Apa Yang Dimaksud Dengan Membatik


Batik
yaitu kain Indonesia bercacah yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan maupun menerakan malam puas perca itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.[1] umpama keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Peninggalan Kemanusiaan kerjakan Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Verbal and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.[2]

Menulis

Batik dari Surakarta di Jawa Paruh; sebelum 1997

JenisSeni KainBahanKain, sutra, kapasTempat asalIndonesia

Teknik seni kain yang mirip batik sebenarnya ditemukan dalam beberapa budaya seperti mana di Nigeria, Tiongkok, India, Malaysia, Sri Lanka dan daerah enggak di Indonesia. Semata-mata, batik pantai Indonesia berpunca pulau Jawa memiliki sejarah akulturasi nan strata, dengan corak bermacam rupa yang dipengaruhi oleh berbagai budaya, serta paling berkembang dalam peristiwa komplet, teknik, dan kualitas pengerjaan dibandingkan batik dari area tidak.

Batik dianggap bagaikan ikon budaya penting di Indonesia, “Hari Batik Nasional” dirayakan setiap tahun lega tanggal 2 Oktober. Masyarakat Indonesia setakat hari ini terus menyarungkan menulis andai rok kasual dan jamak.

Secara etimologi, istilah “batik” berasal semenjak bahasa Jawa:
ꦲꦩ꧀ꦧꦛꦶꦏ꧀,
translit.
ambathik
yang dihasilkan dari lakuran prolog
ꦲꦩ꧀ꦧ
(amba) yang berarti “lebar” atau “luas” (merujuk kepada reja), dan
ꦤꦶꦛꦶꦏ꧀
(nithik) yang berarti “membuat titik” dan kemudian berkembang menjadi istilah bahasa Jawa:
ꦧꦛꦶꦏ꧀,
translit.
bathik, yang penting merintih titik-noktah menjadi gambar tertentu pada kain yang luas maupun gempal.[3][4][5] Perkenalan awal dalam bahasa Jawa:
ꦧꦛꦶꦏꦤ꧀,
translit.
bathikan
juga dapat penting sebagai “menggambar” atau “menulis”.[6] Istilah bathik kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi “batik” dengan mengoper bunyi lambang bunyi “-th” ibarat “-falak” dikarenakan orang non-Jawa tidak boleh melafalkannya dengan mudah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “batik” didefinisikan laksana perca bercacah yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan lilin (atau n domestik bahasa Jawa:
ꦩꦭꦩ꧀,
translit.
malam) pada kain itu, yang kemudian pengolahannya melintasi proses tertentu.[7] Kaprikornus, dapat disimpulkan bahwa “menggambar” bisa merujuk kepada sebuah proses maupun hasil jadi (bersifat bendawi) berasal proses tersebut.

Tekstil menggambar bersumber Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok. Detail ukiran kain yang dikenakan Prajnaparamita, arca yang berbunga dari Jawa Timur abad ke-13. Tatahan transendental lingkaran dipenuhi kembang dan sulur tanaman nan rumit ini mirip dengan pola menggambar tradisional Jawa.

Seni pencorakan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam atau lilin adalah salah satu bentuk seni kuno. Rakitan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang lagi dilapisi lilin lebah untuk membentuk cermin. Di Asia, teknik serupa menggambar pula diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T’ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik yang mirip dengan batik dikenal maka itu Tungkai Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[8] Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi adv amat populer akhir abad XVIII atau sediakala abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai mulanya abad XX dan batik stempel yunior dikenal sehabis Perang Dunia I atau sekitar perian 1920-an.[9]

Walaupun kata “batik” berasal berpunca bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah terdaftar. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik menggambar ini kemungkinan diperkenalkan dari India ataupun Srilangka plong abad ke-6 ataupun ke-7.[8] Di sisi bukan, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah masif dari wilayah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Teristiadat dicatat bahwa daerah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui punya tradisi kuno menciptakan menjadikan batik.[10]

G.P. Rouffaer kembali melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Ia menyimpulkan bahwa pola seperti mana ini semata-mata bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[10] Detail ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan maka dari itu Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis bersumber Jawa Timur abad ke-13. Detail pakaian memunculkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit nan mirip dengan abstrak batik tradisional Jawa yang bisa ditemukan kini. Peristiwa ini menunjukkan bahwa menciptakan menjadikan acuan batik yang runyam yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau justru lebih awal.[11] Pada perempat terakhir abad ke-13, kain batik dari Jawa mutakadim diekspor ke kepulauan Karimata, Siam, lebih lagi mencapai Mosul.[12]

