Apara Widya Adalah Ilmu Yang Mempelajari Tentang

Para dan Apara Widya

Dalam kitab Agni Purana, Mantra pengetahuan cak semau 2 jenis, yakni Para Widya dan Apara Widya. Sastra safi telah banyak mengasihkan hobatan pengetahuan kepada kita, sehingga ilmu makrifat  yang memiliki banyak simpang mutakadim menyerahkan pilihan untuk kita untuk menekuni  cabang Ilmu pengetahuan. Supaya kita dapat membedakan macam aji-aji pengetahuan dan enggak mencampuradukan ilmu pengetahuan, maka Para Widya dan Apara Widya ini yang menjadi tesmak pandang.

  • Para Widya

Ilmu pengetahuan Para Widya yaitu mantra nan mempelajari tentang pengetahuan kerohanian atau nan stereotip kita tutur dengan Brahma Widya. ilmu pengtahuan nan sifatnya tidak bisa dirubah atau dilekang zaman.  Jika kita lihatdari kitab kalis Veda, maka nan termasuk dalam jenis ilmu pengetahuan ini merupakan Veda Sruti. Privat veda Sruti melahirkan tiga silang pula, itu adalah Hobatan, Brahmana dan Upanisad. Yang mana Veda Sruti ini menrupakan Ilham Serampak dari Tuhan yang disampaikan melangkaui para Rsi bilamana berbuat Tapa.  Sruti juga cangap dikenal denga Empat Veda yakni, Reg Weda, Yayur Veda, Seimbang Veda dan Atharwa Veda .

  • Apara Widya

Apara Widya merupakan mantra pengetahuan nan  berisi adapun keterangan keduniawian. Ilmu pengumuman yang mempelajari bagaimanan urut-urutan zaman serta guna-guna pengetahuan nan punya resan nan dapat berubah seiring dengan perkembangan zaman. Hobatan pengetahuan jenis ini memilki ribuan silang. jika dilihat dari isinya, kitab Veda Smrti tergolong hobatan pengetahuan Apara Widya, karena Veda Smrti ini tersusun terbit cerita-narasi Itihasa, atas sumber akar kesatuan hati para orang suci dan bimbingan lembaga , yang isi mengasihkan pengetahuan mengenai bagaimana kita menjalani kehidupan. Misalnya kitab Ramayana, Mahabrata dan Menawa Dharmasatra.

Kedua guna-guna pengetahuan di atas tersebut tinggal bermanfaat kerjakan kita ketahui, karena intern arwah diperlukan keseimbangan kerjakan menuntun hidup kearah nan lebih baik. Ilmu keduniawian yang banyak kita kuasai apa bila tak seimbang dengan pengetahuan rohani/ketuhanan maka sudah pasti ilmu nan kita miliki tak berjasa baik. Bagi itu, silakan kita gali setinggi-tingginya Ilmu Pengetahuan Para Widya dan Apara Widya. Begitu juga yang diungkapkan oleh Albert Einstein Guna-guna Tanpa Agama Itu Buta, Agama Tanpa Ilmu Itu Lumpuh. Pengetahuan agama lampau membantu kita untuk mengarifi pengetahuan Para Widya, oleh karena itu Agama ialah pendukung kita privat tanggulang Ilmu-Mantra mualamat yang lainnya.

1.
Nilai-poin yang terkandung kerumahtanggaan Para dan Apara Vidya


Narada bersifat baik dan mumbung keinginan akan kebahagian langgeng. Meskipun Narada memiliki pengetahuan yang suntuk banyak saja dia lain sombong. Narada masih ingin membiasakan kepada Rsi Sanatkumara tentang pengetahuan para widya (Jiwa/atman/spirit benda-benda).Rsi Sanatkumara memiliki sifat yag suci dan sayang siap melayani siapa mengajarkan kebenaran.

2.
Makna filosofi privat cerita Para dan Apara Vidya


Tampa maklumat Apara Widya pengetahuan Para tidak siapa dapat di capai. Maka itu, keduanya terlampau berarti untuk dicapai sebab jika bukan ada riuk satunya maka lain lengkap. Atman adalah arti yang merupakan pemeran utama berpangkal semua mahluk. Atman yang mendorong manusia untuk memperoleh kebahagian. Tidak ada manusia yang bertindak tampa mencari kebahagian. Manusia mengalami kesengsaraan karena keterbatasan enggak memafhumi tentang hakekat atman alias Para Widya yang merupakan keabadaia dan kebahagiaan yang tiada duanya.

