Biografi Abdullah Bin Mas Ud

Sahabat
Abdullah kedelai Mas’ud
http://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Abdullah bin Mas’ud polong Ghafil kedelai Habib al-Hudzali
Julukan Abuk Abdurrahman
Disebut juga dengan Ibnu Mas’ud
Garis anak cucu Ibni Hudzali
Lahir Mekah
Muhajir/Anshar Pengungsi
Tempat Silam Mekah • Madinah
Wafat/Syahadah 32 H/653
Tempat dimakamkan Pemakaman Baqi’
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Permulaan Islam
Keikutsertaan dalam Ghazwah Perang Badar • Perang Uhud • Pendudukan Syam
Hijrah ke Habasyah • Madinah
Tenar perumpamaan Hafiz Alquran • Pendongeng sabda-hadis Rasul saw
Karya utama Mushaf Bani Mas’ud

Abdullah polong Mas’ud
polong Ghafil bin Habib al-Hudzali (w. 32 H/653), (bahasa Arab:
عبدالله بن مسعود بن غافل بن حبیب الهُذَلی) yang dikenal dengan
Ibn Mas’ud, tercatat keseleo seorang sahabat Rasulullah saw, muhaddis dan mufassir Alquran di era permulaan Selam. Menurut penuturannya, dia adalah bani adam keenam pertama nan memeluk Islam. Anak lelaki Mas’ud termaktub kelompok muhajirin pertama yang pergi ke Habasyah. Ia berhijrah dari Mekah merentang Madinah dan ikut berpartisipasi internal pertempuran Badar dan Uhud. Setelah Rasulullah wafat, dia juga ikut serta dalam persabungan Riddah dan penaklukan Syam. Pada tahun 21 H/642, Umar polong Khattab mengutus Ibnu Mas’ud bersama Ammar kerjakan mengawasi Baitul Gana dan pidana. Ibnu Mas’ud sreg masa kekhilafahan Utsman berseteru dengan Sa’ad bin Abi Waqqash dan Utsman sekali lagi mengembalikannya lagi ke Madinah. Ia meninggal di Madinah, dua tahun sebelum Utsman bin Affan meninggal.

Ia termasuk makhluk mula-mula yang hafiz Quran dan mendengar langsung sekitar 70 surah dari Rasulullah saw sendiri. Ashim mengambil riwayat Alqurannya dari Anak laki-laki Mas’ud. Anda membacakan mushaf Alquran kepada sebagian orang dan mereka menulisnya dan ketika Utsman mewajibkan bakal mengumpulkan semua mushaf nan terserah, awalnya ia menolak, cuma akhirnya dia tertekan melakukan keadaan tersebut. Ibnu Mas’ud terdaftar kalangan sahabat yang dihormati semua kaum Muslim, baik Syiah maupun Ahlusunah. Riwayat tentang jumlah para rohaniwan (berjumlah 12 orang) diriwayatkan dari dirinya.


Kelahiran, Pertalian keluarga dan Parasan belakang

Abdullah lahir di Mekah. Nasabnya berasal bani Hudzail, sahaja dikarenakan ayahnya lega hari Jahiliyyah tercantum mitra Ibnu Zuhrah, maka bagi selanjutnya ia juga dikenal dengan mitra Bani Zuhrah. Demikian juga dikarenakan ibunya juga dari halangan sahabat, maka mereka memanggilnya dengan Ibnu Ummi Abd.
[1]
Ia lagi bergelar Abu Abdurrrahman.
[2]
Abdullah di masa kecil sibuk mengembala kambing Uqbah bin Abi Mu’aith dan jadinya Bubuk Jahal melecehkannya.
[3]
Sebelum memeluk Islam, ia tinggal di rumah Arqam dan setelah memeluk Selam, ia diterima menjadi kepercayaan rumah Rasulullah saw.

