Bagaimanakah Kepribadian Utsman Bin Affan

Kepribadian Ustman Bin Affan

kepribadian ustman bin affan

Khalifah Utsman bin Affan n kepunyaan kepribadian yang mulia yang dapat kita contoh n domestik usia sehari-hari. Adapun khuluk Utsman kacang Affan adalah:

Kekejian hatinya (tawadhu’)

Khalifah Utsman kacang Affan mempunyai kebiasaan minus hati. Resan ini muncul berpokok keihkhlasannya  kepada Almalik Swt. Abdullah Ar-Rumi mengatakan, “Utsman bin Affan mencoket sendiri air wudhunya apabila beliau melakukan shalat malam.” Dikatakan kepadanya, “Jikalau dia memerintahkan pembantumu, maka ia akan mencukupimu.” Utsman menjawab, “Tidak, lilin batik hari merupakan hoki mereka bakal beristirahat.” Hal ini menunjukkan sifat rendah periode Utsman kedelai Affan, kendatipun tingkat sosialnya strata, ia tetap menyajikan dirinya sendiri pada malam waktu dan tidak menggugah pelayan. Teoretis lain adalah sikap tawadhu’nya kepada paman Utusan tuhan Muhammad Saw. Al-Abbas Ra. Khalifah Utsman Bin Affan turun dari kendaraannya apabila engkau melewatinya. Ia melakukannya hingga Al-Abbas tak terlihat. Hal ini demi menghargai dan memuliakan mamanda Nabi Muhammad Saw.

Kedermawan

Khalifah Utsman bin Affan tercatat sosok yang sangat dermawan. Contohnya: pada tahun Perang Tabuk, Utsman bin Affan mengeluarkan biaya nan amat besar, yaitu membeli Sumur Ruma dan menyedekahkan cak bagi kamu muslimin, membiayai perluasan Bandarsah Nabawi lega masa Rasulullah Saw. masih hidup, menyumbangkan barang-barang dagangan yang dibawa kaϐilah kepada kaum muslimin, padahal para pedagang sudah siap membelinya, memerdekakan satu budak setiap jumat sehingga jumlah budak nan dimerdekakannya sebanyak 2400 budak. Sesungguhnya kedermawan Utsman bin Affan yakni kebiasaan asli yang terpaku dalam dirinya. Ia telah menggunanakan harta bendanya untuk menyervis agama Sang pencipta.

Malu dan menjaga kehormatan diri

Kebiasaan ini serupa itu luhur untuk orang nan memilikinya. Ia dapat menjadi faedah, keberkahan, kelembutan, dan kasih sayang. Al-Hasan Al-Bashri pernah
merencana tentang Utsman kacang Affan, “Sesungguhnya Utsman bin Affan berada dalam apartemen dan ki tertutup. Namun, kamu tidak pernah melepas pakaiannya
untuk bersiram. Ia melakukan hal ini karena rasa malu yang besar. Selain itu Utsman bukan pernah mengucapkan kata-pengenalan bathil, tidak pernah menyentuh kemaluan
dengan tangan kanan sejak digunakan kerjakan membaiat Rasulullah Saw. Ia bukan pernah minum khamar lega zaman jahiliyah maupun zaman Islam.

Pemaaf

Khuluk khalifah Utsman bin Affan yang enggak adalah pemaaf. Imran bin Abdillah bin Thalhah menanggali bahwa Utsman bin Affan keluar bakal melaksanakan shalat shubuh. Kemudian Utsman masuk melewati pintu nan setolok. Seketika pintunya terlayang. Utsman berkata, “Periksalah! Ternyata disitu
suka-suka sendiri junjungan-suami yang membawa pedang. Utsman berkata kepadanya, “Apa ini?” Pria tersebut berkata, “Aku ingin membunuhmu.” Utsman berkata,
“Subhanallah! Kenapa kamu ingin membunuhku?” Engkau menjawab, “Pejabatmu di Yaman menzhalimiku!” Utsman berkata, “Kenapa kamu tidak menyampaikan masalahmu kepadaku, lalu kalau aku enggak bersikap adil terhadap pejabatku, kamu dapat menghendaki hal itu kepadaku?” Utsman berkata kepada orangorang disekelingnya, “Barang apa pendapat kalian?” Mereka mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, ia adalah tara yang Allah menguasakannya kepadamu.” Utsman berkata, “Beliau adalah hamba nan hendak melakukan dosa, lalu Sang pencipta menyelamatkannya denganku. Datangkanlah seseorang nan menanggungmu bahwa kamu bukan turut kota Madinah sejauh aku menyandang urusan kaum muslimin.” Laki-laki tersebut mendatangkan seseorang dari kaumnya yang menanggungnya. Akhirnya khalifah Utsman kedelai Affan membebaskannya. Dari narasi tersebut boleh diketahui bahwa, meskipun ada orang nan mencelakainya, sebagai pemimpin Utsman memaaϐkan basyar tersebut.

Tukang Ibadah

Khalifah Utsman polong Affan termasuk orang-manusia yang sungguh-bukan main dalam beribadah. Banyak riwayat yang menamakan bahwa ia mengkhatamkan Al-Quran dalam satu rakaat di sisi Hajar Aswad pada periode haji dan ini mutakadim menjadi kebiasannya. Apalagi n domestik ϐirman Yang mahakuasa Swt ۦArtinya: (Apakah engkau orang musyrik yang bertambah beruntung) ataukah hamba allah yang beribadah pada masa malam dengan sujud dan menggermang, karena takut kepada (siksa) akhirat dan mengharapkan kasih Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengerti dengan orang-orang nan tidak mencerna?” Sepantasnya hanya anak adam yang berakal sehat nan bisa menerima pelajaran. (QS. (Az-Zumar (39): 9 Dari ayat tersebut, Bani Abbas mengatakan, “Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Utsman bin Affan.” Selain itu, Utsman bin Affan n kepunyaan resan membaca Al-Alquran terbit awalnya puas malam jumat dan mengkhatamkan lega malam kamis. Lain tetapi itu, Utsman kembali melakukan puasa terus menerus dan mengamalkan shalat malam kecuali waktu awal malam nan ia gunakan kerjakan tidur.

Source: https://www.okemadrasah.com/2020/07/kepribadian-ustman-bin-affan.html

Posted by: caribes.net