Bahasa Jawa Aku Suka Kamu

Bola.com, Jakarta –
Bahasa

Jawaialah bahasa tradisional yang banyak dituturkan di Indonesia. Bahasa Jawa banyak digunakan di fragmen tengah dan timur Pulau Jawa oleh penghuni bersuku Jawa.

Bahasa Jawa
juga digunakan makanya diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Kalimantan, Sumatra, dan daerah lain, serta di asing Indonesia, termasuk di Malaysia, Belanda, dan Suriname.

  • 32 Kata-Pengenalan Lucu Bahasa Jawa Perihal Kehidupan Percintaan
  • 30 Taksir-teka-teki Lucu Bahasa Jawa, Untuk Momen Berkumpul Kian Seru dan Ceria
  • Kamil Kuliah Singkat dalam Bahasa Jawa nan Bisa Dijadikan Sendang Inspirasi

Khususnya maka dari itu suku Jawa, bahasa Jawa digunakan untuk berinteraksi sehari-periode. Tetapi, bahasa Jawa belakangan tak semata-mata dimengerti oleh penduduk bersuku Jawa. Banyak penduduk kaki lain di Indonesia sudah tak luar dan memahami bahasa Jawa.

Sebagai bahasa untuk interaksi sehari-musim, bahasa Jawa juga bisa dijadikan hiburan, khususnya dalam aliansi percintaan.

Dengan mengucap kata-alas kata comar bahasa Jawa, kamu bisa mengagumkan pasanganmu dengan penuh romantisme.

Ada banyak kata-alas kata sayang intern bahasa Jawa yang n kepunyaan khasiat mendalam dan pas cak bagi disampaikan kepada pasangan. Si dia bakal menari-nari detik mengaji atau mendengarnya.

Seperti satu di antara kata bahasa Jawa akan halnya cinta yang sangat terkenal, yaitu ‘witing tresno jalaran soko kulino’ yang penting sayang tumbuh karena terbiasa.

Kalau sira sedang mencari referensi introduksi-kata comar bahasa Jawa, dapat dilihat beberapa contohnya kerumahtanggaan artikel ini.

Berikut kumpulan introduksi-kata cinta dalam
bahasa Jawa nan bisa kamu jadikan referensi bakal diutarakan ke pasanganmu, dikutip dari laman
Eko Trimulyono,
Jalantikus, dan
Karya Pemuda, Kamis (25/6/2020).

1.
“Jarene wes putih de’e karo sing liyo, kok iseh ngomong ‘Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales’. Mbok wes meneng wae luwih apik”.

(Katanya telah lugu dia dengan nan enggak, mengapa masih sejumlah ‘Kalau Tuhan nggak momongan membalas, karma yang balas.’ Udah diam aja makin baik.)

2.
“Ben akhire ora pengecut, dewe kudu ngerti kapan wektune berambisi lan kapan wektune kudu mandeg”.

(Sepatutnya karenanya tidak kecewa, kita harus mengarifi bilamana waktunya berharap dan kapan waktunya harus nongkrong)

3.
“Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe”.

(Orang yang punya tabo itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Segala pula yang nggak memiliki)

4.
“Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo”.

(Sering terkadang sebagaimana keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-lever dibawa)

5. “Wes kadung ngomong cinta jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tidak sawang lebih lagi ninggal kenangan”.

(Sudah lalu terlanjur menyatakan sayang, ternyata sudah mempunyai gandengan, sudah lalu terlanjur dipandang sampai-sampai meninnggalkan kenangan.)

6.
“Cintaku nang awakmu iku anjing geladak kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur”.

(Cintaku padamu sebagai halnya kamera, fokus di kamu saja, nan tak blur)”

7.
“Tresno iku kadang koyo kopi ijo, legi mbuk yo mual pait-paite”.

(Caruk itu terkadang begitu juga kopi hijau, manis tapi suka-suka pahit-pahitnya)

8.
“Aku tanpamu perumpamaan es dawet ra diwei gulo”.

(Aku tanpamu  bagaikan es dawet bukan diberi gula)

9.
“Tresno kui kadang koyo wifi selama koe ora ngumbar sandi penghunine yo mung siji”.

(Pelalah itu terkadang begitu juga wifi selama kamu bukan mengumbar sandi penghuninya ya tetapi satu)

10.
“Aku tanpamu perumpamaan sego kucing ilang karete. Ambyar”.

(Aku tanpamu bagai nasi meong yang karetnya hilang, hancur)

11.
“Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah mbak alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku”.

(Saat aku melihatmu, aku menyibuk semuanya ujung kepelesiran dunia ini telah berhenti sekejap di mataku)

12.
“Sepatu iso nganteni sendal, bambu iso ganteni kayu, tapi ilingo siji ae ora enek sing iso ganteni koe neng atiku”.

(Sepatu bisa mengantikan sandal, buluh bisa menggantikan kayu, tapi bangun suatu aja lain ada yang dapat mengantikan kamu di hatiku.)

13.
“Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak bare cak bertemu karo sliramu”.

(Aku lain perhubungan mencerna apa itu buruk perut, sampai akibatnya bertemu denganmu)

14.
“Amet nek aku keki, aku gor wedi kelangan wong seng tak tresnani”.

(Amnesti takdirnya aku terllau iri, aku sahaja takut kehilangan khalayak yang aku cintai)

15.
“Nek ditakoni “Ngopo tresno awakku?” mek tak jawab “Kui alesan ku mobat mabet ngalor ngidul gole receh ge moro neng wong tuomu”.

(Sekiranya ditanya “Mengapa burung laut aku?” doang enggak jawab “Itulah alasan ku terapung-apung mencari uang pecah bagi mendapati orang tuamu)

16. “Uduk bondo, uduk rupo. Tapi, ati iki wes kebacut treno karo sliramu. Ora mandang sopo bapakmu, ora mandang piro duitmu, penting aku comar”.

(Tak harta, buka rupa. Tapi hati ini terlanjur cinta kepadamu. Bukan peduli siapa bapakmu, tidak peduli berapa uangmu, yang penting aku cak acap.)”

17. “Aku duduk cah romantis sing iso berfirman kata manis, nanging aku mung bocah humoris sing iso bercakap manis”.

(Aku lain basyar romantis nan bisa berkata kata manis, tetapi aku hanya orang humoris yang dapat berkata manis)

18.
“Ora perlu janji sehidup semati, sing penting iso bertahan sampek mati”.

(Tidak perlu taki sehidup semati, yang berguna bisa bertahan sampai sepi)

19.
“Tresno kui ora mandang aku sopo kowe sopo, nyatane kowe mantanku aku ijek tresno”.

(Cinta itu tidak memandang aku mana tahu, kamu siapa, nyatanya dia itu mantanku tapi aku masih bosor makan)

20. “Nek kowe dikon milih de’e utowo aku, miliho de’e wae. Aku dudu saringan. Mergo nek sing tenanan cinta kuwi ra bakal ninggal.

(Kalau kamu disuruh pilih kamu atau aku, pilih saja dia. Aku bukan saringan. Karena yang serius kerap itu nggak akan meninggalkan.)

Perigi: Eko Trimulyono Jalantikus, Karya Pemuda

Source: https://www.bola.com/ragam/read/4288363/20-kata-kata-cinta-bahasa-jawa-manis-dan-romantis

Posted by: caribes.net