan dalam Injil, keluhan bangsa Israel ini terdengar sampai ke alat pendengar Tuhan siang dan malam, sehingga Tuhan kesannya mengutus seseorang bernama Musa buat membedakan bangsa Israel.

Puas awalnya, Musa datang kepada Firaun dengan baik-baik lakukan meminta Firaun membiarkan nasion Israel pergi, tetapi Firaun mengeraskan hatinya. Bahkan paska kedatangan Musa yang bisa jadi pertama itu membuat Firaun memperberat perbudakan dan kerja pejaka yang diberlakukan kepada seluruh bangsa Israel itu. Hal itu mewujudkan Tuhan bertindak dengan mulai menaruh laknat ke atas tanah distrik Mesir tinggal Musa. Biarpun seluruh kewedanan Mesir mengalami 10 bencana tersebut, bangsa Israel nan diam di tanah Gosyen di internal wilayah Mesir tidak mengalami sedikitpun bencana yang dialami oleh bangsa Mesir itu.

Peringatan kepada Firaun

[sunting
|
sunting sendang]

Sebelum kesepuluh sumpah dijatuhkan, Yang mahakuasa sudah membagi peringatan kepada Firaun dengan menyuruh Musa cak bertengger ke pangkuan Firaun. Saat itu, Firaun menyuruh Musa dan Harun, kakaknya, bikin melakukan mujizat di hadapannya. Musa melemparkan tongkatnya, seperti nan diperintahkan Tuhan, dan tongkat itu menjadi ular. Melihat hal tersebut, para pandai-tukang sihir Firaun tak cak hendak dikalahkan. Mereka sekali lagi membuat mujizat nan sama dengan membuat tongkat-tongkat mereka menjadi ular bakau. Namun tongkat Musa ki mencaplok tongkat-tongkat para juru sihir itu.

Dengan demikian, Firaun menguatkan hatinya untuk tak membebaskan bangsa Israel berasal tanah Mesir. Maka Tuhan menyuruh Musa bersiap-siap dengan tulah yang mula-mula.

Deka- laknat dijatuhkan

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut Alkitab, Tuhan menyuruh Musa bikin meminta Firaun mengeluarkan bangsa Israel keluar bersumber tanah Mesir. Namun Tuhan pun menyatakan bahwa Halikuljabbar koteng nan akan membentuk hati Firaun mengkristal, dengan tujuan untuk memperbanyak isyarat suatu mukjizat (laknat) itu kepada bangsa Mesir, sebagai ikab karena telah memperbudak bangsa Israel sedemikian lama, sekaligus pula moga bangsa Israel dapat menceritakan kepada keturunan-keturunannya yang kemudian, bagaimana Yang mahakuasa sudah lalu melakukan mujizat-mujizat di hadapan ain mereka, agar mereka belalah ingat bahwa Tuhanlah Yang mahakuasa.

Tulah purwa: air menjadi darah

[sunting
|
sunting mata air]

Serapah yang purwa yaitu air sungai Nil menjadi bakat. Musa melakukannya dengan memukulkan tongkat yang ada di tangannya ke atas air bengawan Nil. Maka seluruh sungai Nil menjadi darah dan iwak-ikan di dalamnya mati. Seluruh tanah kawasan Mesir menjadi penuh dengan darah makanya karena rembesan sungai Nil tersebut.

Tulah ini dimaksudkan kerjakan memperingatkan orang Mesir bahwa bahkan sumber nyawa mereka yang terutama sekalipun dapat dibuat Allah menjadi inversi mereka. Tanpa air bersumber sungai Nil, seluruh pegangan di Mesir terhenti. Seluruh rakyat Mesir lebih menekankan berusaha mencari air ceria, daripada meneruskan pencahanan menindas orang Israel. Tukang-ahli sihir Firaun juga dapat membuat hal nan sama.

Tulah ini berhenti setelah tujuh hari berlalu. Namun Firaun bersikeras tak mau melepaskan bangsa Israel dari kapling Mesir.

