Apa Perbedaan Ac Dan Dc

Elektrik bisa dibilang yaitu salah satu kebutuhan primer, rasanya kalo lagi mati lampu kita serasa kembali lalu di goa hehe. Tapi tau gak sih elo kalau rotasi listrik rumah AC atau DC ya?

Gue berpengharapan elo pastilah pernah denger istilah arus AC dan arus DC, meskipun bisa jadi belum bersisa paham adapun perbedaan arus keduanya.

Jika iseng-iseng cek meteran listrik di rumah, elo akan melihat gubahan misalnya, “220V, 50Hz”. Sebenernya terserah banyak tulisan di meteran elektrik, tapi di kata sandang ini gue akan fokus selidik coretan tersebut.

Oke, barang apa nih maksudnya tulisan “220V, 50Hz”?

Jadi, bagian 220V-nya itu menunjukkan bahwa elektrik di rumah kita mendapatkan tegangan sebesar 220 volt.

Sementara babak 50Hz-nya menunjukkan bahwa arus listrik nan tiba di rumah elo itu adalah listrik bolak-balik dengan frekuensi sebesar 50 Hz (50 gelombang per detik).

Distribusi elektrik seorang ada dua macam adalah persebaran listrik AC atau DC. Lalu
segala hubungannya dengan pertanyaan listrik kondominium AC atau DC?

Jadi, dari angka 50 Hz tersebut elo boleh tahu bahwa setrum yang sampai di rumah elo adalah listrik wara wiri atau label lainnya arus listrik AC.

Ilustrasi aliran listrik rumah menggunakan arus AC (dok: Pexels)
Ilustrasi arus listrik rumah menggunakan arus AC (kalangan: Pexels)

Fyi nih, Indonesia menerapkan setrum bolak balik dengan kekerapan yaitu 220 volt, 50 Hz. Di negara-negara lain, standarnya bisa aja berbeda.

Misalnya di negara-negara Eropa sama dengan Perancis, Jerman, Italia, Yunani, dan lain-lain, standarnya yakni 230 volt, 50 Hz. Di Amerika, standarnya adalah 120 volt, 60 Hz.

Singapura, Australia, dan Malaysia standarnya sama dengan Eropa. Sedangkan, Tiongkok standarnya begitu juga Indonesia.

Dan teradat elo tau juga kalau gak cuman Indonesia tapi seluruh dunia menggunakan listrik diseminasi mondar-mandir lho.

Terus, kenapa ya terka-agak transmisi listrik ke apartemen-rumah, mengapa sebuah kondominium membutuhkan listrik, apakah harus diseminasi listrik bolak-balik (AC) kenapa lain arus searah (DC) aja?

Cak bagi alasan menggunakan revolusi keberagaman ini akan gue kupas tuntas di artikel ini.

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK cak bagi kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, beribu-ribu contoh soal, dan antologi try out di Zenius!

icon download playstore

icon download appstore

download aplikasi zenius app gallery


Listrik, Memangnya Buat Apa?

Sebelum gue lebih lanjut menguraikan mengenai setrum rumah AC atau DC. Gue mau mengingatkan lagi dasarnya.

Gak tak dan gak bukan adalah kegunaan dari listrik itu sendiri, dan kenapa sih kita perlu elektrik ke rumah-flat?

Padalah, mulai sejak penjelasan di atas, elo pasti nggak bingung lagi kan akan halnya setrum rumah AC atau DC? Oke, kalau gitu bisa lanjut penjelasannya adapun kenapa sih teradat setrum?

Gue inget banget dulu dosen Elektro gue pernah bilang gini, “Kita burung listrik ke rumah-flat karena itu satu-satunya cara nan efektif dan efisien bakal mentransmisikan energi.”

Kemudian beliau melanjutkan lagi, “Jika ada kaidah enggak nan lebih efektif dan lebih efisien dalam mentransmisikan energi, kita nggak perlu mengirimkan listrik ke rumah-rumah lagi.”

