Pertemuan 1


Aku Mau Peduli Dan Berbagi

TUJUAN:

  • Remaja mengenali tulang beragangan kepedulian Yesus pada mereka yang membutuhkan pertolongan.
  • Remaja mampu mendedahkan nilai fungsi dalam mengasihi sesama bersendikan bacaan
  • Taruna bisa menentukan susuk faktual kepedulian seumpama tindakan hidayah untuk rekan yang invalid berbintang terang atau membutuhkan bantuan.

GAGASAN DASAR:

  • Akil balig mempunyai banyak potensi kerumahtanggaan dirinya yang sedang berkembang. Konteks social yang berbagai rupa bisa membawa para remaja pada pelbagai perbedaan dengan kebalikan seusia.
  • Mengajuk teladan Yesus, diharapkan para taruna dapat mengembangkan kepedulian social bikin saling mendukung sesama yang membutuhkan pertolongan.

Pembukaan

1. Lagu Pembuka

Kasih

Kasih pasti Iemah renik

Kasih karuan memaalkan

Anugerah pasti murah hati

Kasih-Mu karunia-Mu Tuhan

Ajarilah kami ini saling mengasihi

Ajarilah kami ini saling mengampuni

Ajarilah kami ini anugerah-Mu ya Yang mahakuasa

Kasih-Mu kudus tiada batasnya

Pengantar

Kita selalu hidup dalam pertemuan dengan turunan lain. Pertemuan dan kebersamaan itu tidak jarang menyadarkan kita bahwa ada banyak musuh nan situasinya berkekurangan. Kekurangan itu bisa tampak misalnya privat ketidakmampuan ekonomi, keterbatasan pengetahuan dan kesempatan belajar, serta banyak hal enggak. Berhadapan dengan kejadian yang setiap kali berbeda, remaja katolik dipanggil buat berani peduli dan berbagi dengan boleh jadi pun nan berkekurangan. Kita bisa menyerahkan tahun, perhatian, energi, pemikiran, pengertian, pujian dan tuturan terima kasih, bahkan boleh juga sekedar memberi senyuman.

ltulah yang dilakukan Yesus dalam cerita Injil yang akan kita renungkan. la peduli dan mau berbagi dengan begitu banyak sosok yang membutuhkan rahim. la tidak bekerja sendirian. la mengajak para murid-Nya bikin turun tangan.

Puji-pujian Pembuka

Halikuljabbar, Bapa kami yang Malta Pengasih, Kamu telah menyuntikkan benih kasih relung hati semua insan. Engkau menghendaki kiranya kami para mulai dewasa Katolik, mau peduli dan berbagi dengan teman nan membutuhkan uluran tangan kami. Curahkanlah rahmat-Mu agar kami comar memiliki sensibilitas satu sama enggak. Hendaknya api pemberian-Mu selalu menyemangati kami untuk selalu peduli dan rajin membantu teman kami yang membutuhkan sambung tangan. Tahlil ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Yang mahakuasa dan sahabat kami. Amin.

PERMAINAN

Memberi dan Berbagi

  • Pemandu atau pendamping menyiapkan potongan karton atau kertas nol berukuran 10 cm x 6 cm. Kertas diberikan kepada masing-masing murid.
  • Setiap pesuluh diminta kerjakan menuliskan namanya sreg po-tongan karton/kertas nan telah diterima dengan meng-gunakan spidol/pena.
  • Selepas semua siswa menuliskan namanya, karton/plano dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam keranjang yang asa besar.
  • Permainan ini dilakukan privat 2 tahap sebagai berikut.

Permainan 1

  • Pembawa meminta semua pesuluh bikin secara serentak menemukan dan mencoket kubus/kertas bertuliskan namanya tadi mulai sejak dalam keranjang.
  • Pengarak mudahmudahan membagi hari yang singkat saja sesuai jumlah peserta (misalnya 1-2 menit untuk jumlah peserta 10-15 cucu adam, semakin sedikit jumlah orang waktu yang diberikan harus bertambah pendek).
  • Setelah waktu yang diberikan habis, pembawa menotal jumlah peserta yang berdampak menemukan dan memegang plano/dus dengan namanya sendiri.

Permainan 2

  • Pemandu mempersunting semua murid memasukkan kembali semua dus/ kertas bertuliskan nama mereka ke dalam keranjang.
  • Selanjutnya, pemandu menanyakan pesuluh bagi mengambil satu kardus/ plano privat keranjang secara acak, tidak perlu karton nan bertuliskan namanya seorang.
  • Pemandu hendaknya menjatah waktu yang singkat sekadar sesuai jumlah pesuluh (misalnya, 1-2 menit untuk kuantitas peserta 15 orang, semakin tekor total orang waktu yang diberikan harus kian pendek).
  • Kubus/kertas yang diambil harus taajul diberikan kepada oponen yang namanya termaktub di dalam kertas itu.
  • Setelah waktu nan diberikan dahulu, pengusung menghitung jumlah pelajar yang berhasil memegang kertas/kubus dengan namanya sendiri.

Peduli dan Berbagi

Usai permainan, pemandu ataupun pendamping mengajukan beberapa soal sehubungan dengan permainan yang sudah dilakukan.

  • Dengan membandingkan hasil intiha dua boleh jadi permainan tadi, permainan mana yang menghasilkan besaran Iebih banyak turunan dengan karton nama bertuliskan nama koteng?
  • Pengalaman dan ponten apa yang boleh ditarik berasal permainan itu?

Kemudian pemandu atau pengapit bisa memberikan butir penegasan makna ibarat berikut.

Dalam vitalitas kita, seyogiannya kita silih peduli dan berbagi satu dengan yang enggak tanpa membeda-bedakan. Saat berbagi, kita sering mengalami banyak sekali kesulitan dan tantangan. Terkadang kita indolen bagi berbagi karena merasa basyar nan kita bantu lebih berharta atau manusia nan kita bantu jarang berbuat baik kepada kita. Namun, hendaknya kita tetap cak hendak berbagi dan saling menghargai orang-anak adam nan cak semau di selingkung kita, serta bersyukur atas kesanggupan mereka di dalam nyawa kita. Dengan ganti peduli dan berbagi kita boleh menggombeng bagasi padanan kita. Selain itu kita pula bisa semakin mempererat persahabatan.

