Apa Yang Dimaksud Dengan Tritunggal

Ronde berpokok seri artikel tentang


Kekristenan

Agama Kristen

Yesus Kristus
Lahir ·
Kematian ·
Kebangkitan ·

Natal ·
Jumat Lautan ·
Paskah
Dasar
Gereja ·
Injil ·
Imperium ·

Rasul: Paulus ·
Petrus
Alkitab
Akad Yunior ·
Akad Lama ·
Kanon ·
Deuterokanonika
Ilmu agama
Allah Bapa ·
Allah Putra ·
Halikuljabbar Roh Zakiah
Trinitas
 ·
Keselamatan ·
Baptisan ·
Maria ·
Nasihat
Dasa Perintah Tuhan ·
Hukum Pemberian ·
Laporan Besar ·

Kotbah di Bukit: Ucapan Berbahagia ·
Tahmid Bapa Kami
Ki kenangan Kekristenan
Gereja purwa ·
Konsili ·

Pengakuan iman ·
Misi ·
Skisma Timur-Barat ·

Perang Kayu palang ·
Restorasi ·
Kontra Pembaruan
Denominasi Serani
Katolik
Dom Katolik
Protestan
Lutheran ·
Calvinis ·
Anglikan ·
Anabaptis ·
Baptis ·
Methodis ·
Adventis ·
Injili ·
Pentakostal
Ortodoks

Ortodoks Timur ·
Ortodoks Oriental (Miaphysite) ·
Asiria

Topik terkait
Khotbah ·
Tahlil ·
Ekumenisme ·
Gerakan ·

Seni ·
Musik ·
Liturgi ·
Kalender ·
Bunyi bahasa ·
Suara miring
P christianity.svg
Portal Serani

Tritunggal
ataupun
Trinitas
ialah dogma Iman Kristen nan mengamini Suatu Yang mahakuasa Nan Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh kudus, di mana ketiganya yaitu selevel esensinya, proporsional kedudukannnya, sama kuasanya, dan sebanding kemuliaannya. Istilah
Tritunggal
(Inggris:
trinity, Latin:
trinitas) mengandung guna tiga Pribadi dalam satu ketunggalan konsentrat Allah. Istilah “pribadi” dalam bahasa Yunani yaitu
hupostasis, diartikan ke Latin sebagai
persona
(Inggris:
Person).

Sejak awal seratus tahun ketiga[1]
doktrin Tritunggal sudah dinyatakan umpama “Suatu keberadaan (Yunani:
ousia, Inggris:
beeing) Allah di dalam tiga Pribadi dan suatu substansi (natur), Bapa, Momongan, dan Roh kudus “

Kamus
Oxford
Basilika Kristen (The Oxford Dictionary of the Christian Church) menguraikan Trinitas bak “ilmu agama resep dari dogma Masehi”.[2]
Ilmu agama ini diterima oleh mayoritas aliran-aliran Serani, seperti: Katolik,Protestan, dan Orthodoks.

Alkitab, patut dalam Akad Lama atau Akad Baru, tak secara eksplisit menuliskan istilah “Allah Tritunggal”, sekadar kehadiran Bapa, Putra dan Rohulkudus tersirat dalam banyak ayat, cukup secara terpisah maupun bersama-sama. Berlandaskan ruang jangkauan dalam perintah tentang pembaptisan di Matius 28:19: “Kesannya pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam jenama Bapa dan Anak dan Rohulkudus” (TB-LAI). Ilmu agama Tritunggal mendapatkan wujudnya seperti sekarang, yaitu berlandaskan Firman Tuhan dalam Injil. Tuturan Yesus: “Saya di privat Bapa dan Bapa di internal Aku”, mampu dipakai seumpama mengklarifikasi istilah “pribadi”, “sifat”, “pati”, “subtansi”, istilah-istilah yang belum pertalian dipakai oleh para Utusan tuhan.

