Bagaimana Cara Mengatur Fokus Kamera

Satu hal yang memungkinkan seorang fotografer menyodorkan maksud fotografisnya kepada pemirsa yakni, menetapkan fokus. Segala daya di balik mandu menetapkan fokus terbaik? Yuk kita ketahui lebih jauh akan halnya fitur khas autofocus (AF) dan manual focus (MF). (Dilaporkan oleh: Tomoko Suzuki)

Cak semau dua cara untuk menetapkan fokus. Dengan menggunakan sistem autofocus (titik api kodrati) kodak, atau pemilihan dan penyesuaian secara manual

Situasi yang teradat dicatat

– “AF” merujuk ke “autofocus”. Ini terjadi momen pemotret menala sendiri lakukan menetapkan fokus terbaik ketika mengambil foto.
– “MF” merujuk ke “manual focus”. Ini terjadi apabila pengawal menyetimbangkan fokus secara manual untuk menjadwalkan fokus.

Menetapkan titik api yakni kegesitan dasar intern mengambil foto. Ada dua cara untuk mematok fokus. Yang pertama melewati
pengoperasian autofocus (AF)
yakni, kodak menetapkan titik api secara otomatis. Nan kedua melalui
pengoperasian manual focus (MF)
yaitu, sang fotografer menyetarafkan fokus dengan menggunakan tangan.

Pada kebanyakan pemandang penjepretan, AF bisa menetapkan fokus dengan baik. Apabila melakukan opname foto dalam tren AF, yang diperlukan hanyalah menekan tombol rana secara ringan (“tekan separuh” tombol rana) untuk mengaktifkan kemujaraban AF serta AE, dan pemotret akan menyelesaikan tindak lebih lanjut. Setelah fokus ditetapkan, tekan tombol rana ke bawah (“tekan separuh” tombol rana).

Inilah nan dimaksudkan dengan AF—memotret gambar yang bagus namun dengan pengoperasian sederhana. Untuk dapat lebih mengontrol tata letak foto, Anda bisa melakukan pre-select (pra-pilih) daerah AF (atau titik AF) selama pengoperasian autofocus (fokus otomatis).

Belaka, AF tidak akan sempurna, dan suka-suka batasan plong apa nan bisa dilakukannya. Kadang, subjek atau pemandangan membuatnya sulit, atau apalagi tidak mungkin menargetkan fokus. Apabila menghadapi situasi semacam ini, manfaatkan MF sepermai-baiknya. Dengan melihat melangkahi viewfinder dan memutar cincin fokus dengan tangan, kita bisa menetapkan fokus yang pun bagus. Karena kita dapat memperbesar kawasan fokus apabila kerumahtanggaan mode Live View, maka dimungkinkan untuk mematok fokus secara makin tepat.

AF

EOS 80D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS USM/ FL: 124mm (setara 198mm)/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/200 det., EV-0,3) / ISO 3200/ WB: Auto

Manfaat: Bisa menetapkan fokus secara cepat
Kekurangan: Sebagian subjek dan pemandangan tak cermin lakukan mematok fokus

Karena AF menetapkan fokus secara cepat, hal ini sangat nyaman pada hampir semua situasi. Tetapi, sama sekali ada sebagian subjek atau pemandangan yang tidak ideal untuk menargetkan fokus. Sebaiknya, alihkan ke MF apabila kejadian mengharuskannya.

MF

EOS 6D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/40 det., EV-0,7)/ ISO 100/ WB: Auto

Manfaat: Boleh mengamati subjek dengan mata kita sendiri saat menargetkan titik api
Kekeringan: Perlu waktu lebih lama sebelum kita bisa benar-ter-hormat berorientasi

Karena kita bisa mencamkan subjek bersama-sama menyesuaikan fokus dalam MF, maka dimungkinkan lakukan menetapkan fokus yang lebih tepat. Namun begitu, seluruh proses memerlukan waktu nan lebih lama. Kita harus meluangkan periode kerjakan mematok fokus sebelum dapat mendalam memfokus.

Ketahui selengkapnya diKamera FAQ #2: Bagaimana Memfokus Secara Akurat Dengan Manual Focus (MF)?

