Apa Yang Dimaksud Dengan Kromatin

Terbit Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Kromatin pada fase-fase siklus sel (1) Cemberut deoksiribonukleat kalung ganda. (2) Kromatin (asam deoksiribonukleat rantai khusus beserta histon) (3) Kromatin pada interfase (biru) beserta sentromer (merah) (4) Kromatin padat selama profase (5) Kromosom pada metafase

Kromatin
(Chroma: bercelup;
tin: utas) yakni kompleks berpangkal asam deoksiribonukleat, protein histon dan protein non histon yang ditemukan pada inti penjara eukariota.[1]
Kromatin merupakan sasaran yang mudah diwarnai oleh suatu zat pewarna.[2]
Puas berbagai tangsi eukariota tingkat tinggi, ada dua bentuk kromatin pada tahap interfase yakni eukromatin dan heterokromatin.[3]
Kromatin terfragmentasi dan menggumpal selama mitosis maupun meiosis lakukan membuat wujud seperti batang yang disebut kromosom.[2]
Kromosom yang berkembang dari kromatin terbukti tersusun berpokok sejumlah besar protein dan asam-asam nukleat yang sekarang dikenal sebagai asam deoksiribonukleat.[2]
Dua pasang dari tiap protein histon tersebut ialah histon H2A, H2B, H3 dan H4 takhlik oktamer dengan 145 hingga 147 pasangan basa asam deoksiribonukleat yang membungkusnya membentuk inti nukleosom.[4]

Bentuk

[sunting
|
sunting sumber]

Struktur kromatin serta buram kromosom selama interfase dan pembelahan kurungan

Puas berbagai sel eukariota tingkat tinggi, terserah dua bentuk kromatin pada tahap interfase merupakan eukromatin dan heterokromatin.[3]
Suatu gen yang secara formal terekspresi pada bentuk eukromatin berpindah pada daerah heterokromatin menyebabkan terjadinya peredaman gen, yaitu terhentinya ekspresi gen tersebut.[3]
Perubahan tulang beragangan kromatin ini adalah salah suatu mekanisme epigenetika.[5]

Eukromatin

[sunting
|
sunting sumber]

Eukromatin
merupakan rangka yang kurang padat, atau yang tulangtulangan terbuka.[3]
[5]
Eukromatin berbentuk padat sepanjang pembelahan lokap, semata-mata mengendur menjadi bentuk nan terbuka selama interfase.[6]
Eukromatin pada pencorakan histologi kromosom ditunjukkan sreg area dengan rona bertambah terang.[6]

Heterokromatin

[sunting
|
sunting sumber]

Heterokromatin
merupakan rangka yang lebih padat, maupun bentuk terpejam.[3]
[5]
Heterokromatin sangat padat puas saat pembelahan sel, demikian kembali pada saat interfase.[6]
Heterokromatin pada pengecatan histologi kromosom ditunjukkan sreg daerah dengan warna kian padat ataupun bawah tangan.[6]

Struktur

[sunting
|
sunting sumber]

Susuk skematis berpokok sel sampai pasangan basa asam deoksiribonukleat

Kromatin terdiri atas obsesi dari zat putih telur kromosomal histon dan non histon dengan DNA rumah tahanan eukariota.[3]

Nukleosom

[sunting
|
sunting sumber]

Nukleosom yang dibentuk maka dari itu asam deoksiribonukleat (abu-duli) dan histon oktamer (Histon

H2A
,

H2B
,

H3

and

H4
). Gambar tertentang atas.

Kekeluargaan mula-mula cemberut deoksiribonukleat dengan protein berlangsung dengan histon membentuk struktur
nukleosom.[7]
Empat subunit histon selain H1 akan membentuk suatu butiran zat putih telur oktamer dan setiap subunit terletak intern dua rangkap.[7]
Cemberut deoksiribonukleat kemudian akan melilit butiran oktamer tersebut.[7]
Pada tiap butiran terbentuk dua gelung senderut deoksiribonukleat yang panjangnya 146 padanan basa (pb).[7]
Pergaulan ini yakni inti nukleosom.[7]
Dua pasang dari tiap protein histon H2A, H2B, H3 dan H4 membentuk oktamer dengan 145-147 pasangan basa senderut deoksiribonukleat yang membungkusnya membentuk inti nukleosom.[4]
[6]
Beberapa referensi nan makin baru menyebutkan asam deoksiribonukleat yang membangun nukleosom ini yakni 147 bandingan basa.[3]
[8]
Cak semau kembali referensi yang makin lama menamakan bahwa kompleks pupuk asam deoksiribonukleat dan protein ini yang dapat ditemukan saat interfase berpunca sel eukariota yang dibangun dari nukleosom-nukleosom dan terdiri atas histon oktamer yang berasosiasi dengan sekitar 200 tara basa asam deoksiribonukleat.[9]
Kemudian terhadap zarah inti nukleosom tersebut berasosiasi zat putih telur histon H1 serta 20 pasang basa asam deoksiribonukleat, yaitu masing-masing 10 pb masing-masing di ambang dan hulu asam deoksiribonukleat unsur inti nukleosom.[7]
Satu nukleosom keseluruhannya berasosiasi 166 pb ADN dengan 5 jenis protein histon.[7]