Karena kekurangpahaman dalam mendaras Injil, sejumlah hamba allah maupun himpunan memungkirkan bahwa dogma yang dinyatakan plong seratus masa ke-4 tersebut didasarkan pada gagasan Kristen, dan bahwa teologi itu ialah suatu kelainan dari nasihat Serani purwa mengenai Allah. Bahkan mempunyai yang menyalakan bahwa doktrin tersebut meminjam pemikiran pra-Masehi tentang trinitas ilahi yang dipahami oleh Plato. Namun sepatutnya ada justru pemikiran trinitas ini muncul dari pembacaan lebih mendalam dari Alkitab itu seorang.

Daftar kunci

  • 1
    Etimologi
  • 2
    Sejarah

    • 2.1
      Kronologi berikutnya
    • 2.2
      Kredo Athanasia
  • 3
    Pengertian Pribadi dalam Tritunggal

    • 3.1
      Sang pencipta Bapa
    • 3.2
      Sang pencipta Momongan
    • 3.3
      Allah Rohulkudus
  • 4
    Dasar-dasar Alkitabiah Tritunggal
  • 5
    Antitritunggal
  • 6
    Lihat sekali lagi
  • 7
    Teks
  • 8
    Pranala luar

    • 8.1
      Umum
    • 8.2
      Tritunggal
    • 8.3
      Antagonistis-Tritunggal

Etimologi

Tabel “Scutum Fidei” maupun “Perisai Trinitas” bersumber simbolisme Kristen Barat tradisional.

Pengenalan
Trinitas
berasal dari bahasa Latin “trinus” dan “unitas” yang berfaedah “tiga seuntai atau tritunggal”.[3]
Kata benda tidak terwujud ini terbentuk berusul kata rasam
trinus
(tiga per, tiga barangkali lipat),[4]
ibarat kata
unitas
nan merupakan nomina bukan tercurahkan yang diwujudkan semenjak
unus
(satu).

Alas kata yang beralaskan intern bahasa Yunani yaitu Τριάς, yang berfaedah “satu set dari tiga” atau “berjumlah tiga”.[5]

Eksploitasi tersurat pertama berpunca prolog Yunani ini dalam teologi Serani (meskipun tak akan halnya Trinitas Ilahi) yaitu oleh Teofilus berpokok Antiokhia lega sekitar 170.[6]
[7]
[8]

Tertulianus, seorang teolog Latin yang menggambar pada semula seratus periode ke-3, yang diasumsikan memakai introduksi-kata “Trinitas”,[9]
“persona” dan “substansi”[10]
menjelaskan bahwa Bapa, Anak dan Roh kudus yakni “satu dalam esensi – enggak satu kerumahtanggaan Persona”[11]

Seputar satu seratus tahun pengahabisan, pada tahun 325, Konsili Nicea menetapkan doktrin Trinitas sebagai tradisionalisme dan mengadopsi Persaksian Iman Nicea, yang melukiskan Kristus ibarat “Halikuljabbar dari tuhan, Kilap bersumber seri, maha Allah dari maha Allah, diperanakkan, bukan dibuat, satu substansi (homoousios) dengan Bapa”.

Sejarah

Pertemuan Nicea dipersiapkan ketika Ratu Romawi Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea, yang saat itu banyaknya selingkung 1800 uskup. Dari banyak ini sekitar 1000 sosok dari timur dan 800 orang dari barat. Namun, banyak nan hadir bertambah terbatas dan tidak dikenal pasti berapa. Eusebius semenjak Kaisaria menotal 250, Athanasius berusul Alexandria menghitung 318, dan Eustatius dari Antiokhia menyadari 270 khalayak. Mereka bertiga hadir pada konsili ini. Belakangan Socrates Scholasticus mencatat kian pecah 300 orang dan Evagrius, Hilarius, Hieronimus dan Rufinus mengingat-ingat 318 orang.

Konstantin asalnya bukan seorang Kristen. Dia menjadikan Kristen sebagai agama resmi, karena beriman kemenangannya merupakan berkat dari Yesus Kristus. Mempunyai asumsi, ia baru dibaptis pada hari medium terbaring sekarat. Tentang dirinya, Henry Chadwick memanggil privat The Early Church: “Konstantin, seperti bapanya, menyembah Mentari Yang Tidak Tertaklukkan;….. pertobatannya inginnya tidak ditafsirkan bak camar duka kehadiran yang datang berpokok batin….. Ini yaitu masalah militer. Pengertiannya tentang doktrin Kristen tak afiliasi jelas sekali, tetapi sira optimistis bahwa kemenangan dalam perjuangan bergantung pada rahmat semenjak Allah orang-insan Kristen.”

