Apa Yang Dimaksud Gitar Akustik

Adakah Hubungan Alat Nada Dengan Ilmu Fisika?

Lintang Erlangga – June 7th, 2022

Gitar dari sudut pandang fisika
Gitar akustik berasal sudut pandang fisika.

Semenjak mulai sparing gitar sampai bisa, meyakinkan aja suka penasaran, kemustajaban berasal fret yang berarak dan jaraknya yang makin kecil itu apa sih sebenarnya? Mekanisme kerja gitar sejauh ini yang saya tahu hanyalah sebatas informasi bahwa senar gitar itu mewujudkan getaran pada suatu sedang untuk menghasilkan suara.

Terus kebingunan lainnya yaitu, kenapa kunci C pada gitar diteken pakai ujung tangan wujudnya begitu juga itu (semoga ngerti maksudnya). Tapi mungkin kita gak buat banyak wicara adapun ini, menghafaz ranahnya udah melantur ke teori musik. Namun boleh lah ya dibicarakan tipis-tipis.

Sebagai tulisan awal, yang akan menjadi titik api pembahasan kali ini yaitu berupa gitar akustik. Jadi kalau saya nyebutnya gitar, artinya kalian semua harus sepakat dan paham yang dimaksud adalah mandolin akustik.

Daftar Isi
  • Bagaimana gitar akustik menghasilkan kritik?
  • Gelombang listrik yang dihasilkan
    • Jarak antar fret nan semakin mengecil
  • Mengapa kunci C dan lainnya ditekan sama dengan itu?

Bagaimana mandolin menghasilkan suara?

Senyatanya jawabannya atas bagaimana suara miring gitar muncul itu sederhana, yaitu dengan menggetarkan senar pada gitar.
Nah
tapi jangan pelecok kaprah, senar plong gitar listrik tidak langsung menggetarkan medium udara seperti halnya sreg garpu tala. Getaran pada senar menjangkit menuju adegan gitar yang namanya
saddle. Bagian ini tuh fungsinya kerjakan memfilter getaran yang suka-suka.

Bagian gitar berupa saddle dan bridge
Bagian gitar berupa saddle dan bridge.

Setelah melewati
saddle, getar merambat menuju putaran yang disebut seumpama
bridge. Penggalan tersebut yang akan menggetarkan
soundboard
dan plong akhirnya getaran tersebut mempengaruhi sedang udara di dalam mandolin. Terakhir, munculah suara petikan gitar akustik menerobos lubang yang umumnya kita lihat itu.

Gelombang yang dihasilkan

Menghela nih untuk dipertanyakan, gelombang barang apa yang dihasilkan makanya suatu gitar? Kalau kita perhatikan kembali, senar plong gitar mempunyai posisi nan konsisten pada kedua ujungnya. Yang suatu terhubung dengan
bridge
dan yang satu kembali berada di kepala gitar. Konsepnya mirip sebagaimana sreg materi ciri-ciri gelombang mekanik plong sebuah kenur nan digetarkan dan ujungnya terdorong. Di mana gelombang nan dihasilkan ialah gelombang meleleh atau stasioner.

Dengan memindahkan jemari kita bersumber fret ke fret, hal itu sama halnya seperti mengubah-ganti panjang dari senarnya. Jadi, apabila strata senarnya yakni
L, maka saat senar dilepas (tak menekan fret manapun), janjang gelombang yang dihasilkan yaitu sebesar
\lambda = \frac{L}{2}.

Fret pada gitar untuk merubah panjang senar
Fret sreg gitar untuk merubah strata senar.

Berlandaskan rumus sebelumnya, berubahnya tingkatan senar (karena berpindah fret) bermakna setolok saja merubah panjang gelombang nan dihasilkan. Menghafal karakteristik bermula senar tetap setimpal, nan artinya cepat rambat gelombang elektronik pada senar pun akan konstan. Akibatnya, frekuensi suara miring yang dihasilkan juga akan berubah (menirukan evakuasi fret), mengingat korespondensi antara tinggi gelombang, kepantasan, dan frekuensi yaitu
f = \frac{\lambda}{v}.

Jarak antar fret yang semakin mengecil

Untuk menjawab kebingunan lainnya tentang fret gitar yang semakin mengecil jaraknya. Bintang sartan di dalam dunia gitar, perpindahan satu fret itu setara dengan kenaikan sekerat nada.
Nah
bakal menghasilkan kenaikan nada sebesar setengah, panjang senar harus diperkecil dengan mengalikan suatu konstanta tertentu, sebut saja
k. Misal paradigma ambil senar E paling kecil atas, dan panjangnya kita anggap setinggi seperti sebelumnya yaitu
L
momen bukan ditekan fret manapun.

Dengan demikian, kenaikan secebir irama memerlukan jenjang senarnya menjadi
kL. Kenaikan secebir nada berikutnya, tinggi senar menjadi
k^2L, dan seterunya.

Boleh dilihat, afiliasi panjang senar dengan konstanta ialah secara eksponensial. Berbeda cerita momen hubungannya adalah secara penyunatan konvensional, bisa jadi panjang fretnya bosor makan setia. Tapi kayaknya gitarnya bakal janjang banget ya kalau lebar fretnya selalu sama.

Mengapa kunci C dan lainnya ditekan serupa itu?

Oke
kini kita menuju ke soal yang bungsu, mengenai kunci-kunci gitar yang ditekan sedemikian rupa. Tapi sebelum lanjur, betapa baiknya kita mengenal dulu istilah-istilah radiks di intern dunia permusikan, seperti mana not dan akord. Not atau notasi koteng intinya yaitu merepresentasikan irama suara irama memperalat huruf angka. Umpama seperti do-re-mi-fa-sol-la-si-do, maupun memperalat alfabet A, B, C, D, E, F, dan G. Sedangkan akord, sederhananya yaitu sekumpulan titinada atau nada yang dimainkan secara bersamaan.

Terdapat suatu istilah dalam teori musik nan bernama akord triad. Makara akord triad ini merupakan akord nan terdiri berpokok tiga irama. Penentuan tiga nada tersebut yang sepanjang ini saya ketahui yaitu menggunakan rumus 1-3-5.

Angka 1 pada rumus tersebut menunjukkan irama dasar, kemudian angka 3 menunjukkan not ketiga setelah nada dasar, dan lebih jauh untuk angka 5. Artinya pada akord triad, kunci C itu terdiri dari not C-E-G.

Contoh lainnya, seumpama kunci G, maka not yang ditekan yaitu G-B-D. Kemudian untuk sentral D, maka not yang ditekan ialah D-F#-A, sesuai tingkat kenaikan nada 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Dengan rincian seperti berikut D naik 1 menjadi E, sangat dari E menanjak 1 menjadi F# (titinada ketiga). Kemudian dari F# menanjak sepenggal menjadi G, menanjak lagi suatu interval jadi A (not kelima), dan lebih jauh serupa itu.

Lintang Erlangga

Lintang Erlangga

Lintang Erlangga yakni alumni Teknik Elektro UGM 2022, dan sekali lagi alumnus anggota Gadjah Mada Robotics Team sebagai perwakilan kampus pada pertandingan manusia mesin tingkat regional sebatas kebangsaan.

Source: https://iseng-project.id/blog/gitar-dari-sisi-fisika/

Posted by: caribes.net