Apa Saja Yang Kamu Pelajari Hari Ini

Hidup ialah sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita hamba-Nya. Terkadang kita sebagai makhluk sering kali menyalahkan Sang pencipta atas situasi dan kondisi nan kita hadapi. Terutama satu situasi atau kondisi yang tidak direncanakan oleh kita khususnya hal-keadaan negatif menurut kita. Pernahkah Sira merasa
down ketika mendapatkan suatu komplikasi nan menurut Ia saat itu tidak dapat Ia kendalikan? Saat itu boleh jadi Dia tidak dapat berpikir secara jernih untuk menemukan suatu solusi, entah karena pikiran malu, bersalah, bodoh, enggak pantas, dan segala keadaan destruktif yang menyudutkan diri Anda sendiri. Sekadar, sebagai halnya nan kita wajib tahu bahwa Tuhan tidak akan mengasihkan suatu ‘rintangan’ yang tidak dapat kita atasi dengan sangat baik. Semua hal yang kita hadapi merupakan satu penataran yang akan melayakkan Anda, memantaskan Dia lakukan menjadi pribadi yang kian baik, lebih dewasa, dan bertambah tenang. Sehingga Ia berharta untuk menjadi seseorang yang direstui, dilayakkan, dan dipantaskan bagi mengemban suatu tanggung jawab yang ki akbar, satu hal-kejadian besar terhadap mimpi, impian, dan cita-cita Anda yang BESAR, HEBAT, dan SUPER. Cobalah berpikir maujud atas segala kejadian nan Anda pelajari setiap harinya sehingga nantinya Beliau akan menjadi koteng ayah/ibu yang baik yang mampu mendidik anak asuh-anak asuh Anda menjadi pribadi yang hebat, Anda kreatif menjadi seorang pabrikan yang sukses, Ia gemuk menjadi seorang anak yang bernas memuliakan orangtua, Anda mewah menjadi segala situasi kasatmata yang Beliau mimpikan.

Suatu peristiwa yang perlu Anda ketahui bahwa Anda adalah pilot berpangkal semangat Beliau sendiri. Kamulah nan membereskan dirimu sendiri, bukan makhluk lain. Sebagaimana gerendel yang saya baca “Young on Top” bermula Billy Boen, rintangan-kendala sering siapa akan memperlambat jalan kamu. Atau, malah, mungkin membentuk sira merasa
down. Ketika keadaan itu terjadi, semua sekali lagi kepada diri Kamu sendiri. Ketika semua hal tidak di sisimu, kamu dihadapkan maka itu dua pilihan. Merupakan, berhenti, bersedih, menangis, menangisi nasib, lampau
say goodbye kepada impianmu. Maupun, anda kembali ngeri tegap dan melangkah dengan pasti kerjakan meratapi impian. Akan bertambah baik jika ketika kita angot kembali kamu tidak hanya melanglang namun BERLARI-lah menuju
finish, target yang telah kamu set sejak sediakala.

Ingatlah urut-urutan condong keberuntungan tidaklah mudah dan selalu mulus, penuh dengan gua dan krakal, bahkan petugas keamanan tidur. Anggaplah sebuah rintangan mu itu polisi tidur memang akan menghambat perjalananmu, tetapi beliau lain akan cak jongkok disitu saja cerek? Kamu tidak akan nangkring kuantitas dan tidak akan melanjutkan perjalananmu bukan?

Ayo bangkit dan tunjukkan pada mayapada bahwa kamu adalah pribadi yang hebat, yang super, yang sangat luar halal.

“Biarlah saja mereka yang merendahkan mu, mereka bukanlah yang mengendalikan hidupmu, Namun kamulah yang mengatasi hidupmu. Kembali fokus puas harapan dan jangan lupa berdoa mudahmudahan Sira merestui apa mimpi besar mu…”

“Sekarang memancang, angkat kepalamu, tatap radikal-ekstrem masalahmu, dan katakanlah kepadanya ‘Aku makin besar berbunga kamu, dan kamu lain akan dapat menghentikanku’…”

Terimakasih pula bagi orangtua saya yang mutakadim menerimakan saya kasih kerap, dukungan, dan kepedulian mereka terhadap saya dan pada anak-anaknya. Orangtua saya selalu berujar bahwa:

“Tuhan tidak akan memberikan rintangan yang lain dapat kita hadapi. Almalik akan burung laut suka-suka, Anda akan menghebatkanmu, memantaskanmu, dan melayakkanmu bikin menjadi orang yang hebat, menjadi manusia nan produktif menggapai segala impian, damba, dan cita-citamu yang besar dan hebat. Inilah urut-urutan yang harus kamu tempuh, dan kamu harus yakin bahwa ia Karuan Bisa menuju kemenangan/kemajuan…”

dan saya juga berterimakasih kepada buah hati saya, Ancilla Alfionita Intan Candrasari nan mau kerap menyemangati dan mendukung saya. Segala jalan yang kita hadapi merupakan suatu perkara yang akan memantaskan, melayakkan, dan menghebatkan kita kemudian hari. Kami selalu berkata bahwa:

“Aku akan membeli segala apa congor dan ulah yang sudah lalu mereka kerjakan. Dan akan kutunjukkan bahwa aku Karuan Boleh menjadi orang nan sukses…”

Ingatlah kawan Anda memiliki banyak orang yang Sira kasihi, anak adam-hamba allah nan memanjakan Dia. Sekarang buatlah mereka berbesar hati…

Source: https://apayangkupelajari.blogspot.com/