Agama Budha Pertama Kali Diajarkan Oleh

2016 05 24 1464095578 8712366 202205201463749142206634112291245 10153298479604077 6629229701805783630 othumb thumb

Agama Buddha lahir di India puas sekitar abad ke 5 SM. Agama Buddha lahir atas reaksi adanya sistem kasta sreg agama Hindu. Ada kembali nan menyebutkan lahirnya agama Buddha ialah protes atas golongan Brahmana yang dianggap plus istimewa dibandingkan kasta lain. Kasta Brahmana dianggap berlebihan dalam mengerjakan upacara peribadatan dengan bermacam – macam sesaji sehingga memberatkan rakyat. Oleh karena itu dalam agama Buddha tidak dikenal adanya sistem kasta. Menurut agama Buddha manusia memiliki properti dan kesempatan yang sederajat untuk mencapai kesempurnaan asalkan kamu mampu tanggulang dirinya sebatas terbebas dari samsara / sengsara (penderitaan di bumi).

Para penganut Buddha percaya bahwa tujuan arwah manusia adalah menghentikan penitisan, karena reinkarnasi merupakan kesengsaraan yang bersifat sementara. Sedangkan penderitaan siksaan sesungguhnya ialah dilahirkan terus menerus n domestik penjelmaan atau selalu dilahirnkan pula ke dunia. Agama Buddha lahir di Nepal nan kemudian memencar ke negeri India menjejak seluruh Asia. Sebatas kini wilayah – wilayah yang mayoritas memeluk agama Buddha diantaranya Thailand, Kamboja, Singapura, Myanmar dan Taiwan.


Kelahiran Agama Buddha

Agama Buddha dibawa oleh Sidharta Gautama (563-486 SM). Sidharta Gautama merupakan anak semenjak Sunan Suddhodhana dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Praktis Sidharta Gautama ikut intern kasta Ksatria di agama Hindu. Berasal kecil Sidharta Gautama hidup di istana dengan segala kemewahan dan perlindungan ayahnya. Ia enggak pernah menemui orang tua, sakit maupun penderitaan – kesengsaraan kebendaan. Selepas keluar dari istana barulah ia mengerti bahwa kerumahtanggaan kehidupan pasti terjadi renta, sakit dan sepi. Kemudian ia mendapat penali bahwa kehidupan substansial pada hakekatnya adalah kesengsaraan yang enggak dapat dihindari. Lebih jauh ia mengemudiankan menjadi pertapa. Pada perkembangannya ia beruntung penali bahwa bertapa tak suka-suka artinya, tinggal ia pun mengejar jalan tengah (majhima patipada) yaitu sebuah kompromis antara semangat foya – foya yang terlalu memuaskan hawa nafsu dan hayat bertapa yang menyiksa diri.

Selanjutnya kamu memencilkan meninggalkan istana Kapilawastu dan menjurus tengah hutan di Bodh Mode. Sesampainya di alas, anda bermakrifat dibawah pohon (semacam pohon beringin). Kamu kemudian bertaki lega dirinya sendiri tidak akan memencilkan posisinya hingga mendapat keabsahan dan akhirnya pada perkembangannya ia mendapatkan bodhi maupun semacam penerangan atau pemahaman yang paradigma plong arwah 35 perian. Pohon tersebut kemudian dikenal dengan jenama pohon bodhi.

Sejak saat itu, Sidharta Gautama dikenal dengan merek sang Budha yang penting yang disinari. Peristiwa tersebut berlangsung pada tahun 531 SM di kehidupan Sidharta Gautama yang ke 35 hari. Nasihat purwa kali ia sampaikan di Taman Rusa di Desa Sarnath.


Agama Buddha

Dalam Agama Buddha, manusia lahir berkali – siapa (penjelmaan). Sukma ialah samsara, menderita, dan bukan menyenangkan. Dalam petunjuk agama Buddha, hidup orang dianggap menderita karena adanya tresna ataupun cinta, ialah cangap akan umur. Penderitaan yang dialami manusia akan berjauhan ketika hamba allah memperkuda tresna melewati okta- urut-urutan (astawida) yaitu pemandangan (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar, perkataan yang benar, tingkah laku yang benar, penghidupan (ain pencaharian) nan sopan, persuasi yang benar, perhatian yang benar, dan khalwat nan bermoral.

Pada perkembangannya setelah 100 tahun meninggalnya Sang Budha, agama Buddha terpecah menjadi dua peredaran adalah
Buddha Hinayana
dan
Buddha Mahayana. Buddha Hinayana mempunyai sifat tertutup ialah setiap hamba allah semata-mata dapat mengejar pembebasan dari samsara bikin dirinya sendiri. Sementara itu Buddha Mahayana n kepunyaan sifat ternganga dimana setiap makhluk berhak menjadi penyanjung Buddha serta bisa membebaskan dirinya dan individu lain dari samsara.

Agama Buddha baik Hinayana ataupun Mahayana menunggangi Kitab
Tripitaka. Dalam Kitab Tripitaka terdapat ajaran dan titah si Buddha
yang kemudian dijadikan pedoman arwah bagi penganut Buddha. Kitab
Tripitaka sendiri terdiri berpunca 3 taktik yakni
Sutta-Pitaka
yang berilmu
Orasi bersumber sang Budha,
Vinaya Pitaka
yang berisi peraturan dan tata
tertip buat para biksu dan
Abhidhamma Pitaka
yang sakti ajaran hukum
metafisik dan psikologik. N domestik agama Buddha terdapat 4 hari keagamaan
yaitu Waisak, Kathina, Asadha dan Magha Khidmat.Biarpun keempatnya
yakni hari ki akbar, tetapi di Indonesia belaka dikenal perian raya Waisyak
saja.


Perkembangan Agama Buddha

Agama Buddha mengalami kejayaan pada masa tadbir Ratu Ashoka (273-232 SM) yang menjadwalkan wangsit agama Buddha sebagai agama negara. Pada zaman tersebut banyak dibangun gedung – gedung keagamaan sebagaimana stupa dan tugu nan terkenal dengan nama Tiang – Tiang Ashoka.

Panggung Suci Agama Buddha

  • Taman Lumbini di Kapilawatu
    Taman Lumbini merupakan bekas kelahiran Si Budha
  • Bodh Gaya
    Bodh Gaya merupakan bekas Sang Budha mendapatkan penyorotan, kesadaran atau bodhi.
  • Samath
    Samath merupakan wadah Si Budha pertama kali memberikan ajaran kepada pengikutnya
  • Kucinagara
    Kucinagara merupakan tempat Si Budha wafat puas tahun 482 SM

3

Source: https://idsejarah.net/2017/09/lahirnya-agama-buddha.html