Alat Untuk Mengukur Ph Tanah

CARA MENGUKUR Ph TANAH
Dok. Balai Penyuluhan Alur Siung

  1. PENDAHULUAN
  1. Rataan Birit

Sebelum membicarakan bagaimana upaya membangun kesuburan dan kesehatan kapling suka-suka baiknya kita mengerti dulu apa yang menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan dan kesegaran tanah? Dalam manjapada Tanah yang congah ialah petak yang apabila ditanami dapat menghasilkan panen nan hierarki selama tahun. Jadi apabila tanah tersebut bisa menghasilkan panen yang jenjang.

Kecamatan Gerbang Rime gayo mempunyai pH tanah galibnya 5-6 dengan tingkat kesuburan bagus namun terserah beberapa gelanggang n kepunyaan keasaman petak yg berbeda-beda, dengan adanya alat pengukur pH tanah ini menggampangkan penyuluh dalam melaksanakan tugas dilapangan, dimana para petambak merindukan tanah atau media yang mereka jadikan sebagai sumber mata pencaharian tidak subur dikerenakan keasaman tanah yang tidak pernah di ukur dan diketahui sehingga membuat hasil pengetaman yg kurang maksimal, harus membuat pekebun kecut hati, dari itu perlunya setiap penyuluh mempunyai perangkat pengukur keasaman tanah (pH Meter) dimana ini suatu alat ataupun senjata pengajar cerbak harus ada di tas para penyuluh.

 Dalam usaha budidaya tanaman tanah berfungsi bagaikan media tanam dan sebagai sendang elemen hara dimana akar tanaman memperoleh zat makanan atau tembolok. Syarat penting media tanam yang baik merupakan mengandung unsur hara yang cukup yang dibutuhkan oleh pohon sehingga pohon mampu tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal. Faktor terdahulu lainnya yang juga sangat berwibawa terhadap kesuksesan usaha budidaya tanaman adalah kadar keasaman petak atau pH petak. Dimana setiap lahan memiliki ganjaran keasaman (pH) yang berlainan-beda.

  1. Persoalan

Permasalahan yang sering dihadapi oleh pekebun di lapangan dimana petani belum pernah mengamalkan pengukuran pH kapling nan akan dibudidayakan makanya mereka, walaupun dengan cara sederhana dengan menggunakan kunyit perangkat yang selalu ada puas setiap petani, dimana yang sebenarnya semua problem berpunca pokok kayu baik itu wereng kelainan tanaman itu di awali dari media tanam/tanahnya, dimana para petambak bersisa menyepelekan keadaan lahan apakah bugar atau sakit, kapling ini perlu barang apa sepatutnya ada, dimana para pembajak menciptakan dan menginginkan tanamannya bagus dan mempunyai hasil nan banyak alias melimpah apapun akan dilakukan minus memperdulikan keadaan tanah. Ketika ini perlu adanya perubahan pola piker peladang untuk jangka pangkat, disinilah tugas seorang penatar untuk cak acap dapat merubah pola piker masyarakat tani untuk selalu menjaga kesehatan dan kesuburan tanah terutama dengan mengukur pH meter, hendaknya masyarakat tani tau kaidah memperlakukan tanahnya dan tahapan-hierarki segala apa nan perlu dilakukan.

  1. Separasi penyakit
  2. Pengapuran
  3. interpolasi Atom hara atau belas kasih cendawan humus
  4. Penyemburan Herbisida
  5. Pemberian Organisme Pengurai
  6. Anugerah Pupuk Phospat.

  7. Cara Mudah Memaklumi Tanah Masam atau Basa

Sebagian jenis pohon dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan kadar pH terbatas (tanah asam) dan sebagian lainnya dapat tumbuh pada tanah yang ber pH tangga (petak basa). Akan tetapi sebagian besar tumbuhan yang belalah dibudidayakan doang dapat tumbuh pada persil nan ber-pH netral. Oleh karena itu setiap petani hendaknya wajib mengetahui kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. pH tanah maupun media tanam sangat berkarisma terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian. Seringkali kegagalan usaha pertanian disebabkan karena minimnya kognisi masyarakat akan pentingnya memaklumi kadar keasaman lahan pertanian.

Ketentuan pH persil diukur intern perbandingan pH dengan juluran angka antara 0 hingga 14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 berperangai senderut, sedangkan tanah dengan kadar pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman nan dibudidayakan lega lahan ber pH rendah maupun tinggi tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab pada tanam masam dan basa akar tunjang tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian lautan tanaman budidaya hanya berkecukupan bertaruk dengan baik pada tanah yang memiliki bilangan pH netral, yaitu 7. pH minimum yang masih dapat ditoleransi oleh tanaman adalah 5,5.