Lagu Selingan

Penuhilah Bejanaku

Aku datang dan kubersujud di dihadapan-Mu Kurasakan indah penghadapan-Mu

cakrawala’Iah kubuka mata hatiku dan sairuh jiwaku Bagi kunikmati fir-man-Mu

Firmanmu yang kuasa ‘tuk meniadakan sikap hati Firmanmu yang tegakkan di momen ‘ku terduduk Penuhkanlah bejanaku dengan air su-ngai-Mu ‘Ku haus akan Firman-Mu

Pendalaman Kitab Kalis

Pembacaan Kitab Salih (Matius 14:13-21)

13Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah la berbunga telaga, dan hendak menyendiri dengan berlepas ke palagan yang terpencil. Tetapi, manusia banyak mendengarnya dan mengikuti Engkau dengan mengambil jalan darat bersumber kota-kota mereka. 14Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Dia menyembuhkan mereka nan remai. 15Menjelang malam, murid-murid-Nya cak bertengger kepada-Nya dan bertutur, “Tempat ini terpencil dan hari mulai lilin batik. Suruhlah orang banyak itu menjauhi meski mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 16Tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka menghindari, kamu harus memberi mereka makan.” 17Jawab mereka, “Yang ada sreg kami di sini hanya lima roti dan dua lauk.” 18Yesus berkata, “Bawalah kemari kepada-Ku.” 19Lalu Beliau menyuruh manusia banyak itu duduk di rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap terima kasih. Anda memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada pelajar-murid-Nya, lalu pelajar-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. 20Mereka semuanya bersantap sampai kenyang. Kemudian khalayak mengumpulkan potongan-potongan roti yang Iebih, sebanyak dua belas ketumbu mumbung. 21Yang timbrung makan kira-kira lima mili pria, tak tercantum perempuan dan anak-anak. 22Sesudah itu Yesus taajul menggusur peserta-peserta-Nya naik ke sumbuk dan mengusung-Nya ke seberang, sementara itu la menyuruh orang banyak pulang.

Pendalaman Bacaan

a. Apa nan terjadi dengan orang banyak yang mengajuk Yesus?

b. Bagaimana Yesus dan para murid berlaku dalam situasi ter-ucap?

c. Adakah peristiwa nan menyentak alias menyentuh hatimu?

Sharing

Pemandu atau asisten mengajak peserta untuk mendalami dan memasalahkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah lalu disampaikan dan mempersilahkan anak-anak lakukan menyampaikan pemahamannya dan mensharingkan pengalaman pribadi yang barangkali dialami sehubungan dengan bacaan kitab tahir.

  • Pernahkah engkau memiliki pengalaman serupa internal peduli dan berbagi dengan padanan yang membutuhkan?

Rangkuman dan Peneguhan

Yesus adalah pribadi yang reseptif terhadap beraneka ragam keadaan di sekitarnya. Sensibilitas itu timbal berpokok betas karunia dalam diri Yesus (ay. 14). Sebaliknya para pelajar awalnya kurang mempunyai sensitivitas. Mereka meminta Yesus untuk menyuruh orang banyak menghindari karena hari sudah lilin lebah (ay. 15-16).

Yesus ingin para murid pun cak bagi reaktif terhadap kebutuhan sesama. la rmelibatkan para murid dan ingin mereka peduli, bahkan bersedia memberi, meskipun murid-petatar hanya memiliki lima roti dan dua ikan (ay. 17-18).

Lima roti dan dua lauk jelas lain memadai kerjakan lebih lima ribu khalayak (ay. zi). Jumlah yang mustahil. Akan tetapi, di hadapan Yesus lain suka-suka yang mustahil. Apa hal yang dipersembahkan kepada-Nya, masin lidah-Nya, diberkati, dilipatgandakan. Kesannya? Lima roti dan dua iwak yang telah diberkati Yesus itu menciptakan menjadikan semua orang kenyang. Malah, ada geladir 12 bakul.

Yesus menghendaki hendaknya kita membagikan segala yang kita terima sebagai berbintang terang dari Allah itu kepada sesama yang berkekurangan. Terlibat dalam beraneka rupa aktivitas dan kegiatan rohani memang baik untuk hidup pribadi kita. Doang, hal itu jangan setakat membuat kita mengabaikan kebutuhan sesama di sekitar kita. Apakah kita masih kerap pelit dan cuma berpikir untuk diri sendiri? Susah berbagi dan hanya kita simpan koteng ? Beranikah kita menyerahkan segala apa nan kita punya kepada Yesus, meski hanya kecil dan cacat agar menjadi berlipat dan menjadi berkat buat banyak orang yang membutuhkan?

Niat dan Aksi

Sesudah mendengar FirmanTuhan, mendalami, dan merenungkannya, marilah kita membangun niat dan mewujudkannya dalam tindakan faktual. Sama dengan Yesus dan para petatar yang kepingin turun Langan untuk menolong mereka yang membutuhkan, bentuk kepedulian segala yang bisa diwujudkan di tengah hidup remaja masa ini? Asisten mengajak peserta untuk mati dan rnerenungkan angka kekuatan nan dijumpai dalam pengalaman berbagi. Lebih jauh, kepercayaan boleh mengajak mereka lakukan menentukan tindakan nyata umpama bentuk kesediaan peduli dan berbagi. Misalnya, mengunjungi orang sakit, menyisihkan tip jajan untuk manusia miskin, mengisi amplop APP, dll.

Jerit Permohonan

Yesus nan karim, teladan hidup kami, tanamkanlah kerumahtanggaan hati kami penyambutan yang setia akan rahmat dan maslahat-Mu. Bantulah kami mewujudkan anugerah akan Allah dengan mengasihi sesama, lebih-lebih sesama kami yang membutuhkan. Berkenanlah mendengarkan tahlil-tahmid kami yang berhimpun di kancah ini:

  1. Tuhan Yesus, Engkau tidak kikir, tetapi palamarta. Bantulah kami cak bagi semakin peduli dan suka berbagi kepada teman yang mernerlukan uluran tangan kami. Kami mohon
  2. Sang pencipta Yesus, Engkau senang jika kami nasib bersatu hati dalam kasih. Semoga sirkulasi sering kasih-Mu mengalir ke lubuk hati kami. Bantulah kami agar gelojoh makmur untuk memberi dan berbagi. Kami minta
  3. Almalik Yesus, Engkau tidak muram tetapi cak acap raksasa hati. Bantulah kami cak bagi berjuang melawan kemauan diri sendiri yang individualis, biar kami semakin hari semakin reaktif terhadap kebutuhan sesama. Marilah kita mohon
  4. Tuhan Yesus, Beliau tetap tekor lever dan sederhana. Tolong-lab kami agar belalah memiliki semangat pengorbanan nan tutus. Dengan demikian, kami pas disebut umpama anak-anak Halikuljabbar. Marilah kita minta

Demikianlah doa permolionan kami. Perkenankanlah waktu ini kami menyatukannya dengan tahlil yang Kauajarkan kepada kami. Bapa kami….

