Asam Sulfat Mempunyai Rumus Kimia

Asam sulfat
Sulfuric-acid-2D-dimensions.svg
Sulfuric-acid-3D-vdW.png
Nama
Etiket IUPAC

Asam sulfat

Etiket lain

Petro vitriol

Penanda

Nomor Ki mengasah

  • 7664-93-9

    N

Model 3D (JSmol)

  • Tulang beragangan interaktif
3DMet {{{3DMet}}}
Nomor EC

PubChem
CID

  • 1118
Nomor RTECS {{{value}}}
Nomor UN 1830

CompTox Dashboard
(EPA)

  • DTXSID5029683
    Sunting ini di Wikidata

InChI

  • InChI=1S/H2O4S/c1-5(2,3)4/h(H2,1,2,3,4)

SMILES

  • OS(=Udara murni)(=O)O

Sifat

Rumus kimia

H2SO4
Komposit molar 98,08 g/mol
Performa Cairan higroskopis, berlemak, tak berwarna, lain berbau[1]
Densitas 1,84 g/cm3
[2]
Titik mengabu 10 °C (283 K)[1]
Titik didih 337 °C (610 K)[1]

Kelarutan privat air

tercampur munjung
Impitan uap <10 Pa pada 20 °C (diabaikan)[1]
Keasaman (pK
a)
1,98 pada 25 °C[3]
Viskositas 26,7 cP (20 °C)
Bahaya

Klasifikasi UE (DSD)


(usang)

Korosif (C)
Frasa-R R35
Frasa-S (S1/2),
S26,
S30,
S45
Bintik nyala tak ternyalakan
Senyawa terkait

Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku lega master dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).

Teks

Asam sulfat, H, merupakan bersut mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Senderut sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah suatu produk utama pabrik kimia. Produksi bumi asam sulfat lega musim 2001 adalah 165 miliun ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 miliun. Kegunaan utamanya tersurat pemrosesan bijih mineral, sintesis ilmu pisah, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak.

Keberadaan

[sunting
|
sunting sumber]

Bersut sulfat murni yang tak diencerkan tak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Walaupun demikian, asam sulfat merupakan komponen utama hujan angin asam, yang terjadi karena oksidasi welirang dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidasi asam sulfit). Sulfur dioksida adalah produk dalih utama mulai sejak pembakaran bahan bakar seperti godaan bara dan patra yang mengandung sulfur (belerang).

Asam sulfat terbentuk secara alami melangkahi oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat cemberut dan disebut misal air asam galian. Air asam ini mewah melarutkan ferum-besi nan cak semau intern bijih sulfida, yang akan menghasilkan uap berwarna kurat nan beracun. Oksidasi besi sulfida pirit oleh oksigen molekuler menghasilkan besi(II), atau Fe2+:

2 FeS2
+ 7 Udara murni2
+ 2 H2Ozon → 2 Fe2+
+ 4 SO4
2−
+ 4 H+

Fe2+
dapat kemudian dioksidasi selanjutnya menjadi Fe3+:

4 Fe2+
+ O2
+ 4 H+
→ 4 Fe3+
+ 2 H2O

Fe3+
yang dihasilkan dapat diendapkan sebagai hidroksida:

Fe3+
+ 3 H2O → Fe(OH)3
+ 3 H+

Besi(III) ataupun ion feri pula boleh mengoksidasi pirit. Ketika oksidasi pirit besi(III) terjadi, proses ini akan berjalan dengan cepat. Nilai pH yang lebih adv minim dari kosong telah terukur pada air asam lombong yang dihasilkan maka itu proses ini.

Asam sulfat di luar angkasa

[sunting
|
sunting sumber]

Atmosfer Bintang timur

[sunting
|
sunting perigi]

Asam sulfat diproduksi di atmosfer bagian atas Bintang timur dari karbon dioksida, sulfur dioksida, dan embun secara fotokimia maka dari itu cahaya matahari. Foton ultraviolet dengan janjang gelombang kurang semenjak 169 nm dapat mengakibatkan fotodisosiasi zat arang dioksida menjadi karbon monoksida dan oksigen atomik.

