Bagaimanakah Sikap Belajar Yang Memuliakan Tuhan

Muliakanlah Yang mahakuasa

dengan Sparing

Bacaan Alkitab: Amsal 1:1-7

Berdoa dan Berkicau

A. Pengantar

Jawablah pertanyaan-soal berikut!

1. Dari manakah sumber kepintaran, kecerdasan, dan kebijaksanaan privat diri manusia? Dari usahanya sendirikah maupun dari manakah?

2. Barang apa saja yang boleh kamu lakukan untuk memperoleh mantra dan kelincahan?

3. Dapatkah kita memuliakan Sang pencipta dengan belajar? Jelaskanlah pendapatmu!

B. Mendalami Cerita Injil

Bacalah Amsal 1:1-7!

Salomo yang menggambar kitab Amsal ini yakni anak Tuanku Daud yang kembali kemudian menggantikan ayahnya menjadi baginda di Israel. Ia dikenal sebagai raja yang paling bijaksana, karena kamu memang menanyakan hikmat kepada Tuhan. Sira tidak meminta kekayaan maupun ketenaran. Mari membaca 1 Raja- raja 3:5-10:

“Di Gibeon itu Tuhan menampakkan dirikepada Salomo dalam mimpi plong tahun malam. Berfirmanlah Almalik: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Lewat Salomo merenjeng lidah: “Engkaulah nan sudah lalu menunjukkan kasih setia-Mu nan osean kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia umur di hadapan-Mu dengan setia,sopan dan jujur terhadap Anda; dan Dia telah menjamin kepadanya hadiah setia nan lautan itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti plong hari ini. Maka sekarang, ya Sang pencipta, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di perdua-tengah umat-Mu yang Kaupilih, satu umat yang besar, nan tidak terhitungdan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati nan faham menimbang perkara bikin mencela umat-Mu dengan dapat mengasingkan antara yang baik dan nan jahat, sebab siapakah yang sanggup mencaci umat- Mu yang sangat segara ini?” Dahulu adalah baik di mata Allah bahwa Salomo meminang peristiwa yang demikian.”

Itulah sebabnya tulisan Salomo kerumahtanggaan Kitab Amsal ini memiliki pesan hikmat kebijaksanaan nan intern, yang bersumber dari Tuhan. Ia memuliakan Tuhan dengan hikmat nan sekali lagi bermula bersumber Tuhan.

Salomo dalam fragmen awal Kitab Amsal ini menyatakan bahwa melalui pendidikan bani adam akan juru, tahu dan melakukan barang apa yang bermartabat, netral dan kredibel, dan juga memberikan kecerdasan serta pengetahuan dan hikmat. Siapakah nan menjadi sumber hikmat dalam hidup khalayak? Kitab Amsal mengatakan bahwa awal semenjak semua pendidikan dan hikmat adalah dari Tuhan sendiri karena Tuhanlah sumber hikmat. Karena itu, setiap anak adam yang sudah mendapatkan hikmat dan didikan, harus menerapkan semua itu untuk memuliakan Tuhan.

Luar biasa enggak? Kepintaran atau kecerdasan yang manusia miliki ternyata berbunga berasal Tuhan dan tidak dari dari nan lain atau belaka berpangkal dari usaha sendiri manusia. Itulah sebabnya, ketika manusia menggunakan akal dan pikirannya itu bermakna makhluk madya memuliakan Allah.

C. Memahami Belajar sebagai Prinsip

Mengagungkan Yang mahakuasa

Jawablah cak bertanya berikut!

1. Mengapa orang teradat sparing selama hidupnya?

2. Jelaskanlah dengan kata-katamu sendiri apa yang disebut dengan belajar!

3. Bagaimanakah sikap belajar yang memuliakan Tuhan? 4. Apakah manfaat sparing internal sepanjang kehidupannya?

D. Pendalaman Materi: Membiasakan


dan Memuliakan Allah

Kapankah manusia belajar? Sejak usia berapakah seseorang belajar dan lega atma berapa ia berhenti belajar? Apakah jawabmu jika ditanya cak bertanya demikian? Umumnya jawaban yang muncul adalah manusia belajar ketika ia memasuki usia bersekolah, yaitu 6 periode dan mengetem belajar kalau telah tua dan tak bisa mendaras pun. Benarkah begitu?

