Aku Selalu Dekat Dengan Allah

Sumur gambar: SS cover PAI & BP Papan bawah X Bab 1

Ringkasan Materi PAI dan Tata susila Kelas 10 Bab 1 “Aku Selalu Damping dengan Yang mahakuasa Swt.”

CecepGaos.Com – Halo, sahabat Edukasi! Selamat datang kembali di blog primitif CecepGaos.Com, alat angkut informasi pendidikan.


Barangkali ini, CecepGaos.Com akan berbagi rangkuman materi PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Bab 1 “Aku Pelahap Dekat dengan Allah Swt.”

Menelanjangi Relung Hati

Beragam kaidah ditempuh makanya manusia bakal mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, adalah Allah Swt. Cara tersebut ada yang melalui jalan merenung atau ber-tafakkur ataupun berżikir.

Żikir artinya mengingat Yang mahakuasa Swt. dengan menyebut dan memuji segel-Nya. Syarat yang suntuk fundamental yang diperlukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui żikir yakni kemampuan intern menguasai nafsu, selanjutnya bila menjuluki nama Allah Swt. (al-Asmā’u al-Husnā) repetitif-ulang di n domestik hati akan menghadirkan rasa adv minim hati (tawadhu’) yang disertai dengan rasa redup karena merasakan keagungan-Nya. Żikir dapat dilakukan kapan doang dan di mana saja.

Selain menerobos żikir, mendekatkan diri kepada Allah Swt. dapat kembali dilakukan melalui perbuatan alias amaliah sehari-masa, merupakan dengan kerap meniatkan bahwa nan kita bikin semata-netra hanya karena taat mematuhi aturan main- Nya. Misalnya, kita berbuat baik kepada tetangga bukan karena tetangga baik kepada kita, tetapi hanya karena Halikuljabbar Swt. menyuruh kita untuk berbuat baik. Kita bersedekah bukan karena kasihan, saja amung-ain karena Almalik Swt. memerintahkan kita untuk mengeluarkan sedekah kondusif meringankan beban orang yang medium mengalami kesulitan.

A. Memahami Makna al-Asmā’u al-Ĥusnā: al-Karīm, al-Mu’min, al-Duta, al- Matin, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir.)

1. Denotasi al-Asmā’u al-Ĥusnā

Al-Asmā’u al-Ĥusnā terdiri atas dua kata, yaitu asmā yang berarti tera-logo, dan ĥusna yang berarti baik atau indah. Bintang sartan, al-Asmā’u al- Ĥusnā boleh diartikan sebagai nama-nama nan baik kembali indah yang hanya dimiliki maka dari itu Almalik Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Kata al-Asmā’u al-

Ĥusnā diambil semenjak ayat al-Qur’ān Q.S. Ţāhā/20:8. yang artinya, “Allah Swt. bukan suka-suka Almalik melainkan Anda. Dia mempunyai al-Asmā’u al-Ĥusnā (label- cap baik).“

2. Dalil tentang al-Asmā’u al-Ĥusnā

a. Allah Swt. dalam Q.S. al-A’rāf/7:180

Artinya: “Dan Almalik Swt. mempunyai asmā’ul ĥusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) jenama-nama-Nya nan baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang intern (menegur) nama-nama-Nya. Jemah mereka akan mendapat pertarungan terhadap apa yang mereka buat.” (Q.S. al A’rāf/7:180)

b. Perbuatan nabi nabi muhammad Rasulullah saw. yang diriwayatkan Rohaniwan Bukhari

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah  saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. mempunyai sembilan puluh sembilan tera, seratus kurang satu, siapa-siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari)

B. Memahami makna al-Asmā’u al-¦usnā: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al- Matin, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir. Silakan pelajari dan pahami satu persatu asmā’ul husna tersebut!

1.Al-Dermawan

Secara bahasa, al-Karim punya arti Yang Mahamulia, Yang Maha Karim atau Yang Maha Pemurah. Secara istilah, al-Karim diartikan bahwa Allah Swt. Yang Izzah lagi Maha Pengasih yang memberi karunia atau rezeki kepada semua anak adam-Nya. Dapat pula dimaknai sebagai Zat nan lalu banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah, Pemberi Nikmat dan keutamaan, baik ketika diminta maupun tidak.

2. Al-Mu’min

Al-Mu’min secara bahasa berasal mulai sejak kata amina yang berguna pem- cak benar, ketabahan lever, dan kesatuan hati. Halikuljabbar Swt. al-Mu’min artinya Anda Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia.

3. Al-Wakil

Kata “al-Konsul” mengandung arti Maha Mewakili alias Pemelihara. Al-Wakil (Nan Maha Mewakili atau Pemelihara), ialah Allah Swt. yang memelihara dan mengurusi segala kebutuhan sosok-Nya, baik itu dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.

4. Al-Matin

Al-Matin artinya Mahakukuh. Tuhan Swt. adalah Mahasempurna dalam kekuatan dan kekukuhan-Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya. Halikuljabbar Swt. sekali lagi Mahakukuh dalam kekuatan-kekuatan-Nya.

5. Al-Jāmi’

Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Meng- himpun, adalah bahwa Allah Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun apa sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa nan dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak.

6. Al-‘Adl

Al-‘Adl artinya Mahaadil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak dipengaruhi maka itu apa pun dan oleh siapa pun. Keadilan Allah Swt. juga didasari dengan guna-guna Halikuljabbar Swt. nan Maha Luas. Dengan demikian, enggak mungkin keputusan-Nya itu salah.

7. Al-Ākhir

Al-Ākhir artinya Nan Mahaakhir yang tidak terserah sesuatu pun pasca- Allah Swt. Sira Mahakekal tatkala semua individu hancur, Mahakekal dengan kekekalan-Nya. Adapun kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan nan cacat, sebagaimana halnya kekekalan surga, neraka, dan segala yang cak semau di dalamnya. Suwargaloka adalah turunan yang Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan, kehendak, dan perintah-Nya.

Demikianlah Ikhtisar Materi PAI dan Budi Pekerti Papan bawah 10 Portal 1 “Aku Sering Dempet dengan Allah Swt.”

Semoga berharga dan bisa kita amalkan dalam hidup sehari-hari.

Sumber: Khairiyah, Nelty dan Suhendi Zen, Endi . 2022. Pendidikan Agama Selam dan Akhlak SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi 2022. Jakarta: Puskurbuk, Balitbang, Kemendikbud

Source: https://www.cecepgaos.com/2020/09/ringkasan-materi-pai-dan-budi-pekerti.html

Posted by: caribes.net