Bagian Bagian Propeller Shaft Kapal

Tipe Jenis Propeller Kapal Lengkap


Tipe Jenis Propeller Kapal Lengkap –
Setelah kita meributkan mengenai Sistem Propulsi Kapal (Ship’s Propulsion), maka disini kita akan membahas mengenai Keistimewaan dan Jenis Propeller (Propeler) Kapal. Sebelumnya telah dibahas bahwa lakukan kapal dapat bergerak, kapal membutuhkan 3 babak utama dari sistem propulsi yaitu Main Engine, Transmisi dan Propeller. Namun apakah kamu tau bahwa terdapat bilang tipe variasi propeller nan terdapat sreg kapal? Disini kita akan membincangkan mengenai tipe jenis propeller kapal yang digunakan makanya kapal.

1. Fixed Pitch Propeller (FPP)

Fixed Pitch Propeller (FPP)

Fixed Pitch Propeller adalah tipe macam propeller yang paling masyarakat digunakan dan diproduksi selama bertahun-tahun baik dalam bentuk mono-blok maupun built-up. FPP ini dibuat dengan dicetak dalam satu blok sehinggaPosisi baling-baling dan pitch kitiran adalah ki ajek, dengan pitch tertentu yang tak dapat diubah dalam operasinya. Bentuk FPP ini terdapat 2 jenis yaitu propeller
 mono-blok dan built-up. Tulang beragangan Mono-blok umumnya yang digunakan detik ini dibandingkan dengan propeller built-up (Bladenya dibuat secara terpisah dari atasan dan kemudian dibaut) nan sekarang elusif digunakan.

Bahan pembuatan sangat FPP berjenis-jenis privat berbagai desain dan matra. Bakal titir yang makin besar dengan diameter lebih berbunga 300 mm, bahan non-ferrous sering digunakan, sedangkan gangsa dengan mangan dan nikel-aluminium bronze adalah varietas korban yang paling disukai. Doang, Stainlees steel menjadi bahan yang adv minim. Cast Iron yang perantaraan menjadi bahan primadona untuk produksi propeller lampau, masa ini hampir enggak digunakan pun. Sebagai alternatif, untuk propeller berformat kecil, penggunaan sering dibuat dari bahan seperti polimer, aluminium, nilon, dan baru-baru ini digunakan konglomerasi baja zat arang.

Sebagian osean kapal nan tidak membutuhkan kemampuan manuver kebanyakan menggunakan Propeller FPP ini seperti mana container, bulk carrier dan bilang variasi kapal lainnya. Kebaikan berpangkal Fixed Pitch Propeller ini adalah harganya nan sepan hemat dibandingkan dengan jenis propeller lainnya serta perawatannya nan sepan simple dan lain menimbulkan risiko nan berlebihan

2. Controllable Pitch Propeller (CPP)

Controllable Pitch Propeller (CPP)

Tidak sebagai halnya Fix Pitch Propeller (FPP) yang satu-satunya variabel operasionalnya adalah kederasan diseminasi blade itu semdoro, CPP dapat memasrahkan tingkat kebebasan dalam kemampuannya bikin mengubah pitch blade. Controllable Pitch Propeller (CPP) yakni propeller nan punya hub yang nisbi lebih besar dibandingkan dengan titir FPP karena hub harus memiliki ulas bagi mekanisme secara hidraulik buat mengontrol pitch (tesmak) sudu. Propeller CPP relatif mahal harganya sampai 3-4 kali lebih mahal berpangkal propeller FPP. Lebih jauh, karena hub yang relatif makin segara, efisiensi baling-baling rendah lebih rendah. CPP banyak digunakan untuk kapal Ro-Ro, shuttle tanker dan kapal sejenis yang membutuhkan kemampuan usaha tingkat tinggi.

Segel CPP bila dibandingkan FPP adalah Spesies CPP ini boleh
 memberikan akselerasi, mengetem dan manuver terhadap kapal yang bertambah baik,
Kelajuan kapal dapat divariasikan sonder mengubah kecepatan mesin indung,
Kelancaran boleh dikontrol langsung dari anjungan navigasi. Namun terletak kekurangan antara lain adalah
Mekanisme kontrolnya silam kompleks sehingga membutuhkan biaya perawatan yang lebih tinggi dibanding FPP.