Pada Masa Rasulullah saw

Ia memeluk Selam di semula dakwah Rasulullah saw dikarenakan melihat sebuah mukjizat darinya. Jadinya kamu disebut sebagai orang pertama pengiring Islam dan menurut penuturannya ia adalah orang islam nan keenam.
[4]
Demikian juga, ia termasuk kelompok Muhajirin pertama nan hijrah ke Habasyah dan referensi yang terserah menuturkan tentang hijrah dua kalinya ke Habasyah.
[5]
Pasca- evakuasi Rasulullah saw, Ibnu Mas’ud pergi ke Madinah dan Rasulullah saw mempersaudarakannya dengan Muadz kedelai Argo[6]
ataupun Zubair polong Awwam.
[7]
Anda berpartisipasi dalam peperangan Badar dan telah membunuh Abu Jahal. Rasulullah saw gembira atas tewasnya Abu Jahal, Nabi menyedekahkan pedangnya kepada Ibni Mas’ud.
[8]
Ibnu Abbas menyebutnya sebagai sejumlah sahabat kukuh Rasulullah saw yang tidak meninggalkan Nabi dalam pertempuran Uhud[9]
dan dikatakan, ia banyak sekali berpartisipasi dalam peperangan Rasulullah saw . Beliau sering mungkin bersama Nabi dan melayaninya.
[10]

Pasca Rasulullah

Pada Masa Abu Bakar

Tidak ada informasi mendetail adapun estimasi biografi Ibnu Mas’ud pasca wafat Rasulullah saw. Berasal sebuah ucapannya menunjukkan bahwa ia timbrung berpartisipasi dalam pertempuran Riddah puas masa kekhilafahan Tepung Bakar.
[11]
Thabari juga menukil riwayat dari Saif kedelai Umar bahwa anda mengemban preservasi ghanimah (hasil rampasan perang) kerumahtanggaan peperangan Yarmuk.
[12]

Puas Masa Umar

Lega masa kekhilafahan Umar, Ibnu Mas’ud ikut berpartisipasi dalam pendudukan Syam dan menetap beberapa musim di haud dan seolah-olah sibuk dengan pengadilan dan mengajar Alquran.
[13]
Demikian juga, cak semau sebuah riwayat yang menunjukkan kehadirannya di kota Madain dan mengajarkan fikih dan Quran.
[14]

Meluluk Baitul Gana Kufah

Pada hari 21 H/642, detik ia berada di Himsh, Umar mengundangnya dan mengutus bersama Ammar sepatutnya mengawasi Baitul Khasanah dan perdata di Kufah.
[15]
Selang beberapa waktu Umar kembali mencopot Ammar bin Yasir dan menggantikannya dengan Mughirah bin Syu’bah, dimana Baladzuri privat sebuah riwayat menuturkan alasan kemurkaan Umar kepada Ammar adalah perseteruannya dengan Ibnu Mas’ud.
[16]

Pada Hari Utsman

Setelah pembantaian Umar, Ibni Mas’ud menclok ke Madinah dan berbaiat dengan Utsman dan kemudian kembali ke Kufah dan mengajak masyarakat untuk membaiat Utsman.
[17]
Dan Utsman juga masih menunggak jabatannya dan memberikannya sebidang lahan di Irak.
[18]

Menurut riwayat Thabari dari Saif bin Umar, pada hari-tahun tersebut terjadilah perseteruan antara Ibni Mas’ud dan Sa’ad bin Abi Waqqash, gubernur Kufah, yang bukan bersedia menggaji pinjamannya ke Baitul Mal dan dikarenakan berita tersebut menyentuh telinga Utsman, lantas ia meragas Sa’ad dan ia murka terhadap Ibnu Mas’ud.
[19]
Sekadar riwayat-riwayat yang lain menunjukkan telah terjadi perseteruan antara Ibnu Mas’ud dan Walid bin Uqbah, nan menjadi gubernur Kufah.
[20]
Pasca bentrokan tersebut ia melayangkan gugatan ke Utsman, yang karenanya Utsman murka kepada Ibnu Mas’ud dan mengembalikannya ke Madinah.
[21]

Di Madinah, Ustman mencacinya dan dalam sebuah pendapat dia memerintahkan untuk mengusirnya dari masjid.
[22]