Penutup

Doa Pengunci

Ya Halikuljabbar, kami ucapkan syukur karena kami sudah Kaukobarkan dengan nyawa Titah-Mu nan zakiah. Berkatilah kami semua yang hadir di tempat ini agar senantiasa n kepunyaan hati yang menaruh perhatian dan kasih kepada orang yang menderita dan nan mem-butuhkan sambung tangan. Semangatilah kami untuk selalu mendahulukan keefektifan sesama diatas guna diri koteng. Bantulah kami agar kami semakin pantas vitalitas dan disebut sebagai murid-Mu nan sejati. Sebab Engkaulah Halikuljabbar kami, yang umur dan berkuasa masa ini dan sejauh hari. Amin.

Lagu Penutup

Melayani Kian Alangkah

Menyajikan, melayani lebih sungguh

Melayani, melayani kian sungguh

Tuhan bertambah dulu melayani kepadaku

Melayani, melayani lebih alangkah

Mengasihi, mengasihi kian alangkah

Mengasihi, mengasihi makin betapa

Sang pencipta Iebih tinggal mengasihi kepadaku

Mengasihi, mengasihi Iebih sungguh

Mengampuni, mengampuni Iebih sungguh

Mengampuni, mengampuni Iebih sungguh

Tuhan Iebih lalu mengampuni kepadaku

Memaafkan, mengampuni Iebih sungguh

Mengasihi, mengasihi Iebih betapa

Memaafkan, mengampuni Iebih sungguh

Memaafkan, mengampuni Iebih betapa

Tuhan Iebih dulu mengampuni kepadaku

Mengampuni, memaafkan Iebih sungguh


Pertemuan 2


Aku Bisa Berkomplot





TUJUAN:

  • Remaja congah mengerti bahwa pribadi Yesus adalah bentuk eksistensi Sang pencipta secara aktual intern hidup bani adam
  • Mulai dewasa fertil menelanjangi rasa syukur dan sukacita karena mengenal Allah secara pribadi
  • Cukup umur dalam kebersamaan di perdua lingkungan sekolah, Gereja dan publik mampu menghargai dan bekerjasama dengan sosok yang berasal dari budaya ayng berlainan dengan dirinya

GAGASAN POKOK

  • Setiap pribadi vitalitas di paruh budaya tertentu.  Di satu sisi nilai budaya dapat memperat kesetiakawanan, di arah enggak perjumpaan dengan poin-angka budaya lain dapat menimbilkan ketidakharmonisan, parak, atau keengganan untuk bekerjasama dengan orang lain.
  • Seturut bentuk kehadiran Allah dalam rupa manusia, cukup umur dipanggil untuk bias hidp dalam pelbagai perbedaan dan berterima kasih atasnya.  Kesanggupan Kristus yaitu kerangka nyata kedatangan Halikuljabbar untuk menjuluki manusia dalam kekayaan budayanya.

Pembuka

Lagu Pembuka

Mari Kita Kerjasama

Mari kita kerjasama, kerjasama, kerjasama

Marikita kerjasama senang di hati

Kerjaku, kerjamu, semuanya buat Tuhan

Marilah kita kerjasama, suka di hati

Pengantar

N domestik hidup keseharian, lain selit belit kita menjumpai teman kita yang bermusuhan, bukan bisa bekerja karena perbedaan suku, bahasa, adat istiadat di antara mereka. Dapat jadi kita lagi mengalami koteng pengalaman seperti itu. Puas persuaan kedua ini kita akan merefleksikan tema: “Aku Bisa Bekerjasama”. Di awal pertemuan ini, silakan kita tukar memanggil dengan saling berjawat tangan satu sama tak. Mari kita lihat bahwa perbedaan budaya justru bisa saling memperkaya kita semua.





Doa Pembuka

Allah yang Mahabaik, kami berkumpul dan mengucap syukur puas-Mu atas hidayah ragam suku, bahasa, leluri yang bisa kami hidupi di tanah all Indonesia tersayang ini. Engkau memaui agar kami dapat hidup kerumahtanggaan kebersamaan di paruh perbedaan dan khasanah ragam budaya. Kami harap tuntunlah pikiran kami. Bukalah mata batin kami kiranya kami subur memahami keindahan anugerah-Mu dengan berkaca pada sabda-Mu. Engkaulah Allah yang hidup dan berkuasa sepanjang masa. Amin

Membiasakan Mulai sejak KISAH

Mengaji Kisah

Ajudan atau salah sendiri dari peserta membacakan kisahan berikut ini.

Persahabatan Beda Suku

Paijo, Ling-Iing dan Kadek adalah tiga orang sahabat nan bersekolah di tempat yang setolok. Sejak mungil mereka demap bermain bersama karena kebetulan rumah mereka berdekatan. Nan menarik, mereka berbunga dari keluarga yang berlainan dan berpunca kaki yang berbeda pula. Paijo adalah anak seorang petani yang berdarah Jawa. Begitu juga kebanyakan anak Jawa, Paijo ialah anak yang sopan dan selalu menjaga tutur katanya. Sedangkan Ling-ling adalah zuriat Cina nan manis dan cenderung ceplas-ceplos privat berfirman. Kadek adalah gadis manis baka Bali nan amat berisi menari dan sering menghibur jodoh-temannya dengan joget nan beliau tampilkan.

Puas suatu perian, sekolah mereka mengadakan lomba kerajinan tangan berbahan barang bekas. Ketiga sahabat ini tergabung kerumahtanggaan suatu kerumunan bersama koteng teman tak. Ucok namanya, Seorang anak pecah batih Batak nan baru tiga wulan pindah ke sekolah itu.

Awalnya ling-ling merasa sedikit malas, karena anda harus berintegrasi dalam suatu kelompok dengan Ucok. Lakukan kamu, Si Ucok ini terlihat agak agresif dan sedikit ramah. Kalau berbicara, kritik Ucok seperti makhluk marah sekadar.

“Aku malas ah.., satu kelompok bersama Ucok. Kalian tahu sendiri kan, dia seperti apa?” kata Ling-Ling dengan agak sewot.

“Hus.. jangan begitu Ling, kita ketel belum mengenal Ucok dengan baik. Kita tahu ia momongan baru. Mana tahu tahu dia senyatanya anak yang baik dan baik hati,” sadel Kadek.

“Benar Ling, kita tidak boleh melihat khalayak hanya dari penampilan Iuarnya belaka. Kita harus mengenal Ucok Iebih n domestik, malar-malar waktu ini kita satu kerubungan.” Paijo menyambung pembicaraan itu.

Momen mereka tengah asyik berujar, tiba-tiba datanglah Ucok dan bergabung dengan mereka.

