Bagaimana Cara Putri Duyung Melahirkan

Sindrom Putri Duyung, Penyakit Jarang yang Ditandai dengan Menyatunya Kedua Kaki

Moms, cak semau beberapa peristiwa nan teristiadat dipahami akan halnya sindrom putri duyung.

Sindrom Putri Duyung, Penyakit Langka yang Ditandai dengan Menyatunya Kedua Kaki

Moms, pernahkah mendengar adapun sindrom putri duyung? Sindrom putri duyung atau
mermaid syndrome
buruk perut disebut juga sirenomelia. Nama sirenomelia sendiri itu berasal berpokok mitologi Yunani.

Dilansir dari
American Journal of Perinatology
,
sindrom putri duyung ialah situasi nan dulu selit belit, yaitu sahaja 1 berpokok 100.000 kelahiran.

Kondisi ini dialami makanya kanak-kanak anyir yang baru lahir, di mana mereka lahir dengan suku bergabung dengan tampilan layaknya seperti putri duyung.

Pada sebagian besar kasus, orok yang mengalami sindrom perempuan duyung meninggal dunia setelah lahir.

Meski sindrom putri duyung adalah kasus yang sopan-bermartabat rumit, tak ada salahnya Moms memahami keterangan akan halnya sindrom ini.

Kenali segala apa yang menjadi faktor-faktor alhasil, serta penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan.

Baca Pun:
Cri-du-Chat, Sindrom Berat yang Membuat Suara Momongan Seperti Tangisan Kucing

Gejala Sindrom Putri Duyung

Tanda Bayi Mengalami Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: Cap Orok Mengalami Sindrom Gadis Duyung.jpg

Foto: ibtimes.com

Kondisi sindrom perempuan duyung nyatanya lain bisa dianggap sepele. Sebagian raksasa kasusnya dapat benar-ter-hormat mengancam jiwa.

Etiket utama bayi mengalami sindrom putri duyung adalah menyatunya sebagian atau seluruh tungkai bawah, yang artinya bayi kali cuma punya satu tulang paha, yaitu sumsum panjang di putaran depan paha.

Selain itu, bayi dengan sindrom dayang duyung mungkin sekali lagi memiliki satu atau tidak punya kaki, maupun mereka bisa jadi sekadar n kepunyaan dua kaki yang mengalir.

Pada alhasil, sindrom putri duyung ini bisa mengakibatkan beberapa masalah lainnya yang lebih serius, yaitu:

  • Masalah dengan kandung kemih, ginjal, saluran kemih, atau anus.
  • Tidak berkembang atau hilangnya perlengkapan kelamin.
  • Masalah dalam pembentukan sistem kerangka.
  • Terdapat masalah pada dinding perut, terdaftar tali perut nan menonjol.
  • Ki aib dengan pembentukan benak birit.
  • Memiliki masalah jantung dan paru-paru.

Sebagian besar bayi dengan sindrom kuntum duyung bukan bertahan semangat, paling lama roh beberapa hari.

Namun, tetap ada beberapa penanganan yang boleh diusahakan bakal memintasi masalah sindrom pemudi duyung.

Baca Pula:
Bakal Wanita Hamil, Tahukah Sindrom Alkohol Janin pada Bayi?

Penyebab Sindrom Putri Duyung

Faktor yang Menyebabkan Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: Faktor yang Menyebabkan Sindrom Upik Duyung.jpg

Foto: nydailynews.com

Jika Moms penasaran tentang penyebab sindrom putri duyung, sayangnya sampai saat ini belum terserah penelitian meyakinkan yang menyatakan penyebab pastinya.

Suka-suka beberapa faktor yang berperan, tapi tentunya ini enggak bisa disamaratakan.

Beberapa peneliti percaya bahwa sindrom upik duyung terjadi karena adanya faktor genetik, beberapa lainnya meyakini bahwa sindrom ini terjadi karena terdapat masalah privat kronologi awal sistem peredaran darah.

Mengutip dari laman Medical News Today, berikut ini bilang faktor nan menyebabkan sindrom putri duyung, yaitu:

  • Ibu yang mengandung berusia di bawah 20 perian atau lebih dari 40 tahun.
  • Cerminan bakal manusia terhadap teratogenik, yang merupakan zat pemicu kelainan lahir.
  • Pengaruh faktor genetik.
  • Ibu yang mengandung mengalami diabetes. Sebanyak 22 persen janin dengan kondisi ini dilahirkan dari ibu dengan glikosuria.
  • Keberagaman kelamin laki-suami.
  • Kembar identik. Di antara sebagian besar kasus kanak-kanak anyir dengan sindrom kuntum duyung, 15 persennya adalah kembar identik.

