Spondylosis yaitu fenomena penuaan. Dengan bertambahnya usia, tulang dan ligamen puas tulang pinggul, menyebabkan tonjolan benak (taji maupun spur, atau osteofit). Selain itu, diskus intervertebralis kejatuhan dan melemah, nan dapat menyebabkan herniasi diskus dan penonjolan diskus. Spondylosis selalu terjadi. Gejala sering dilaporkan pertama kali antara usia 20-50 waktu. Makin berbunga 80% hamba allah berusia di atas 40 hari memiliki bukti spondylosis pada penelitian sinar-X. Tingkat di mana spondylosis terjadi sebagian tercalit dengan predisposisi genetik serta riwayat cedera.

Spondylosis – Penyebab dan Gejala

Apa gejala dan tanda spondylosis?

Banyak orang dengan spondylosis pada semarak-X tidak memiliki gejala apapun. Faktanya, spondylosis lumbalis (spondylosis di punggung bawah) ada plong 27%-37% orang tanpa gejala. Puas bilang orang, spondylosis menyebabkan guncangan bekas kaki dan nyeri gala akibat kompresi saraf (saraf terjepit). Saraf terjepit di leher boleh menyebabkan guncangan di leher maupun bahu dan lindu kepala. Kompresi saraf disebabkan oleh tonjolan diskus dan tonjolan lemak tulang puas kunci faset, menyebabkan pengecilan lubang di mana akar tunggang saraf keluar dari kanalis spinalis (foraminal stenosis). Bahkan jika mereka tidak sepan samudra bikin secara langsung menekan saraf, diskus yang menggembung dapat menyebabkan radang lokal dan menyebabkan saraf di tulang birit menjadi bertambah sensitif, meningkatkan rasa sakit. Lagi, herniasi diskus bisa memurukkan ligamen di lemak tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit. Jika saraf baru atau halkum bakat dirangsang bakal tumbuh berbunga tekanan, rasa sakit kronis bisa terjadi. Karena rasa sakit, negeri lokal sumsum pinggul barangkali mengepas membelah dirinya koteng, mengakibatkan nyeri tekan regional, spasme otot, dan adanya titik pemicu nyeri.

Temuan karakteristik spondilosis bisa divisualisasikan dengan pembuktian pendar-X. Temuan ini termuat penghamburan spasium diskus, pembentukan susuh tulang (spur/ osteofit) di bagian atas atau sumber akar vertebra, dan endapan kalsium dimana vertebra sudah tergerak makanya peradangan degeneratif.

Gejala spondilosis menutupi nyeri lokal di daerah spondilosis, biasanya di punggung atau leher. Spondilosis pada tulang belakang leher bisa menyebabkan sakit kepala. Namun, masih kontroversi apakah spondilosis ringan, seperti tonjolan tulang kecil dan diskus yang sedikit menonjol bukan menekan saraf yang menyebabkan sakit punggung. Kejadian ini karena galibnya anak adam perdua baya dan ibu bapak memiliki temuan rendah pada pemeriksaan rontgenbspondilosis, apalagi saat mereka benar-benar bebas dari rasa linu. Maka itu karena itu, faktor lain kemungkinan ialah kontributor utama terhadap nyeri punggung mereka.

Jika diskus turun berok dari spondilosis menyebabkan saraf tercapit, rasa nyeri bisa timbrung ke tungkai kaki. Misalnya, herniasi yang segara terjadi pada diskus di tulang bokong lumbar dapat menyebabkan kompresi saraf dan menyebabkan rasa gempa bumi nan berpokok dari punggung bawah dan kemudian menyebar ke suku. Nyeri yang meluas berbunga bawah ke ujung ini disebut
radikulopati. Ketika saraf skiatik, yang membentang dari punggung asal tungkai sampai kaki, tergoyahkan, itu disebut skiatika. Radikulopati dan skiatika sering menyebabkan mati rasa dan kesemutan (sensasi pin dan penusuk) pada ekstremitas.

Ngilu punggung karena cakram yang menonjol lazimnya lebih buruk dengan berdiri lama, duduk, dan rengkeh modern dan seringkali lebih baik dengan transisi posisi yang pelahap dan berjalan.

Nyeri bekas kaki akibat osteoarthritis sendi facet biasanya lebih buruk dengan bepergian dan menggermang dan puas dengan lentur ke depan.

Gejala antap rasa dan kesemutan bisa dirasakan jika saraf terjepit.

Jika saraf terjepit parah, kelemahan ekstremitas yang terkena mana tahu terjadi. Jika burut diskus mendorong sumsum tulang belakang, ini bisa menyebabkan luka plong lemak tulang benak bokong (mielopati). Spondilosis dengan mielopati mengacu pada spondilosis yang melukai sumsum tulang belakang. Spondilosis minus mielopati mengacu lega spondilosis sonder selisih pada sumsum sumsum belakang. Gejala mielopati meliputi ranah rasa, geringgingan, dan kelemahan. Misalnya, burut yang besar terjadi plong diskus di benak belakang servikal dapat menyebabkan mielopati servikal takdirnya layak osean cak bagi menunda lemak tulang lemak tulang birit dengan gejala mati rasa, kesemutan, dan kelemahan di lengan dan prospek kaki.

Spondylosis – Jerambah Selanjutnya : 1 2 3 4 5 6 7

DokterSehat
|
© 2022 PT Sarana Kesehatan Indonesia. Oktroi Dilindungi