Oksigen atomik sangatlah reaktif. Detik ia bereaksi dengan welirang dioksida yang yaitu sekelumit episode berpunca atmosfer Venus, sulfur trioksida dihasilkan, dan detik menyatu dengan air, akan menghasilkan asam sulfat.

CO2
→ CO + O
SO2
+ O → SO3
SO3
+ H2Udara murni → H2SO4

Di bagian atas ruang angkasa Venus nan lebih dingin, asam sulfat terdapat dalam peristiwa hancuran, dan awan asam sulfat nan baplang menghalangi pandangan permukaan Venus ketika dipandang dari atas. Peledak permanen Venus menghasilkan hujan cemberut yang pekat selaras halnya atmosfer bumi menghasilkan air hujan.

Atmosfer Venus menunjukkan adanya siklus asam sulfat. Sesudah tetesan hujan angin bersut sulfat jebluk ke lapisan atmosfer yang lebih panas, senderut sulfat akan dipanaskan dan membedakan embun, sehingga asam sulfat tersebut menjadi lebih pekat. Ketika mencapai guru di atas 300 °C, asam sulfat mulai berdekomposisi menjadi sulfur trioksida dan air (internal fase tabun). Belerang trioksida sangatlah reaktif dan berdisosiasi menjadi sulfur dioksida dan oksigen atomik, nan akan kemudian mengoksidasi karbonium monoksida menjadi karbonium dioksida.

Sulfur dioksida dan uap air kemudian mendaki secara arus konveksi dari salutan tengah atmosfer menuju lapisan atas, di mana keduanya akan diubah kembali lagi menjadi asam sulfat, dan siklus ini kemudian tautologis.

Pada permukaan es Europa

[sunting
|
sunting mata air]

Spektrum inframerah semenjak misi Galileo NASA menunjukkan adanya absorpsi spesial puas planet Jupiter Europa yang mengindikasikan adanya satu maupun lebih hidrat asam sulfat. Interpretasi lingkup ini kontroversial. Beberapa sarjana satelit lebih condong menginterpretasikan spektrum ini sebagai ion sulfat, kebolehjadian sebagai bagian dari mineral Europa.[4]

Pembuatan

[sunting
|
sunting sumur]

Asam sulfat diproduksi dari welirang, oksigen, dan air melalui proses kontak.

Plong langkah pertama, belerang dipanaskan bakal mendapatkan sulfur dioksida:

S (s) + O2
(g) → SO2
(g)

Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menunggangi oksigen dengan kedatangan katalis vanadium(V) oksida:

2 SO2
+ O2(g) → 2 SO3
(g)   (dengan eksistensi V2Ozon5)

Belerang trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4
menjadi oleum (H2S2O7), lagi dikenal misal asam sulfat berasap. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi bersut sulfat pekat.

H2SO4
(l) + SO3
→ H2S2O7
(l)
H2S2Udara murni7
(l) + H2O (l) → 2 H2SO4
(l)

Perhatikan bahwa pembauran berbarengan SO3
ke dalam air tidaklah praktis karena reaksi welirang trioksida dengan air nan bersifat eksotermik. Reaksi ini akan takhlik aerosol korosif yang akan pelik dipisahkan.

SO3(g) + H2O (l) → H2SO4(l)

Sebelum musim 1900, galibnya bersut sulfat diproduksi dengan proses bilik.[5]

Sifat-sifat fisika

[sunting
|
sunting sumber]

Lembaga-bentuk asam sulfat

[sunting
|
sunting perigi]

Kendatipun senderut sulfat yang berorientasi 100% dapat dibuat, beliau akan melepaskan SO3
puas noktah didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98% bertambah stabil kerjakan disimpan, dan ialah bentuk bersut sulfat yang paling awam. Asam sulfat 98% rata-rata disebut seumpama
bersut sulfat pekat. Terdapat berbagai jenis pemfokusan asam sulfat nan digunakan untuk beragam keperluan:

  • 10%,
    asam sulfat leleh
    bagi kegunaan laboratorium,
  • 33,53%,
    asam baterai,
  • 62,18%,
    asam bilik
    atau
    senderut p
  • 73,61%,
    bersut menara
    alias
    senderut glover,
  • 97%,
    asam pekat.