Seperti mana nan elo ketahui, umur kita saat ini menjadi jauh lebih mak-nyus karena kemampuan kita dalam mengendalikan energi nan ada di sekitar kita. Namun semata-mata masalahnya, sebagian raksasa energi yang kita butuhkan itu dibangkitkan di lokasi yang jauh di perumahan.

Oleh karena itu, perlu cak semau cara yang efektif dan efisien bikin mentransmisikan energi tersebut dari sumbernya ke perumahan.

Solusinya? Ya pakai listrik. Energi apapun yang dibangkitkan maka dari itu pengungkit, tinggal kita ganti privat rang listrik, kemudian kita kirim elektrik tersebut ke rumah-rumah.

Ketika energi setrum tersebut start di rumah, kita dapat mengubahnya menjadi energi bentuk lain sesuai kebutuhan kita.

Misalnya, menjadi energi pendar (bohlam), energi semok (tanur elektrik, pemanas ruangan, pendingin ruangan, lemari es, dsb), menjadi energi gerak (kipas angin, alat cukur rambut, dsb), dan sebagainya.

Berhubung intensi elektrik ke perumahan itu adalah untuk transmisi energi, berguna saat ini kita perlu cari tahu nih, memangnya listrik distribusi bolak-balik itu lebih efektif dan lebih efisien ya dibanding listrik peredaran searah dalam mentransmisikan energi?

Sudahlah, sebelum ikut ke sini, gue akan memberikan penjelasan suntuk mengenai perbedaan revolusi AC (bolak-balik) dan arus DC (sependapat).


Perbedaan AC dan DC

Seperti nan sempet gue mention di awal artikel, peredaran listrik sendiri cak semau dua variasi rotasi listrik, yang purwa ada listrik aliran satu bahasa (DC – direct current). Arus DC yaitu sirkuit listrik yang bergerak sehaluan berbunga kutub positif ke negatif.

Kalo arusnya bergerak dari tampin berupa ke negatif, maka elektronnya bergerak dari lawan merusak ke positif, sama dengan nan bisa elo lihat di animasi di sumber akar. Listrik DC biasanya dihasilkan maka itu baterai.

Skema arus DC (Arsip Zenius)
Skema arus DC (Dokumen Zenius)

Terlampau yang kedua cak semau listrik arus bolak pencong (AC – alternating current). Perputaran AC merupakan arus nan nggak mengalir semenjak kutub positif ke negatif, tapi bolak-mengot
doang.

Emang arusnya bener-bener bolak-balik ya? Yup, arusnya beneran mondar-mandir seperti yang dapat elo tatap dalam animasi di bawah ini. Rotasi listrik AC ini dihasilkan oleh generator AC.

arus ac alternating current
Skema perputaran AC. (Arsip Zenius)

Udah kebayang kan apa perbedaan arus AC dan arus DC?

Pada listrik DC, revolusi listriknya buruk perut bergerak lega jihat yang sama, dan lazimnya nilainya tetap. Kalau kita bakal grafiknya, balasannya seperti ini:

Arus listrik DC, selalu bergerak ke arah yang sama. (dok. researchgate.net)
Sirkulasi listrik DC, caruk bergerak ke sisi nan sama. (dok. researchgate.jala)

Darurat pada listrik AC, revolusi listriknya sama sekali bergerak sepikiran jarum jam, terkadang bergerak bentrok sisi dengan jarum jam. Galibnya, perubahannya itu berupa sinusoidal seperti diagram di bawah ini:

Arus listrik AC, bergerak bolak-balik; searah dan berlawanan jarum jam. (dok: neptune.ai)
Arus listrik AC, bergerak mondar-mandir; seia sekata dan berlawanan penusuk jam. (dok: neptune.ai)

Bisa elo lihat plong diagram di atas bahwa pada t=0 tegangannya nol, kemudian pada cakrawala = 0,005 detik tegangannya +220 volt, plong kaki langit = 0,01 detik tegangannya nol lagi, dan pada cakrawala = 0,015 detik tegangannya -220 volt, dan seterusnya.