Sumpah kedua: bongkok

[sunting
|
sunting perigi]

Serapah yang kedua adalah adanya bancet-bancet yang menetapi seluruh area Mesir, maka dari itu karena Firaun sekali kembali menjorokkan buat mengkhususkan orang Israel. Harun melakukannya dengan mengulurkan tangannya ke atas negeri Mesir. Dan bermunculanlah katak-kecebong dalam kuantitas yang sangat besar dari dalam sungai Nil menetapi wilayah Mesir. Ahli-ahli sihir Firaun juga dapat membuat situasi yang seperti mana mantra-mantra mereka.

Tulah ini berhenti pasca- Musa meminta kepada Tuhan buat melenyapkan katak-kodok itu. Permintaan ini atas tuntutan Firaun dengan taki bahwa sira akan melepaskan insan Israel. Almalik mengabulkan. Namun, meski katak-katak itu sunyi, mayat katak-katak itu lain lulus semenjak muka marcapada wilayah Mesir, sehingga ketika dikumpulkan orang-orang jenazah katak-katak itu sampai bertumpuk-tumpuk, seluruh kawasan Mesir berbau kemungkus.

Selepas tulah katak berhenti, dan dilihat Firaun cak semau kelegaan, Firaun lagi tidak menepati janjinya untuk membedakan turunan Israel.

Serapah ketiga: nyamuk

[sunting
|
sunting mata air]

Serapah yang ketiga ialah debu menjadi nyamuk (atau agas). Duli itu ada di seluruh persil Mesir, oleh karena itu, nyamuk-nyamuk itu pun menjadi terserah di seluruh tanah Mesir. Laknat ini terjadi tanpa peringatan terlebih lewat, sebab serapah ini menjadi ikab bagi Firaun maka dari itu karena Firaun melanggar janjinya di laknat kedua. Harun melakukannya dengan memukulkan tongkatnya ke debu petak. Ahli-ahli sihir Firaun pun mengepas untuk membuat hal nan sebagaimana guna-guna mereka, saja tidak boleh.

Tulah ini dimaksudkan maka dari itu Tuhan bakal memperingatkan Firaun bahwa bukan terserah yang bisa membandingbanding supremsi Halikuljabbar, sekalipun dengan sihir dan guna-guna. Bahkan juru-juru sihir itu sendiri nan menyatakan kepada Firaun bahwa “inilah tangan Allah”. Cuma Firaun masih tetap bersikeras lever.

Lain diceritakan dalam Alkitab bagaimana tulah ini nongkrong, alias apakah tulah ini akhirnya berhenti ataupun tidak.

Serapah keempat: laler pikat

[sunting
|
sunting sumur]

Sebelum tulah yang ketiga berakhir, Tuhan telah menyuruh Musa bagi menyampaikan kabar adapun tulah keempat. Tulah nan keempat adalah munculnya ribuan lalat pikat nan memenuhi seluruh negeri Mesir. Namun di Gosyen tempat nasion Israel silam, satupun lain didapati terserah lalat pikat di situ. Musa dan Harun tak mengerjakan segala-apa agar tulah ini terjadi. Tidak diketahui, apa yang sebenarnya dilakukan oleh lalat-lalat pikat tersebut, saja disebutkan bahwa laler pikat itu menciptakan menjadikan seluruh bangsa Mesir menderita.

Tulah ini dimaksudkan maka dari itu Tuhan untuk mempermalukan orang Mesir dengan dewanya sendiri, Baalzebub. Baalzebub sering digambarkan sebagai betara lalat, yaitu dewa kesuburan dan kelimpahan. Dengan Tuhan memakai simbol betara individu Mesir sendiri untuk menyiksa orang Mesir, Sang pencipta hendak menyatakan bahwa mereka tidak dapat bergantung lega dewa-batara mereka untuk menyelamatkan diri dari sumpah Tuhan.