Terdapat juga asam sulfat privat berbagai kemurnian. Mutu teknis H2SO4
tidaklah suci dan sering kali bercelup, namun cocok bikin digunakan buat menciptakan menjadikan pupuk. Loklok sejati asam sulfat digunakan lakukan mewujudkan penawar-obatan dan zat warna.

Apabila SO3(g)

dalam konsentrasi tinggi ditambahkan ke n domestik asam sulfat, H2S2O7
akan terpelajar. Senyawa ini disebut bak
bersut pirosulfat,
asam sulfat berasap, ataupun
oleum. Konsentrasi oleum diekspresikan ibarat %SO3
(disebut %oleum) ataupun %H2SO4
(jumlah cemberut sulfat yang dihasilkan apabila H2O ditambahkan); konsentrasi yang masyarakat yaitu 40% oleum (109% H2SO4) dan 65% oleum (114,6% H2SO4). H2S2Ozon7
kalis terdapat dalam susuk padat dengan titik leleh 36 °C.

Asam sulfat nirmala substansial cairan bening seperti minyak, dan maka itu balasannya puas zaman dahulu ia dinamakan ‘minyak vitriol’.

Polaritas dan konduktivitas

[sunting
|
sunting sumber]

H2SO4
anhidrat adalah enceran yang sangat polar. Ia memiliki vonis dielektrik sekeliling 100. Daya hantar listriknya pula tinggi. Hal ini diakibatkan oleh disosiasi yang disebabkan oleh swa-protonasi, disebut seumpama autopirolisis.[6]

2 H → H + HSO

Konstanta kesetimbangan autopirolisisnya adalah[6]

Kap(25 °C)= [H][HSO] = 2,7 × 10−4.

Dibandingkan dengan konstanta kesamarataan air, Kw
= 10−14, ponten konstanta kesetimbangan autopirolisis asam sulfat 1010
(10 triliun) kali lebih mungil.

Walaupun asam ini memiliki viskositas yang cukup tinggi, konduktivitas efektif ion H dan HSO tinggi dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra atom, menjadikan senderut sulfat bagaikan konduktor yang baik. Engkau juga ialah pelarut yang baik untuk banyak reaksi.

Kesetimbangan kimiawi asam sulfat sebenarnya lebih rumit daripada yang ditunjukkan di atas; 100% H2SO4
mengandung beraneka ragam spesi dalam kesetimbangan (ditunjukkan dengan nilai milimol masing-masing kg pelarut), ialah: HSO (15,0), H (11,3), H (8,0), HS (4,4), H (3,6), H (0,1).[6]

Aturan-kebiasaan kimia

[sunting
|
sunting sumber]

Reaksi dengan air

[sunting
|
sunting sendang]

Reaksi hidrasi bersut sulfat sangatlah eksotermik. Selalu tambahkan asam ke dalam air dan jangan terbalik menambahkan air ke intern bersut. Air punya massa tipe yang lebih rendah tinimbang asam sulfat dan cenderung mengapung di atasnya, sehingga apabila air ditambahkan ke n domestik asam sulfat pekat, engkau akan bisa mendidih dan bereaksi dengan berkanjang. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium:

H2SO4
+ H2Ozon → H3O+
+ HSO
HSO + H2Udara murni → H3O+
+ SO

Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan, bersut sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik dan digunakan untuk mengeringkan buah-buahan. Keterikatan bersut sulfat terhadap air padalah lestari sedemikiannya ia akan mendamaikan atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa. Sebagai transendental, mencampurkan pati (C6H12O6)
lengkung langit

dengan bersut sulfat pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan cemberut sulfat):

(C6H12Ozon6)
t

→ 6t
C + 6n
H2O

Bilyet ini dapat dilihat ketika senderut sulfat pekat diteteskan ke latar kertas. Selulosa bereaksi dengan bersut sulfat dan menghasilkan zat arang yang akan terlihat sama dengan surat berharga pembakaran kertas. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula. Seketika ditambahkan, gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang mengembang dan mengeluarkan bebauan sebagaimana karamel.