“Hai teman-antiwirawan..Maaf ya, aku keteter. Tadi aku mentah mengantar Andi ke UKS. Kasihan.. sira hijau semata-mata jatuh dan kakinya terkilir,” sapa Ucok.

“Eh…ehm iya, tidak apa-apa mengapa, Cok. Kita juga belum mulai membuat apa-segala,”jawab Kadek.

Setelah semuanya berkumpul, mereka berangkat berdiskusi. Sambil beranggar pena mereka tukar berolok-olok dan mendongeng banyak hal. Ucok, minus canggung, berkisah banyak adapun dirinya dan kesannya setelah tiga bulan berada di sekolah yang hijau itu.

Ling-Ling masa ini jadi tahu mengapa Ucok menurutnya terlihat tidak ramah. Itu karena garis muka Ucok memang tegas. Namun, di pesong wajahnya nan terlihat keras, ternyata Ucok adalah anak asuh yang baik, ramah, dan doyan melucu.

Akhirnya, mereka berempat bisa saling bekerjasama dengan baik, tanpa ada keraguan satu separas lain. Kelompok mereka, apalagi akhirnya memenangkan tanding itu. Sejak saat itu mereka menjadi sahabat karib dan berteman tanpa memperdebatkan perbedaan nan ada.

Pertanyaan Pendalaman

  • Barangkali doang tokoh internal kisahan tersebut? Dan bagaimana sikap mereka?
  • Apa pesan yang disampaikan maka itu cerita di pangan?

Pengkhususan

Sebagai akil balig Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang suku dan budaya tentunya kita memiliki banyak perbedaan. Namun, sebagai mulai dewasa katolik, kita diajak kerjakan tidak mengintai perbedaan itu laksana penghalang dalam membangun relasi dengan ternan-n antipoda kita. Kita diajak untuk menghargai perbedaan dan bekerjasama dengan orang yang berasal dari budaya yang berbeda dengan kita.

Lagu Selingan

Kusiapkan Hatiku Sang pencipta

Kusiapkan hatiku ‘Tuhan

T’uk dengar firman-Mu saat ini

Kusujud menyembah-Mu Tuhan

Masuk hadirat-Mu saat ini

Curahkan urapan-Mu Tuhan, bagi Jemaat-Mu detik ini

Kusiapkan hatiku Tuhan, tuk tangkap suara firman- Mu

Firman-Mu Tuhan tiada berubah

Dahulu waktu ini sejauh-lamanya tiada berubah

Firman-Mu Allah mukhalis hidupku

Kusiapkan Hatiku Sang pencipta dengar Firman-Mu

Riset Kitab Suci

Pembacaan Kitab Murni (Matius 1:18-25)

18Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Plong waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata beliau mengan-dung dari Roh Sejati, sebelum mereka hidup sebagai suami istri 19Karena Yusuf suaminya, seorang nan masif lever dan bukan kepingin mengotorkan jenama istrinya di depan awam, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20Tetapi, ketika ia mempertimbangkan intensi itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya privat mimpi dan merenjeng lidah, “Yusul, momongan Daud, janganlah dia mengirik mencuil Maria ibarat istrimu, sebab momongan yang di dalam kandungannya yaitu dari Roh kudus. 21Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Sira Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya berbunga dosa-dosa mereka.” 22Hal itu terjadi biar digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi: 23″Sepatutnya ada, anak asuh dara itu akan mengandung dan babaran seorang anak adam, dan mereka akan menamakan Kamu Imanuel.” (Yang berarti: Yang mahakuasa menyertai kita.) 24Sesudah bangun terbit tidurnya, Yusuf mengamalkan begitu juga’yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. la mengambil Maria sebagai istrinyo, 25tetapi bukan bersetubuh dengannya sampai Maria melahirkan anaknya suami-laki dan Yusuf menyebutkan Dia Yesus.

Riset Teks

  • Tangan kanan meminang suatu atau dua peserta bagi menceritakan teks Injil tersebut dengan kata-katanya sendiri. “Peran apa yang dilakukan oleh Yesus dengan kelahiran-Nya sebagai manusia?”

Sharing

Pendamping bisa meminta beberapa pesuluh bagi membagikan pengalaman hidupnya dengan bercerita, misalnya, akan halnya:

  • Nilai-ponten atau resan baik apa yang suka-suka dalam keluarga/ kelompok/ sukumu?
  • Kejadian balk segala apa, sungguhpun berbeda dari dirimu, yang pernh engkau alami maupun temukan dalam diri makhluk bukan/ keluarga / kaki ?

Rangkuman dan Peneguhan

Kisahan kelahiran Yesus ialah kisah persuaan Sang pencipta dengan budaya manusia. Sikap Yang mahakuasa purwa-tama adalah datang dan mengungkapkan kerjasama dengan insan yang diwakili maka itu Maria dan Yusuf yang hidup dan tinggal internal budaya Ibrani. Jawaban Maria dan Yusuf adalah tanggapan atas inisiatif Yang mahakuasa nan kepingin melaksanakan karya keselamatan.

Perbedaan kaki, bahasa dan adat istiadat manusia yang kita jumpai dalam keseharian kita yaitu medan dan kesempatan bagi setiap taruna katolik lakukan membuka lever, mengakui, menghargai dan bekerjasama dalam menciptakan menjadikan kehidupan yang bertambah balk sesuai skor-nilai injil Kristus di tengah marcapada.

Karsa dan Aksi

Setelah mendengarkan firman Allah, yuk kita membangun niat relung hati, pertama-tama niat meneladani Yesus Kristus, yang mampu menghargai dan berlimpah bekerja sama dengan budaya manusia.

Kedua, kita bangun niat untuk bisa bekerjasama dengan orang lain yang n kepunyaan latar pantat suku, bahasa, adat istiadat yang berbeda semenjak kita, ketiga kita bangun karsa cak bagi burung laut mengirimkan hadiah dan kebaikan dalam setiap perbedaan yang kita jumpai.

Misalnya, kerja bakti di katedral, kerja/sparing keramaian, dll. Beri senyuman….

Seruan Permohonan

Halikuljabbar Bapa di suraloka, sabda-Mu telah menyadarkan kami buat menghargai setiap pribadi meski kami bosor makan berjumpa dengan teman yang farik suku, bahasa, resan istiadat Siuman bahwa kami bisa senantiasa belajar berpokok-Mu, maka sudilah Engkau mendengarkan seruan permohonan kami:

  1. Bantulah kami para muda agar dapat membangun kerjasama dengan setiap orang yang kami jumpai baik di sekolah, di gereja dan di lingkungan kami sangat. Kami mohon…
  2. Bantulah kami agar dapat mewartakan biji-nilai injil di paruh arus budaya modern nan bisa merusak tata susila dan iman kami. Kami minta…
  3. Bantulah kami agar bisa menyambut setiap perbedaan laksana belas kasih Sang pencipta nan patut disyukuri dan membuat kami semakin karib dengan sesama dan Beliau seorang. Kami mohon..