Kutuk itu berhenti setelah Firaun meminta kepada Musa bakal menghentikan lalat-lalat tersebut, dengan uang muka bahwa bangsa Israel diperbolehkan buat pergi ke padang sahara nan tiga hari perjalanan jauhnya bagi menyembahkan korban kepada Allah. Musa memintanya kepada Almalik, dan Tuhan mengabulkan. Semata-mata, Firaun kembali melanggar janjinya.

Serapah kelima: keburukan sampar pada peliharaan

[sunting
|
sunting perigi]

Setelah peringatan kembali diabaikan, tulah kelima disebarkan. Tulah yang kelima yakni ki kesulitan ambah-ambah pada binatang ternak. Seluruh ternak di negeri Mesir terkena sampar, sehingga seluruh peliharaan basyar Mesir mati. Cuma seluruh ternak-ternak Israel yang diam di kawasan Gosyen bukan ada senyap kadang kala. Musa dan Harun tidak melakukan segala-apa agar tulah ini terjadi.

Tulah keenam: barah

[sunting
|
sunting sumur]

Tulah keenam yaitu barah (rebuk) nan berbentuk gelembung nan memecah, plong makhluk dan binatang yang terlambat di seluruh Mesir. Harun dan Musa melakukannya dengan mencuil jelaga dari dapur peleburan, kemudian menghamburkannya ke udara. Bahkan ahli-ahli sihir itupun juga kena barah, setara seperti semua orang Mesir.

Tulah ini sekali lagi dimaksudkan Halikuljabbar bikin membuktikan bahwa enggak suka-suka yang bisa melepaskan diri dari kekuasaan Sang pencipta, apalagi sihir dan mantra sekalipun.

Tidak diceritakan dalam Bibel bagaimana tulah ini nongkrong, atau apakah tulah ini kesannya berhenti atau tidak.

Tulah ketujuh: hujan es

[sunting
|
sunting sumber]

Sebelum laknat keenam berakhir, Tuhan mutakadim menyuruh Musa mengumumkan kepada Firaun tentang laknat ketujuh. Kutuk yang ketujuh adalah hujan es, beserta api yang berkilat-panah di antara es tersebut. Tuhan memberi peringatan kepada Firaun bagi mengebumikan alias mengamankan semua manusia dan piaraan, sebab semua yang terserah di padang kapan tulah ini terjadi, pastilah nyenyat. Musa melakukannya dengan menjulurkan tangannya ke langit. Seperti sebelumnya, hanya di kapling Gosyen yang bukan ditimpa maka dari itu hujan abu es ini.

Kutuk ini dimaksudkan sebagai hukuman yang dashyat atas Mesir. Di Alkitab, hujan es bercampur api ini digambarkan dengan prolog-kata “terlalu dashyat” dan “sebagaimana yang belum pernah terjadi”.

Tulah itu berhenti atas permintaan Firaun kepada Musa. Firaun bahkan mengakui kesalahannya dan bersedia bagi menghentikan hujan es itu. Namun setelah Musa menjengukkan tangannya ke langit dan hujan es itu nongkrong, maka juga Firaun menunjang janjinya.

Tulah kedelapan: belalang

[sunting
|
sunting sumur]

Tulah yang kedelapan yakni walang. Tulah ini diadakan oleh karena Firaun sekali lagi menyorong kerjakan membiarkan seluruh bangsa Israel, baik tua muda, laki-laki dan perawan, beserta ternaknya, untuk pergi. Yang diizinkan Firaun cak bagi pergi hanyalah laki-laki saja, dengan pamrih seharusnya nasion Israel tidak culik diri sehabis mempersembahkan korban bakaran kepada Halikuljabbar di padang gurun. Musa melakukannya dengan menjulurkan tangannya ke atas tanah Mesir. Maka bertiuplah angin Timur yang membawa belalang-belalang “sehari-koran, semalam-malaman, dan setelah pagi hari,” kilangangin kincir Timur itu masih mengirimkan belalang.