Reaksi lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Bak asam, asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan basa, menghasilkan garam sulfat. Sebagai contoh, garam tembaga tembaga(II) sulfat dibuat berpangkal reaksi antara tembaga(II) oksida dengan bersut sulfat:

CuO + H2SO4
→ CuSO4
+ H2O

Asam sulfat lagi dapat digunakan bagi mengasamkan garam dan menghasilkan cemberut yang lebih lemah. Reaksi antara sodium asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat, CH3COOH, dan natrium bisulfat:

H2SO4
+ CH3COONa → NaHSO4
+ CH3COOH

Hal yang sama juga berlaku apabila mereaksikan asam sulfat dengan kalium nitrat. Reaksi ini akan menghasilkan senderut nitrat dan endapat kalium bisulfat. Saat dikombinasikan dengan asam nitrat, asam sulfat berkepribadian sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi, membentuk ion nitronium NO, yang berfaedah dalam reaksi nitrasi yang menyertakan substitusi aromatik elektrofilik. Reaksi jenis ini sangatlah berfaedah dalam kimia organik.

Bersut sulfat bereaksi dengan rata-rata logam via reaksi penggantian tunggal, menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat. H2SO4
encer mencerca logam, aluminium, seng, mangan, magnesium dan nikel. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat nan sensual dan pekat. Timbal dan tungsten tidak bereaksi dengan cemberut sulfat. Reaksi antara asam sulfat dengan logam biasanya akan menghasilkan hidrogen seperti yang ditunjukkan plong persamaan di bawah ini. Belaka reaksi dengan timah akan menghasilkan sulfur dioksida daripada hidrogen.

Fe(s)
+ H2SO4
(aq)
→ H2
(g)
+ FeSO4
(aq)
Sn(s)
+ 2 H2SO4
(aq)
→ SnSO4
(aq)
+ 2 H2Ozon(l)
+ SO2
(g)

Hal ini dikarenakan asam pekat panas galibnya berlaku sebagai oksidator, manakala senderut lumer berperan sebagai asam biasa. Sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan seng, timah, dan tembaga, ia akan menghasilkan garam, air dan sulfur dioksida, manakahal asam encer yang beraksi dengan ferum seperti seng akan menghasilkan garam dan hidrogen.

Asam sulfat menjalani reaksi substitusi aromatik elektrofilik dengan sintesis-senyawa aromatik, menghasilkan asam sulfonat tersapu:[7]

Benzene sulfonaition.svg

Kegunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Asam sulfat merupakan komoditas ilmu pisah yang lewat utama, dan sepantasnya juga, produksi asam sulfat suatu negara merupakan indeks yang baik terhadap khasiat industri negara tersebut.[8]
Kegunaan utama (60% terbit total produksi di seluruh dunia) asam sulfat merupakan privat “metode basah” produksi asam fosfat, yang digunakan kerjakan membuat serabut fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. Pada metode ini, batuan fosfat digunakan dan diproses lebih berasal 100 juta ton setiap tahunnya. Target-bahan sahih yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini yaitu fluorapatit, kendatipun komposisinya dapat bermacam-macam. Target baku ini kemudian diberi 93% asam suflat untuk menghasilkan kalsium sulfat, hidrogen fluorida (HF), dan asam fosfat. HF dipisahan bak senderut fluorida. Proses keseluruhannya dapat ditulis:

Ca5F(PO4)3
+ 5 H2SO4
+ 10 H2O → 5 CaSO4•2 H2Udara murni + HF + 3 H3PO4

Asam sulfat digunakan privat jumlah yang besar oleh industri besi dan rabuk untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Bersut nan telah digunakan berulangulang didaur ulang dalam kilang regenerasi asam bekas (Spent Acid Regeneration (SAR) plant). Kilang ini membakar asam tamatan dengan gas umbul-umbul, gas penggilingan, bahan bakar minyak, alias mata air bulan-bulanan bakar lainnya. Proses pembakaran ini akan menghasilkan tabun sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3) nan kemudian digunakan bikin membuat asam sulfat yang “yunior”.

Amonium sulfat, yang merupakan jamur nitrogen nan penting, kebanyakan diproduksi seumpama produk sertaan dari penggilingan pemroses kokas untuk produksi besi dan baja. Mereaksikan amonia nan dihasilkan puas dekomposisi termal batu bara dengan cemberut sulfat lepasan mengizinkan amonia dikristalkan keluar sebagai garam (kerap kali bercelup coklat karena kontaminasi logam) dan dijual kepada pabrik agrokimia.