Sendang: dokumen Kemdikbud

Ternyata enggak benar. Sparing itu adalah proses yang terjadi sejak lahir setakat mati, atau istilah internal bahasa Inggris menyebutnya “from womb

to tomb,” artinya “sejak bersumber perut ibu hingga ke rahim mayapada/liang kubur.” Dengan demikian, proses belajar terjadi selama hidup. Tidak ada kata nongkrong dan tidak cak semau kata terlambat lakukan belajar.

Sepanjang ini, sira mungkin berpikir bahwa belajar itu selevel dengan bersekolah, atau setolok seperti banyak orang lainnya belajar cuma dapat dilakukan di sekolah. Benarkah demikian? Pasti bukan. Belajar dapat dilakukan kapan saja, di mana sekadar, dan dengan apa saja. Berlatih bukanlah belaka menggambar dan membaca, tetapi juga menjatah makna atas apa yang dilihat, direncanakan, dan dilakukan. Artinya, dengan begitu kamu tahu bahwa habis aktivitas atau peristiwa apapun kita dapat sparing dan memuliakan Tuhan. Karena kita tahu, belajar signifikan kita menggunakan akal, pikiran, perasaan, kemauan ataupun karsa yang Tuhan anugerahkan kepada kita kerjakan kita pakai secara bijaksana, lalu melelangkan semangat nan lebih baik.

Tahukah kamu segala apa nan membedakan manusia berpokok makhluk hidup enggak yang Yang mahakuasa ciptakan? Manusia punya akal manah yang dapat dikembangkan. Khalayak lainnya tidak punya pernalaran. Akal busuk dan pikiran hamba allah yaitu pemberian Tuhan yang harus dikembangkan supaya boleh berguna kerjakan orang lain demi faedah dan kebahagiaan hidup orang dan ciptaan Yang mahakuasa yang lainnya. Ketika akal dan manah sosok berkembang, manusia bisa menjalani sukma ini dengan baik dan manusia bisa menjadi bahagia. Coba kamu bayangkan seandainya hamba allah bukan boleh membaca dan menulis. Apa nan akan terjadi sreg dirinya? Atau bagaimana bila ada seseorang yang tidak bisa berhitung? Tentu orang tersebut akan mengalami berbagai kesulitan. Keseleo satu cara untuk mengembangkan akal dan pikiran yang telah Tuhan berikan adalah dengan berlatih. Belajar adalah satu hal yang Halikuljabbar mau kita untuk. Dengan membiasakan, kita boleh menjadi pakar dan mengetahui banyak keadaan. Dengan belajar kita memuliakan Tuhan, karena telah menggunakan akal geladak dan ingatan yang Almalik berikan secara baik dan bertanggungjawab.

Karena itulah, dengan giat belajar dan kesetiaan dalam melakukan tugas serta aktif dalam berkarya di sekolah kita bisa menyatakan terima kasih kita kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan. Bila seorang dokter punya pengetahuan buat meracik obat-obatan sehingga boleh mengobati suatu keburukan, maka ilmunya adalah untuk kebaikan hamba allah. Bila sendiri ahli di bidang pertanian menemukan cara menanam dan mengolah antah dengan kian baik, ilmunya bisa menolong para petani menghasilkan panen nan lebih baik. Maupun, bila kita pandai privat mata tuntunan matematika, kita bisa membantu dan menolong n partner-n partner kita nan membutuhkan bantuan.

Dengan demikian, setiap guna-guna dan kepandaian yang Tuhan beri bisa kita bagikan juga kepada orang lain. Ilmu kita harus mendatangkan manfaat dan kebaikan kerjakan banyak orang. Aji-aji kita harus kita bagikan agar menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan demikian, kita menggunakan mantra kita lakukan memuliakan Tuhan.

Saat belajar pun kita berarti semenjana berterima kasih atas beberapa peristiwa, antara lain:

1.
Kesempatan belajar. Kita bersyukur memiliki kesempatan buat bersekolah. Tidak semua anak asuh punya kesempatan bersekolah. Cak semau anak yang tidak bisa sekolah karena orangtuanya tak mempunyai komisi buat menyekolahkan mereka. Terserah juga anak yang sakit dan harus dirawat sehingga anda tidak boleh merasakan senangnya membiasakan dan bersekolah.

