Arti Kematian Bagi Orang Kristen




Fokus Hidup



Kematian Kristus ialah peristi
wa penting cak bagi insan. Mengapa? Sebagai halnya barang apa makna kematian Yang mahakuasa Yesus itu? Selama mana kematian-Nya berdampak dalam hayat orang Kristen? Simak kata sandang berjudul



7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS UMAT Khalayak

Ini.”

Kematian Kristus adalah ki kenangan utama privat album Tuhan dan dunia. Supaya ada sebagian kelompok menolak dengan keras akan karya Tuhan yang agung dan mulia ini, konsisten saja tak dapat menepis fakta ini nan selalu menebal dan menggurat spirit bani adam yang berkeyakinan kepada Kristus.

Sebab turunan percaya bukan hanya mengecap dan merasakan pemberian Tuhan menerobos pengorbanan Bapa nan mengikhlaskan Anak-Nya yang Tunggal kerjakan hening bagi dunia. Juga timbrung menjumut episode menyatu kerumahtanggaan kehendak-Nya melalui berjuang menjadi serupa dengan Kristus dan hidup buat izzah cak bagi-Nya.

Seperti halnya Paulus mengomong,

namun aku usia, belaka bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang roh di dalam aku. Hidupku,”
(Gal. 2:20).

Yang menjadi pertanyaan, mengapa anak adam beriman sedemikian itu tajam menyerahkan hidupnya kerjakan Kristus? Sebab, lain namun kelahiran-Nya memiliki makna atau arti yang ki akbar dalam sukma individu percaya, pun kematian dan kebangkitan-Nya, punya makna atau arti yang dalam menggores umur hati dan sukma orang percaya.

Baca juga:7 MAKNA NATAL ATAU KELAHIRAN KRISTUS DI Alkitab

Melangkaui artikel ini, Penulis semata-mata menggunjingkan mengenai makna kematian Kristus, yang betapa pentingnya kita mencerna, mengetahui, mengetahui, dan menjadikan tadinya konsep maupun pemahaman iman yang menuntun kita kepada introduksi nan bermoral akan pengorbanan Kristus.

Segala apa sajakah makna kematian Kristus bagi dunia yang perlu kita ketahui umpama acuan dasar kita privat mengenal Kristus? Berikut penjelasan singkat 7 makna kematian Kristus bikin dunia yang perlu Anda ketahui.

1. Kematian-Nya Membuktikan bahwa Dia Seratus Tip Anak Manusia

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh perhatian dan perasaan yang terletak juga dalam Kristus Yesus, yang
kendatipun n domestik rupa Yang mahakuasa, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu bagaikan milik nan harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya
sendiri, dan
mengambil rupa sendiri hamba, dan menjadi seperti basyar.

(Flp. 2:5-7)

Bagian pertama dalam pembahasan makna mortalitas Kristus bagi dunia adalah kematian-Nya membuktikan bahwa Allah Yesus adalah seratus uang anak cucu adam.

Tuhan Yesus tenang di atas kayu kayu silang bukanlah sandiwara, melainkan kematian-Nya itu riil. Artinya, memang Tuhan Yesus bisa lengang dan benar-sopan hening secara tubuh. Pertanyaannya, mengapa Sira dapat senyap pada 2000 musim nan lalu? Sebab Ia 100% makhluk.

Semata-mata makhluk hidup yang bisa mati secara jasmani, sedemikian itu pula hamba allah. Setiap orang yang hidup di dunia ini, pasti bisa mati dan akan mengalami kematiannya sendirisendiri. Tidak terserah yang boleh hidup kekal dengan tubuh jasmani.

Kelak setelah mati, barulah bani adam dapat mengalami jiwa kekal tak berujung atau mengalami mortalitas kekal (hukuman kekal) permanen alias tiada akhir. Itu tergantung sortiran hidupnya selama di bumi.

Baca juga:5 FAKTA YESUS Khusyuk MATI DISALIBKAN

Fakta yang harus kita saleh karena Alkitab dan sejarah bumi mutakadim kasatmata-riil memberikan kesaksian, bahwa Tuhan Yesus sepi di atas kayu salib, sebab Anda sudah lalu mengosongkan diri-Nya (Kenosis) dan mengambil rupa manusia. Sehingga Beliau pun bisa mati dan mengalami kematian di atas papan salib.

Anda menanggalkan wujud-Nya sebagai Allah yang kekal dengan menanggalkan kursi, izzah, dan tadbir kekal-Nya. Ia nan bukan invalid namun menjadikan diri-Nya dibatasi oleh fisik, ruang, dan hari dan mengalami kematian. Semua itu dilakukan karena hidayah Bapa akan dunia ini (Yoh. 3:16).