Kegunaan asam sulfat lainnya yang utama adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat bisa bereaksi dengan sejumlah kerdil sabun plong serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat nan kondusif menumpat serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga digunakan kerjakan takhlik aluminium hidroksida. Aluminium sulfat dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat:

Al2O3
+ 3 H2SO4
→ Al2(SO4)3
+ 3 H2O

Senderut sulfat sekali lagi memiliki bermacam ragam kegunaan di industri ilmu pisah. Sebagai paradigma, senderut sulfat yakni katalis asam yang biasanya digunakan bikin mengingkari sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam, yang digunakan untuk membentuk nilon. Ia sekali lagi digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Banyak H2SO4
digunakan n domestik pengilangan patra marcapada, contohnya misal katalis kerjakan reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana.

Siklus belerang-iodin

[sunting
|
sunting sumur]

Siklus sulfur-yodium adalah sederet proses termokimia yang digunakan cak bagi mendapatkan hidrogen. Ia terdiri berusul tiga reaksi kimia yang keseluruhan reaktannya ialah air dan keseluruhan produknya adalah hidrogen dan oksigen.

2
H2SO4

→ 2
SO2

+ 2
H2Ozon
+
Ozon2
(830 °C)
I2

+
SO2

+ 2
H2Udara murni
→ 2 HI +
H2SO4
(120 °C)
2 HI →
I2

+
H2
(320 °C)

Sintesis sulfur dan yodium didaur dan digunakan ulang. Proses ini berperangai endotermik dan haruslah terjadi pada master nan tinggi. Siklus sulfur iodin masa ini ini sedang diteliti sebagai metode nan praktis lakukan mendapatkan hidrogen. Namun karena penggunaan senderut korosif yang pekat lega suhu yang tinggi, kamu dapat menimbulkan risiko bahaya keselamatan nan besar apabila proses ini dibangun dalam proporsi besar.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Besi(II) sulfat heptahidrat

Tembaga(II) sulfat pentahidrat

Alkimiawan abad ke-8 Abu Musa Jabir bin Hayyan (Geber) dipercayai laksana penemu asam sulfat. Cemberut ini kemudian dikaji oleh alkimiawan dan dokter Persia abad ke-9 Ar-Razi (Rhazes), yang mendapatkan zat ini dari distilasi kering mineral yang mengandung logam(II) sulfat heptahidrat, FeSO4
• 7H2O, dan tembaga(II) sulfat pentahidrat, CuSO4
• 5H2O. Ketika dipanaskan, senyawa-senyawa ini akan terurai menjadi besi(II) oksida dan tembaga(II) oksida, melepaskan air beserta sulfur trioksida nan akan bergabung menjadi larutan asam sulfat. Metode ini dipopulerkan di Eropa melintasi interpretasi-terjamahan kiat-buku Arab dan Persia.

Bersut sulfat dikenal oleh alkimiawan Eropa abad pertengahan sebagai
patra vitriol. Kata vitriol semenjak berusul bahasa Latin
vitreus
nan berjasa ‘kaca’, merujuk puas prestasi garam sulfat yang seperti gelas, disebut sebagai garam vitriol. Garam-garam ini meliputi tembaga(II) sulfat (vitriol biru), seng sulfat (vitriol kudrati), ferum(II) sulfat (vitriol mentah), besi(III) sulfat (vitriol Mars), dan kobalt(II) sulfat (vitriol abang).

Garam-garam vitriol tersebut merupakan zat yang paling kecil penting dalam alkimia, yang digunakan untuk menemukan batu filsuf. Vitriol nan sangat sejati digunakan sebagai sarana reaksi zat-zat lainnya. Hal ini dikarenakan asam vitriol tidak bereaksi dengan emas. Pentingnya vitriol dalam alkimia terlihat lega moto alkimia

Visita
Interiora
Terrae
Rectificando
Invenies
Udara murniccultum
Lapidem

(‘Kunjungi bagian dalam marcapada dan murnikanlah, sira akan menemukan batu kunci’) yang ditemukan kerumahtanggaan
L’Azoth des Philosophes
karya alkimiawan abad ke-15 Basilius Valentinus, .

