Bahasa Inggrisnya Saya Sedang Belajar

Wa Lancar Tokoh : Wa Lampias, Guru 1, Guru 2, Guru 3, Raja, Temperatur Jahat, Tukang potret. Narator : Wa Lancar adalah seorang teruna *miskin yang ingin sekali memperkaya ilmunya tentang agama. Ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya enggak mampu membayari Wa Lancar sekolah. Ia pun bekerja lega koteng hawa dengan maksud guru itu bisa membantunya. Wa Lancar : “Guru, aku ingin sekali belajar banyak tentang agama. Maukah Guru mengajariku?” Suhu 1 : “Baiklah, tapi dengan satu syarat! Beliau harus berkreasi dulu membantuku!” Wa Lancar : “lya, saya mau!” Narator : Setelah beberapa perian Wa Lancar bekerja, hawa menyebut Wa Lancar. Temperatur 1 : “Saya akan memberimu pelajaran yang sangat utama kerjakan kamu ketahui.” Wa Laju : “Apakah itu, Guru?” Guru 1 : “Pelajaran itu ialah, jikalau sudah lapar, jangan makan!” Wa Laju : “Namun itu?” Guru 1 : “lya hanya itu.” Narator : Merasa tidak puas, Wa Lancar kembali menyingkir mengejar guru tidak. Setelah bekerja dengan guru kedua, beliau juga dipanggil. Guru 2 : “Saya akan memberimu kursus utama, yaitu jika Ielah bepergian, mengetem.” Narator : Masih tidak puas, Wa Lancar mencari guru ketiga. Master 3 : “Pelajaran paling penting adalah ambil bencana, ambil pisau, kilir ekstrem-drastis.” Narator : Wa Lampias masih belum puas. Tapi setelah sekian lama belajar agama, Wa Lampias akhirnya menjadi temperatur agama yang terkenal. Ia sekali lagi bertemu dengan suhu ki busuk yang dengki dengan keberhasilannya. Wa Lampias sekali lagi difitnah dan dipanggil oleh raja. Raja : “Kamu telah memberi pelajaran nan menghelat bagi masyarakat. Kamu saya hukum dan harus menikahi cewek saya.” Wa Lancar : “Tapi saya tidak bersalah.” Syah : “Diam! Dia bersalah! Ijab nikah akan segera dilangsungkan. Dayang saya telah menikah tiga bisa jadi dan semua suaminya meninggal dengan aneh. Saat ini lain terserah pria mau menikahinya. Sekarang, ia harus mau menjadi suaminya dengan taruhan nyawamu!” Narator : Saat makan besar pernikahan, Wa Lampias bertumbuk pula dengan guru keji. Master Jahat : “Ayolah Wa Laju, makanlah yang banyak. Aku luang perutmu pasti zero” Narator : Tiba-tiba Wa Lancar sadar pelajaran dari guru permulaan, yakni ‘jika sudah Iapar, jangan makan.’ Wa Lampias : “Saya bukan lapar. Silahkan semuanya menikmati bersantap lilin lebah.” Guru Tebal hati : “Kamu *dongok sekali! Tembolok ini mak-nyus-enak.” Wa Laju : “Saya patuh tidak mau makan. Marilah tamu lain mengambil jatah makan saya.” Narator : Enggak lama kemudian, cucu adam yang makan jatah Wa Lancar sakit perut dan *matii. Ternyata makanan itu mengandung racun. Setelah pesta, guru bengis kembali datang. Suhu Keji : “Sinuhun memberi perintah moga beliau mengambil batu hitam di sungai.” Wa Lancar : “Baiklah, saya gelojoh menuruti perintah raja nan bijaksana.” Guru Jahat : “Pergilah bersama fotografer agar beliau selamat.” Narator : Di tengah perjalanan, Wa Lancar pulang ingatan pelajaran bersumber guru kedua, adalah ‘jikalau Ielah berjalan, berhenti’. Ia pun berhenti bepergian. Wa Lancar : “Paparazi, pergilah kamu terlebih adv amat mengambil rayuan hitam. Aku akan segera menyusul.” Mat kodak : “Saya akan menunggu kamu di bengawan.” Narator : Tak lama kemudian, terdengar kritik pengawal menjerit kesakitan dan meninggal. Ternyata ia terkena ranjau. Wa Laju mengambil bujukan hitam lalu kembali ke istana. Momen dia timbrung kamar, ia kembali ingat pelajaran master ketiga yaitu ‘ambil bujukan, ambil pisau, asah ekstrem-mencolok’. Wa Lancar : “Sebelum tidur, aku akan mengasah pisauku plong gangguan hitam sebaiknya radikal.” Narator : Mendadak Wa Lancar menemukan sebuah lipan ceria yang mematikan. Ia pun segera menusuk lipan itu sebatas *matii. Ternyata lipan inilah yang sepanjang ini membunuh suami-suami si kuntum ratu. Akhirnya Wa Lancar dan putri raja kembali bahagia selamanya. Tuliskan motor-biang kerok dalam drama “Wa Lampias”!

Source: https://roboguru.ruangguru.com/forum/bahasa-inggrisnya-saya-sedang-belajar-_FRM-BF5J36ZR