Ini adalah contoh listrik AC dengan frekuensi 50 Hz (penting waktu = Falak = 1/50 detik = 0,02 momen). Tegangan yang kadang positif dan kadang subversif ini membuat arusnya sewaktu-waktu bergerak searah penyemat jam, kadang kala sebaliknya.

prinsip kerja arus bolak-balik

Hmm… tunggu deh, makara plong persebaran bolak-balik, kadang-kadang tegangannya dapat zero sekali lagi?

Takdirnya gitu, lampu yang dilalui arus AC itu harusnya nyala-redup-nyala-redup gitu dong? Mengapa kalau gue lihat lampu di rumah gue nggak gitu, tapi nyala aja terus?

Nah, sebenernya lampu di apartemen kita itu nyala-redup-nyala-berdiri. Tapi, mata kita nggak temperamental terhadap perubahannya karena itu berlangsung dengan terlampau cepat.

Masih inget kan kalau frekuensi listrik AC di rumah kita itu adalah 50 Hz (umumnya di Indonesia 50 Hz). Itu berarti, intern 1 saat, terdapat 50 gelombang.

Kaprikornus, dalam 1 momen, listrik AC tersebut mengalir bolak-balik sebanyak 50 kali. Mata kita tidak bisa mendeteksi nyala-redup nan secepat itu.

Beneran ga nih? Jangan-jangan bohong sekali lagi. Gue ga mau dibohongi (pakai) teori fisika!

Beneran. Kalo dideteksi pake mata emang susah, tapi kalo pake kodak, bisa. Ada yang iseng menyulam bohlam bohlam dengan menunggangi kamera
1200 frames sendirisendiri second.

Setelah ditangkap kamera, videonya diplay secara slow motion, akhirnya menjadi seperti di asal ini:

Waktu ini kelihatan kan kalau lampu tersebut benar-benar nyala-mengirik?

Okay, kini udah jelas ya takdirnya cak semau pertanyaan apa perbedaan arus AC dan diseminasi DC?

Maka jawabannya adalah sreg setrum DC, arusnya sejalan dan umumnya nilainya enggak berubah-ganti (bisa dibilang frekuensinya nol).

Temporer pada listrik AC, arusnya wara wiri, kecepatan bolak-baliknya itu bergantung plong frekuensinya. Kerjakan di Indonesia setrum yang dihasilkan oleh PLN adalah keberagaman listrik AC, dan kebanyakan menggunakan frekuensi 50 Hz.

Nah, gara-gara cak semau
FREKUENSI
ini, sebenernya listrik AC itu bisa menimbulkan hambatan yang kebanyakan nggak ada pada elektrik DC, yaitu hambatan nan muncul akibat reaktansi induktif pada kabel.

Sejumlah alat elektronika yang memperalat arus listrik DC adalah: Lampu busur LED, TV, Radio.

Penasaran kenapa? Baca terus penjelasan makin lengkapnya di bawah ini yah.


Reaktansi Induktif plong Listrik AC

Perhatikan dua rangkaian di bawah ini:

Rangkaian RL dengan arus AC dan DC. (dok. skemaku.com)
Rangkaian RL dengan perputaran AC dan DC. (galengan. skemaku.com)

Kedua rangkaian di atas sama-sama terdiri atas
resistor
atau hambatan (simbolnya R) dan
induktor
(simbolnya L). Induktor terdiri berpunca puntalan kawat pada sebuah coker maupun inti metal.

Cukuplah, pada saat arus listrik melewati rol kabel tersebut, maka akan ketimbul medan magnet. Trus cak semau ga nih bedanya peran induktor pada rangkaian yang kiri yang dialiri arus AC, dan yang rangkaian kanan yang dialiri distribusi DC?