Sreg abad ke-17, kimiawan Jerman Belanda Johann Glauber menciptakan menjadikan asam sulfat dengan membangkitkan welirang bersamaan dengan kalium nitrat, KNO3, dengan keberadaan uap. Kalium nitrat tersebut terurai dan mengoksidasi sulfur menjadi SO3, yang akan menyatu dengan air membentuk senderut sulfat. Pada perian 1736, Joshua Ward, ahli farmasi London, menggunakan metode ini untuk memulai produksi asam sulfat berskala raksasa.

Pada waktu 1746 di Birmingham, John Roebuck mengadaptasikan metode ini ke dalam satu bilik, yang dapat menghasilkan asam sulfat lebih banyak. Proses ini disebut sebagai
proses tepas, yang mengijinkan produksi asam sulfat secara efektif. Setelah berbagai macam restorasi, metode ini menjadi proses standar produksi senderut sulfat selama hampir dua abad.

Pada tahun 1831, saudagar cemberut cuka Britania Peregrine Phillips mematenkan proses kontak, nan kian ekonomis dalam memproduksi sulfur trioksida dan asam sulfat. Saat ini, hampir semua produksi asam sulfat dunia menggunakan proses ini.

Keselamatan

[sunting
|
sunting mata air]

Bahaya laboratorium

[sunting
|
sunting sumber]

Titisan 98% asam sulfat akan dengan segera membakar daluang tisu menjadi karbonium

Sifat-sifat asam sulfat yang korosif diperburuk oleh reaksi eksotermiknya dengan air. Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya. Keadaan ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan karena dehidrasi dan kebinasaan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi bersut sulfat dengan air.

Bahaya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya sentralisasi senderut sulfat. Bahkan, senderut sulfat encer (sekeliling 1 M, 10%) dapat mendehidrasi kertas apabila tetesan asam sulfat tersebut dibiarkan dalam hari yang lama. Oleh karena itu, larutan bersut sulfat nan sama atau makin dari 1,5 M diberi etiket “CORROSIVE” (korosif), manakala larutan makin raksasa mulai sejak 0,5 M dan kian mungil mulai sejak 1,5 M diberi merek “IRRITANT” (iritan). Bersut sulfat berasap (oleum) tidak dinasihatkan untuk digunakan dalam sekolah karena bahaya keselamatannya yang sangat panjang.

Pemeliharaan mula-mula yang standar dalam menangani tumpahnya bersut sulfat ke kulit ialah dengan mengirai kulit tersebut dengan air sebanyak-banyaknya. Penyabunan dilanjutkan selama 10 sampai 15 menit bikin mendinginkan jaringan di seputar luka bakar asam dan lakukan menghindari kerusakan sekunder. Pakaian yang terkontaminasi maka dari itu cemberut sulfat haruslah dilepaskan dengan segera dan taajul bilas kulit nan berkontak dengan pakaian tersebut.

Pembuatan asam sulfat leleh juga berbahaya karena pelampiasan panas sejauh proses pengenceran. Asam sulfat pekat haruslah besar perut ditambahkan ke air, bukan sebaliknya. Penambahan air ke asam sulfat pekat dapat menyebabkan tersebarnya aerosol asam sulfat, bahkan boleh menyebabkan salakan. Pembuatan larutan makin berbunga 6 M (35%) ialah nan minimum berbahaya karena erotis nan dihasilkan cukup panas untuk memanaskan air asam encer tersebut.

Bahaya industri

[sunting
|
sunting sumber]

Sungguhpun bersut sulfat tidak mudah tutung, kontak dengan logam privat kasus curahan asam boleh menyebabkan pelepasan tabun hidrogen. Penyerantaan aerosol senderut dan tabun sulfur dioksida menambah bahaya kebakaran nan melibatkan senderut sulfat.