Sumpah ini dimaksudkan sebagai intiha bagi segala situasi-hal nan masih tinggal di atas Mesir, sesudah penyakit sampar lega ternak, barah, dan hujan abu es. Tulah ini menghabiskan seluruh tumbuhan yang ada di Mesir. Kedashyatan belalang-belalang ini digambarkan maka itu Bibel dengan pembukaan-introduksi “sangat banyak”, “sehingga wilayah itu menjadi gelap olehnya”.

Kutuk itu memangkal atas permintaan Firaun kepada Musa. Firaun sekali lagi mengamini kesalahannya, dan bermaksud membebaskan nasion Israel. Musa berdoa kepada Tuhan. Maka Allah mengangkut angin dari jurusan sebaliknya, yakni kilangangin kincir Barat yang kencang, sehingga meniup belalang-belalang itu ikut ke privat laut Teberau. Satupun walang tak terserah yang lalu di petak Mesir. Dan Firaun tunak memekakkan hatinya.

Tulah kesembilan: gelap gulita

[sunting
|
sunting sumur]

Tulah yang kesembilan merupakan liar gulita selama tiga hari. Musa melakukannya dengan menjulurkan tangannya ke langit. Tetapi di seluruh tempat orang Israel ada kilat.

Kegelapan itu lalu dashyat, digambarkan oleh Bibel dengan kata-pembukaan “orang dapat meraba gelap itu”, “bukan terserah orang nan boleh sadar dari tempatnya”. Sebenarnya serapah ini dimaksudkan Almalik bagi “menyerang” betara tertinggi orang Mesir, merupakan Amon-Ra, atau Dewa Matahari. Dengan membuat Matahari tak dapat bersinar selama tiga tahun, Tuhan “mengklaim” kejayaan atas dewa hamba allah Mesir dan mempermalukan seluruh dewa hamba allah Mesir dan orang Mesir nan beribadah kepadanya.

Kutuk ini cak jongkok dengan sendirinya setelah tiga hari lewat berlalu.

Kematian anak embung di Mesir

[sunting
|
sunting sumber]

yang akan menyebabkan semua anak embung di area Mesir lengang.

tersebut hanya akan halnya tanah Mesir, sementara lokasi tempat orang Israel tinggal (di Gosyen), sekalipun juga bakir di intern penggalan tanah Mesir, luput dari laknat tersebut. Sebab Tuhan mengasihkan suatu pembatas nan tidak menyungguhkan serapah-tulah itu melangkaui pembatas itu. Doang, sreg tulah nan kesepuluh, yang pun adalah tulah penghabisan karena setelah itu bangsa Mesir mengasingkan orang Israel, tulah tersebut juga dapat akan halnya anak-anak sulung Israel. Maka itu, Sang pencipta menyuruh Musa mengadakan suatu acara bagi tiap keluarga Israel, yaitu membunuh, memanggang dan gado seekor anak domba jantan atau anak kambing dakar berumur setahun pada suatu musim senja yang ditentukan. Kemudian berasal darah tersebut dibubuhkan sedikit lega kedua gawang bab dan pada muara atas pintu lega tiap-tiap rumah keluarga yang memakannya. Maka saat malaikat maut suntuk untuk mencabut usia para anak embung di sendirisendiri batih, malaikat maut tersebut akan melewatkan setiap rumah yang pada ambang ki itu telah ada darah anak kambing arab, yakni korban pengganti untuk setiap anak sulung lega keluarga di rumah itu. Itulah Paskah yang pertama. Demikianlah Paskah diperingati makanya individu Israel permulaan perumpamaan merek peringatan pembebasan nasion Israel berpokok petak Mesir, yaitu Yang mahakuasa sudah menyediakan untuk bangsa Israel anak domba sebagai silih setiap anak sulung di Israel.