Jadi intinya pada arus AC, induktor itu selain menghasilkan palagan besi berani, juga menghasilkan hambatan konkret
reaktansi induktif
yang simbolnya XL.

Hmmm… emangnya kenapa sih boleh muncul reaktansi induktif sreg induktor?

Singkatnya begini. Pertama, aliran listrik nan melewati lilitan kawat itu menimbulkan tempat besi sembrani.

arus-menimbulkan-medan-magnet

Tetapi hal sebaliknya tidak bertindak ya. Medan besi berani Enggak menimbulkan arus elektrik.

medan-magnet-TIDAK-menimbulkan-arus

Nan bener ialah perubahan medan magnet mengakibatkan arus setrum.

PERUBAHAN-medan-magnet-menimbulkan-arus

Terimalah, ketika induktor dialiri arus DC, nan mana nilai i loyal, maka arena magnetnya juga ki ajek atau bukan berubah-silih. Sehingga tidak ada arus induksi yang muncul.

Sementara saat induktor dialiri arus AC, yang mana ponten i nya berubah-ubah, maka kancah besi berani di privat induktor tersebut berubah-saling.

Perubahan bekas magnet pada induktor tersebut yang akhirnya memunculkan i atau arus induksi nan membandingbanding sirkuit sebelumnya. Itulah sebabnya induktor punya reaktansi induktif ketika dialiri arus AC.

Okay, terus apa urusannya reaktansi induktif ini dengan transmisi setrum ke rumah-rumah? Memangnya ada induktornya?

Nah, kabel listrik nan dikirim ke rumah-apartemen itu sememangnya enggak ada induktornya. Tapi karena kabelnya puaaanjang sekali, maka dawai yang strata tersebut bertindak bagaikan induktor.

Jadi, takdirnya kita memperalat aliran AC kerjakan transmisi listrik, maka listrik tersebut akan mengalami rintangan nyata reaktansi induktif itu tadi.

Walah, jikalau gitu, rugi dong jikalau pakai elektrik AC! Kan jikalau kita pakai listrik AC, jadi muncul reaktansi induktif tuh. Bintang sartan loss-nya akan bertambah banyak. Lebih efisien pakai elektrik DC seandainya gitu. Kenapa kita nggak pakai elektrik DC aja?

Tunggu lampau. Ceritanya belum radu. Jadi di sini kita udah tahu nih bahwa listrik AC itu memiliki kesuntukan, yaitu munculnya reaktansi induktif tadi.

Tapi ini sebenernya energy loss gara-gara ini nggak sesak penting, karena listrik AC memiliki teknik yang hebat lagi cak bagi menguasai
energy loss
gara-gara gigi ini. Kepingin luang barang apa tekniknya? Padalah, coba lanjut baca terus ya.


Penggunaan Tarikan Pangkat

Kalau kita mau mentransmisikan elektrik secara efisien, di mana tidak terserah daya yang hilang selama proses transmisi, maka kita harus menggunakan arus setrum yang sekecil siapa.

Kenapa? Karena dengan arus setrum nan kecil, maka elektron nan berpindah juga sedikit (pulang ingatan, arus itu adalah perubahan muatan per ketengan waktu).

Kalau elektron yang berpindah sedikit, total energi yang hilang dari elektron-elektron tersebut akan menjadi kian kecil. Padalah, gimana caranya supaya arus listrik nan kita transmisikan itu kecil? Kuncinya cak semau di paralelisme berikut ini:

Persamaan daya listrik (Arsip Zenius)
Persamaan sendi listrik (Surat Zenius)

P itu adalah trik elektrik, V adalah tekanan listrik, dan I merupakan awet arus. Kerumahtanggaan proses transmisi energi, ki akal listrik itu kerap loyal (ingat bahwa anak kunci itu merupakan energi per satuan perian.

Karena energi itu kekal, maka dayanya juga harus kekal selama tidak berubah menjadi energi kerangka bukan). Nah, karena daya itu konstan, bermanfaat takdirnya kita ingin poin I turun, kita tinggal naikkan ponten V.