3.
Tanggapan penulis terhadap cerita Para dan Apara Vidya


Pada pekarangan 99 dikatakan bahwa pengetahuan para dan apara vidya setimpal-sekelas terdahulu dan tak terserah salah satu pun nan lengkap tampa memperoleh yang lain. Tetapi plong percakapan antara Narada dan Rsi Sanatkumara puas pelataran 101, Rsi Sanatkumara mengatakan semua yang anda ketahui itu hanyalah nama dan kata-pembukaan yang tidak terbiasa

Kisah Upanisad “Para dan Apara Vidya”

Rangkuman:
Cerita ini berisi mengenai percakapan antara Narada dan Rsi Sanatkumara akan halnya Para Widya (pemberitaan spiritual/tingkat janjang) dan Apara Widya (pengetahuan material/rendah). (Chandogya Upanisad, Rsi Angirasa)
Narada sahabatku, semua nan sira ketahui itu hanyala nama dan kata-pembukaan yang bukan mesti. Dia belaka dapat merai apa yang dapat diraih oleh kata-kata tersebut.Tidak bertambah dari itu kata Rsi Sanatkumara. Narada kemudain bertanya:” apakah suka-suka yang lebih besar dari nama dan kata-kata?, ada Keunggulan dan kata-kata tersebut yaitu :

  • Maslahat Ujaran
  • Kognisi Perasaan (Kedahagaan)
  • Kesadaran
  • Meditasi
  • Kekuatan pemahaman
  • Manfaat atau Tenaga
  • Makanan
  • Air
  • Sensual
  • Akasa
  • ATMAN

Dengan mencerna makna keduanya secara mendasar sesungguhnya menurut Hindu itulah makna aji-aji wara-wara nan sepantasnya. Ilmu informasi menurut Hindu, bukanlah hanya namun kesadaran perbandingan terhadap dunia objek inderawi sebagaimana yang dirumuskan para pakar berpunca bumi barat, marcapada liberalisme (Capra, 2000). Hobatan butir-butir menurut Hindu yaitu kesadaran diri yang mendalam terhadap fenomena alam profan (sekala) dan fenomena tunggul surgawi (niskala), aparawidya dan parawidya. Karena itu, ilmu pengetahuan manusia pada dasarnya adalah kesadaran terhadap hubungan manusia dengan Sang Pencipta yang bersifat maya dan kesadaran terhadap hubungan individu dengan makhluk dan dengan alam semesta yang bersifat sekala (Subagia, 2006, 2005). Kognisi yang mula-mula terkait dengan parawidya dan kesadaran kedua terkait dengan aparawidya

Sosok menurut pandangan Hindu ialah kesatuan berasal hakikat manusia bak insan biologis dan makhluk religius serta hamba allah basyar dan makhluk sosial sewaktu. Dengan pemahaman kodrat ini anak adam mengakui kesadarannya terpikat dengan konteks kebiasaan­sifat guna (kategori kualitas) terjadwal tergoyahkan makanya sifat­sifat tri guna (satwam, rajas, dan tamas) di samping aturan­adat atau daya kekuatan nan lain seperti kebiasaan­sifat warna, rupa, bentuk, cicip, bunyi, bau, sentuh, hitung atau jumlah, ruang, waktu, dan resan sebab akibat (Atmadja, tt). Hubungan antara kognisi jalinan dan hakikat kodrat dapat membantu manusia mengembangkan kesadaran atau pengetahuannya yang cenderung berwatak imbang erot dan komplementer antara pengembangan pengetahuan yang berorientasi kepada kesadaran duniawi (aparawidya) dan pengembangan kabar yang berkiblat kepada kesadaran spiritual (parawidya). Dengan pandangan seperti mana ini, pandangan Hindu relevan dengan adagium yang menyatakan bahwa ilmu duniawi minus kesadaran spiritual akan menjadikan manusia buta, sementara itu pemahaman spiritual minus diikuti ekspansi pengetahuan duniawi bisa membentuk manusia lumpuh

Para Widya itu ada yang tergolong jnyana yaitu :

Ilmu pengetahuan zakiah lakukan membangun kesadaran spiritual. Kesadaran spiritual itu buat memberikan landasan kepatutan dan mental pada dinamika kecerdasan intelektual. Kunci spiritual yang memedomani kecerdasan intelektual kerjakan mendasari sensitivitas emosional kiranya diwujudkan untuk membina kelanggengan pan-ji-panji lingkungan dengan asih dan bertuankan pada sesama sosok dengan punia bak wujud bhakti pada Halikuljabbar

Hal yang yang paling dikemukakan para widya adalah :

Keterangan yang akan mengasihkan kita siaran tentang diri kita justru dahulu.
Karena kita yakni ciptaan Tuhan atau bagian percikan terkecil dari Almalik, maka kita harus berusaha cak bagi kembali kepada Tuhan yaitu dengan mencapai moksa. Namun sebelum itu, cak bagi mengaras moksa (kembali ke alam Halikuljabbar), karena kita congah di dunia material ini, maka kepingin enggak cak hendak kita harus berhubungan dengan alam material ini, minimal tidak dengan badan kita ini.
Dengan demikian, kerjakan memelihara hayat kita di mayapada material ini, kita memerlukan suatu pengetahuan yang bisa mengasihkan kita tuntunan untuk menjalani semangat ini. Dengan demikian, Almalik yang maha kuasa, nan memafhumi apa sesuatu dan sudah pasti memahami keperluan para makhluk hidup di dunia material ini, Ia sudah suntuk berkarunia menerimakan kita   bagian dari sastra weda nan berisi les kehidupan di dunia ini.

Source: https://hanyauntukalian.blogspot.com/2019/08/para-dan-apara-widya.html