Orang Israel keluar dari Mesir

[sunting
|
sunting sumber]

Sesudah tulah yang kesepuluh diberlakukan, kedengaranlah teriakan ratapan dan ratap di seluruh negeri Mesir, sebab tidak ada satupun berusul rumah orang Mesir nan anak sulungnya tidak tenang. Maka orang-orang Mesir itu segera memanggil Musa dan Harun, dan memarginalkan mereka untuk segera pergi berbunga tanah Mesir, karena mereka takut “nanti kami antap semuanya” (Keluaran 12:33). Orang-makhluk Mesir itu bahkan bermurah hati kepada mereka dan menyerahkan kepada orang Israel barang-produk nan anak adam Israel minta mulai sejak individu Mesir. Dan kemudian, berangkatlah orang-orang Israel dengan berjalan kaki, kira-nyana enam ratus ribu insan berjalan suku, tidak tercatat anak-anak asuh. Rute perjalanan mereka adalah semenjak Raamses ke Sukot. Setelah mengambil tulang-tulang Yusuf dari danau (Yusuf perikatan mewasiatkan seharusnya tulang-tulangnya tidak dikubur di Mesir, tetapi di tanah kelahirannya, di Kanaan), kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Etam. Kemudian mereka kencong lagi ke Pi-Harihot, antara Midgol dan laut, tepat di depan Baal-Zefon. Di sanalah mujizat lintasan Laut Merah nan terkenal terjadi, adalah Tuhan menerobos Musa membelah Laut Biram, sehingga bangsa Israel dapat menyeberang laut itu di persil kering.

Allah Israel menyamai Dewa-dewa Mesir

[sunting
|
sunting sumur]

Kualat-kualat Mesir dianggap adalah siksa “kepada semua dewa di Mesir.”[2]
Tabel berikut memuat merek-tanda dewa Mesir yang berkaitan dengan kutuk-tulah tersebut, di mana para dewa tersebut tidak berkutik menghadapi kekuasaan Allah Israel.[4]
[5]

# Kutuk Dewa Mesir Goresan
1 Air menjadi darah • Khnum – Penjaga sumber air sungai
• Hapi – Dewa sungai Nil.

• Osiris – Bengawan Nil merupakan aliran darahnya.

• Ditiru oleh ahli sihir Mesir.

• Juga terjadi di Gosyen di mana orang Israel tinggal.
• Ikan-ikan mati — menghasilkan bau busuk

2 Katak Heqet – dewi kesuburan berwujud/berkepala katak • Ditiru oleh juru sihir Mesir.

• Juga terjadi di Gosyen di mana orang Israel tinggal.

3 Nyamuk Geb – batara marcapada untuk tanah Mesir • Tidak bisa ditiru makanya ahli-ahli sihir Mesir.

• Juga terjadi di Gosyen di mana orang Israel tinggal.
• Dianggap sebagai akibat “jari Halikuljabbar.”

4 Lalat pikat Wadjet alias Uatchit – dewa laler Mesir. • Sejak ini Allah mengkhususkan antara individu Mesir dan basyar Israel

• Orang Israel dilindungi dari sumpah-tulah selanjutnya

5 Penyakit sampar lega ternak Ptah, Mnevis, Hathor, dan Amun – dewa-dewa Mesir yang berkaitan dengan sapi dan lembu. • Mengena plong harta benda, yakni mortalitas ternak
6 Barah • Sekhmet – dewi wabah ki aib

• Serapis, Imhotep – dewa-dewa penyembuhan

• Mengena pada tubuh jasmani
• Para ahli sihir Firaun tidak bisa muncul ke keraton.
7 Hujan es • Nut – dewi langit
• Isis & Set – bidadari dan dewa perkebunan.

• Shu – dewa bentangan langit.

• Keunikan hujan angin sedemikian itu intern sejarah Mesir.

• Firaun mengaku bersalah sahaja kemudian meniadakan pikiran.

8 Belalang • Serapia – betara penaung berpangkal walang • Firaun menjatah prasaran, yang ditolak maka dari itu Musa.

• Firaun sekali pula mengaku bersalah.

9 Gelap katup • Ra alias Re, Amon-re, Aten, Atum, Horus – dewa-batara matahari Mesir

• Thoth – betara rembulan.