Peranan apa yang dilakukan makanya Konstantin di Konsili Nicea menurut Encyclopaedia Britannica yaitu:

“Konstantin sendiri dibuat menjadi pejabat, dengan giat mengusung pertemuan dan secara pribadi mengusulkan….. urat kayu skop penting yang membangkitkan hubungan Kristus dengan Allah kerumahtanggaan kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘berbunga suatu zat dengan Bapa’….. Karena lewat segan terhadap tuanku, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, lazimnya berpokok mereka dengan terlampau berat hati.”

Karena itu, peran Konstantin terdepan sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit tanpa membuahkan hasil yang jelas, karenanya sunan yang kontan politikus ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang menyebut bahwa Yesus yakni Sang pencipta. Muncul keraguan bahwa keputusan ini bukan karena keyakinan apapun dari Bibel. “Konstantin sreg dasarnya lain memafhumi apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,” kata A Short History of Christian Doctrine. Nan dia kenal merupakan bahwa parak agama merupakan intimidasi untuk kekaisarannya, dan dia kepingin memperkuat kewedanan kekuasaannya.

Urut-urutan berikutnya

Setelah Konsili Nicea, perdebatan tentang pokok ini terus berlanjut selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus enggak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi sebagai beberapa waktu. Namun belakangan, Kaisar Theodosius menjumut keputusan menentang mereka. Dia meneguhkan kredo dari Konsili Nicea umpama patokan sebagai kawasannya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. ibarat menjelaskan rumus tersebut.

Konsili tersebut menyetujui ibarat meletakkan Umur Asli lega tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Di sinilah diceritakan sebagai awal tadinya, Tritunggal Susunan Masehi mulai terpelajar dengan jelas. Tetapi, malah setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak dibuat menjadi kredo yang dipedulikan secara luas. Banyak basyar menentangnya dan karenanya merasakan penganiayaan nan buas.

Mentah pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan intern kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana mengatakan:

“Jalan penuh dari nasihat Tritunggal terjadi di Barat, puas pengajaran berpangkal Seratus tahun Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari ronde makulat dan psikologi disetujui.”

Kredo Athanasia

Tritunggal dirumuskan makin lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius merupakan seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:

“Kami menyembah satu Allah kerumahtanggaan Tritunggal….. sang Bapa yaitu Tuhan, si Anak yaitu Halikuljabbar, dan Umur Putih yaitu Almalik; cuma mereka bukan tiga halikuljabbar, doang suatu Halikuljabbar.”

Sebanyak para akademikus nan meneliti peristiwa ini lebih betul-betul berpendapat bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopedia Britannica mengomentari: “Kredo itu bau kencur dikenal maka dari itu Gereja Timur lega seratus tahun ke-12. Sejak seratus hari ke-17, para sarjana rata-rata seia bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis maka itu Athanasius (meninggal waktu 373) namun mungkin disusun di Perancis Selatan lega seratus tahun ke-5….. Kekuasaan kredo itu kelihatannya terutama mempunyai di Perancis Selatan dan Spanyol lega seratus perian ke-6 dan ke-7. Ini dipakai dalam liturgi gereja di Jerman sreg seratus tahun ke-9 dan anggaran tidak lama setelah itu di Roma.”

Pengertian Pribadi dalam Tritunggal

Allah di internal Alkitab menggiatkan Diri kepada manusia nan diciptakanNya bak Bapa, Firman (Anak asuh), dan Sukma Lugu. Umat Krisitiani mengenal Halikuljabbar sedemikian rupa dan membentuk istilah Allah Tritunggal: Allah (Bapa), Sang pencipta (Anak), dan Allah (Jibril) ialah inti nasihat Masehi. Ketiga Pribadi ialah sebanding, sama kuasanya, dan sekelas kemuliaannya. Ketiganya satu intern esensi dan mempunyai sifat (bahasa Inggris:

attribute
) nan seimbang. Ke-jabar-an, ke-tidak-berubah-an, ke-mahasuci-an, ke-bukan-tergantung-an, dimiliki maka itu masing-masing Pribadi Allah.

