PROSES Pembentukan tulang (OSIFIKASI)

Proses pembentukan benak disebut osifikasi (ossi = lemak tulang, fikasi = pembuatan) atau disebut juga osteogenesis (Tortora dan Derrickson, 2022). Semua sumsum berasal dari mesenkim, tetapi dibentuk melintasi dua cara nan berbeda. Tulang berkembang melalui dua cara, baik  dengan mengganti mesenkim maupun dengan menggilir tulang rawan. Sususan histologis tulang belalah berperilaku sederajat, baik tulang itu berusul  dari selaput atau dari tulang halus (Moore dan Agur, 2002).

a. Osifikasi membranosa

Osifikasi membranosa adalah penulangan yang lebih terbelakang  diantara dua cara pembentukan tulang. Tulang pecak sreg sumsum  tengkorak, sebagian lemak tulang wajah, mandibula, dan bagian medial  dari klavikula dibentuk dengan kaidah ini. Kembali bagian kecil-kecil yang  membantu tengkorak bayi dapat melewati jalan lahirnya yang kemudian mengeras dengan prinsip osifikasi membranosa (Tortora dan Derrickson, 2022).

Rancangan 1. Penulangan membranosa

2. Pembentukan tulang Endokondral

Pembentukan tulang ini adalah susuk tulang rawan yang terjadi pada tahun fetal dari mesenkim dahulu diganti dengan tulang plong sebagian raksasa jenis tulang (Moore dan Agur, 2002). Pokok penulangan yang ditemukan sreg corpus disebut diafisis, sedangkan resep plong ujung-ujung tulang disebut epifisis. Lempeng rawan pada sendirisendiri ujung, yang terwalak di antara  epifisis dan diafisis puas lemak tulang yang medium tumbuh disebut lempeng epifisis. Metafisis ialah babak diafisis yang berbatasan dengan lempeng epifisis (Snell, 2012). Penutupan berpunca  ujung-ujung tulang maupun dikenal dengan epifise line rerata sampai nasib 21 masa, hal tersebut karena pusat kalsifikasi pada epifise line  akan berakhir seiring dengan peningkatan semangat, dan plong setiap lemak tulang (Byers, 2008).


Bentuk 6. Pembentukan tulang Endokondral (Tortora dan Derrickson, 2022)

Massa tulang makin sebatas mencapai puncak pada sukma 30-35 tahun setelah itu akan menurun karena disebabkan berkurangnya  aktivitas osteoblas sedangkan aktivitas osteoklas tetap jamak. Secara koheren tulang mengalami turn adv lewat yang dilaksanakan melalui 2 proses yaitu modeling dan remodeling. Pada situasi legal besaran tulang yang dibentuk remodeling sebanding dengan lemak tulang nan dirusak. Ini disebut positively coupled jadi masa tulang yang hilang zero. Apabila tulang yang dirusak lebih banyak terjadi kekurangan masa tulang ini disebut negatively coupled yang terjadi pada semangat lanjut.  Dengan bertambahnya nasib terletak penjatuhan masa sumsum secara linier nan disebabkan kenaikan turn over pada tulang sehingga tulang lebih tapuk. Pengurangan ini lebih nyata pada wanita, tulang yang hilang sedikit makin 0,5 sampai 1% per periode pecah indolen pada wanita pasca menopouse dan plong pria diatas 70 periode, pengkhitanan tulang lebih mengenai bagian trabekula dibanding dengan korteks (Darmojo, 2004)

Last modified: Tuesday, 19 January 2022, 7:05 AM