• Kegelapan di Mesir plong siang bolong

• Tampaknya suka-suka terang bikin anak adam Israel di tanah Gosyen

10 Kematian anak embung Kualat ini yakni hukuman terhadap semua dewa Mesir, termasuk Firaun sendiri, yang dianggap dewa Dalam Keluaran 1 dicatat bahwa Firaun mendabih anak-anak lanang bani adam Israel, sekarang Allah mendabih anak-anak sulung manusia Mesir. Firaun akhirnya mengikhlaskan basyar Israel untuk pergi, meskipun kemudian masih mengirim laskar untuk mengejar mereka, di mana pasukan ini mati terbenam di Laut Berma (Bekas 14)

Papirus Ipuwer

[sunting
|
sunting sumber]

Pada abad ke-19 ditemukan sebuah skenario papirus kuno memuat sebuah syair Mesir nan dinamakan “Wejangan-nasihat Ipuwer” (The Admonitions of Ipuwer), singkatnya “Papirus Ipuwer”,[6]
atau “Dialog antara Ipuwer dengan Almalik Semesta” (The Dialogue of Ipuwer and the Lord of All).[7]
Secara lazim, naskah kuno ini diberi kode
Papyrus Leiden I 344
recto.[8]
Skenario ini memuat keluhan Ipuwer kepada para dewa tentang bencana yang menjangkiti Mesir pada zamannya dan apa yang digambarkannya itu suntuk mirip dengan tulah-laknat yang menghinggapi Mesir seperti dicatat dalam Kitab Keluaran.[9]

Berikut ini sejumlah kutipan bersumber Papirus Ipuwer yang berkaitan dengan Tulah Mesir:[9]
[10]

Papirus Ipuwer – Leiden 344 Taurat – Kitab Lulusan
2:5-6 Tulah di seluruh negeri. Pembawaan di mana-mana.
2:10 Sungguh, sungai menjadi darah, tetapi orang minum darinya. Orang merendahkan diri enggak seperti anak adam, dan haus akan air
3:10-13 Inilah air kami! Inilah kesukaan kami! Apakah nan akan kami lakukan terhadapnya? Semuanya rusak.
7:20 …maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah.

7:21 …wai Nil itu berbau kemungkus dan orang Mesir enggak dapat meminum air dari sungai Nil;… di seluruh tanah Mesir ada darah..
7:24 semua orang Mesir mengincar-gali di seputar sungai Nil mengejar air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil.

2:10 Senyatanya, gerbang-gapura, tiang-gawang dan tembok-tembok semuanya hangus api.

10:3-6 Mesir Hilir menangis… Seluruh istana tanpa pemasukan. Peruntungan (nasib baik) merekalah gandum dan jelai, angsa dan ikan.
6:3 Sesungguhnya, bulir-bulir menghilang dari segala apa sisi.
5:12 Sebenarnya, lenyaplah apa nan kemarin terlihat. Kapling itu terlantar internal kelelahannya, sebagai halnya penyederhanaan tanaman rami.

9:23 … guruh dan hujan abu es, dan apipun menyambar ke dunia,

9:24 … turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilauan di tengah-tengah hujan abu es itu, terlalu dahsyat.
9:25 …Hujan angin es itu menghampiri binasa apa sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, terbit individu sampai binatang; sekali lagi segala tumbuh-pokok kayu di padang ditimpa binasa makanya hujan abu itu dan segala tumbuhan di padang ditumbangkannya.
9:31 Pokok kayu rami dan jelai sudah dihinggapi binasa, sebab jelai itu sedang berbulir dan rami itu sedang berbunga.
9:32 Tetapi gandum dan sekoi tidak rantus binasa, sebab belum lagi musimnya.
10:15 …enggak ada dahulu lagi yang yunior lega pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.

5:5 Semua pohon, lever mereka menangis. Peliharaan merintih …

9:2-3 Lihatlah, ternak ditinggal tercerai berai, dan tak seorangpun yang mengumpulkan mereka.

9:3 Maka ternakmu, nan suka-suka di padang, kuda, keledai, gamal, lembu sapi dan wedus domba, akan kena tulah Almalik, yaitu kena penyakit sampar nan dahsyat.