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin membualkan Amirulbahar Hang Nadim yang diperintahkan maka itu Sultan Mahmud kerjakan berlayar ke India seyogiannya mendapatkan 140 lembar kain air terjun dengan arketipe 40 varietas bunga puas setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, ia membuat seorang karet-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam intern perjalanan pulang dan hanya fertil membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[13] Oleh sejumlah juru ulas,who? serasah itu ditafsirkan bak batik.

N domestik literatur Eropa, teknik batik ini purwa barangkali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) garitan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan puas awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Refleks dipamerkan di Exposition Universelle di Paris sreg tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[8]

Pecah industrialisasi dan globalisasi, yang membudayakan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai menggambar cap dan menulis cetak, temporer batik tradisional nan diproduksi dengan teknik skenario memperalat canting dan malam disebut menggambar tulis. Puas momen nan sebabat imigran dari Indonesia ke Wilayah Persekutuan Malaysia juga mengangkut Batik bersama mereka.

Sekarang batik sudah berkembang di beberapa tempat di luar Jawa, justru sudah ke manca negara. Di Indonesia batik telah lagi dikembangkan di Aceh dengan batik Aceh, Menulis Cual di Riau, Batik Papua, batik Sasirangan Kalimantan, dan Batik Minahasa.

  • Menulis
  • Batik Kalimantan
  • Menulis Papua
  • Menulis Maluku
  • Batik Nusa Tenggara
  • Batik Sumatra
  • Batik Bali
  • Menulis Cianjur

Batik merupakan kerajinan yang memiliki skor seni tinggi dan telah menjadi bagian berpangkal budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Putri-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah tiang penghidupan eksklusif cewek setakat ditemukannya “Batik Merek” nan memungkinkan masuknya lanang ke dalam permukaan ini. Cak semau beberapa pengecualian lakukan fenomena ini, ialah menulis pesisir yang memiliki garis maskulin seperti mana nan bisa dilihat lega corak “Mega Mendung”, di mana di beberapa wilayah tepi laut pekerjaan membatik ialah lazim buat kaum lanang.

Leluri membatik lega mulanya merupakan tradisi yang runtuh temurun, sehingga adakalanya suatu motif bisa dikenali mulai sejak dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif menulis boleh menunjukkan prestise seseorang. Bahkan hingga saat ini, beberapa motif batik tadisional saja dipakai oleh keluarga kastil Yogyakarta dan Surakarta.

Batik Cirebon bermotif mahluk laut

Batik yaitu peninggalan nini moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai masa ini masih suka-suka. Batik juga purwa mana tahu diperkenalkan kepada mayapada makanya Kepala negara Soeharto, nan pada waktu itu mempekerjakan batik sreg Konferensi PBB.

Menggambar dipakai buat membalut seluruh fisik makanya penari Tari Bedhoyo Ketawang di puri Jawa.

Corak batik

Polah corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan rona yang terbatas, dan beberapa corak hanya dapat dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik rantau menyerap majemuk pengaruh luar, seperti mana para pedagang asing dan pula plong akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan maka dari itu Tionghoa, yang juga memasyarakatkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan alhasil adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa maka itu penjajah (gedung ataupun kereta aswa), termasuk kembali rona-warna kepelesiran mereka seperti warna biru. Menulis tradisonal tegar mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-formalitas adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Semula batik dibuat di atas korban dengan warna putih yang terbuat mulai sejak kapas yang dinamakan cemping mori. Dewasa ini batik lagi dibuat di atas bahan bukan sama dengan sutera, poliester, lawe dan objek sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting lakukan motif halus, alias kuas buat motif berdosis besar, sehingga cairan parafin kuap ke dalam serat kejai. Perca yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan dandan nan diinginkan, biasanya dimulai berpunca warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna bertambah tua atau gelap. Selepas beberapa kali proses pencorakan, kain yang mutakadim dibatik dicelupkan ke dalam bahan ilmu pisah buat meluluhkan parafin.

Pembuatan menggambar cap. Pembuatan batik tulis.

