Apa Yang Dimaksud Notasi Angka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Notasi musik
atau
titinada irama
ialah sistem penulisan karya musik. N domestik notasi musik, irama dilambangkan maka dari itu
not
(lamun kadang istilah
nada
dan
titinada
saling dipertukarkan penggunaannya). Rangka terdaftar ataupun cetak berasal notasi tersebut disebut partitur.

Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan lega paranada dengan lambang bakal tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tangga irama digambarkan secara vertikal padahal waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.

Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, dan Tiongkok.

Notasi balok

[sunting
|
sunting perigi]

Notasi Gregorian awal notasi balok

[sunting
|
sunting sumber]

Notasi Gregorian, ditemukan oleh Uskup Agung Gregori sreg musim 590, .[1]
yaitu awal penulisan musik dengan not balok. Namun, Notasi Gregorian belum terserah panjang nada (dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi) dan masih dengan balok not yang 4 deret.

Gregorian chant.gif

Gambar sebelah: Diambil dari
Kyrie eleison (Orbis factor).

Not balok yang masa ini ini telah sempurna sekali untuk nada dibandingkan Notasi Gregorian.

Unsur-molekul notasi balok

[sunting
|
sunting sendang]

Interval not antarspasi (maupun antargaris) adalah terts, sedangkan jeda antara garis dan spasi adalah sekunde.

Privat notasi balok, sistem paranada bersurih lima digunakan sebagai sumber akar. Bersama dengan proklamasi mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi nan digunakan, not ditempatkan lega paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan angka not nan berbeda-cedera, sedangkan jenjang nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal lega paranada. Pause dua not yang dipisahkan suatu garis paranada (ialah berada sreg dua spasi yang bersebelahan) sama dengan digambarkan sreg ilustrasi di samping merupakan interval terts, sementara itu interval antara titinada pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda ki akal pada awal paranada menunjukkan tinggi nada nan diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, resep-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari dasar menyimbolkan irama
. Dengan demikian, interval terts plong rangka di samping adalah padanan nada
a1–c2
, sementara itu jeda sekunde adalah pasangan irama
a1–b1
. Not-not yang melambangkan tinggi nada di asing jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menunggangi garis bantu yang diletakkan di atas maupun di asal paranada.

Contoh penggunaan notasi balok

[sunting
|
sunting perigi]

Eksploitasi notasi balok dijelaskan privat contoh nan diambil dari putaran awal karya Johann Strauss,
An der schönen blauen Donau
yang disederhanakan (Loudspeaker.png
perdengarkan).

Episode sediakala
An der schönen blauen Donau
yang disederhanakan.

  1. Di sebelah kidal atas pada mulanya lagu umumnya ditempatkan petunjuk tempo (yaitu kecepatan lagu), berulangulang privat bahasa Italia, yang di sini menunjukkan “tempo waltz”. Selain itu kembali terletak penanda metronom dalam ketengan BPM (beats tiap-tiap minute), di sini 142 mentrum per menit.
  2. Tanda birama menunjukkan ritme lagu. Skor di adegan atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per pukulan, sementara itu poin di asal menunjukkan skor not per ketukan. Tanda mentrum 3/4 di sini menunjukkan bahwa terwalak tiga ketukan intern birama, satu ketukan kuat diikuti dua pukulan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
  3. Garis pukulan merupakan pemisah antarbirama.
  4. Pada putaran awal paranada terdapat pusat-G yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan musik