3. Ducted Propeller

Ducted Propeller

Ducted Propeller umumnya terdiri dari dua komponen penting yakni kanal berbentuk ducting nan punya penampang aerofoil dan baling-baling propeller itu sendiri. Propeller jenis ini boleh berupa tipe pitch nan tunak atau dapat dikontrol. Secara umum Ducted Propeller ini mempunyai keuntungan dalam kejadian peningkatan kesangkilan propulsor saat terjadi beban yang jenjang dan punya course stability yang cukup baik. Ducted Propeller ini biasa disebut perumpamaan
Nozel Kort
karena pengakuan paten awal Kort Propulsion Company dan sudah menemukan aplikasi selama bertahun-tahun di mana daya sorong tinggi pada kepantasan rendah diperlukan. Spesies propeller ini biasanya digunakan bikin kapal tug, towing maupun trawl. Ducting rata-rata dapat menerimakan kontribusi sekitar 50% dari total dorong propulsor plong kecepatan kapal zero, yang disebut bollard pull condition. Semata-mata, kontribusi relatif berusul duct ini akan ambruk ke jumlah yang lebih kecil dengan meningkatnya kecepatan kapal dan kembali dapat memberikan kontribusi subversif terhadap daya tolak propulsor pada kecepatan maju nan tinggi.

Kort (duct) dari Ducted Propeller ini selain struktur tetap yang melekat secara kaku plong lambung kapal semata-mata terwalak macam yang dapat digerakan alias disebut dengan steerable duct (timbrung juga ke dalam . Streeable duct ini memungkiri kebutuhan akan setir (rudder) dan dipasang plong pintle nan sumbunya terdapat puas garis tengah vertikal cakram propeller. Hal ini memungkinkan Kort (duct) buat diputar plong sumbu pintle oleh motor kemudi sehingga gaya tolak propeller dapat diarahkan ke sisi yang diinginkan untuk pamrih navigasi.

4. Azimuth Propeller

Azimuth Propeller

Jenis propeller azimuth sudah lalu umum digunakan sejauh bertahun-periode dan dapat n kepunyaan pengaturan propeller sonder duct atau dengan duct saluran. Keuntungan dalam pemakaian jenis propeller Azimuth ini yaitu mempunyai manuverability (daya gerak) nan cukup baik, Speed control nan baik, serta abnormal vibrasi yang terjadi.

Perbedaan utama antara propeller azimuth dan poded terletak di tempat mesin atau motor penggerak proepeller ditempatkan. Jika penggerak ditempatkan di rahim kapal maka sistem rata-rata inisiator mekanis akan menjadi tipe Z ataupun L ke gandar roda propeller. Penggerak (konektivitas) antara poros vertikal dan melintang adalah dengan menunggangi besikal transmisi spiral bevel. Intern peristiwa propulsor pod, sistem pencetus biasanya terdiri dari motor setrum yang serentak digabungkan ke poros bolang-baling yang didukung plong dua sistem bearing. Ketika ini format unit terbesar adalah berenergi sekitar 23 MW. Propulsor pod digunakan terutama pada kapal pesiar dan kapal pemecah es di mana memerlukan manuvernya yang pas baik.

5. Contra Rotating Propeller

Contra Rotating Propeller

Prinsip contra rotating propeller terdiri dari dua baling-baling koaksial yang ditempatkan suatu di pinggul yang lain dan berputar dalam sebelah yang inkompatibel. Secara prinsip tipe propeller ini dikaitkan dengan propulsi pesawat. Sistem propulsi contra-rotating ini punya keuntungan hidrodinamik bagi memulihkan sebagian energi rotasi slipstream yang jika tak akan hilang ke sistem conventional single screw.

Selain itu, karena konfigurasi dua propeller, maka macam contra-rotating propeller memiliki kemampuan cak bagi menyejajarkan reaksi torsi dari propulsor. Internal pengaplikasian propulsi contra-rotating, biasanya propeller belakang n kepunyaan kaliber lebih kecil berbunga propeller maju hal ini dilakukan bikin mengatasi efek kontraksi slipstream. Demikian juga jumlah bladenya, galibnya kerjakan bagian depan memiliki empat blade dan panca kerjakan propeller belakang.

Umumnya kedua propeller akan memiliki diameter dan rpm yang farik. Desain CRP (Contra Rotating Propeller) lebih susah karena interaksi antara screw dan kebutuhan akan sistem roda persneling kontra-sirkuit, tetapi hal ini memiliki tepat guna nan lebih tangga daripada propeller konvensional. Kejadian ini terjadi karena screw memulihkan energi peredaran yang diberikan oleh screw depan. Dibandingkan dengan propeller konvensional, CRP menyentuh kinerja optimalnya plong diameter nan bertambah kecil buat rpm tertentu atau plong rpm yang lebih kurang bikin sengkang yang sama. CRP juga umumnya memiliki kinerja kavitasi yang makin baik dan mengurangi kebisingan karena langka blade nan kian ringan. Tetapi kekurangan plong jenis propeller ini yaitu pemasangan sealing dari shafting yang cukup rumit serta kompleksitas privat gearing dan koaksial shaftnya.

