Bahasa Utama Di Australia Adalah

Pecah Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bahasa di Australia
Bahasa penting Bahasa Inggris Australia
Bahasa kudus Bahasa-bahasa penghuni kalis Australia, [[Bahasa Standar|Bahasa Tionghoa Baku]] (2.5%), Bahasa Arab (1.4%), Bahasa Kanton (1.2%), Bahasa Vietnam (1.2%), Bahasa Italia (1.2%)
Bahasa tanda-tanda Bahasa Pertanda Australia
Bahasa Isyarat Yolngu dan bahasa-bahasa isyarat penghuni kalis Australia lainnya
Tata letak kusen tombol jari utama
QWERTY
KB United States-NoAltGr.svg

Meski bukan ada bahasa konvensional di negara Australia, bahasa yang paling banyak dituturkan yakni bahasa Inggris yang mutakadim berurat umbi sebagai bahasa kebangsaan yang sesuai dengan pelaksanaan secara nyata (de fakto) sejak kedaulatan Australia.[1]
Bahasa Inggris Australia ialah jenis ragam bahasa Inggris nan minimal banyak dituturkan, disebut sebagai bahasa Inggris Australia karena logat, lingkup kekayaan pengenalan-katanya, pengejaan dan pengelolaan bahasanya yang farik hal berusul bilang jenis perbuatan bahasa Inggris lainnya.[2]
[3]
Menurut hasil sensus penduduk perian 2022, belaka bahasa Inggris yang menjadi suatu-satunya bahasa yang paling ramai dipergunakan dengan kisaran dempet 70% dari penduduk Australia seluruhnya. Kemudian, bahasa-bahasa lain yang paling kecil stereotip dipergunakan adalah di antaranya:[4]
Bahasa Tionghoa Baku (2.5%), Bahasa Arab (1.4%), Bahasa Kanton (1.2%), Bahasa Vietnam (1.2%) dan Bahasa Italia (1.2%).

Orang-orang perantauan asing turunan purwa dan kedua yang bersemayam di negara Australia tergolong dwibahasawan/wati karena sudah mahir bersabda intern bahasa Inggris sebagai bahasa kebangsaan Australia dan juga bersabda dalam bahasa aslinya umpama unjuk nirmala dirinya. Hal yang demikian sudah seperlunya diterapkan maka itu para manusia bertongkat sendok nan berkedudukan seumpama penghijrah luar di Australia.

Terdapat sebanyak kian berasal 250 buah bahasa penghuni ikhlas Australia yang diperkirakan sudah lama keberadaannya pada saat permulaan kalinya orang-manusia Eropa mengerjakan hubungan satu dengan lainnya di Australia. Kini, tak makin semenjak sekitar 20 bahasa penduduk nirmala di sana yang masih dipilih seumpama pialang kawin sehari-waktu dari golongan nyawa manapun.[5]
[6]
Padahal, bisa pula dijumpai sebanyak 110 bahasa warga nirmala lainnya yang rata-rata tetapi dipertuturkan secara terbatas buat golongan lanjut usia.[6]
Berdasarkan hasil akhir pencacahan jiwa tahun 2006, diketahui bahwa 52.000 bahasa pemukim pribumi Australia yang dijatidirikan sebagai warga steril di sana hingga 12% menggunakan bahasa lugu Australia—setidaknya satu bahasa asli—sebagai alat broker pertuturan harian di rumahnya masing-masing.[7]
Australia telah memunyai seperangkat bahasa isyarat nan disebut sebagai Auslan, dari inilah para penyandang tuna pendengaran di Australia yang berjumlah sekitar 5.500 orang boleh berbuat antarhubungannya terhadap sesamanya sebagai satu-satunya perantara perkariban yang amat dibutuhkan dan terdahulu serta merta.[8]

Bahasa Penduduk Pribumi Australia

[sunting
|
sunting sendang]

Hasil pencacahan nyawa tahun 2022 yang melukiskan secara mendunia adapun besaran ponten perseratus warga Australia yang berfirman dalam bermacam-macam bahasa pribumi Australia yang dibuat secara terpilah-pilah bersendikan aji-aji kebumian (geografi) maka dari itu hasil karangan-catatan poin dari seluruh kewedanan setempat Australia.