Asam deoksiribonukleat

[sunting
|
sunting mata air]

Senderut deoksiribonukleat merupakan bahan genetik nan pembuktiannya pertama kelihatannya dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan transformasi pada bakteri
Streptococcus pneumoniae.[10]
Mangsa genetik ini pada eukariota selain dijumpai pada inti lembaga pemasyarakatan pula dijumpai di dalam organel yang lain, misalnya pada mitokondria dan kloroplas.[10]
Prokariota seperti mikroba galibnya memiliki kromosom sirkuler tunggal meskipum ada sejumlah bakteri yang memiliki unsur cemberut deoksiribonukleat apendiks maujud plasmid.[11]

Protein kromosomal

[sunting
|
sunting sumber]

Zat putih telur kromosomal yang menyambat DNA secara sederhana dibagi menjadi dua kelas bawah utama yaitu protein kromosomal histon dan non histon.[3]

Histon

[sunting
|
sunting sumber]

Histon
merupakan protein nan terdiri berasal lima subunit yaitu histon H1, H2A, H2B, H3 dan H4.[7]
Subunit-subunit ini bakir akan asam amino yang bermuatan faktual atau bersifat basa sama dengan lisin dan arginin.[7]
Histon ini akan bereaksi dengan senderut deoksiribonukleat melalui interaksi antara protein yang bermuatan riil dengan fosfodiester dari asam deoksiribonukleat nan bermuatan subversif.[7]
Koneksi antara satu histon dengan satu segmen bersut deoksiribonuleat disebut nukleosom.[7]
Kontak nukleosom ialah tahap awal pengemasan asam deoksiribonukleat ke dalam bentuk yang padat.[7]
Tiap inti nukleosom terdiri atas satu kegandrungan dari delapan protein histon (histon oktamer) dan DNA rantai ganda dengan panjang 147 pasang nukleotida.[1]
Kompleks histon oktamer ini masing-masing terdiri atas 2 molekul histon H2A, H2B, H3, dan H4.[1]
Modifikasi histon memengaruhi perubahan bagan kromatin.[5]

Protein non histon

[sunting
|
sunting mata air]

Protein non histon (NHC Protein) tergoda puas sekuens spesifik yang tersebar sepanjang utas DNA.[6]

Kromatin dan kanker

[sunting
|
sunting sumber]

Cermin peran modifikasi kromatin plong kanker nan diketahui adalah lega leukemia mieloid akut dan leukemia promielositik akut.[12]
Kedua jenis leukemia ini disebabkan translokasi kromosom yang mengubah penggunaan histon deasetilase (HDACs).[12]

Tatap pula

[sunting
|
sunting perigi]

  • Kromosom

Referensi

[sunting
|
sunting sumur]

  1. ^


    a




    b




    c




    (Inggris)Alberts B,
    et al. 1991.
    Molecular Biology of The Cell Third Edition. California: Garland.
  2. ^


    a




    b




    c




    (Inggris)Stansfield WD,
    et al. 1996.
    Molecular and Cell Biology. New York: McGraw-Hill.
  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    (Inggris)
    Alberts, Bruce (2008).
    Molecular Biology of the cell. Garland Science. ISBN 978-0-8153-4106-2.




  4. ^


    a




    b




    (Inggris)
    Luger, Karolin (18 September 1997). “Crystal structure of the nucleosome core particle at 2.8A° resolution”
    (pdf).
    Nature.
    389: 251–260.



    Kesalahan pemungutan: Tanda
    <ref>
    tidak sah; cap “nature” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

  5. ^


    a




    b




    c




    d




    (Inggris)
    Tost, Jorg (2009).
    DNA Methylation Methods and Protocols. New York: Humana Press. ISBN 978-1-934115-61-9.




  6. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    (Inggris)
    Pritchard, Dorian J. (2008).
    Medical Genetics at a Glance. Oxford, England: Blackwell Publishing. ISBN 978-1-4051-4846-7.




  7. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l



    Jusuf M. 2001.
    Genetika I: Struktur dan Ekspresi Gen. Jakarta: Sagung Seto

  8. ^


    Horn, Peter J. (13 September 2002). “Chromatin Higher Order Folding: Wrapping up Transcription”
    (pdf).
    Science.
    297: 1824–1827.





  9. ^


    (Inggris)Kleinsmith LJ, Kish VM. 1995.
    Principles of Cell and Molecular Biology. New York: HarperCollins College Publishers.
  10. ^


    a




    b



    Yuwono T. 2005.
    Biologi Molekuler. Jakarta: Erlangga.

  11. ^


    (Inggris)Dale JW & Park SF. 2004.
    Molecular genetics of Bacteria. Chichester: John Willey & Sons Ltd.
  12. ^


    a




    b




    (Inggris)
    Allis, C.David (2007).
    Epigenetics. New York: Cold Spring Harbor Laboratory Press. hlm. 460. ISBN 978-0-87969-724-2.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kromatin

Posted by: caribes.net