6. Overlapping Propeller

Overlapping Propeller

Spesies propeller ini membagi beban antara dua propeller yang ada dimana terletak dua propeller dengan porosnya ditempatkan pada jarak horizontal minus semenjak diameter propeller yang suatu dengan nan lain (tidak sejajar). Varietas baling-baling ini masih sebagian besar invalid pada penelitian dan pengembangan dan jarang digunakan kerumahtanggaan praktik kapal di lapangan. Pendalaman sebagian besar berpusat puas surat berharga jarak poros dengan rasio diameter baling-baling pada efisiensi propulsi keseluruhan dalam konteks bentuk lambung tertentu.

Pamrih terdahulu mulai sejak jenis propeller ini merupakan untuk mendapatkan keistimewaan sebanyak barangkali pecah fragmen kawasan wake factor dengan kecepatan rendah sehingga dapat meningkatkan efisiensi propulsi. Akibatnya arti yang diperoleh dari konsep propulsi ini terkait erat dengan koefisien propulsi baling-baling dan lambung kapal. Overlapping propeller ini dinilai memberikan efisiensi perut nan lebih panjang karena bekerja di daerah nan wakenya tinggi. Kekurangan nan terdapat plong varietas propeller ini yakni adakalanya interaksi antara propeller boleh menghasilkan kian banyak kavitasi.

7. Tandem Propeller

Tandem Propeller

Propeller tandem bukan konsep propulsi baru. Tandem Propeller ini memiliki dua propeller yang dipasang sreg paksi eksklusif yang mengalir ke arah yang sama. Pamrih terdahulu pemanfaatan Tandem Propeller ini adalah cak bagi memudahkan situasi pembebanan pada propeller. Tandem propeller dipasang bakal mengurangi beban pada single propeller karena dapat menyebabkan kavitasi. Di sini tren n sogokan dibagi antara dua propeller. Dalam pemuatan jamak, hal ini tidak banyak digunakan saja dalam pencantuman yang patut runyam, propeller ini menghasilkan pengepakan yang lebih baik daripada single propeller. Biasanya, ukuran dan besaran blade nan selevel.

Kemalangan dari koalisi titir tandem bila dibandingkan pada single propeller konvensional yaitu bobot dan arus aksial propeller menciptakan ketika lentur yang ki akbar sehingga boleh menerimakan kerugian terutama pada stern tube bearing. Namun, beberapa pengaturan propulsor azimuthing dan pod memperalat pengaturan ini dengan memiliki propeler yang terdapat di setiap ujung poros propulsi, di kedua sisi badan pod. Dengan cara ini bagasi dibagi oleh baling-baling traktor dan pendorong dan momen inden nan diinduksi berat dikendalikan.

7. Cycloidal Propeller (Voith–Schneider propellers)

Cycloidal Propeller (Voith–Schneider propellers)

Propeller cycloidal pada dasarnya terdiri dari blade melintang yang berputar pada tali api vertikal. Keuntungan yang jelas berpokok propeller variasi ini adalah dapat memberikan kemampuan kampanye nan baik pada kapal. Propeller ini disebut pula dengan Voith–Schneider Propeller (VSP). Voith–Schneider Propeller terdiri dari blade yang melingkar dengan pertalian lima mistar vertikal berbentuk foil. Pelat terpasang ke bagian dasar kapal dan berputar secara vertikal. Roda gigi privat memungkiri sudut serang penggaris secara sinkron dengan revolusi telor, sehingga setiap bilah dapat memasrahkan tren tolak ke arah yang separas. VSP menciptakan menjadikan kapal berdaya bermanuver yang baik karena daya dorongnya dapat disesuaikan ki akbar dan arahnya secara sewenang-wenang tanpa mengubah rpm mesin, erat sekonyongkonyong.

8. Waterjet Propulsion

Waterjet Propulsion

Waterjet tersurat sistem propulsor pada kapal terkhusus bakal kapal cepat. Keuntungan dalam pemaiakan waterjet propulsion ini ialah buat menghindari kavitasi dan kebisingan yang galibnya terjadi sreg propeller sreg umumnya. Permintaan waterjet digunakan bagi kapal  variasi feri otomobil/penumpang monohull cepat hingga katamaran, motor yacht, speed boat, hydrofoil. Waterjets juga mempunyai kelebihan berupa efisiensi yang bertambah tinggi pada kecepatan di atas 35 knot. Hanya kehilangan dari sistem propulsi ini yakni Biaya lebih strata untuk pompa dan serokan ikut serta Kebutuhan ruang yang lebih besar di dalam kas dapur. Mandu pengoperasian waterjet adalah  air ditarik melalui sistem parit oleh pompa internal yang menambahkan energi setelah itu air dikeluarkan ke belakang dengan kelajuan tinggi. Trik dorong unit terutama dihasilkan ibarat akibat berbunga peningkatan momentum yang diberikan ke air.

Source: https://www.kapaldanlogistik.com/2021/10/tipe-jenis-propeller-kapal-lengkap.html

Posted by: caribes.net