Dipercayai bahwa ditemukan bahasa-bahasa penduduk pribumi Australia yang jumlahnya mendekati 400 bahasa ketika orang-orang Eropa berbuat hubungan dengan warga setempat buat pertama kalinya. Sebagian besar bahasa-bahasa tersebut sudah banyak yang lenyap dan juga semakin menggenting, sehingga hanya didapati sebanyak panca belas bahasa yang masih dipertuturkan semua golongan usia terbit suku bangsa nirmala Australia yang berkepentingan.[9]

Sebanyak 50.000 pemukim sejati Australia (0,25%) yang menjadikan sejumlah bahasa pemukim asli di Australia yang masih hidup laksana calo perpautan nan utama bikin mereka. Bahasa perlambang Australia disebut perumpamaan Auslan yang menjadi cengkau perhubungan nan utama dan juga terdahulukan oleh para tuna rungu nan kira-kira menjejak 10.000 cucu adam. Sampai sejauh ini, bahasa luar nan minimum banyak dipertuturkan di Australia adalah bahasa Tionghoa Baku yang jumlahnya tercatat sebanyak 715.000 orang lega tahun 2022.

Saat ini ini, bahasa-bahasa pribumi Australia nan paling banyak digunakan sebagai makelar korespondensi ialah bahasa Aranda Atas, bahasa Selat Torres Barat, bahasa Tiwi, bahasa Walmajarri, bahasa Warlpiri dan bahasa Wati.

Aneka bahasa Tasmania

[sunting
|
sunting sumber]

Aneka bahasa Selat Torres

[sunting
|
sunting sumber]

Dijumpai sebanyak bilingual yang dituturkan di gugusan pulau selat Torres nan termasuk puas selama cakupan daerah Australia dan ditinggali para penghuni berketurunan Melanesia yang berucap dalam Bahasa Kepulauan Selat Torres Barat (atau Bahasa Kalaw Lagaw Ya) dan Bahasa Kepulauan Selat Torres Timur (maupun bahasa Miriam). Bahasa Kepulauan Selat Torres Timur tergolong ke privat bahasa-bahasa Papua, sedangkan Bahasa Kepulauan Selat Torres Barat tertulis bahasa pribumi di Australia.


Bahasa berpola sederhana (pijin) dan bahasa kacukan (kreol) di Australia

[sunting
|
sunting sumber]

Di negara Australia, terdapat dua jenis bahasa Inggris kacukan yang masuk dituturkan di Australia sejak purwa kalinya hubungan antara warga pribumi Australia dan bangsa Eropa, baik secara lisan maupun tulisan, di antaranya yaitu Bahasa Kriol Australia dan Bahasa Selat Torres Kacukan. Penutur-penutur bahasa Kriol berada di Wilayah Utara Australia serta para perawi bahasa Selat Torres kacukan semangat di daerah Queensland. Bahasa Broome Pearling Lugger merupakan sejenis bahasa berpola tercecer yang dipilih sebagai bahasa pertalian buat orang-orang yang dari dari warna-warni rumpun bangsa sebagai halnya rumpun bangsa Melayu, Jepang, Vietnam, Orang Kepulauan Selat Torres dan penduduk pribumi Australia, biasanya bahasa tersebut dapat serempak dijumpai lega kapal-kapal pemburu berlian zakiah.