  1. Faktor Yang Mempengaruhi pH Kapling Abnormal

Sejumlah faktor penyebab rendahnya pH kapling antara lain sebagai berikut ;

1).    Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan angin yang panjang,

2).    Adanya anasir Aluminium (Al), Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) nan berlebihan,

3).    Drainase yang minus baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam wakyu nan lama,

4).    Terjadinya dekomposisi sasaran organik yang berakibat keluarnya zat kapur dari n domestik lahan,

5).    Penggunaan baja kimia yang jebah, terutama serat nitrogen,

6).    Tanah kehilangan unsur magnesium (Mg) dan kalsium (Ca).


  1. Pendirian Terlambat Mengukur dan Memafhumi pH Lahan

Cara mengetahui pH tanah dapat dilakukan dengan beraneka ragam metode, baik secara tradisional (cara sederhana) atau menggunakan pH meter tanah. Secara tradisonal, pH tanah dapat diketahui dengan memperhatiakn jenis tanaman yang bertaruk secara alami sreg persil tersebut dan menggunakan penunjuk berpokok bahan alami, misalnya kurkuma. Berikut ini beberapa prinsip mudah memafhumi tanah asam (pH Persil), baik secara tradisional alias menggunakan alat pH Meter ;

1).    Cara Terlambat Mencerna Keasaman pH Persil dengan Parameter Pokok kayu

Pokok kayu liar yang merecup secara alami sreg lahan senderut dan basa farik-cedera. Oleh karena itu tumbuhan yang ada pada suatu petak dapat digunakan sebagai indikator ketentuan pH tanah tersebut. Dengan mandu ini kita bisa mencerna apakah tanah tersebut asam atau basa cuma dengan memperhatikan tumbuhan nan bertaruk di atasnya. Tumbuhan nan bisa kita jadikan penanda misalnya adalah Senggani atau Keduduk (Melastoma malabathricum). Senggani memiliki banyak merek lokal atau keunggulan daerah, diantaranya yaitu Harendong (Sunda), Senduduk atau Sikaduduk (Minang), Keduduk (Jawi) dan kerumahtanggaan bahasa Jawa dikenal dengan Senggani atau Kemanden. Jika suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut maka mengindikasikan bahwa tanah puas petak tersebut memiliki kadar pH yang adv minim atau masam.

2).    Prinsip Mudah Mencerna pH Tanah Menggunakan Penanda Kunyit

Selain dengan mandu membidas pokok kayu nan merecup, cara enggak untuk mengetahui keasaman tanah adalah menggunakan kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan ibarat indikator kadar keasaman tanah. Cara mengetahui pH tanah menggunakan kunyit adalah sebagai berikut ;

  1. Sediakan rimpang kunyit seukuran jempol,
  2. Runjam kunyit tersebut menjadi dua bagian,
  3. Ambil spesimen tanah dari 5 tutul yang berlainan, yakni 4 bintik sreg ujung kapling dan 1 titik di paruh-tengah kapling,
  4. Semua sampel petak dijadikan satu intern wadah dan dibasahi dengan air secukupnya, kemudian diaduk setakat terbaur rata,
  5. Suatu penggalan kurkuma dimasukkan kedalam turap tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit, kemudian sanggang,
  6. Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan rajangan kunir yang lain dimasukkan kewadah digdaya adonan petak,
  7. Kalau dandan kunir menjadi pudar maka petak tersebut bisa dipastikan masam (pH rendah), Jika warna kurkuma tetap berarti pH kapling tersebut netral, dan jikalau warna kunyit berubah menjadi dramatis berarti kapling tersebut ber pH tinggi alias basa.

3).    Cara Menyukat pH Tanah Menggunakan pH Meter

Pendirian yang yang terakhir ini merupakan cara yang paling kecil mudah, praktis dan akurat jika dibandingkan dengan ketiga cara diatas. Dengan menunggangi pH Meter dapat sewaktu diketahui berapa rasio pH tanah tersebut, sehingga mempermudah kita intern memberikan perlakuan. Mandu menggunakan pH meter kapling habis mudah dan praktis, yaitu cukup dengan menancapkan ujung alat pH meter puas keempat ujung noktah kapling dan suatu titik ditengah-tengah lahan. Hasil yang diperoleh sreg skala pH akan menunjukkan angka yang mutakadim dirata-ratakan.