Kristus yaitu 100% momongan manusia (Yoh. 1:14). Ia adalah pribadi kedua dari Halikuljabbar Tritunggal atau yang menggantikan Bapa dalam rezim kekal, yang bintang sartan makhluk dan mengalami mortalitas di atas papan salib. Fakta kematian-Nya itu adalah kamu bermartabat-bermartabat atau riil menjadi hamba allah, bukan sandiwara, untuk memampas dosa manusia.

2. Kematian-Nya Membuktikan Disiplin-Nya kepada Bapa

Dan dalam keadaan sebagai makhluk, Ia sudah lalu
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, terlebih
sampai mati di kayu kayu silang. Itulah sebabnya Allah tinggal melantangkan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya tanda di atas segala apa nama,

supaya internal nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan nan suka-suka di atas dunia dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi keagungan Tuhan, Bapa!
(Flp. 2:8-11)

Bagian kedua dalam pembahasan makna kematian Kristus untuk marcapada adalah mortalitas-Nya membuktikan kepatuhan-Nya yang penuh kepada Bapa.

Halikuljabbar Yesus dalam mencuil rupa sebagai hamba allah, Ia juga menunjukkan bahwa diri-Nya yaitu 100% Anak Yang mahakuasa dengan memperlihatkan ketaatan-Nya kepada Bapa. Kemahakuasaan-Nya andai Almalik tidak diperlihatkan secara berlebihan selama Ia di bumi. Justru bukti bahwa Ia Anak asuh Tuhan adalah karena Ia tunduk dan kukuh kepada niat Bapa.

Baca sekali lagi:7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS Mati BAGI DUNIA

Jika ada yang menyangka bahwa Ia boleh melakukan mujizat dan itu menunjukkan kemahakuasaan-Nya. Mesti kita ketahui, bahwa di zaman PL, para nabi lagi boleh mengerjakan mujizat.  Sejak PL atau sebelum Yesus, mutakadim banyak mujizat nan terjadi.

Bahkan Halikuljabbar Yesus seolah-olah tidak lebih hebat bersumber dewa Hermes dan Zeus, menurut kepercayaan orang Yunani, kecuali setelah kematian-Nya. Tentu kebangkitan-Nya itu menunjukkan betapa kemahakuasaan-Nya tidak adv minim.

Selama di bumi Tuhan Yesus tidak mendemonstrasikan kuasa-Nya bak Allah nan lain cacat secara berlebihan. Dia menunjukkan kuasa-Nya secara proporsional dalam penundukan penuh kepada karsa Bapa.

Ia juga merenjeng lidah, mengerjakan apa sesuatu, dan melakukan mujizat atas kehendak Bapa cuma. Di asing kehendak Bapa, Ia tidak mau melakukan-Nya. Jelas, Beliau enggak cak hendak menyakiti hati Bapa dengan tidak tunduk kepada Bapa.

Bahkan sewaktu Iblis menawarkan kekuasaan dan gana bumi kepada-Nya sewaktu di padang gurun, Anda tidak bergeming dan menolak proposal nan kelihatannya erotis itu (Mat. 4:8-11). Ia lebih memilih taat kepada Bapa daripada mengkhianati-Nya.

Apakah Tuhan Yesus bisa memilih untuk tidak mengerjakan kehendak Bapa? Ya, Yesus boleh mengabaikan karsa Bapa, namun Ia memilih untuk konsisten. Buktinya, dia menolak proposisi Iblis tersebut dengan berkata,
“… Enyahlah, Iblis! Sebab terserah termuat: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah kamu berbakti!”

Pula sewaktu di Yojana Getsemani, Tuhan Yesus bisa saja menirukan niat-Nya dengan memohon kepada Bapa untuk tidak mengalami penderitaan sampai sirep di atas papan salib, cuma Sira bercakap, biarlah kehendak Bapa yang terjadi (Luk. 22:41-46; Mat. 26:39-44; Mrk. 14:34-39).

Kesetiaan Kristus tidak sahaja terjadi di awal saja atau di pertengahan pelayanan-Nya, melainkan hingga akhirnya puas kematian-Nya. Kristus tegar kepada Bapa hingga pada kematian-Nya di atas kusen salib. Tuhan Yesus taat sampai mati.

Dengan kata bukan, kematian Kristus adalah bukti ketaatan-Nya kepada Bapa.

Pecah peristiwa kematian Kristus, Tuhan Yesus jelas memberikan sempurna kepada kita akan penundukan diri dengan penuh kepada ketaatan kepada kehendak Bapa yang di sorga, yang mengutus-Nya ke bumi kerjakan menebus dosa basyar.

Sejenis itu juga kita dalam mengikut Tuhan Yesus, tunduklah dan taatlah hingga mati. Berjuanglah dalam pertandingan iman sebatas penghabisan.

Baca lebih lanjut: Klik NEXT di bawah ini, atau klik
DI SINI
bakal melanjutkan ke isi kata sandang berikutnya.


Source: https://fokushidup.com/7-makna-kematian-kristus/

Posted by: caribes.net