2.
Sosok-khalayak yang Almalik berikan di sekitar kita.
Dengan belajar, kita lagi bersyukur untuk temperatur, n antipoda, orangtua, sampai-sampai pegawai nan terserah di sekolah kita yang sudah lalu menubruk kita kerumahtanggaan belajar.

E. Menghayati Sparing n domestik Nasib

Orang Berkeyakinan

1. Tuliskanlah pemahamanmu mengenai berlatih berdasarkan Amsal 1:1-7! 2. Bagaimanakah cara berlatih nan dikehendaki Tuhan dalam hidupmu?

Buatlah daftarnya!

Cara Belajar yang Yang mahakuasa Kehendaki
Pendirian Belajar yang Tak Tuhan

Kehendaki

3. Temukanlah dampak jalan hobatan pengetahuan yang mengagungkan Allah dan tidak memuliakan Tuhan.

Perkembangan

Ilmu

Pengetahuan

yang

Memuliakan

Allah
Tanggapanmu
Kronologi

atau

Penyalahgunaan

Ilmu

Pengetahuan

yang Bukan

Meluhurkan

Tuhan
Tanggapanmu
Penciptaan obat- obatan cak bagi memulihkan orang lindu Nuklir cak bagi perang

F. Berlatih bersumber Nyanyian

Nyanyikanlah bersama-sama nyanyian ini!

Berkat bersumber Hikmat

Cipt. Yehuda E. Sondang

Hai anak-Ku.. Janganlah engkau menaksirkan petunjuk-Ku. Biarlah hatimu memelihara perintah-Ku.

Karena panjang umur dan lanjur arwah serta sejahtera akan ditambahkan-Nya kepadamu.

Janganlah kiranya kasih dan teguh meninggalkan kamu. Kalungkanlah itu plong lehermu. Tuliskan itu pada kehidupan batinmu.

Maka dia akan asian kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Berkeyakinan pada-Nya dengan segenap hatimu dan janganlah berpijak sreg pengertianmu sendiri.

Akuilah Dia dalam segala lakumu maka Anda akan melencangkan jalanmu.

Karena panjang umur dan berida serta sejahtera akan ditambahkan-Nya kepadamu.

Janganlah kiranya pemberian dan setia memencilkan engkau. Kalungkanlah itu lega lehermu

tuliskan itu pada usia batinmu.

Maka engkau akan mendapat pemberian dan sanjungan internal pandangan Sang pencipta serta manusia

Percaya pada-Nya dengan segenap hatimu Dan janganlah berpegang pada pengertianmu sendiri

Akuilah Dia dalam barang apa lakumu Maka Ia akan meluruskan jalanmu

Jawablah cak bertanya berikut!

1. Apa saja pesan nyanyian ini bikin kamu sebagai koteng pesuluh Kristen? 2. Tuliskanlah komitmenmu untuk memuliakan Tuhan melalui aktivitasmu

sebagai sendiri pelajar Serani!

G. Rangkuman

Allah adalah sumber hikmat dan pengetahuan dalam kehidupan orang. Karena itu, enggak ada seorang makhluk nan pantas menyombongkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang ia miliki. Tuhanlah yang menganugerahkan akal busuk dan budi kepada setiap manusia. Karena itu, orang haruslah menggunakankannya dengan baik dengan belajar secara jujur dan benar, agar ia memuliakan Tuhan. Lega jadinya kelak, pengetahuan itu ia pakai bikin meluhurkan Tuhan kerumahtanggaan spirit sehari-hari.

H. Doa

Halikuljabbar, Engkaulah sumber kenyataan dan hikmat internal semangat kami. Ajarlah kami buat belajar dengan tekun, baik, dan valid setiap hari, agar kami memuliakan merek-Mu dalam jiwa kami bak seorang siswa. Tolonglah kami menjadi pelajar yang cerdas dan tidak membanggakan diri. Di n domestik label Almalik Yesus Kristus, kami memohon. Amin.

Source: https://123dok.com/article/muliakanlah-tuhan-dengan-belajar-ibadah-yang-sejati.eqo1135z