Itulah bilang faktor yang bisa menyebabkan sindrom putri duyung. Meski demikian, seperti diungkapkan sebelumnya, penyebab pastinya belum dapat diketahui.

Jikalau ketika ini Moms mengidap diabetes dan berencana bagi hamil, mungkin cak semau baiknya rutin mengamalkan konsultasi ke dukun kandungan agar kehamilan bisa berjalan laju nantinya.

Baca Juga:
Ini Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Jabang bayi Kembar

Pengobatan Sindrom Putri Duyung

Penanganan Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: Penanganan Sindrom Putri Duyung.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Janin yang mengalami sindrom putri duyung dapat dideteksi prematur detik 13 pekan kehamilan. Momen bayi terlahir dengan sindrom gadis duyung, apakah dapat diatasi dengan pembedahan?

Sebenarnya, kondisi ini memiliki banyak pertimbangan dan konsekuensinya. Pembedahan memang terbukti bertelur memisahkan kaki pengidapnya.

Namun, sindrom cewek duyung yakni masalah yang layak kegandrungan. Dokter harus menyibuk dan menimang-nimang apa pengaruhnya pembedahan kaki terhadap bineka organ dan struktur internal awak.

Lantas, apakah suka-suka cara bagi mencegah terjadinya sindrom upik duyung? Sayangnya, belum terserah pencegahan pastinya, Moms.

Doang, preventif dapat diusahakan dengan mengawasi dari faktor-faktor penyebabnya.

Baca Juga:
Mengenal Fenilketonuria, Kebobrokan Genetika Langka lega Bayi sejak Lahir

Ibu Hamil dengan Diabetes, Harus Bagaimana?

Ibu Hamil dengan Diabetes, Harus Bagaimana?.jpg

Foto: Ibu Hamil dengan Diabetes, Harus Bagaimana?.jpg (https://capecodhealth.org/)

Foto: Orami Photo Stock

Menyibuk bilang kasus sindrom dayang duyung terjadi pada ibu hamil yang mengidap diabetes, pencegahan dapat dilakukan dengan mengontrol kondisi ibu hamil dengan penyakit ini.

Biar begitu, tidak diketahui apa gabungan diabetes dan peningkatan risiko berputra bayi dengan sindrom putri duyung.

Ibu hamil dengan kencing manis memang berisiko mengalami komplikasi lainnya, seperti kelahiran prematur.

Ibu nan mengalami diabetes pre-gestasional juga berisiko untuk mengalami komplikasi, seperti preeklamsia, hipertensi kronik, ketoasidosis diabetik, persalinan prematur, dan partus secara caesar.

Belaka, hal ini bisa dicegah takdirnya Moms yang hamil dengan glikosuria prayitna dalam mengontrol kadar gula pembawaan.

“Banyak wanita hamil dengan diabetes memiliki kehamilan nan konvensional. Tentunya dengan pemantauan yang tepat,” ungkap David G. Marrero, PhD, presiden Health Care & Education di American Glikosuria Association.

Baca Juga:
Waspada Diabetes Sebabkan Runyam Hamil!

Selain itu, ada beberapa hal yang terbiasa Moms perhatikan saat hamil dengan kencing manis, yaitu:

  • Jauhi gula atau makanan nan mengandung gula. Ganti dengan buah-buahan atau sayuran yang mengandung gula alami, misalnya kurma, pisang, ubi jalar, kismis, dan sebagainya, yang kesatuan hati kerjakan ibu hamil.
  • Terapkan pola makan yang sehat dengan gizi sepadan. Menyamai asupan tembolok dengan kecondongan hidup aktif secara fisik (sport) yaitu riuk satu pendekatan yang ideal lakukan menjaga atau mengurangi guna gurih tubuh dan suratan gula talenta.
  • Menguji kadar gula bakat satu kelihatannya alias makin saban hari.
  • Minum obat diabetes dan insulin seperti yang ditentukan saban hari di waktu yang tepat.

Kebanyakan wanita dengan kodrat gula darah yang sangat terkontrol gemuk melahirkan bayi yang sehat tanpa masalah kesegaran yang kompleks.

Itulah penjelasan tentang sindrom dara duyung, serta kejadian-hal yang perlu diketahui adapun sindrom runyam ini. Semoga menjadi publikasi yang tepat, ya, Moms!


  • https://www.medicinenet.com/sirenomelia/definition.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6235678/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/mermaid-syndrome#treatment

Source: https://www.orami.co.id/magazine/sindrom-putri-duyung

Posted by: caribes.net