Tiap-tiap Pribadi yaitu Allah, sahaja ketiga Pribadi tidak identik momen orang menyebut-Nya di internal zikir atau ketika Allah mewujudkan karya-Nya lakukan penciptaan dan pemeliharaan manusia dan mileu kehidupan semesta, karenanya Allah Bapa bukan Allah Anak asuh; Sang pencipta Momongan bukan Allah Roh Ceria; dan Allah Usia Ceria tak Allah Bapa. Ketiganya berharta dibedakan, tetapi di internal esensi tidak terpisahkan.

Yohanes Calvin menjelaskan bahwa ketiga Pribadi tersebut enggak mampu dipisahkan dibuat menjadi tiga cucu adam nan terpisah.[12]
Ketiga gelar tersebut dipakai sebagai menunjukkan bahwa n kepunyaan kekhasan kerumahtanggaan perkara Halikuljabbar drop ke dunia ini.[12]
Allah yang turun ke dunia, hening dan menderita bukanlah
Allah Bapa, melainkan
Sang pencipta Anak asuh.[12]

Bila ketiga pribadi yaitu satu mengapa suatu setolok lain mengadakan komunikasi seolah-olah berbeda kedatangan satu separas lain? Ketiganya ubah mengadakan komunikasi andai mengungkapkan eksistensi-Nya yang hakiki dalam Tritunggal; Anda kepingin menunjukkan Diri-Nya. Yesus Kristus berucap membantu kemuliaan Halikuljabbar Bapa, Yesus dibuat menjadi
saksi
Allah Bapa. Bapa berfirman mendukung kemuliaan Yesus Kristus, Bapa dibuat menjadi
martir
Yesus Kristus. Jibril hadir kondusif kemuliaan Tuhan Bapa dan Yesus Kristus, Roh Kudus dibuat menjadi
martir
Kemuliaan Allah Bapa dan Putra.

  • Dan turunlah Spirit Tahir kerumahtanggaan rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah kritik mulai sejak langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Saya berkenan.”
    [13]
    (Bapa dan Rohulkudus bersaksi)
  • “Segala yang Saya beritahukan kepadamu, lain Saya beritahukan bermula diri-Ku seorang, sekadar Bapa, yang sengap di dalam Aku, Beliau-lah nan menerapkan tiang penghidupan-Nya.”
    [14]
    (Yesus bersaksi)

Ketiga-Nya ganti memberikan kesaksian sebagai melegalkan suatu sejajar enggak

  • Jikalau Saya bersaksi tentang diri-Ku sendiri, karenanya kesaksian-Ku itu tidak n kepunyaan.[15]
  • Dan n domestik kitab Tauratmu punya teragendakan, bahwa kesaksian dua orang yaitu sah.[16]
  • Ini yaitu andai ketiga kalinya saya cak bertengger kepada kamu: Baru dengan keterangan
    dua
    atau
    tiga turunan saksi
    suatu perkara konvensional

    [17]

Allah Bapa

Allah sebagai Bapa yang memiara, yang memberikan pemberian seorang Bapa Sejati yang dahulu mesra, begitu penyayang dan semacam itu tertib penuh ketegasan (kesetiaan). Bapa Sorgawi tidak pernah setimpal dengan para bapa (bapak-kiai maupun para ayah) bumi ini dalam peristiwa kasih dan karakter nan lain produktif terbandingi dengan rahmat dan karakter Bapa Sorgawi. Allah seumpama Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) manjapada ini yang yaitu gambaran dan rupa (duplikat dan paparan) dari Sang Bapa Sorgawi yang tulus.

Bapa (Kepribadian Bapa) tidaklah bertambah tinggi daripada Anak ataupun juga dengan Atma Sejati.