Bahasa para musafir di Australia

[sunting
|
sunting sumber]

Kira-kira sekitar tahun 2001, angka perseratus warga negara Australia yang namun berbahasa Inggris di tempat tinggal mereka tiap-tiap sudah tiba menunjukkan penurunan. Hasil pencacahan semangat di Australia yang dikeluarkan secara resmi lega tahun 2001 menyatakan bahwa bahasa Inggrislah semata broker tutur di tempat tinggal mereka masing-masing, berkisar sampai angka 80%. Skor tersebut lambat laun terus berkurang menjadi intim sebanyak 79% saja lega periode 2006 tinggal tak lebih pula berusul skor tersebut pada hasil pencacahan jiwa pada tahun 2022, yaitu seputar 76,8% sekadar. Hal demikian tertentang semakin menjadi-makara dengan angka perseratus sebanyak 72,7% hanya menurut hasil pencacahan jiwa pada tahun 2022; penjelasan tadi memang memaknakan tengah terjadinya tren yang semakin tidak memihak para perawi bahasa Inggris sebagai bahasa pertama mereka sejak lahir. Bahasa-bahasa selain bahasa Inggris yang paling kentara dituturkan di Australia adalah bak berikut:

  • Bahasa Tionghoa (2,5%)
  • Bahasa Arab (1,4%)
  • Bahasa Kanton (1,2%)
  • Bahasa Vietnam (1,2)
  • Bahasa Italia (1,2%)

Warga-penduduk asing bersumber turunan mula-mula dan kedua yang bertempat loyal di Australia tergolong sebagian besarnya sebagai sekelompok berbagai macam hamba allah yang berdwibahasa, bertata cara ibu mereka masing-masing sebagai wujud pengenalan jati diri keturunan mereka dan pula berbahasa Inggris selaku penduduk di Australia.

Sumur teladan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Pluralist Nations: Pluralist Language Policies?”.
    1995 Universal Cultural Diversity Conference Proceedings, Sydney. Layanan Perlindungan Anak (Department of Social Services). Diarsipkan dari versi jati tanggal 20-08-2008. Diakses tanggal 10-07-2017.




    English has no de jure status but it is so entrenched as the common language that it is de facto the official language as well as the national language.
    (Bahasa Inggris tidak berkedudukan kekuasaan teratas syariat ataupun
    de jure, melainkan sudah berurat pangkal pohon menjadi bahasa nan konvensional dituturkan. Maka terbit itu, bahasa tersebut lagi dipilih andai bahasa kebangsaan dan bahasa resmi sekaligus dalam pelaksanaan secara nyata (de fakto) ).

  2. ^


    Moore, Bruce. “The Vocabulary Of Australian English”
    (PDF). National Museum of Australia. Diarsipkan dari versi kudrati
    (PDF)
    rontok 20-03-2011. Diakses sungkap 05-04-2010.





  3. ^

    “The Macquarie Dictionary”, Fourth Edition. The Macquarie Library Pty Ltd, 2005.

  4. ^


    “Archived copy”. Diarsipkan berusul varian kalis tanggal 09-07-2017. Diakses tanggal
    2017-07-11
    .





  5. ^


    “A mission to save indigenous languages”. Ilmu Kebumian Australia (Australian Geographic). Diarsipkan mulai sejak versi kudus terlepas 24-12-2013. Diakses tanggal 18-03-2016.



  6. ^


    a




    b




    “Laporan Pengambilan Pendapat Terhadap Bahasa-Bahasa Momongan Distrik Australia Tahun 2005 (National Indigenous Languages Survey Report 2005)”. Departemen Teknologi Maklumat Perhubungan dan Seni (Department of Communications, Information Technology and the Arts). Diarsipkan dari varian putih
    (PDF)
    rontok 09-07-2009. Diakses tanggal 05-09-2009.





  7. ^


    Australian Bureau of Statistics (04-05-2010). “4713.0 – Population Characteristics, Aboriginal and Torres Strait Islander Australians, 2006”. Canberra: Perusahaan Jasa Perangkaan Australia (Australian Bureau of Statistics). Diakses sungkap 07-12-2010.




  8. ^


    Perusahaan Jasa Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics) (27-06-2007). “20680-Language Spoken at Home (full classification list) by Sex – Australia”.
    2006 Census Tables : Australia. Canberra: Perusahaan Jasa Perangkaan Australia (Australian Bureau of Statistics). Diakses tanggal 07-12-2010.





  9. ^

    McConvell, P. & N.Thieberger. 2001. State of Indigenous Language Report. http://www.environment.gov.au/soe/2001/publications/technical/indigenous-languages.html



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_di_Australia

Posted by: caribes.net