Demikianlah doa tuntutan kami. Perkenankanlah kini kami menyatukannya dengan tahmid yang diajarkan oleh Kristus, Putra-Mu. Bapa kami..

Penutup

Doa Penutup

Sang pencipta Bapa di surga, kami bersyukur Anda telah mendampingi kami intern pertemuan ini. Engkau selalu menyadarkan kami bakal menghargai setiap budaya, meski berbeda,.dan untuk bekerjasama dengan sesama kami demi kebaikan bersama. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, hendaknya kami mampu mengembangkan semangeat menghargai kekayaan kelakuan budaya dan pandangan hidup nan baik dalam keseharian kami. Engkaulah Allah yang menjuluki kami dalam diri Yesus Kristus, juru selamat kami. Amin.

Lagu Penutup

Jangan Penat

Jangan Ielah bekerja di ladangnya Tuhan Hayat Lugu yang bri keistimewaan Yang Mengajar dan menopang

Tiada lelah…. bekerja bersamamu Tuhan Nan besar perut mencukupkan Alas segalanya

Ratakan tanah bergelombang

Timbunlah tanah yang berlubang

Menjadi siap dibangun diatas dasar iman

Ratakan tanah bergelombang

Timbunlah tanah yang berlubang

Menjadi siap dibangun diatas dasar iman


Pertemuan 3


Aku Kepingin Bersaksi Tanpa Menyakiti

Tujuan:

  • Remaja menyirat kewiraan Rasul Paulus menjadi martir Kristus di hadapan banyak khalayak yang farik keimanan.
  • Mulai dewasa mampu menegaskan pentingnya mengembangkan rasa hormat atas faedah dalam diri manusia yang berbeda keyakinan dengan dirinya Remaja bisa menentukan tindak kesaksian iman minus harus menyinggung atau menyakiti jodoh nan berbeda keyakinan.

GAGASAN DASAR:

  • Cukup umur perlu memafhumi bahwa perbedaan agama ialah fakta, yang bisa bermakna kerumahtanggaan atma bersama.
  • Membiasakan dari pengalaman Utusan tuhan Paulus, diharapkan para remaja berani menjadi saksi iman dengan tetap menghargai dan mengagungkan perbedaan agama.

Pembuka

Lagu Pembuka

Aku Bangga Jadi Anak Katolik

Aku bangga jadi anak asuh katolik

Penuh belas kasih, sembahyang buat teman

Penuh kasih, berderma cak bagi dagi

Kurban kesaksian akan kulakukan

Reff:

Berbesar hati, bangga jadi momongan katolik

Berbesar hati, bangga jadi anak katolik

Bangga, bangga jadi anak katolik

Kurban kesaksian akan kulakukan

Pengantar

Kita. bersyukur hayat di Indonesia karena kita bisa mengenal antiwirawan-saingan yang farik keyakinan/agama. Perbedaan adalah buram kemajemukan sebagai karunia Allah dalam vitalitas. Di aribaan Allah yang Esa, kita semua adalah anak-anak-Nya.

Sayangnya, perbedaan agama buruk perut masih dijadikan alasan cak bagi memicu pertarungan, konflik, dan perpecahan. Berlatih dari pengalaman Nabi Paulus, remaja Katolik dipanggil untuk berani bersaksi akan halnya imannya sewaktu kukuh menghargai dan menghormati antitesis-tara yang berlainan keimanan/agama.

Ratib Pembuka

Ya Allah, kami bersyukur atas segala kemurahan-Mu. Engkau memperkenankan kami hidup bersama dengan banyak n partner, yang beragama lain. Engkau mutakadim mengumpulkan kami waktu ini cak bagi merefleksikan titah-Mu. Bantulah kami belajar dari Nabi Paulus untuk bahaduri bersaksi tanpa harus menyakiti. Terangilah hati dan pikiran kami mudah-mudahan kami boleh memahami sabda-Mu dan menjalankannya dalam roh kami sehari-musim. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

PERMAINAN

Batu bakal Bersaksi

Melalui permainan ini pendamping mengajak peserta kerjakan membaca Kitab Safi dan mewartakannya kepada orang lain. Permainan dilakukan dengan cara sbb:

  • Bagilah pelajar menjadi beberapa keramaian kerdil (misalnya 8-10 individu). Mintalah setiap gerombolan buat berbaris lurus ke bokong. Tiap kelompok kemudian memintal satu sosok sebagai bos kelompok.
  • Pengarah kelompok diminta bagi maju dan menghafal ayat Kitab Tahir yang diberikan oleh ajudan (masing-masing keramaian menerima ayat yang berbeda).
  • Selepas semua ketua kelompok memahfuzkan ayat nan diberikan, mereka harus menunggu aba-aba untuk mengisikkan ayat tersebut kepada teman anggota kelompok yang berdiri persis belakangnya. • Selepas superior kelompok membisikkan ayat tersebut kepada Leman di belakangnya, superior kelompok teristiadat menghadap ke depan dan bukan diperbolehkan bertukar ke birit, sampai teman yang minimal birit mengakui ayat tersebut
  • Anggota kelompok di barisan minimal bokong bertugas untuk memunculkan ayat yang diperoleh kelompok dengan suara miring nan lantang dan bermoral.

Permainan bisa diulangi sejumlah kali dengan ayat yang berbeda-beda.

Penekanan Permainan

  • Bagaimana suasana permainan tadi?
  • Kesulitan segala yang kalian alami?
  • Pesan segala yang dapat kalian ambil berpokok permainan tersebut?

Peneguhan

Sebagai murid-murid Yesus kita diajak lakukan mau bersaksi kepada bisa jadi sekadar minus mengasingkan dan tanpa menyakiti mereka. Kita luang bahwa kita hidup privat perbedaan, baik tungkai maupun agama. Saja, sebagai murid Yesus kita diajak buat bersaksi bersama-Nya. Pelecok satu cara nan bisa kita lakukan buat bersaksi kepada sesamsa nan berbeda agama yakni dengan berbuat fungsi kepada kali saja.

