Ammar Bin Yasir Sahabat Rasulullah

Brilio.net –
Ammar bin Yasir adalah pria miskin yang lalu di Makkah. Keislamannya termasuk golongan Assabiqunal Awwalun (generasi pertama). Sebagai golongan mula-mula, engkau dan keluarga masih kerap mendapatkan siksaan yang kejam dari Quraish. Orang-insan tungkai Quraish sekejap-sekejap memainkan siasat licik.

Bahkan kepada kaum muslim penduduk Makkah yang memiliki martabat cacat dan miskin. Quraish tidak segan-malu-malu menyiksa sampai merodok hendaknya mereka mau pindah agama menyembah ibadat. Keluarga Yasir termaktub riuk satu korban keganasaan Quraish.



Quraish mengutus Anak laki-laki Makhzum bagi menyiksa Ammar bin Yasir dan kedua orang tuanya. Setiap hari keluarga Ammar dibawa ke gurun yang sangat merangsang, lalu di siksa selayaknya azab pedih. Dipukuli, disulut dengan besi sensual, ditenggelamkan ke dalam air, dan lainnya. Cuma siksaan dari Quraish lain pernah membuat Ammar menjadi menunduk dan berpindah agama.

Ammar bin Yasir instagram foto: Instagram/@traveller_gokil





Setiap hari Nabi Muhammad SAW berjalan-jalan ke wilayah teratu, pada saat itu lagi Rasulullah melihat keluarga Ammar. Nabi meminta Ammar sekeluarga untuk mengelus dada. Utusan tuhan Muhammad SAW juga berpesan kalau batih Ammar adalah calon penghuni surga.

Kegigihan Ammar membentuk Bani Makhzum jengkel. Suatu ketika Abu Jahal datang dan ikut menyusahkan keluarga Ammar. Ibu Ammar akhirnya meninggal dunia dengan tombakan pendahan terobos di punggungnya. Menyusul sang ibu, ayah Ammar akhirnya kembali masuk meninggal dunia. Masa ini hanya tersisa Ammar saja.

Saat Ammar setengah pulang ingatan karena berbagai ragam keberagaman kesengsaraan, Ammar dipaksa bagi mengucapkan pujian kepada fetis dan siapa itu ia menurutinya. Setelah siuman, Ammar merasa tinggal tawar hati dan menyesal. Dia menangis dengan keras dan memohon ampun kepada Allah SWT.





Dengan perhatian takut, ia melapor kepada Nabi. Ammar mulai menceritakan semua kejadian yang ia alami. Ammar tinggal samar muka kalau dirinya saat itu sudah lalu menjadi murtad. Rasulullah seketika menyapu air ain sahabatnya itu seraya berkata,” Turunan-anak adam kafir itu telah menyiksamu dan menenggelamkanmu ke dalam air sampai engkau mengucapkan begini dan begitu?”.

“Bermoral, aduhai RasuIullah,” jawab Ammar.

Sambil tersenyum Rasulullah mengomong, “Takdirnya mereka memaksamu sekali lagi, lain segala, ucapkanlah sebagaimana apa yang kamu katakan tadi!”.

Kemudian Nabi membacakan sebuah ayat Alquran surat An-Nahl: 106. “Barangsiapa yang dahriah kepada Sang pencipta sesudah engkau percaya (dia mendapat habuan kemurkaan Sang pencipta), kecuali orang yang dipaksa kafir sedangkan hatinya kukuh tenang dalam beriktikad (dia tak berdosa), akan tetapi orang nan melapangkan dadanya bakal kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang lautan.”

Mendengar ayat itu, Ammar kedelai Yasir akhirnya pada. Dia bisa mesem kembali. Singkat cerita, Ammar bin Yasir akhirnya berhasil dibebaskan maka itu Tepung Bakar. Ammar bisa menjalani kehidupannya dengan tentram.

(brl/lin)

(brl/lin)

Source: https://www.brilio.net/duh/kisah-ammar-bin-yasir-sahabat-nabi-dipaksa-murtad-dengan-disiksa-190510i.html

Posted by: caribes.net