Apa Yang Dimaksud Dengan Monosakarida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia adil

Fruktosa, pelecok satu jenis monosakarida.

Monosakarida
(dari Bahasa Yunani
mono: suatu,
sacchar: gula) adalah senyawa karbohidrat internal susuk sukrosa yang paling sederhana.[1]
[2].Gugus fungsi yang merumuskan monosakarida adalah satu unit aldehid alias keton. Intern bentuk stereoisomer, monosakarida mempunyai sedikitnya satu partikel karbon asimetrik.[3]
Monosakarida terbentuk berusul hasil sintesis senyawa sederhana melalui proses glukoneogenesis. Pembentukan monosakarida pun dapat dilakukan melalui fotosintesis pada tumbuhan dan bakteri tertentu. Dalam lipid kegandrungan, monosakarida merupakan suku cadang pembentuk asam nukleat dan senyawa-sintesis penting.[4]
Sejumlah monosakarida memiliki rasa manis. Aturan mahajana dari monosakarida yakni sagu belanda air, tidak bercelup, dan berbentuk padat kristal. Contoh semenjak monosakarida adalah glukosa (dekstrosa), fruktosa (levulosa), galaktosa, xilosa dan ribosa.[5]
Bahan makanan alami yang sebagian besar mengandung monosakarida khususnya fruktosa dan glukosa ialah istri muda.[6]
Monosakarida merupakan senyawa pencipta disakarida (seperti sukrosa) dan polisakarida (seperti selulosa dan amilum).

Penggolongan

[sunting
|
sunting sumber]

Monosakarida digolongkan berlandaskan jumlah atom karbon nan dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa) dan gugus aktifnya, yang bisa maujud aldehida maupun keton. Ini kemudian bergabung, menjadi misalnya aldoheksosa dan ketotriosa.

Lebih jauh, tiap atom karbon nan menyambung gugus hidroksil (kecuali pada kedua ujungnya) bersifat optik aktif, sehingga menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan biarpun struktur dasarnya sama. Umpama hipotetis, galaktosa merupakan aldoheksosa, belaka mempunyai sifat yang berlainan semenjak glukosa karena atom-atomnya disusun berlainan.

Struktur dan penamaan

[sunting
|
sunting sumber]

Dengan beberapa pengecualian (contohnya deoksribosa), monosakarida mempunyai rumus kimia mahajana C
x
(H2O)
y
, di mana
x
minimal 3. Monosakarida dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah atom karbon (maupun jumlah
x) yang terkandung: diosa (2) triosa (3) tetrosa (4), pentosa (5), heksosa (6), heptosa (7), dan lebih lanjut.

Jenis monosakarida yang paling penting, glukosa, merupakan heksosa. Contoh dari heptosa adalah manoheptulosa ketosa dan sedoheptulosa. Monosakarida dengan atom karbon 8 atau makin terik ditemukan karena kira tidak sekelas.

Ideal lainnya:

  • triosa: gliseraldehida dan dihidroksiaseton
  • tetrosa: eritrosa
  • pentosa: liksosa, ribosa, dan deoksiribosa
  • heksosa: idosa, glukosa, karbohidrat, dan galaktosa

Monosakarida kalung lurus

[sunting
|
sunting sumber]

Monosakarida sederhana mempunyai rantai zat arang nan lurus dan tidak berdahan dengan satu grup fungsional fosgen (C=O), dan satu grup hidroksil (OH) di setiap atom karbon yang tersisa. Maka, struktur molekuler bersumber monosakarida sederhana boleh dituliskan sebagai H(CHOH)
falak
(C=O)(CHOH)
m
H, di mana
t+1+m
=
x; maka, rumus elemennya yakni C
x
H2x
O
x
.

Aturan awak

[sunting
|
sunting sumber]

Umumnya monosakarida lain berwarna, dan padat kristalin (manis).

Struktur

[sunting
|
sunting sumber]

Dengan beberapa pengecualian (misalnya deoksiribosa ataupun gula amino), monosakarida memiliki rumus kimia umum:

(CH2Udara murni)n

Monosakarida mengandung salah suatu dari gugus manfaat keton atau aldehida.