Setelah itu, Anak lelaki Mas’ud berada di Madinah sampai tiga tahun dan tidak diizinkan bakal keluar berpangkal telaga[23]
dan karenanya dia meninggal dunia sekitar 2 waktu sebelum Utsman meninggal.
[24]
Momen Ibnu Mas’ud tinggal di Madinah, Utsman menghentikan hidayah Baitul Mal kepadanya, namun sehabis kematiannya, washinya Zubair kedelai Awwam mengapalkan pun dari Utsman kerjakan sanak kerabatnya.
[25]
Salah satu alasan ketidaksukaan Utsman kepada Anak lelaki Mas’ud merupakan kehadirannya intern penguburan dan salat jenazah Abu Dzar di Rabadzah.
[26]

Akhirnya Ibnu Mas’ud meninggal marcapada pada tahun 32 H/653 di Madinah dan dikebumikan di Pemakaman Baqi’.
[27]


Ibnu Mas’ud dan Al-Alquran

Dia termuat orang pertama pasca- Rasulullah saw yang membaca Alquran dengan kritik lantang di hadapan kaum musyrikin dan mendapat penganiayaan.
[28]
Ibnu Mas’ud turut hadir secara langsung intern beberapa detik saat diturunkannya Alquran. Dan menurut penuturannya, selain mempelajari 70 surah Alquran berbunga lisan Rasulullah sendiri
[29], ia juga mengajar Alquran puas masa Nabi.

Menurut riwayat, Bani Mas’ud termasuk empat cucu adam yang dinasihatkan oleh Rasulullah saw cak bagi mempelajari Quran dari mereka.
[30]
Ia beberapa waktu sibuk mengajar Quran di Mekah dan Kufah, pasca wafat Rasulullah saw dan bahkan sebagian sahabat terkemuka begitu juga Ibnu Abbas sekali lagi mempelajari Quran darinya dan dalam bilang keadaan mengimak bacaannya.
[31]


Bacaan Ibnu Mas’ud

Sejumlah Tabi’in terkemuka di Kufah sama dengan Aswad bin Yazid, Zar Ibn Hubaisy, Ubaid polong Qais, Abu Abdurrahman al-Sullami, Abu Amr al-Syaibani dan Zaid bin Wahb mempelajari bacaan darinya dan n domestik bilang hari, bacaannya marak di Kufah.
[32]
Menurut kisahan dari A’mash (148 H/765) di awal-sediakala sepuluh tahun 2 H di Kufah, mushaf Utsmani bukan bersisa marak jika dibandingkan bacaan Bani Mas’ud provisional kerumahtanggaan selama pertengahan dasawarsa, lambat laun menggantikan tempat bacaan Ibnu Mas’ud, sampai-hingga lega pertengahan dekade 22 H, tekor sekali yang memiliki bacaan tersebut dalam catatannya.
[33]
Lebih jauh, di Kufah muncul bacaan-bacaan yang landasannya adalah mushaf Utsmani Kufah dan intern membacanya menggunakan bacaan Ibnu Mas’ud. Sejatinya bacaan resmi Kufah, yakni Ashim, Hamzah, Kasai dan Khalaf dari para qori sepuluh, terbatas makin memiliki akar tunjang dengan pustaka Anak lelaki Mas’ud.
[34]


Mushaf Anak laki-laki Mas’ud

Menurut apa nan dikemukakan dalam referensi, Ibnu Mas’ud mendikte ayat-ayat Alquran dari hafalan kepada para murid dan mereka batik bacaannya di sejumlah mushaf.
[35]
Tercalit proses pengumpulan Alquran dan penyiapan mushaf resmi yang dilakukan oleh Utsman dan dengan bermusyawarah dengan Zaid bin Tsabit, kerumahtanggaan beberapa riwayat dipaparkan tentang Mushaf Ibnu Mas’ud, yang tidak diperhatikan dan Utsman memerintahkan agar mengasihkan mushaf tersebut sehingga dihilangkan bersama mushaf-mushaf lainnya. Menurut riwayat, Anak lelaki Mas’ud bukan mengamini perintah tersebut dan risikonya, Utsman memberikan perintah meski dia dipukul.
[36]

Namun menurut sebagian riwayat, Bani Mas’ud lagi berusul sikapnya dan mengafirmasi mushaf Utsmani.
[37]