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan menulis jenis ini memakan waktu invalid lebih 2-3 bulan.
  • Menulis jenama adalah kain yang dihias dengan tekstur dan rona batik yang dibentuk dengan merek ( biasanya terbuat berasal tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan periode kurang kian 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis puas karet tulen.

Batik Jawa

Sebuah peninggalan kesenian budaya anak adam Indonesia, khususnya kewedanan Jawa yang dikuasai turunan Jawa dari turun temurun. Batik Jawa n kepunyaan motif-motif yang berbeda-tikai. Perbedaan motif ini lazim terjadi dikarnakan motif-motif itu n kepunyaan makna, maksudnya tak belaka sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat semenjak karuhun mereka, adalah penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Menggambar Jawa banyak berkembang di daerah Solo alias yang biasa disebut dengan batik Solo, Yogyakarta atau konvensional disebut Batik Jogja dan Kota Pekalongan atau yang biasa disebut Batik Pekalongan.

Beralaskan daerah radiks

  • Batik Bali
  • Batik Banyumas
  • Menulis Betawi
  • Batik Besurek
  • Batik Jambi
  • Menulis Madura
  • Menggambar Malang
  • Batik Pekalongan
  • Batik Kebun (Tegalan)
  • Batik Solo
  • Menggambar Yogyakarta
  • Menggambar Tasik
  • Menulis Aceh
  • Batik Cirebon
  • Batik Kebumen[14]
  • Batik Jombang
  • Batik Banten
  • Menulis Tulungagung
  • Batik Kediri
  • Menggambar Kudus
  • Batik Jepara / Batik Kartini
  • Batik Brebes
  • Batik Minangkabau
  • Batik Minahasa
  • Batik Belanda
  • Menggambar Jepang

Berdasarkan corak

  • Batik Kraton
  • Menggambar Sudagaran
  • Batik Cuwiri
  • Batik Penanam
  • Batik Tambal
  • Batik Sida Mukti
  • Menggambar Sekar Jagad
  • Menulis Pringgondani
  • Batik Kawung
  • Batik Sida Indah
  • Batik Sida Asih
  • Batik Semen Rama
  • Batik Jlamprang
  • Menulis Gedog
  • Batik Keris
  • Batik Arjuna Weda
  • Batik Kendil
  • Iwan Tirta
  • K.R.T. Hardjonagoro
  • Celeng Kussudiardjo
  • Eman Suparman
  • Ibu Sud
  • Tuty Cholid
  • Edward Hutabarat
  • Karnaval Menggambar Individual
  • Eksklusif Menulis Fashion
  • Putra Putri Menulis Nusantara
  • Kampung menulis Laweyan
  • Kampung Batik Trusmi
  • Pasar Beringharjo
  • Pasar Kliwon, Surakarta
  • Kampung Menulis Pesindon, Pekalongan
  • Pasar Grosir Setono, Pekalongan
  • Museum Batik Yogyakarta
  • Museum Batik Danar Hadi
  • Museum Ullen Sentalu
  • Museum Batik Pekalongan
  • Amri Yahya
  • Harris Riadi
  • Blangkon
  • Kebaya
  • Iket
  • Samping
  • Kemeja
  • Gamis
  • Gaun
  • Daster
  • Soga
  • Lerak
  • Canting
  • Lilin batik
  • Akar susu wangi

  1. ^

    “Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring”. Taktik Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Diarsipkan berusul varian kalis terlepas 2022-03-29. Diakses tanggal
    04 Oktober
    2022
    .



  2. ^

    UNESCO: Indonesian Batik

  3. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag <ref> bukan konvensional; enggak ditemukan bacaan untuk ref bernama UNESCO

  4. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag <ref> lain sah; lain ditemukan teks untuk ref bernama Batik

  5. ^

    “Pengertian Batik”. Primus Supriono. Diakses tanggal
    2 January
    2022
    .



  6. ^

    Poerwadharminta, WJS. Bausastra.



  7. ^

    “Menulis”. kbbi.kemdikbud.go.id. Jasad Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kultur.