Allah Anak asuh

Tuhan sebagai teladan dengan Dia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia dan menyarungkan nama Yesus yang yaitu Kristus (Yang mahakuasa nan datang sebagai manusia), tunak pada semua hukum yang telah Engkau tetapkan, sunyi di kusen kayu palang, dikuburkan, adv amat bangun pada musim yang ketiga, dan naik ke kedewaan dan dari sana Kamu hendak hinggap bagaikan mengupas orang yang hidup dan mati. Sira yaitu pola iman jati dan sumur kehidupan untuk orang Kristen. Halikuljabbar telah menunjukkan rahmat-Nya yang terbesar dengan dibuat menjadi Anak asuh nan sepi di gawang kayu silang. Ini adalah berita Injil yang yaitu pokok Allah. Alkitab menyalakan bahwa Anak asuh yakni nan “Momongan Sulung” Almalik dari semua momongan-anak asuh Allah dimaksudkan bahwa Anak asuh kembali adalah “Sahabat Sejati” nan rela mengorbankan Semangat-Nya dan lain menyayangkannya terkadang sebagai manusia berharta masin lidah perumpamaan anak asuh-momongan Allah.

Anak (Kepribadian Anak asuh) mempunyai di n domestik Bapa dan Bapa mempunyai di kerumahtanggaan Anak.

Sang pencipta Kehidupan Ceria

Halikuljabbar sebagai Penyuluh, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tak terlihat, namun mempunyai lubuk hati setiap makhluk yang mengaku bahwa Yesus Kristus yakni Tuhan dan kehidupan di dalam-Nya.

Jibril bukanlah tenaga giat. Rohulkudus bukanlah kebijaksanaan (perhatian) termulia bersumber semua mileu nyawa jagad kosmik. Rohulkudus bukanlah manusia inisiator pembangun suatu agama yunior. Roh Zakiah tidak koalisi berbau hal nan mistik. Memang punya bahwa Allah itu Maha kuasa, belaka Umur Tahir itu bukan sekedar kuasa atau muslihat, tetapi Roh kudus yaitu Yang mahakuasa, karena Allah itu Spirit. Dengan demikian Rohulkudus yaitu Pribadi Allah itu sendiri dan yaitu ronde yang tidak terpisahkan dari Halikuljabbar.

Kepribadian Kehidupan Zakiah tidak pernah lebih rendah tinimbang Bapa maupun Anak.

Dasar-dasar Alkitabiah Tritunggal

  • Pada detik invensi dalam Kitab Peristiwa Allah bercakap: “Yuk Kita … .”, kata “Kita” merupakan subjek resmi.
  • Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Beliau menunjukkan budi-Nya pada ketika yang setimpal dan muncul bertali-tali bersama-sama dengan Kehidupan Kudus (intern manifestasi burung merpati) ambruk ke atas Anak asuh, dan Bapa bercakap dengan lantang munjung kasih.
  • Momen penciptaan, dimana Bapa mencipta, Anak merenjeng lidah, dan Roh kudus yang memulihkan (melayang-layang) sempurna.
  • Ketika Pencurahan Pentakosta, dimana Bapa mengutus, Anak nan memberikan Rohulkudus, dan Hidup Murni tercurah pada pesuluh-murid Yesus yang mempunyai di atas loteng.
  • Saat Yesus mempunyai di atas gunung, setelah Dia meneladani manusia dengan berdoa, Dia menunjukkan kemuliaan-Nya dan menampakkan kepribadian-Nya dengan tampang-Nya bercahaya begitu juga matahari dan gaun-Nya dibuat menjadi putih bersinar seperti terang, pengahabisan Spirit Asli anjlok, dan awan yang terang menaungi 3 basyar murid Yesus. Bapa mulai sejak dalam udara itu memperdengarkan kritik-Nya dan berkata:
    “Inilah Momongan-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Saya berkenan, dengarkanlah Dia.”