Lagu Selingan

Kau Dipanggil Tuhan (PS 683)

Kau dipanggil Almalik, dijadikan duta Kendati hidupmu menyinarkan kasih-Nya

Ayat:

  1. Pelik memang tugasmu, tetapi kau diberi hadiah
  2. Sang Kristus memikatmu, tak ‘kan mampu kau menolak-Nya
  3. Dan doaku bagimu, moga teguh semangatmu

Pendalaman Kitab Polos

Pembacaan Kitab Suci (Kisah 17:16-34)

16Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat terharu hatinya karena ia melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala. 17Karena itu di rumah ibadat kamu bertukar manah dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan insan-makhluk yang dijumpainya di tasik. 18Juga beberapa ahli pikir terbit golongan Epikuros dan Stoa berdebat dengan engkau dan cak semau yang berkata, “Apa yang hendak dikatakan si pembual ini?”Semata-mata, yang bukan berkata, “Rupa-rupanya dia pemberita ajaran dewa-dewa asing.” Sebab engkau memberitakan Injil tentang Yesus dan kebangkitan-Nya. 19Lalu mereka membawanya membidik sidang Areopagus dan mengatakan, “Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini? 20Sebab engkau memperdengarkan kepada kami hal-peristiwa yang asing. Karena itu kami ingin senggang segala artinya semua itu.” 21Adapun semua orang Atena dan orangasing nan tinggal di situ tidak n kepunyaan waktu bagi sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang bau kencur. 22Paulus seram di aribaan sidang Areopagus dan mengomong, “Hai cucu adam-hamba allah Atena, aku lihat bahwa dalam segala kejadian dia sangat beribadah kepada dewa-batara. 23Sebab saat aku berjalan-perkembangan di kotamu dan mematamatai-lihat barang-barang pujaanmu, aku merodong juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa nan sira sembah sonder mengenalnya, itulah nan kuberitakan kepada anda. 24Allah nan sudah menjadikan mayapada dan segala isinya, la, yang adalah Allah atas langit dan bumi, enggak lalu dalam kuil-kuil artifisial tangan manusia, 25dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah la kekurangan segala-barang apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. 26Dari satu orang saja Kamu telah menjadikan semua bangsa dan umat turunan bakal meninggali seluruh muka bumi dan Ia mutakadim menentukan perian-musim untuk mereka dan batas-batas kediaman mereka, 27supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Anda, walaupun la tak jauh bermula kita masing-masing. 28Sebab di privat Dia kita arwah, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan makanya pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya pun. 29Karena kita berasal berpangkal baka Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa situasi ilahi serupa dengan emas alias perak alias bisikan, ciptaan kesenian dan keahlian sosok. 30Tanpa memandang lagi jaman kegelapan, sekarang Allah mewajibkan semua khalayak di mana semata-mata untuk bertobat. 31Karena la telah menetapkan suatu hari ketika la dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang mutakadim ditentukan-Nya, sehabis la menyerahkan kepada semua orang satu uang muka tentang situasi itu dengan membangkitkan Dia semenjak antara orang sirep.” 32Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan hamba allah mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berfirman, “Tidak kali saja kami mendengar engkau berucap tentang kejadian itu.” 33Lalu Paulus pergi mereka. 34Tetapi, beberapa khalayak menggabungkan diri dengan dia dan menjadi beriman, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perawan bernama Damaris, dan lagi hamba allah-orang lain bersama-sekufu dengan mereka.

Pengkajian Referensi

Buat mendalami teks Kitab Nirmala yang mentah dibacakan, pendamping boleh mengajukan pertanyaan berikut:

  • Bagaimana caranya dan keadaan-hal istimewa segala apa saja yang dipakai Paulus untuk mewartakan Injil di Atena?

Sharing

Pendamping mengajak pesuluh lakukan berbagi camar duka nasib. Kalau peserta nan hadir lebih berpangkal 10 turunan, bisa dibagi kerumahtanggaan beberapa kelompok katai.

  • Ceritakan pengalaman baikmu saat berteman dengan teman nan berbeda agama.

Rangkuman dan Peneguhan

Kota Atena di jaman Rasul Paulus adalah sosi kebudayaan Yunani. Dalam pandangan Paulus, kota itu dirasa sangat menyedihkan karena dipenuhi dengan patung-patung pujaan. Hal inilah yang akan menjadi tantangan bagi Paulus n domestik mewartakan Permakluman Sukacita adapun Yesus.

Menyadari tantangan itu, Paulus melakukan hal menjajarkan kerjakan mewartakan imannya dengan cara:

  • berdialog dan berdiskusi dengan siapa saja, baik dengan orang Yahudi di Athena atau dengan orang-orang di pasar, bahkan juga dengan para filosof Yunani.
  • mengamini dan menghargai nilai-nilai, tali peranti dan kepercayaan di Atena. Titik tolak pewartaan Paulus adalah memasuki terali kesalehan dari individu-orang Atena sendiri, sehingga tidak dianggap sesuatu yang bersumber dari luar, semata-mata dari internal diri mereka seorang.
  • Dalam pewartaannya tentang Yesus Kristus, Paulus menyampaikannya secara halus, bukan menyinggung perhatian mereka, dan bahkan tidak menamakan teks dari Kitab Ceria, lebih-lebih sebaliknya mengutip kata majemuk sendiri pujangga Yunani.
  • Lamun plong balasannya suka-suka hal yang belum bisa diwartakan secara tuntas oleh Paulus di Atena, yaitu tentang Salib dan Kebangkitan, Paulus sudah lalu mencoba mewartakan Kristus sebagai jawaban atas keinginan dan pengharapan orang-orang Atena.

Dalam situasi keberbagaian agama nan kita hidupi di Indonesia, kisahan Nabi Paulus mengasihkan banyak inspirasi untuk kita, antara bukan:

  • Kita harus ganti menghargai, menghormati dan memahami nilai-nilai keyakinan tiap-tiap. Tidak perlu kita mempertentangkan perbedaan. Sebaliknya, kita diajak bakal melihat perbedaan bagaikan keragaman dengan rukun, damai dan harmonis.
  • Tugas kita sebagai saksi Kristus boleh kita Iaksanakan dengan rukun dan damai, tanpa menyakiti, kalau kita saling melangah dan berusaha memahami, mengakui, serta berani berdialog dan berdiskusi dalam asosiasi yang meluaskan kerjasama.

Kehendak dan Aksi

Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan merenungkannya, marilah kita menyadari kurnia yang cak semau dalam diri setiap sosok yang berkepastian kepada . Sang pencipta, meskipun berlainan agama.

Sebagai tindak lanjur, kepercayaan bisa mengajak pesuluh kerjakan menentukan tindakan nyata yang bisa dilakukan bersama atau ditujukan kerjakan teman yang berlainan agama. Misalnya: berani mengucapkan selamat hari raya, mengingatkan bikin beribadah, mewujudkan kerja bakti lintas agama, mengunjungi antitesis yang gempa bumi, dll.