  8. ^
    a
    b
    c

    Nadia Nava, Il batik – Ulissedizioni – 1991 ISBN 88-414-1016-7

  9. ^

    Sejarah Batik[pranala nonaktif permanen]
  10. ^
    a
    b

    Iwan Tirta, Gareth L. Steen, Deborah M. Urso, Mario Alisjahbana, ‘Menulis: a play of lights and shades, Volume 1’, By Tendensi Calon Press, 1996, ISBN 979-515-313-7, 9789795153139

  11. ^

    “Prajnaparamita and other Buddhist deities”. Volkenkunde Rijksmuseum. Diarsipkan dari versi salih copot 2 May 2022. Diakses rontok
    1 May
    2022
    .



  12. ^

    Jung-pang, Lo (2013). China as a Sea Power, 1127-1368. Flipside Digital Content Company Inc. ISBN 9789971697136.



  13. ^

    Dewan sastera, Volume 31, Issues 1-6 By Dewan Bahasa dan Wacana

  14. ^

    Batik Kebumen merupakan Batik Indonesia yang Bersahaja
  • Doellah, H.Santosa. (2003). Menulis: The Impact of Time and Environment, Solo: Danar Hadi. ISBN 979-97173-1-0
  • Elliott, Inger McCabe. (1984) Batik: fabled cloth of Java photographs, Brian Brake ; contributions, Paramita Abdurachman, Susan Blum, Iwan Tirta ; design, Kiyoshi Kanai. New York: Clarkson Ufuk. Potter Inc., ISBN 0-517-55155-1
  • Fraser-Lu, Sylvia.(1986) Indonesian menulis: processes, patterns, and places Singapore: Oxford University Press. ISBN 0-19-582661-2
  • Gillow, John; Dawson, Barry. (1995) Traditional Indonesian Textiles. Thames and Hudson. ISBN 0-500-27820-2
  • QuaChee & eM.K. (2005) Batik Inspirations: Featuring Top Menulis Designers. ISBN 981-05-4447-2
  • Raffles, Sir Thomas Stamford. (1817) History of Java, Black, Parbury & Allen, London.
  • Sumarsono, Hartono; Ishwara, Helen; Yahya, L.R. Supriyapto; Moeis, Xenia (2013). Utas Raja: Menyimpul Keelokan Batik Rantau. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9106-01-8.
  • Tirta, Iwan; Steen, Gareth L.; Urso, Deborah M.; Alisjahbana, Mario. (1996) “Menggambar: a play of lights and shades, Debit 1”, Indonesia: Tendensi Favorit. ISBN 979-515-313-7, ISBN 978-979-515-313-9
  • Nadia Nava, Il batik – Ulissedizioni – 1991 ISBN 88-414-1016-7
  • Pogadaev, Victor (2002). “The Magic of Batik” in “Vostochnaya Kollektsiya” (Oriental Collection), Spring 2002, p. 71-74.
  • (Indonesia)
    Menulis Fraktal Mutakhir
  • (Indonesia)
    Batik Banten: Seni budaya lokal yang mendunia

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batik&oldid=20740256”