Kata keterangan Anak laki-laki Mas’ud

Ibnu Mas’ud lega masanya adalah khalayak yang mengerti akan makna-makna Alquran dan asbabun nuzul ayat-ayat Alquran.
[38]
Dan dalam periode berikutnya pandangan-pandangan tafsirnya diminati para mufassir berpunca pelbagai kalangan mazhab.
[39]
Dikatakan bahwa al-Suddi intern tafsirnya banyak menukil riwayat-riwayat dari Ibnu Mas’ud dan Ibni Abbas.
[40]


Titah-perbuatan nabi nabi muhammad Ibni Mas’ud

Ibnu Mas’ud menarikhkan banyak hadis dari Rasulullah saw dikarenakan beliau banyak menyertainya. Menurut barang apa yang dikemukakan oleh Imam Nawawi, hadis-perkataan nabi yang dinukil berbunga Ibnu Mas’ud kerumahtanggaan buku muktabar berjumlah 848 perbuatan nabi nabi muhammad, provisional 64 situasi tersebut sudah disepakati maka dari itu Bukhari dan Orang islam, sedangkan 21 perbuatan nabi nabi muhammad termasuk istimewa Bukhari dan 35 hadis termasuk singularis Mukmin.
[41]
Disamping menjeput dari hadis-hadis nan diriwayatkan bersama-sama dari Rasulullah saw, privat sebagian situasi ia lagi menjumut sebagian hadis berusul para sahabat lainnya.
[42]


Para Penutur Riwayat Ibnu Mas’ud

Di antara para perawi yang menarikhkan darinya, adalah sejumlah kalangan sahabat seperti Bani Abbas, Abu Sa’id al-Khudri, Abdullah bin Umar, Abdullah kacang Zubair, Abu Musa al-Asy’ari, Anas polong Malik, Terkulai-kulai bin Abdillah al-Anshari dll. Demikian pun bilang para Tabi’in sebagai halnya ‘Alqamah bin Qais, Aswad kedelai Yazid, Zaid bin Wahb, Abdur Rahman bin Abi Laila, Abu al-Aswad Duali, Ubaidah Salmani cekut hadis darinya.
[43]


Topik-topik Hadis Ibnu Mas’ud

Ibnu Mas’ud dalam hadis-hadisnya membahas topik-topik sebagaimana permasalahan fikih, khususnya zuhud dan tata susila, tafsir, tarikh dan ma’rifat (prolog) tentang sahabat.

Demikian kembali, banyak terbantah topik-topik menarik privat riwayat-riwayatnya sebagaimana Malahim wa Fitan, setakat-sebatas boleh dikatakan dia termasuk kalangan sahabat nan mana titah-hadis Malahim wa Fitan menjadi gandar roda mereka.
[44]
Tertera hadis terpopulerTeks kecil
Ibnu Mas’ud dalam hal ini adalah hadis tentang kabar gembira Al-Mahdi (ajf), yang diriwayatkan melalui banyak sagur.
[45]


Fatwa-fatwa Anak laki-laki Mas’ud

Internal pelbagai referensi ditegaskan bahwa Ibnu Mas’ud tertulis kalangan sahabat yang menyerahkan fatwa dan masyarakat dalam masalah fikih merujuk kepadanya.
[46]
Dikatakan banyak fatwa-fatwa yang keluar darinya sehingga dapat menunaikan janji buku satu jilid yang besar[47]
dan para muridnya menggambar fatwa-fatwa tersebut dan mencatatnya.
[48]

Metode Pengambilan Syariat

Banyak riwayat yang marak puas sepuluh tahun purwa, yaitu Ibni Mas’ud pada awalnya mencari hukum fikih internal kitab Allah dan sunnah Nabawi dan saat tidak menemukan hukum di situ, lantas ia menggunakan pendapat (ra’yu) pribadinya. Dan tentunya, selain menganggap pendapatnya bukan selalu benar, dipertimbangkan juga adanya kemungkinan pelecok.
[49]
Bersumber sisi lain banyak riwayat yang dinukil darinya yang menganjurkan belaka mendapatkan syariat berpokok kitab dan sunnah saja, dan melarang penggunaan ra’yu.
[50]

Efektivitas Mazhab Fikih

Sejumlah mazhab Kufah dari Ashab ra’yi dan ahli hadis dipengaruhi oleh Anak lelaki Mas’ud dan dalam beberapa hal berbangga akan efektivitas tersebut.

