Ajaran Kristen Dan Katolik Disebarkan Oleh Bangsa

tirto.id – Masuknya agama Kristen Katolik ke Nusantara punya catatan spesifik n domestik memori Indonesia. Fase timbrung dan berkembangnya ramalan Kristiani di Nusantara terjadi seiring dengan dimulainya periode penjajahan dan imperialisme nasion-bangsa Eropa.

Dikutip dari muslihat
Sedjarah Geredja di Indonesia
(1966) karya Th. Muller Kruger, ajaran Kristen mulai memasuki wilayah Nusantara plong abad ke-16 Masehi. Detik itu, agama Islam menengah berkembang pesat seiring era Hindu-Buddha nan kian meredup.

Adalah bangsa Portugis yang mengirimkan ajaran Kristen Katolik ke Nusantara. Mereka berlayar dengan harapan mencari rempah-rempah. Hamba allah-basyar Portugis ini mengusung misi 3G merupakan
gold
(kekayaan),
glory
(kejayaan), dan
gospel
(agama), dalam penjelajahan ke dunia hijau.

Selanjutnya adalah anak adam-khalayak Belanda nan membawa ajaran Kristen Protestan ke Nusantara pada abad ke-17, demikian diungkapkan T.B. Simatupang melalui tulisan berlenggek “Dynamics for Creative Maturity” privat
Asian Voices in Christian Theology (1976)

Dengan demikian, sebelum Islam menyebar di seluruh Indonesia, kekristenan hadir dengan menancapkan kukunya di daerah-area nan belum terlalu dimasuki Islam maupun Hindu dan Buddha, seperti Maluku, Timor, sebagian Sumatera dan Sulawesi, setakat akhirnya Papua.

Portugis & Misi Pendakyahan Kristen di Nusantara

Riuk satu tujuan pelayaran Portugis merupakan Gugusan pulau Maluku yang memang menjadi surga rempah-rempah, komoditas yang amat laris dan mahal di Eropa.



Kehadiran Portugis di Maluku diterima di Maluku, tercantum maka itu Kesultanan Ternate. Bahkan, Portugis diizinkan membangun benteng yang berfungsi sebagai pangkalan militer, pedagang, dan kunci agama di kawasan Ternate yang terwalak di Maluku Utara.

Menurut karangan Usman Nomay berjudul “Portugis dan Misi Kristenisasi di Ternate” internal kronik
Fikrah
(Volume 2, Juni 2022), bangsa Portugis mengusung misi Jesuit. Di mana saja dan kapan doang serta lahan mana yang mereka datangi dan tempati, pengabaran alkitab adalah sebuah pesan suci yang perlu dilaksanakan.

Dengan demikian, orang Portugis berusaha dengan cara dan metode yang bermacam-varietas untuk mengajak orang Maluku, baik nan sudah lalu beragama Islam maupun nan masih menganut paham animisme dan dinamisme, bakal mengimani ajaran Kristen.

Riuk satu misionaris awal Kristen Katolik asal Portugis di Maluku yakni Simon Vaz. Dikutip berpangkal
Gugusan pulau Rempah-rempah
(2016) karya M. Adnan Darmabakti, Simon Vaz ialah hamba allah yang mengkristenkan bilang bangsawan Ternate, termasuk Tabariji yang sempat menjadi Aji Ternate pada 1533-1534.

Pada 1536, Simon Vaz tewas terbunuh. Pasca- itu, hadir Antonio Golvao, seorang tokoh militer Portugis, yang kemudian membuka sekolah Kristen Katolik di Ternate.

Penyebaran visiun Kristen Katolik juga dilakukan di banyak area Maluku lainnya, pun kemudian ke kawasan Timor, hingga kesannya Portugis berakibat diusir dari Kepulauan Nusantara pada 1575.

(tirto.id –
Sosial Budaya)

Donor: Yuda Prinada

Penulis: Yuda Prinada

Penyunting: Iswara N Raditya



Source: https://tirto.id/sejarah-proses-masuknya-agama-kristen-katolik-ke-indonesia-f9yM