Oleh karena itu, pada transmisi jarak jauh, biasanya elektrik yang digunakan itu adalah setrum dengan tegangan yang sangat tataran seperti bentuk di radiks.

Proses transmisi menjadi lebih efisien dengan tegangan tinggi.
Proses transmisi menjadi lebih efisien dengan tegangan pangkat. (dok. Wikipedia.org)

Dengan menggunakan tegangan tinggi, maka sirkulasi listriknya menjadi kecil. Karena arus listriknya kerdil, maka buku nan hilang pada proses persneling lagi mungil. Hal ini takhlik proses transmisi menjadi lebih efisien.

Bagaimana Cara Menaik-turunkan Voltase?

Plong elektrik AC, teknik untuk menaik-turunkan tegangan itu mudah sekali, silam pakai instrumen yang namanya
transformator. Familiar dengan transformator? Sering lagi disebut sebagai Trafo. Gambarnya kira-kira seperti ini:

Ilustrasi transformator dan cara kerjanya. (dok: docplayer.info)
Ilustrasi transformator dan kaidah kerjanya. (galangan: docplayer.info)

Transformator ini semata-mata dapat bekerja jikalau diberikan listrik AC. Karena prinsip kerjanya ialah demikian:

  • Arus wara wiri mengaliri kabel primer (warna berma pada gambar)
  • Arus bolak-perot tersebut menimbulkan flux magnet bolak-balik pada Inti trafo (corak hijau plong rangka)
  • Flux besi sembrani nan mondar-mandir ini menimbulkan rotasi bolak-balik pada kabel sekunder (corak sensasional pada rang) – inget ya, yang boleh menimbulkan arus itu hanyalah perubahan flux magnet. Jikalau flux magnetnya patuh, maka tidak akan muncul sirkuit. Itulah sebabnya trafo ini tak bisa berkreasi lega listrik DC.

Oh, jadi elektrik DC itu nggak kepake karena tegangannya lain dapat dinaik-turunkan seperti listrik AC?

Iya. Kira-kira begitu. Kalau kita mau menaikan atau mengedrop tegangan DC, rangkaian yang diperlukan itu jauh makin ribet dibandingkan dengan setrum AC.

Apalagi sering kali teknik untuk menaik-turunkan tegangan DC adalah dengan kaidah mengubahnya dulu menjadi elektrik AC, pasang trafo untuk menambah-turunkan tegangannya, kemudian diubah lagi menjadi setrum DC.

Ribet kan? Makanya, mending bersama-sama pakai elektrik AC aja bersama-sama, karena lebih mudah untuk menaik-turunkan tegangannya.

The War of Currents – Rekaman Adopsi Listrik AC

Takdirnya kita mengaram ke sejarahnya, proses adopsi listrik AC bak alat untuk mentransmisikan energi ini bukan terjadi tanpa hambatan.

Detik listrik hijau saja ditemukan (untuk transmisi energi), ada dua firma nan menjadi pemain utama dalam bisnis ini.

Perusahaan nan pertama adalah Edison Electric Light Company (kini menjadi General Electric), firma milik Thomas Alva Edison (pernah dengar namanya? Beliau biasa dikenal bak penemu bohlam).

Perusahaan yang suatu lagi adalah Westinghouse Electric Company, perusahaan milik George Westinghouse yang saat itu dibantu oleh Nikola Tesla.

Edison Electric Light Company detik itu mengarak listrik DC, sedangkan Westinghouse Electric Company mengusung setrum AC.

Persaingan bisnis antara keduanya terjadi lalu sengit sehingga ahli sejarah menyebut ini seumpama “The War of Currents”.