Asam sulfat dianggap tidak beracun selain bahaya korosifnya. Risiko utama asam sulfat merupakan jalinan dengan kulit nan menyebabkan luka bakar dan penyerapan aerosol asap. Paparan dengan aerosol senderut pada pemusatan tataran akan menyebabkan iritasi ain, saluran respirasi, dan membran mukosa nan parah. Iritasi akan mereda dengan cepat pasca- cerminan, walaupun terwalak risiko edema paru apabila kerusakan jaringan bertambah parah. Pada konsentrasi minus, simtom-simtom akibat paparan kronis aerosol bersut sulfat yang minimum galibnya dilaporkan yakni erosi gigi. Indikasi fasad kronis serokan pernapasan masih belum jelas. Di Amerika Sekutu, batasan bayangan yang diperbolehkan ditetapkan bagaikan 1 mg/m³. Terwalak lagi laporan bahwa penelanan cemberut sulfat menyebabkan defisiensi gizi B12 dengan degenarasi korespondensi subakut.

Pemagaran hukum

[sunting
|
sunting sumber]

Perdagangan sejagat asam sulfat dikontrol maka dari itu Konvensi Universitas Bangsa-Bangsa Tentang Penumpasan Sirkulasi Gelap Narkotika dan Psikotropika masa 1988, yang meletakkan bersut sulfat di Tabulasi II konvensi tersebut andai bahan kimia yang sering digunakan n domestik produksi haram narkotika ataupun psikotropika.[9]
Di Indonesia, konvensi ini disahkan maka itu Undang-Undang Dasar Nomor 7 Tahun 1997.[10]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d





    SULFURIC ACID, concentrated (> 51% and < 100%), International Programme on Chemical Safety, diakses tanggal
    2016-02-29






  2. ^



    Sulfuric acid
    , diakses tanggal
    2016-02-29






  3. ^


    Lide, D.R. (2007),
    CRC Handbook of Chemistry and Physics
    (edisi ke-88th), Boca Raton, FL: CRC Press, Taylor & Francis, hlm. 8–41





  4. ^

    N.M. Orlando, T.B. McCord, G.A Grieves, Icarus 177 (2005) 528–533

  5. ^

    Edward M. Jones, “Chamber Process Manufacture of Sulfuric Acid,” Industrial and Engineering Chemistry, Nov 1950, Vol 42, No. 11, pp 2208-10.
  6. ^


    a




    b




    c




    Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997),
    Chemistry of the Elements
    (edisi ke-2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4





  7. ^


    F. A. Carey. “Reactions of Arenes. Electrophilic Aromatic Substitution”.
    On-Line Learning Center for Organic Chemistry. University of Calgary. Diarsipkan bermula versi suci terlepas 2008-02-26. Diakses tanggal
    2008-01-27
    .





  8. ^

    Chenier, Philip J.
    Survey of Industrial Chemistry, pp 45-57. John Wiley & Sons, New York, 1987. ISBN.

  9. ^

    Annex to Form D (“Red List”) Diarsipkan 2008-02-27 di Wayback Machine., 11th Edition, January 2007 (pg. 4). International Narcotics Control Board. Vienna, Austria; 2007.

  10. ^

    Situs Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan: Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1997 Akan halnya Pengabsahan United Nations Conventions Against Illicit Traffic In Narcotic Drugs and Psychotropic Substances, 1988 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika, 1988)
  • A New Certificate Chemistry, Heinemann Educational Publishers, A Holderness and J Lambert, Heinemann, 1976.
  • Institut National de Recherche et de Sécurité. (1997). “Acide sulfurique”.
    Fiche toxicologique n°30, Paris: INRS, 5 pp.
  • Handbook of Chemistry and Physics, 71st edition, CRC Press, Ann Arbor, Michigan, 1990.
  • Agamanolis DP. Metabolic and toxic disorders. In: Prayson R, penyunting. Neuropathology: a volume in the foundations in diagnostic pathology series. Philadelphia: Elsevier/Churchill Livingstone, 2005; 413-315.

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    International Chemical Safety Card 0362
  • (Inggris)
    NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards
  • (Inggris)
    External Material Safety Data Sheet Diarsipkan 2007-10-11 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    Sulfuric acid analysis – titration freeware
  • (Inggris)
    Sulfuric Acid density and pH-value at ufuk=20 °C



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sulfat

Posted by: caribes.net