Struktur siklik

[sunting
|
sunting sumber]

Prinsip umum kerjakan menampilkan struktur siklik monosakarida merupakan dengan menunggangi proyeksi Haworth.

Isomerisme

[sunting
|
sunting perigi]

Lazimnya digunakan sistem D,L.

Tatanama

[sunting
|
sunting sendang]

Monosakarida yang mengandung gugus aldehida digolongkan sebagai aldosa, sedangkan yang mengandung gugus keton disebut ketosa.

Reaksi

[sunting
|
sunting mata air]

  1. Pembentukan asetal.

Pembentukan

[sunting
|
sunting sumber]

Enzim

[sunting
|
sunting sumber]

Monosakarida boleh terbentuk melalui hidrolisis selulosa makanya enzim-enzim selulase yaitu endoglukanase, eksoglukanase, dan selobiase. Endogklukanase berperan melakukan hidrolisis secara acak pada bagian amorf selulosa. Hasil hidrolisis maujud molekul dengan konglomerasi yang bertambah ringan yaitu selodekstrin, selobiosa, dan glukosa. Eksoglukanase menenggelamkan struktur selulosa yang berbentuk kristal dan menghasilkan disakarida. Sedangkan selobiase mengubah disakarida menjadi dua unsur glukosa berjenis sakarosa keteter yang menjadi bahan pangkal dalam pembuatan etanol.[7]

Produk alami

[sunting
|
sunting perigi]

Sakarosa aren

[sunting
|
sunting perigi]

Gula aren terbentuk dari invertase kuman pada inversi sukrosa intern enau. Qada dan qadar sukrosa yang terkandung di dalam nira menjadi pereduksi sakarosa. Pereduksi ini merupakan monosakarida yang terdiri atas campuran fruktosa dan glukosa. Proses n antipoda sukrosa terjadi sesaat setelah penyadapan nira setakat nira dimasak menjadi sukrosa. Fruktosa dan glukosa terdidik melangkaui proses hidrolisis oleh asam selama pendidihan larutan sukrosa. Kecepatan inversi dipengaruhi oleh suhu, uluran waktu pemanasan dan derajat keasaman hancuran.[8]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Karbohidrat
  • Disakarida
  • Oligosakarida
  • Polisakarida

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Welianto, Istal. Welianto, Ari, ed. “Karbohidrat: Penggolongan dan Sifatnya”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2020-09-26
    .





  2. ^


    “Lain Semua Rasa Manis Pecah bermula Suatu Keberagaman Sukrosa Yang Sama • Hello Segar”.
    Hello Segak. 2022-10-25. Diakses tanggal
    2020-09-26
    .





  3. ^


    Wahjuni, Sri (2013).
    Metabolisme Kimia
    (PDF). Denpasar: Udayana University Press. hlm. 6. ISBN 978-602-7776-60-9.





  4. ^


    Azhar, Minda (2016).
    Biomolekul Lokap: Karbohidrat, dan Enzim
    (PDF). Padang: UNP Press. hlm. 74. ISBN 978-602-1178-12-6.





  5. ^


    “Proporsional-Sama Jenis Gula, Apa Bedanya Sukrosa, Glukosa dan Fruktosa?”.
    Hello Sehat. 2022-08-14. Diakses tanggal
    2020-09-26
    .





  6. ^


    Peneliti Aula Lautan Litbang Pascapanen Perkebunan (2020).
    Bahan Alas Potensial untuk Bertentangan Virus dan Imun Booster
    (PDF). Bogor: Balai Besar Penekanan dan Ekspansi Pascapanen Persawahan. hlm. 90. ISBN 978-979-1116-58-9.





  7. ^


    Sudiyani, Y., Aiman, S., dan Mansur, D. (2019).
    Perkembangan Bioetanol G2: Teknologi dan Perspektif
    (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 124. ISBN 978-602-496-070-4.





  8. ^


    Heryani, Hesty (2016).
    Keutamaan Gula Aren dan Strategi Pengembangan Dagangan
    (PDF). Banjarmasin: Rezeki Mangkurat University Press. hlm. 28. ISBN 978-602-6483-05-8.




Pranala keluar

[sunting
|
sunting sumber]

Nomenclature of Carbohydrates



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Monosakarida

Posted by: caribes.net