“The War of Currents”, George Westinghouse vs Nikola Tesla. (Arsip Zenius)
“The War of Currents”, George Westinghouse vs Nikola Tesla. (Piagam Zenius)

Pada akhir tahun 1870an, selepas lampu ditemukan, petisi awam terhadap setrum ke flat-flat dan ke lokasi membahu jadi meningkat radikal. Beberapa di antaranya dipasang dengan listrik AC.

Kemudian pada tahun 1882, Edison memperkenalkan listrik DC bertegangan terbatas yang didesain untuk bekas-arena persuasi dan perumahan.

Pada tahun 1886, Westinghouse start membuat sistem listrik AC yang menggunakan transformator untuk meninggi-turunkan tegangan untuk transmisi jarak jauh.

Sistemnya Westinghouse ini mirip dengan yang gue jelaskan di atas. Kerjakan melakukan gigi jarak jauh, tekanan listrik dinaikan terlebih dahulu dengan menggunakan transformator (sehingga arusnya boncel dan energy loss-nya sekali lagi kecil), kemudian ketika sampai di perumahan, tegangannya bisa diturunkan kembali.

Karena sistem ini dahulu efisien, beberapa perusahaan mulai mengadopsi sistem yang diperkenalkan oleh Westinghouse ini. Berbagai titipan pemuatan elektrik akhirnya kian memilih sistem listrik AC ini karena bertambah efisien.

Kubu listrik DC tentu tidak mau kalah dengan “peperangan” ini, sehingga mereka berangkat memekikkan propaganda bahwa listrik AC ini berbahaya.

Alasannya yakni karena pada proses transmisinya, listrik AC ini menggunakan voltase yang suntuk janjang.

Kubu listrik DC mengatakan bahwa lamun sistemnya kurang efisien, tapi ini jauh lebih kerukunan karena tidak menggunakan tegangan tinggi.

Argumen ini ada benarnya sebenarnya, tapi cara mereka melakukan propaganda kadang kelewatan lagi.

Salah satu propaganda yang dilakukan adalah dengan menyetrum satwa-hewan seperti cengkok dan kuda dengan menggunakan listrik AC sampai hewan tersebut senyap.

Meskipun sebenarnya operasi-propaganda ini lumayan berhasil mewujudkan orang berkepastian bahwa setrum AC itu berbahaya, tapi ini tidak berbuntut menggagalkan bestelan-kiriman instalasi listrik AC.

Pada akhirnya, listrik AC ini tetap dipakai di mana-mana, namun dengan sistem keamanan yang diperketat bagi menyingkir kecelakaan. Firma peruntungan Edison pun akhirnya mengalah dan start mengadopsi elektrik AC.

Semenjak detik itulah sistem kelistrikan yang dipasang di mana-mana menggunakan sistem listrik AC.

Ketika sistem elektrik AC dipakai di mana-mana, perusahaan pembuat piranti elektronik pun akibatnya menggunakan sistem listrik AC lakukan menyalakannya.

Coba aja lihat piranti elektronik di sekitar kita, mulai dari TV, komputer, charger HP, laptop, lemari es, dispenser, dan sebagainya, semua memperalat colokan listrik AC centung?

Karena semua memperalat sistem listrik AC, kesudahannya detik ada wilayah nan bau kencur dipasang elektrik, udah nggak mana tahu lagi di sana dipasang sistem setrum DC.

Karena itu akan membuat majemuk piranti elektronik yang biasa dipakai jadi nggak bisa dipakai.


Bagaimana Arwah Listrik DC Sekarang? (kerjakan Persneling Energi)

Meluluk penjelasan di atas, keliatannya arus DC lebih banyak kekurangannya ya dari pada diseminasi AC. Tapi, apakah sistem listrik DC ini serius mati?

Nggak juga. Ternyata, masih ada beberapa transmisi energi yang menggunakan listrik DC, nama sistemnya ialah High-Voltage Direct Current (HVDC).

Sistem HVDC ini hanya digunakan untuk transmisi bertegangan dulu jenjang (> 500.000 volt) dan untuk jarak yang sangat jauh (> 500 km, taksir-kira sejauh Jakarta-Surabaya).