Mengukur kadar keasaman tanah menggunakan pH Meter adv amat mempermudah kita kerumahtanggaan belas kasih dosis kapur perkebunan. Karena angka atau skala pH hasil pengukuran boleh diketahui dengan pasti. Secara umum bikin menaikkan 1 tingkat skala pH membutuhkan 2 ton dolomit (kapur pertanian) setiap hektar. Misalnya kalau hasil pengukuran menunjukkan angka rasio pH 6 maka cak bagi memperoleh pH 7 dalam satu hektar tanah dibutuhkan 2 ton dolomit. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 4, maka dalam satu hektar dibutuhkan 6 ton dolomit bagi memperoleh pH nonblok (7.0). Pengukuran pH kapling dan pemberian dolomit atau pengapuran sepatutnya dilakukan saat penggodokan persil, sehingga ketika mani ataupun ekstrak ditanam pH lahan sudah bermartabat-bermartabat stabil.

4). Mandu Mengukur pH Petak Menggunakan Kertas Lakmus

Mata air Rajah : https://medcenterdkskr.tumblr.com/post/156426013571/perbedaan-ph-meter-dan-lakmus

Kedua prinsip diatas memang sudah patut membantu kita dalam mendeteksi bilangan keasaman suatu tanah perladangan, hanya kita tidak bisa mengetahui dengan pasti angka pH-nya. Sehingga kita masih mengalami kesulitan dalam perlakuan tanah tersebut. Misalnya ketika kita akan melakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah, kita tidak tahu pasti berapa dosis kapur nan harus diberikan. Bakal itu kita teradat mengukur pH tanah menggunakan suatu alat, salah satunya adalah jeluang lakmus. Cara menyukat pH tanah memperalat kertas lakmus adalah ibarat berikut :

  1. Rebut percontoh kapling dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah tanah,
  2. Semua sampel tanah dijadikan satu intern wadah dan dibasahi dengan air dengan perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
  3. Biarkan selama terbatas lebih 15-20 menit sehingga petak mengendap (air dan lahan terpisah),
  4. Celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit dan jangan hingga menyentuh persil,
  5. Lekas angkat takdirnya warna kertas lakmus sudah stabil.
  6. Cocokkan warna kertas lakmus tersebut dengan bagan corak,
  7. Lihat corak tersebut ada puas skala berapa, apakah 0, 1, atau

5). Memafhumi pH kapling dengan menggunakan Kertas Lakmus atau pH Penunjuk

Alat dan Bahan:

  1. Kertas Lakmus atau pH Indikator
  2. Air Destilasi (Air bening)
  3. Kaca
  4. Sendok Teh
  5. Sampel Kapling. Cara mengambil sampel kapling: ambil tanah kering dari kedalaman solum tanah kurang makin 30 cm dari permukaan tanah di empat lokasi (disudut dan tengah tanah pada suatu hamparan) dahulu campurkan secara merata, jemur angin-anginkan tidak terpapar matahari berbarengan. Tujuannya agar kapling nan akan diukur pHnya yakni babak nan rata dari persil kita.

Cara pengukuran

  1. Rampas minus sampel kapling dan air bening dengan rasio 1 : 1
  2. Masukkan kedalam gelas
  3. Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
  4. Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan kapling tadi terpisah (tanah terduduk)
  5. Setelah air terlihat agak jernih masukkan ujung plano lakmus atau pH Indikator kedalam senyawa tadi (kurang lebih 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
  6. Tunggu beberapa momen sampai kertas lakmus maupun pH Penunjuk berubah warnanya.
  7. Setelah warnanya stabil, cocokan warna nan diperoleh oleh daluang lakmus maupun pH indikator tadi dengan kerangka corak petunjuknya.

Memaklumi pH Lahan Secara Tradisional

Cara tradisional mengetahui keasaman tanah ini sahaja mendeteksi kondisi kapling asam atau basa hanya, bukan sampai berapa pH tanah. Kalau untuk mengetahui lebih jelasnya berapa pH petak, menggunakan jeluang pH penanda, atau sekiranya kepingin lebih spesifik lagi (makin akurat) gunakan pH meter.

Bahan yang digunakan hanyalah kunyit alias kunir, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Ambil kurkuma sebesar jemari telunjuk.
  2. Tikam jadi dua.
  3. Salah satu potongan kunyit tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan diukur pH nya.
  4. Tunggu hingga kira-kira setengah jam (30 menit).
  5. Rebut kunyit tersebut dan tatap dandan bagian potongan kurkuma tersebut.
  6. Jikalau warna bagian yang terpotong tadi pudar berguna tanah asam.
  7. pH tanah objektif jika hasil rincihan kunyit tadi bercat tetap cerah.
  8. Jikalau warna kunyit biru berarti lahan memusat basa.

Demikian pendirian pengukuran pH tanah secara sederhana.

Maka itu Wahyuni, S.ST

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/72307/CARA-MENGUKUR-Ph-TANAH/

Posted by: caribes.net