  • Kharazmi Hanafi menghantarkan serangkaian guru Bubuk Hanifah dalam fikih yang sampai dengan dua makelar kepada sahabat Ibnu Mas’ud dan Muhammad kacang Ahmad al-Maqdisi memberikan dalil terpenting akan kehanafiahannya merupakan karena Serbuk Hanifah dalam pendapatnya cangap bersandar pada pendapat-pendapat Imam Ali as dan Ibni Mas’ud.
    [51]
  • Kelompok ahli hadis Kufah pun Ibnu Lelaki dalam ki akal
    al-Kharaj
    menukil pendapat-pendapat fikih Ibnu Mas’ud.
    [52]
  • Syakhat mengkaji peran Ibni Mas’ud dan para sahabatnya kerumahtanggaan pembentukan fikih Irak khususnya Kufah.
    [53]


Kedudukan Ibni Mas’ud di Pelbagai Mazhab

Di Guri Ahlusunah

Ibnu Mas’ud dikenal sebagai salah seorang sahabat besar dan dalam karya-karya muhaddis besar mereka boleh ditemukan adanya banyak riwayat yang menyanjungnya di bawah kata Fadhail Abdullah bin Mas’ud.
[54]

Dalam sebuah teks lain populer tentang titah ‘Asyrah Mubasyarah, Anak lelaki Mas’ud termasuk dari 10 turunan tersebut[55]
, namun teks ini tidak dianggap benar-benar di kalangan para tukang hadis.

Sebagian para teolog dari pelbagai mazhab dengan melontarkan masalah dipukulnya Bani Mas’ud oleh Utsman, maka mereka mengkritiknya, karena memiliki perilaku enggak pantas terhadap penggerak sama dengan Anak laki-laki Mas’ud. Semisalnya Ibrahim al-Nazhzham dan Abuk Ja’far al-Iskafi bermula Mu’tazilah, Abul Qasim Kufi, Sayid Murtadha dan penulis
al-Îdhâh
berpunca Imamiyah dan Serbuk Ya’qub Yusuf al-Warjalani dari Ibadhiyah.
[56]

Sebagian Mu’tazilah ekstrem seperti Ibrahim al-Nazhzham dan Dhirar kedelai Amr mencurigakan keamanahan Anak lelaki Mas’ud dalam menukil riwayat berpangkal Rasulullah saw. Al- Nazhzham mengubah sebagian riwayatnya dan Dhirar kedelai Amr menghujat mushaf dan bacaannya.
[57]

Di Lingkaran Syiah

Bani Mas’ud senantiasa dihormati kaum Syiah perumpamaan salah seorang sahabat besar. Hanya sejumlah para pendahulu, Fadhl bin Syadzan an-Nisyaburi mencercanya dikarenakan ia memiliki hubungan persahabatan intim dengan para khalifah , namun internal banyak karya imamiyah, riwayat Anak laki-laki Mas’ud pula mendapat habuan perhatian dan khususnya hadis-hadis yang mengafirmasi keutamaan-keutamaan Ahlulbait as dan masalah-masalah terkait keimamahan, semisalnya hadis masyhur Nuqaba’ Itsna ‘Asyar perlu diketahui hadis tersebut adv amat banyak sekali ditemukan privat karya-karya Imamiyah dan berdasar dengannya dalam membuktikan keimamahan 12 pastor as. Tambahan pula adakalanya intern riwayat-riwayat Imamiyah ditemukan hadis-hadis yang menunjukkan kesyiahan Ibnu Mas’ud.
[58]


Mazhab yang Dinisbatkan ke Ibnu Mas’ud

Abu Abdillah Muhammad bin Mahbub dan Ibnu Salam termasuk dua jamhur populer Ibadhiyah pada abad 3 H menggolongkan Ibnu Mas’ud internal sejumlah sahabat, dimana Ibadhiyah mencoket ajaran-ajarannya mulai sejak mereka.
[59]
Di pertengahan purwa abad ke 2 H di utara Afrika didirikan kelompok Umariyah oleh Isa bin Umair, yang menyalahi kelompok-kerumunan Ibadhiyah lainnya, yang menisbatkan mazhabnya ke Ibnu Mas’ud dan bahkan terkait Alquran menganggap mushafnya sebagai asas dan dasar.
[60]