Jerit Aplikasi

Ya Bapa yang Mahakasih, hadis-Mu telah menggugah kami, agar kami kesatria menjadi saksi Kristus di tengah diversifikasi agama tanpa saling menyakiti. Kini dengarkanlah seruan permohonan kami:

  1. Ya Bapa, berkatilah bangsa dan negara kami. Sebaiknya dengan barang apa variasi agama yang terserah, kami dapat selatu hidup dengan tenang dan tenteram, damai dan sejahtera. Kami mohon..
  2. Ya Bapa, bakal kami semua yang berkumpul disini, ajarilah kami meski bisa saling menghargai, mengasihi, menghormati, dan bekerjasama dengan tara-teman di sekitar kami, tanpa melepaskan agama. Kami motion ….
  3. Ya Bapa, bantu kami kendati dapat membangun persekutuan sejati internal keluarga dan masyarakat sekitar kami dengan keberagaman agama, tanpa saling menyakiti. Kami mohon..

Bisa dilanjutkan dengan doa spontan berpunca peserta, dan ditutup dengan tahmid Bapa Kami.

Penutup

Zikir Penutup

Ya Allah, kami bersyukur atas arahan-Mu kerumahtanggaan pertemuan Bimbinglah kami agar dapat menjadi saksi Kristus di paruh keberagaman agama dengan berdamai dan akur seperti yang diajarkan oleh Rasul Paulus, sehingga kami dapat menghadapi semua tantangan didalam keberagaman ini. Bantulah kami bikin menciptakan kehangatan kerukunan dan kedamaian antar umat beragama di tempat kami. Demi Kristus Almalik dan Pengantara kami. Amin.

Lagu Pengunci

Jadilah Saksi Kristus (MB 455)

Setelah dirimu diselamatkan, jadilah syahid Kristus

Cahaya hatimu. jadi terang, jadilah saksi Kristus

Tujuan hidupmu jadi nyata, jadilah martir Kristus

Sesudah dirimu kau tinggalkan, jadilah syahid Kristus

Kehidupan baru kau dapatkan, jadilah saksi Kristus

Api cinta Kristus kau kobarkan, jadilah saksi Kristus

Internal memaafkan kawan n partner, jadilah saksi Kristus

Dalam menggagahkan persatuan, jadilah syahid Kristus

Dalam berekspansi kerja setimbang, jadilah saksi Kristus


Pertemuan 4


N domestik Kristus Kita Bersanak

Tujuan:

  • Akil balig mengenali kehendak Yesus agar para pengikutnya bisa bersatu.
  • Remaja mewah mengistilahkan skor posit if yang mengembang-kan keesaan internal iman sekalipun berbeda Katedral.
  • Akil balig bisa menentukan bentuk kegiatan bersama dengan teman yang berlainan Gereja sebagai tanda kesendirian momongan-momongan Sang pencipta

GAGASAN DASAR:

  • Pemberian yaitu interelasi yang merukunkan para murid Kristus. Remaja kristiani moga lagi berani usia dalam kesatuan dengan antiwirawan seiman meski berbeda Gereja. Kesatuan int menjadi cap bahwa sebagai pengikut Kristus kita telah menjadi tembuni.
  • Sebelum meninggalkan para pesuluh-Nya kerjakan pun kepada Bapa, Yesus mewiridkan mereka. Hasrat terdalam Yesus adalah bahwa mereka senantiasa bersatu seperti la dan Bapa merupakan suatu.

Pembuka

Lagu Pembuka

Oh Betapa Indahnya

Oh sungguh indah-Nya, dan betapa eloknya

Bila saudara seiman hidup dalam persatuan.

Bak urapan di kepala Harun

Yang ke jangut dan jubahnya turun

Bagaikan embun yang berusul Hermon

Mengalir ke Bukit Sion

Di sana tlah di printahkan Tuhaan

Agar berkat-berkat dicurahkan

Roh bakal selamanya

Oh bukan main Indahnya

Pengantar

Setelah menjalani tiga perjumpaan sebelumnya, kita berpretensi semakin ingat akan makna kemajemukan yang memang ada di sekitar kita. Kemajemukan intern umur ini moga membantu kita kerjakan peduli akan kebutuhan sesama, memekakkan iman, dan membangun per-saudaraan sejati dalam tindakan maujud. Pada pertemuan terakhir Bulan Kitab “Kudrati Nasional 2022 ini,agar doa Yesus bagi para pesuluh-petatar-Nya menjadi inspirasi untuk menumbuhkan kehidupan ahadiat di antara kita sebagai pengikut-Nya. Kesatuan ini betapa melangkahi wasilah manusiawi karena yang menjadi pengikatnya adalah anugerah Allah sendiri.

Doa Pembuka

Allah Bapa kami, puji syukur atas rahmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami boleh berkumpul juga untuk menyelesaikan koalisi perjumpaan BKSN 2022. Bukalah hati kami agar ditengah distribusi jaman ini kasih-Mu yang selalu menenangkan semakin dikenal. Gerakkanlah kami dengan kuasa Hayat-Mu hendaknya kami, remaja kristiani burung laut siap membuka lever n domestik kerjasama dengan semua teman yang sama-setimpal menegur-Mu sebagai Bapa. Biarlah Roh Kristus menyatukan kami senantiasa sebagai anak asuh-anak-Mu, kini dan sepanjang musim. Amin.

PERMAINAN

Berbagi Tali Hadiah

Lewat permainan ini pendamping mengajak para peserta bakal saling bekerjasama dan menjalin relasi yang erat.

  • Sarana yang dipakai adalah potongan tali rafia (Tingkatan 2 meter dan diikat kedua ujungnya sehingga mem bentuk Iingkaran.
  • Permainan dilakukan dengan kaidah berikut:
  1. Murid diminta takhlik kelompok kecil (8-10 orang) dan menciptakan menjadikan barisan ke birit dengan saling bergandengan tangan.
  2. Pada permainan pertama masing-masing gerombolan diberi 1 utas tali
  3. Tugas murid adalah menularkan kenur itu, dari depan ke belakang dengan loyal saling bergandengan tangan tanpa terputus.
  4. Kelompok nan menjuarai adalah kelompok yang berakibat memindahkan tali paling cepat
  5. Permainan dapat diulang bikin kedua kali dan lebih lanjut. Tiap bisa jadi pengulangan bisa dilakukan dengan menaikkan level kesulitan, yakni dengan menambah kuantitas tali cak bagi saban kelompok. Ajudan bisa mengawasi sepanjang mana mereka dapat menghadapi kesulitan dan tantangan.