9:19 …ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman;
9:21 Tetapi siapa yang tidak membilang firman TUHAN, meninggalkan hamba-hambanya serta ternaknya di padang.

9:11 Tanah itu tanpa terang. 10:22 … datanglah gelap pekat di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.
4:3 (5:6) Sepatutnya ada, anak-anak para pangeran dilemparkan menyenggol tembok.

6:12 Sesungguhnya, anak-anak para paduka dibuang ke jalan-jalan.
6:3 Kerangkeng bertarai.
2:13 Turunan-orang yang meletakkan saudara laki-lakinya di tanah ada di mana-mana.
3:14 Terdengar rintihan di seluruh provinsi, bersatu dengan ratapan.

12:29 Maka plong perdua lilin batik Yang mahakuasa membunuh sendirisendiri momongan sulung di lahan Mesir, dari anak wayan Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung cucu adam narapidana, yang ada n domestik liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.

12:30 … dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab bukan ada rumah nan tidak mortalitas.

7:1 Lihatlah, api naik hingga tinggi. Nyalanya membakar semua jodoh-musuh kawasan. 13:21 TUHAN berjalan di depan mereka, puas siang tahun kerumahtanggaan papan awan bakal menuntun mereka di jalan, dan lega waktu malam dalam kusen api untuk menyigi mereka, sehingga mereka bisa berjalan siang dan malam.
3:2 Kencana dan lapis lazuli, perak dan godaan malakit, karnelia dan perunggu … dikalungkan di leher budak-budak perempuan. 12:35-36 …mereka lamar bersumber orang Mesir produk-barang emas dan perak serta kain-perca. Dan Almalik membuat insan Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi bani adam Mesir itu.

Lihat kembali

[sunting
|
sunting sumber]

  • Musa
  • Paskah
  • Seder Paskah
  • Tongkat Harun
  • Papirus Ipuwer
  • Babak Alkitab nan berkaitan: Kitab Keluaran pasal 7, 8, 9, 10, 11, 12, Mazmur 78, Mazmur 105.

Teks

[sunting
|
sunting perigi]


  1. ^

    diduga Ramses II atau Amenhotep II
  2. ^


    a




    b




    Keluaran 12:12

  3. ^


    “Maka Kami mengirimkan (tulah-tulah) kepada mereka: Kematian yang mondial, Walang, Nyamuk, Katak dan Pembawaan: Nama-tanda ini seharusnya menjadi peringatan terbuka, tetapi mereka itu tetap angkuh, — orang-makhluk yang memberikan diri kepada dosa.”
    (7:134); online http://budoom.com/quran/index.php?surahno=7&q=&pagesize=1&rowindex=132

  4. ^

    Sepuluh Tulah kerjakan Sepuluh Dewa
    (Inggris)

  5. ^

    Yehovah menjajari dewa-dewa Mesir
    (Inggris)

  6. ^


    “Tafsiran isi papirus kerumahtanggaan bahasa Inggris. Terjemahan lain juga terdapat dalam R. B. Parkinson,
    The Tale of Sinuhe and Other Ancient Egyptian Poems. Oxford World’s Classics, 1999.” Diarsipkan dari versi kudus tanggal 2022-10-30. Diakses tanggal
    2015-01-28
    .





  7. ^

    Edisi hijau terbit papirus ini diterbitkan makanya Roland Enmarch:
    The Dialogue of Ipuwer and the Lord of All

  8. ^

    Enmarch 2005:2-3.
  9. ^


    a




    b



    Mordechai Becher. “The Ten Plagues – Live From Egypt”. Ohr Somayach (accessed 8 Nov 2005).

  10. ^


    Diskusi kian lanjut mengenai papirus dan latar bokong album Exodus, lihat Jewish Action, Spring 1995, artikel oleh Brad Aaronson, berjudul “When Was the Exodus?” (Pada saat terjadinya Exodus?)

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumur]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tulah_Mesir

Posted by: caribes.net