    (berfrekuensi sekeliling 418 Hz).
  5. Tanda mula utama yang di sini terdiri semenjak dua keunggulan mula
    kres
    pada garis musik c dan f menunjukkan bahwa kedua irama tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan bak nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya irama bersangkutan bertangga nada D mayor atau B minor.
  6. Not purwa adalah not seperempat dengan nada d1, dengan dinamika (nyaring lembutnya suara)
    mf
    (bahasa Italia,
    mezzo forte: kira nyaring). Bisa dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk n domestik birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan pukulan permulaan bertekanan, melainkan dengan mentrum ketiga rengsa dalam suatu birama pembuka (anacrusis).
  7. Not kedua sekali lagi merupakan not seperempat dan bernada d1
    yang jatuh puas ketukan mula-mula dalam birama berikutnya.
  8. Merek
    legato
    menghubungkan not d1
    tersebut dengan not fis1
    dan a1, melambangkan bahwa ketiga titinada tersebut harus dimainkan secara
    legato
    (sambung-menyambung).
  9. Plong ketukan berikutnya terwalak not sepenggal bernada a1
    berdurasi dua ketukan.
  10. Berikutnya terwalak not seperempat dengan dua komandan not sreg posisi nada fis2
    dan a2, merepresentasi bahwa kedua musik tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda
    staccato, melambangkan bahwa titinada tersebut harus dimainkan secara
    staccato
    (terpisah substansial berpunca titinada sebelum dan sesudahnya).
  11. Tanda diam seperempat merepresentasi bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam kejadian ini) suatu pukulan.
  12. Di sumber akar tiga birama terakhir terdapat nama
    decrescendo, menandakan bahwa lega ketiga ketukan tersebut terletak peralihan dinamika, merupakan dimainkan makin melembut (dapat lagi ditulis
    decresc.
    atau
    dim., diminuendo).

Notasi poin

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam notasi poin, not ditentukan dengan skor 1 (do), 2 (re), 3 (mihun), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si). Angka-skor tersebut menunjukkan tinggi-rendahnya irama. Cak semau pun angka 0 sebagai segel diam. Nada 1 tanpa bintik yakni musik dasar. Tanda satu titik di atas not, menunjukkan bahwa not tersebut naik satu oktaf terbit musik kudus, padahal stempel satu titik di radiks not, menunjukkan bahwa not tersebut merosot satu oktaf dari nada asli. Musik 1 tanpa garis miring merupakan nada natural. Segel garis miring silang ke kanan pada not, menunjukkan bahwa not tersebut menaiki setengah nada dari musik kudus (berfungsi sama dengan logo kres pada notasi balok). Not dengan garis miring ke kanan ditentukan dengan angka 1 dengan bunyi bahasa / (di maupun do menanjak setengah), 2 dengan simbol / (ri atau re naik setengah), 4 dengan simbol / (fi atau fa naik setengah), 5 dengan simbol / (tangsi atau sol menaiki setengah) dan 6 dengan simbol / (li atau la menaiki sekepal), sedangkan segel garis pencong simpang ke kiri lega not, menunjukkan bahwa not tersebut jatuh setengah nada berbunga musik ceria (berfungsi sama dengan segel mol lega notasi balok). Titinada dengan garis putar ke kiri ditentukan dengan angka 2 dengan fon \ (ra atau re turun sepenggal), 3 dengan huruf angka \ (ma ataupun mi turun segumpal), 5 dengan simbol \ (sal atau sol turun seketul), 6 dengan tanda baca \ (le atau la terban setengah) dan 7 dengan tanda baca \ (sa ataupun sang terban sepenggal).

Membaca Notasi Angka

[sunting
|
sunting perigi]

Notasi angka 4 suara S (Sopran), A (Alto), Tepi langit (Tenor), B (Bass)

  1. Do = G
    menunjukkan nada dasar lagu tersebut.
  2. 4/4
    menunjukkan Tanda birama yang menunjukkan ritme lagu. Angka di episode atas tanda birama menunjukkan jumlah birama per birama, sedangkan biji di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Jenama pukulan 4/4 di sini menunjukkan bahwa terwalak empat ketukan intern birama, satu ketukan awet diikuti tiga ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat
  3. Tempo = 66
    menunjukkan tempo lagu, artinya dalam suatu menit ada 66 ketuk.
  4. SATB
    menunjukkan tipe celaan nan menembang derek tersebut.
  5. P
    berarti ‘piano’
    yang berarti lembut, artinya pun ini dengan dinamika yang subtil.
  6. Stempel Crescendo
    yang dilanjutkan dengan nama decrescendo, menunjukkan ada perubahan dinamika, yakni berpadu, kemudian melembut pula.
  7. Garis birama
    nan merupakan pemisah antar birama.

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    Taruskin, Richard
    The Oxford History of Western Music, Volume I – Music from the earliest notations to the 16th century
    Chapter 1, the curtain goes up, page 6. (Oxford: Oxford University Press, 2022)

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Sheet Music Consortium Diarsipkan 2007-01-12 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Notasi_musik

Posted by: caribes.net