Apabila subjek maupun pemandangannya bukan tepat untuk AF, alihkan ke MF

Apabila subjek kebetulan fertil di tempat sangat gelap, apabila pemandangannya tidak berlebih kontras, alias apabila subjek terhalangi oleh benda di sekitarnya (sebagaimana detik memotret hewan dalam kandang), AF akan sulit ditetapkan. Apabila menghadapi situasi serupa ini, alihkan fokus lega lensa, dari AF ke MF. Dengan mengalihkan ke MF, kita boleh menjadwalkan titik api namun dengan menyejajarkan cincinnya dengan tangan.

Konsep terkait 1: AF Lock

Mengendalikan teknik pemotretan “AF Lock”. Inilah cara menjeput foto dalam mode AF, di mana titik api terlebih dulu ditetapkan sebelum menyetarafkan atak foto.

Purwa, pilih secara manual titik AF aktif. Pilih negeri/titik AF yang terdekat ke subjek yang diinginkan dalam komposisi acuan Anda. Sungguhpun AF Lock bisa diterapkan dengan tendensi area AF apa sekali lagi, namun pada umumnya, tutul AF tengah nan seyogianya n kepunyaan presisi tertinggi dan saringan terbaik apabila menghadapi pemandangan nan gelap.

Berikutnya, sejajarkan tutul AF yang dipilih dengan bagian segala pula dari subjek intensi Anda, dulu tekan rana separuhnya. Setelah kamera menetapkan fokus, tinggalkan tombol nan ditekan separuh, silam sesuaikan komposisinya. Setelah radu, tekan pentol rana sepenuhnya ke sumber akar dan tuntaskan bidikan.

Jika Anda bisa memintasi teknik AF Lock, Anda bisa menurunkan subjek primer (yang Dia fokus) di mana saja di intern pigura rangka—tidak namun di tengah.

Memilih titik AF aktif (*puas EOS 760D)



Tekan tombol pemilahan titik AF (dilingkari biram) untuk menampilkan layar Single-point AF (seleksi Manual).
*Seandainya mode lain ditampilkan, ubah mode itu dengan menggunakan pentol penyortiran area AF.

Layar Single-point AF (seleksi Manual) memungkinkan Dia memintal noktah AF aktif.

Berikutnya, gunakan Main Dial, Quick Control Dial atau layar singgung cak bagi memintal bintik AF preferensi Anda. Di sini, titik di arah kiri noktah AF tengah yang dipilih.

Konsep terkait 2: Teknik Back-button AF

Biasanya, apabila cembul rana ditekan separuh, AF (penetapan fokus) dan AE (penentuan pencahayaan) diaktifkan secara sewaktu. Hanya, dengan mengkustomisasi kamera, kita bisa menata seharusnya AF dan AF bekerja secara objektif. Engkau melakukan ini dengan mengoperasikan AF dengan tombol AF-ON di bagian belakang pemotret (ataupun tombol AF Lock), dan AE dengan cembul rana. Kami menyebut ini laksana teknik Back-button AF.

Keuntungan teknik ini yakni, apabila kodak makmur internal mode AF Lock, Ia enggak terbiasa menahan cembul rana yang ditekan sepenggal. Setelah fokus ditetapkan dengan pentol AF-On, tutul fokus ditetapkan, dan tidak akan berubah walaupun Anda melepaskan jari Anda dari tombol.

Dengan teknik ini, Engkau dapat mencekit foto sebanyak nan Engkau demen, dengan pemandangan berbeda-beda, tetapi komposisinya sama.

Teknik Back-button AF

Anda bisa menyamakan kamera buat melaksanakan penetapan fokus dan penentuan pencahayaan secara independen.

1. Tetapkan fokus dalam kecondongan AF-ON
2. Tekan cembul rana untuk melepaskan rana
Gunakan tombol AF-ON (atau tombol AE Lock) buat menetapkan titik api, kemudian lepaskan rana dengan tombol rana. Apabila Anda kepingin menetapkan ulang titik api, Anda dahulu menekan lagi AF-ON.

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/400 det., EV+0,6)/ ISO 100/ WB: Daylight

Saya menjadwalkan fokus pada seekor meong yang menginjak-menginjak muncul, dengan teknik Back-button AF, mengaktifkan AF Lock, kemudian menyempurnakan setelan pemandangan. Saya berhasil menyedang komposisi yang berbeda-beda secara bersinambungan dengan uluran tangan teknik ini.

Mengakui pembaruan termutakhir akan halnya berita, saran dan daya fotografi dengan mendaftar pada kami!

Source: https://snapshot.canon-asia.com/id/article/indo/camera-basics-8-establishing-focus