Pertanyaan Penggalian

  1. Bagaimana perasaanmu masa main-main tali?
  2. Hal apa yang memudahkan atau mengusutkan proses eksodus tali sehingga dapat hingga ke ujung?

Riset Permainan

Sebagai taruna katolik kita diajak buat mau saling bekerjasama dan mengait pertautan yang baik dengan tampin-teman nan berbeda Gereja. Kita diajak untuk saling mendukung privat perbedaan. Saling mensyukuri bahwa Kristus telah memasangkan kita dalam iman nan sekufu.

Lagu Selingan

Penuhi Hatiku

Penuhilah hatiku, dengan roh-Mu ya Tuhan Penuhilah mulutku,

dengan nyanyian bau kencur Penuhilah jiwaku, dengan damai surgawi

Penuhilah hatiku, dengan roh kudus Glori kerjakan Yesus, Glori bagi Yesus

Penuhilah hatiku dengan Rohulkudus

Pendalaman Kitab Suci

Pembacaan Teks (Yohanes 17:2o-23)

Pembawa mengajak peserta membaca teks Kitab Suci secara ber-gantian.

20Bukan bakal mereka ini saja Aku berdoa, sahaja pula untuk anak adam-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan me-reka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Dia, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,agar mereka juga di intern Kita, meski dunia percaya bahwa Engkaulah nan sudah mengutusAku. 22Aku sudah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di internal mereka dan Ia di n domestik Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia sempat bahwa Engkau nan telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, setimbang seperti Engkau mengasihi Aku. 24Bapa, Aku cak hendak supaya mereka, yang Bapa berikan kepada-Ku, ada bersama-Ku di tempat Aku kreatif, supaya mereka menyibuk keagungan-Ku; merupakan keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, karena Bapa mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 25Bapa yang adil! Dunia lain mengenal Bapa, tetapi Aku mengenal Bapa; dan orang-turunan ini senggang bahwa Bapa mengutus Aku. 26Aku mutakadim menyatakan merek Bapa kepada mereka; dan Aku akan terus melakukan seperti itu, supaya anugerah Bapa kepada-Ku tetap di lubuk hati mereka dan Aku berganduh dengan mereka.”

Pendalaman Bacaan

Lakukan mendalami pesan dan isi bacaan, pendamping dapat mengajukan sejumlah tanya kepada pesuluh.

  1. Apa yang menjadi ki akal keinginan Yesus bikin para murid-Nya privat doa-Nya?
  2. Kok Yesus berdoa demikian bagi para peserta-Nya?

Sharing

Pendamping mengajak peserta bagi mendalami soal-pertanyaan yang telah disampaikan lalu menyampaikan pemahamannya.

  1. Apakah kamu n kepunyaan imbangan yang berbeda Gerejanya denganmu?
  2. Kegiatan bersama segala apa yang nikah dia lakukan dengannya?
  3. Bagaimana perasaanmu kerumahtanggaan kegiatan bersama itu?

Rangkuman dan Peneguhan

Sejak awal Yesus mengumpulkan murid-petatar-Nya agar mereka mengenal Dia dan mengena Bapa yang mengutus- Nya. Siapapun yang berkepastian kepada Yesus akan dihantar-Nya setakat kepada Bapa. Keadaan ini karuan karena Yesus dan Bapa adalah satu. Kesatuan itu ditunjukkan Yesus dengan selalu berusaha melakukan karsa Bapa-Nya, ialah hidup dalam rahmat. Kasih itulah yang juga dibagikan Yesus kepada para murid-Nya.

Karena itu, keinginan terbesar Yesus adalah agar para peserta-Nya selalu hidup internal kasih. Pengalaman spirit dalam rahmat bersama Yesus itulah yang menjadi tiang penghidupan bagi para murid sepeninggal Yesus. Doa Yesus menjadi kekuatan bagi para murid bahwa Yesus senantiasa berkecukupan bersama mereka. Di tengah arus jaman yang seringkali menebar benih perpecahan dan perseteruan, kita dipanggil untuk tetap hidup dalam pemberian.

Niat dan Aksi

Sesudah disegarkan oleh firman Sang pencipta, marilah kita membangun kehendak dalam hati, bagi berani kehidupan intern karunia sebagai pengikut Kristus. Niat itu juga selayaknya kita wujudkan dengan pilihan tindakan yang, menegaskan keseriusan kita untuk hidup menurut teladan Kristus. Pendamping bisa mengajak pelajar untuk membentuk pilihan konkrit tindakan dalam usaha menciptakan kesatuan perumpamaan tembuni seiman.

Misalnya, merencanakan perayaan Natal/Paskah bersama, aksi sosial panti asuhan, pendalaman iman/doa bagi kesatuan Gereja, dll.

Seruan Permohonan

Allah Bapa di surga, dalam rasa syukur karena belas kasih-Mu yang lautan kepada kami, perkenankanlah kami serukan tuntutan kami ini:

  1. Tolonglah kami mudah-mudahan kasih, nan menyatukan Kristus dengan Engkau ya Bapa, senantiasa menjadi sumber kekuatan dan penghiburan kami bikin terus mengembangkan ahadiat dalam Dom-Mu. Kami mohon…
  2. Bantulah kami agar iman akan kasih-Mu takhlik kami semakin mengenal kehendak-Mu dan membawa kami semakin sanding sreg-Mu. Kami mohon…
  3. Bantulah kami agar doa Kristus yang ingin menyatukan kami menyorong kami buat hidup sebagai uri dengan inversi-ternan kami sehingga kami mampu menjadi keunggulan kasih-Mu bagi barangkali pun di sekitar kami. Kami harap…

Dalam kepelesiran karena kami Kausatukan ibarat anak-anakmu, bersama Kristus kami beribadat. Bapa kami




Akhir

Tahlil Penutup

Allah Bapa nan Maha Pemurah, syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu yang mutakadim membuka lever dan fiil kami lakukan mengenal perbendaharaan Gereja Kudrati-Mu. Buatlah kami bergelut dalam persatuan sejati para murid Putra-Mu. Seharusnya Dia semakin dikenal maka dari itu dunia berkat hadiah nan senantiasa silam dalam diri kami. Takbir ini kami sampaikan kepada-Mu dalam persatuan dengan Kristus, Putra-Mu. Amin





Lagu Penutup

Ut Omnes Unum Sint

Reff: Ut omnes unum sint.. jadilah mereka satu sebagaimana Aku dan Bapa adalah suatu

supaya didorong-sorong digoyang-goyang, diguncang-guncang… ki ajek berbaur membangun manjapada baru biar diolok-olok dibentak-bentak, dimaki-maki… tetap bersatu membangun dunia baru.

DOWNLOAD Bahan Pendalaman Kitab Zakiah Taruna 2022 PDF