Page 2

1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

2 Oktober
adalah perian ke-275 (periode ke-276 dalam periode kabisat) intern kalender Gregorian.

Hari ini ialah hari batik nasional

  • 1187 – Pengepungan Yerusalem: Salahuddin Ayyubi merebut Yerusalem sesudah 88 tahun di radiks dominasi Pasukan Kayu palang.
  • 1883 – Edouard Jean-Marie Stephan menemukan sistem solar NGC 22.
  • 1925 – Maulana Kasih Ali tiba di Tapaktuan, Aceh dan menjadi mubalig Ahmadiyyah pertama di Indonesia.
  • 1928 – Josemaría Escrivá mendirikan sebuah organisasi Katolik bernama Opus Dei.
  • 1935 – Italia menginvasi Abisinia (Ethiopia).
  • 1941 – Perang Mayapada II: Dimulainya Persangkalan Moskwa.
  • 1946 – Pelantikan Dewan menteri Sjahrir III
  • 1950 – Peanuts sebuah strip komik dari Charles M. Schulz, nan menampilkan Charlie Brown dan hewan peliharaannya Snoopy, diterbitkan untuk pertama kalinya di koran raksasa.
  • 1958 – Guinea merdeka dari Perancis.
  • 1965 – Koran Rakjat, ki alat resmi Puak Komunis Indonesia bersumber keladak kalinya.
  • 1988 – Pemutusan Olimpiade Seoul 1988.
  • 1990 – Sebuah Boeing 737-247 milik konsorsium penerbangan Tiongkok dibajak dan menabrak dua pesawat lainnya ketika mendarat di Guangzhou, menewaskan 132 manusia.
  • 1998 – Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia didirikan.
  • 2009 – UNESCO menetapkan batik ibarat warisan budaya manusia buat marcapada dari Indonesia.
  • 2010 – Tabrakan kereta api KA Argo Bromo dan KA Senja Utama di perlintasan kereta api Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia, setidaknya 42 insan tewas.
  • 2014 – Joko Widodo mengundurkan diri laksana Gubernur DKI Jakarta dengan pengganti Basuki Tjahaja Purnama.
  • 1832 – Edward Burnett Tylor, antropolog Inggris (w. 1917)
  • 1847 – Paul von Hindenburg, Presiden Jerman (w. 1934)
  • 1852 – William Ramsay, kimiawan Skotlandia (w. 1916)
  • 1869 – Mahatma Gandhi, pemimpin spiritual dan politisi India (w. 1948)
  • 1871 – Cordell Hull, Sekretaris Negara AS, penerima Penghargaan Perdamaian Nobel (w. 1955)
  • 1904 – Lal Bahadur Shastri, politisi dan Perdana Nayaka India (w. 1966)
  • 1907 – Alexander R. Todd, Baron Todd, kimiawan Skotlandia, akseptor sanjungan Nobel (w. 1997)
  • 1907 – Victor Paz Estenssoro, ahli politik Bolivia (w. 2001)
  • 1917 – Christian de Duve, ahli biologi kelahiran Inggris, penerima sanjungan Nobel
  • 1928 – Wolfhart Pannenberg, teolog Jerman
  • 1945 – Don McLean, penulis lagu Amerika Serikat
  • 1946 – Gen.Sonthi Boonyaratglin, panglima Angkatan Darat dan kepala Dewan Keamanan Nasional Thailand
  • 1947 – Hendra Cipta, aktor Indonesia (w. 2022).
  • 1949 – Annie Leibovitz, fotografer Amerika Sindikat
  • 1951 – Sting, penyanyi Britania
  • 1962 – Jeff Bennett, aktor Amerika Serikat
  • 1971 – James Root, gitaris Amerika Perkongsian (Slipknot)
  • 1978 – Ayumi Hamasaki, pendendang Jepang
  • 1979 – Francisco Fonseca, anak komidi sepak bola Meksiko
  • 1981 – Luke Wilkshire, anak bangsawan sepakan bola Australia
  • 1986 – Camilla Belle, aktris Amerika Serikat
  • 1986 – Fransisca Ratnasari, Anak tonsil bulu tangkis Spesial Putri indonesia.
  • 1987 – Hina Khan, aktris India
  • 1775 – Chiyo-ni, penyair Jepang (l. 1703)
  • 1820 – Pakubuwana IV, raja ketiga Kasunanan Surakarta (l. 1768)
  • 1927 – Svante Arrhenius, kimiawan Swedia, penerima Penghargaan Nobel (l. 1859)
  • 1968 – Marcel Duchamp, seniman Perancis (l. 1887)
  • 1973 – Paavo Nurmi, pelari Finlandia (l. 1897)
  • 1985 – Rock Hudson, aktor Amerika Serikat (l. 1925)
  • 1987 – Peter Medawar, ilmuwan kelahiran Brazil, penerima penghargaan Nobel (l. 1915)
  • 1988 – Hamengkubuwana IX, raja Kesultanan Yogyakarta di Washington DC (l. 1912).
  • 1998 – Gene Autry, penyanyi, aktor, dan entrepreneur Amerika Serikat (l. 1907)
  • 2008 – Choi Jin-sil, aktris Korea Daksina (l. 1968)
  • 2019 – Mayor Jenderal TNI Zainal Basri Palaguna, Gubernur Sulawesi Kidul periode 1993 – 2003 (l. 1939)
  • 1990 – Maulid Nabi Muhammad SAW 1411 Hijriah.
  • Indonesia – Hari Batik Nasional
  • Guinea – Hari Kemerdekaan
  • Hari Sonder Kekerasan Alam semesta
  • Hari senyum internasional

1 Oktober –
2 Oktober
– 3 Oktober

Diperoleh bermula “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=2_Oktober&oldid=20564551”

Source: https://lovelyristin.com/apa-yang-dimaksud-dengan-membatik-sebutkan-alat-alat-untuk-membatik

Posted by: caribes.net