Antitritunggal

Tidak mempunyai pemeluk Kristen yang menolak doktrin Tritunggal, tetapi sebagian menganggap suatu peristiwa yang tidak semacam itu terdahulu sebagai mendiskusikannya. Seseorang alias satu komunitas nan berasal dari agama lain mempunyai plong posisi menyebut diri mereka sebagai “Antitritunggal”, namun bervariasi sesual alasan mereka memurukkan Tritunggal dan berlandaskan bagaimana mereka mendeskripsikan Halikuljabbar.

Lihat sekali lagi

  • Pekan Trinitas
  • Allah
  • Nontrinitarisme
  • Gelar Yesus

Referensi

  1. ^
    Tertullian, Against Praxeas, chapter II
  2. ^
    The Oxford Dictionary of the Christian Church (Oxford University Press, 2005 ISBN 978-0-19-280290-3), article
    Trinity, doctrine of the
  3. ^

    Lewis and Short: trinitas
  4. ^

    Lewis and Short: trinus
  5. ^
    Liddell & Scott,
    A Greek-English Lexicon.
    entry for Τριάς, retrieved December 19, 2006
  6. ^
    Theophilus of Antioch, To Autolycus, II.XV (retrieved on December 19, 2006).
  7. ^
    W.Fulton in the “Encyclopedia of Religion and Ethics”
  8. ^
    Theandros, an online Journal of Orthodox Christian Theology and Philosophy, vol. 3, Fall 2005. http://www.theandros.com/htrinity.html “In like manner also the three days which were before the luminaries, are types of the Trinity Τριάδος, of God, and His Word, and His wisdom. And the fourth is the type of man, who needs light, that so there may be God, the Word, wisdom, man.
  9. ^
    Against Praxeas, chapter 3
  10. ^

    Against Praxeas, pintu 2 and in other chapters
  11. ^

    History of the Doctrine of the Trinity.
  12. ^
    a
    b
    c

    (Indonesia)Yohanes Calvin. 1980.
    Institutio. Jakarta:PT BPK Gunung Sani.
  13. ^

    Lukas 3:22
  14. ^

    Yohanes 14:10
  15. ^

    Yohanes 5:31
  16. ^

    Yohanes 8:17
  17. ^

    2 Korintus 13:1

Pranala asing

Umum

  • Doctrine of the Trinity Overview of history, doctrinal statements and critics of the doctrine of the Trinity.
  • Pengantar Bahasa Ibrani makanya DR.D.L Baker, DR.S.M.Siahaan,Dr.A.A.Sitompul (ISBN 978-979-415-328-4)
  • Kamus Singkat Ibrani – Indonesia maka dari itu D.L.Baker dan A.A.Sitompul (ISBN 978-979-415-978-1)

Tritunggal

  • The Trinity — Historic Christian Essays by Jonathan Edwards, John Owen, Athanasius, Augustine and more. Extensive resource arguing for the doctrine’s biblical nature from a conservative Calvinist POV.
  • [1] Andrei Rublev’s icon of the Trinity, with discussion of the history of the Trinity in iconography.
  • Jesus Christ our Creator: A Biblical Defence of the Trinity
  • Catechism of the Catholic Church, chapter on the Creed.
  • The Trinity, the Definition of Chalcedon, and Oneness Theology (defending the Trinity against Modalism)
  • Jesus: God’s Wisdom
  • The Divine Claims of Jesus
  • What does the Bible say about the Trinity?
  • Comprehending God — Part 1 mp3 sermon/study from Hope Video Ministries
  • Comprehending God — Part 2 mp3 sermon/study from Hope Video Ministries
  • Amazing Facts Questions Answers about trinity
  • One God in three Persons

Anti-Tritunggal

  • “The Oneness of God” by David K. Bernard (Series in Pentecostal Theology, Debit 1)
  • Christology Series of articles and essays on a Christadelphian discussion forum.
  • Should you believe in the Trinity? — rukyah Saksi Yehovah.
  • Comparing scripture with the Trinity doctrine — Includes a forum.
  • “Trinity” in the Forerunner Commentary — Scriptural evidence against the Trinity belief.
  • Is the Trinity a biblical doctrine? from Iglesia ni Cristo



edunitas.com

Source: https://p2k.unkris.ac.id/id1/3065-2962/Tritunggal_26587_p2k-unkris.html

Posted by: caribes.net