Kenapa bagi jarak nan sangat jauh sistem HVDC ini bisa lebih efisien? Salah satunya ialah karena merek nan gue sebutin di atas: tak ada kendala nan unjuk karena reaktansi induktif. (note: nggak ada obstruksi akibat reaktansi kapasitif dan skin effect juga, tapi ini belum gue jelasin di artikel).

Kendala akibat reaktansi ini bisa diabaikan untuk transmisi jarak singkat. Tapi semakin jauh transmisinya, semakin signifikan dampaknya.

Sehingga ketika transmisinya menunggangi jarak yang sangaaat jauh, biaya untuk memasang sistem listrik AC malah kaprikornus lebih mahal dibandingkan biaya cak bagi meledakkan sistem listrik DC.


Kesimpulan

Makara, saat ini elo udah memiliki jawaban centung kalo ditanya listrik rumah AC alias DC?

Ya, listrik flat yakni distribusi AC, karena listrik nan dihasilkan PLN adalah jenis listrik dengan sirkuit bolak perot (AC).

Alasan penggunaan arus AC lainnya adalah adalah karena sistem setrum AC galibnya makin irit dibandingkan dengan sistem listrik DC.

Kalau mengintai dari cerita ini, senyatanya terserah kejadian menarik yang bisa kita simpulkan, terutama elo nan tergoda turut ke jurusan engineering.

Makara, anak asuh teknik itu jangan cuma tahu soal bagian sainsnya aja, tapi harus bisa mengarifi juga pertimbangan bisnisnya supaya bisa mengerti teknologi keberagaman aja nan pas untuk kita
push, yang mana nan kurang relevan.

Dengan seperti itu, elo bisa mendesain satu alat yang beneran kepakai di dunia pabrik.

By the way,
di artikel ini kita mempelajari bahwa penciptaan transformator yakni salah suatu reka cipta terpenting yang takhlik sistem listrik AC menjuarai jauh dibandingkan sistem elektrik DC.

Minus penemuan transformator, bisa jadi sistem kelistrikan yang kita gunakan sekarang yakni sistem setrum DC.

Nah, ngomong-ngomong pertanyaan transformator, ada soal menarik nih bermula SBMPTN 2022 Fisika. Berikut ini soalnya:

Soal tentang transformator yang muncul di SBMPTN 2022.
Cak bertanya mengenai transformator yang muncul di SBMPTN 2022.

Jikalau elo mengerti konsep transformator nan gue ceritakan di kata sandang ini, elo pasti dapat menjawab tanya di atas. Gampang kok. Bisa? Tulis jawabannya di komentar di bawah ya. Buat elo nan cak hendak daftar paket Zenius, langsung aja klik banner di radiks ini ya.

Kenapa Listrik Rumah Menggunakan Arus Bolak-Balik (AC)? 9

Elo juga dapat baca seterusnya kata sandang Zenius Blog dan rangkuman materi lainnya seputar elektrik, energi, dan yang berhubungan dengan Fisika. Caranya tinggal klik banner di dasar sini:

Pelajari materi Fisika di video materi belajar Zenius

Sumber

Kartun listrik DC dan AC: http://www.pbs.org/wgbh/americanexperience/features/general-article/light-acdc/

Baca Artikel Lainnya

Benarkah Bahan Bakar Fosil Mengancam Peradaban Manusia?

Kapasitor dan Induktor, Untuk Apa Sih?

Kenapa Udara yang Kita Tiup Kian Dingin Daripada Suhu Tubuh?

Kenapa Pembalap MotoGP Waktu Pasung Posisinya Miring Banget Tapi Nggak Jebluk?

Gravitasi Buatan di Film Interstellar

Originally Published:
January 8, 2022



Update by:

Sabrina Luhur Rhamadanty


& Arieni Mayesha

Source: https://www.zenius.net/blog/listrik-rumah-arus-ac

Posted by: caribes.net