Coretan Kaki



  1. Al-Isti’ab, 1380, jld. 3, hlm. 987 dan 988.

  2. Ibid.,


  3. Al-Maghâzi, jld. 1, hlm. 89.

  4. Al-Ghadir, jild. 9, hlm. 11.

  5. Urwah bin Zubair, 105; Ibn Ishaq, 176; Ibn Sa’ad, 1 (1), hlm. 137, 3 (1), hlm. 107.

  6. Ibn Sa’ad 3 (2), hlm. 120-121; Baladzuri, Ibid, jild. 1, hlm. 271.

  7. Ibn Hisyam, jld. 1, hlm. 05; Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 105; Baladzuri, jld. 1, hlm. 270.

  8. Urwah kacang Zubair, hlm. 142-143; Ibn Hisyam, jld. 1, hlm. 635-636, 710-711; Waqidi, jld. 1, hlm. 89-91.

  9. Ibn Abil Hadid, jld. 13, hlm. 293.

  10. Ibn Shabh, jld. 1, hlm. 303.

  11. Baladzuri,
    Futuh, hlm. 94.

  12. Thabari, Sanat, jld. 1, hlm. 2095.

  13. Ibid., hlm. 2392-2393.

  14. Ya’qubi, jld. 2, hlm. 129.


  15. Baladzuri, Futûh, hlm. 269; Thabari, Bilangan tahun, jld. 1, hlm. 2637, 2645-2647.


  16. Baladzuri, Ansab, jld. 1, hlm. 168.

  17. Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 957; Baladzuri,
    Ansab, jld. 5, hlm. 23.


  18. Baladzuri,
    Futuh, hlm. 273.

  19. Thabari,
    Tarikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 1, hlm. 2811-2813.

  20. Rujuk: Baladzuri,
    Ansab, jld. 5, hlm. 30-31; dinukil berpokok Abu Mukhnif; Ibn Abd Rabbah, jld. 4, hlm. 306-307.


  21. Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 1049; Ibn ‘Abd al-Barr, jld. 3, hlm. 933; Ibn Atsir,
    Usd al-Ghabah, jld. 3, hlm. 260; Ibn Hajar,
    al-Ishabah, jld. 4, hlm. 130.

  22. Baladzuri,
    Ansab, jld. 5, hlm. 36-37; Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 281-282.

  23. Baladzuri,
    Ansab, jld. 5, hlm, 37.

  24. Thabari,
    Tarikh al-Umam wa al-Sok, jld. 1, hlm. 2894; Ibn Asakir, jld. 39, hlm. 134-139.

  25. Baladzuri,
    Futuh, hlm. 461.

  26. Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 283; Rujuk Ibn Hisyam, jld. 2, hlm. 524; Waqidi, jld. 2, hlm. 1002; Khalifah bin Khayath, jld. 1, hlm. 177; Thabari,
    Tarikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 1, hlm. 2895-2896.


  27. Al-Istî’âb, 1412 H.Q, jld. 3, hlm. 994.

  28. Ibn Ishaq, hlm. 186; Baladzuri, jld. 1, hlm. 162.

  29. Bukhari, jld. 3, hlm. 228; Muslim, jld. 4, hlm. 1912; Nasa’i, jld. 8, hlm. 134.

  30. Bukhari, jld. 2, hlm. 308; Mukminat, jld. 4, hlm. 1913-1914; Tirmidzi, jld. 5, hlm. 674.

  31. Ibn Abi Dawud, hlm. 55.

  32. Rujuk: Ibn Abi Dawud, hlm. 13-14; Ibn Mujahid, hlm. 66-67; Ibn Jazari, jld. 1, hlm. 458.

  33. Ibn Mujahid, hlm. 67.

  34. Rujuk: Tepung ‘Amr al-Dani, hlm. 9-10; Ibn Jazari, jld. 1, hlm. 459.

  35. Menikahi kembali: al-Basawi, jld. 2, hlm. 538; al-Mabâni, hlm. 35-36; Bubuk Na’im, jld. 1, hlm. 124.

  36. Rujuk: Ibn Sa’ad, 2 (2), hlm. 105; Ibn Abi Dawud, hlm. 13-18.


  37. Ibn Abi Dawud, hlm. 18; al-Mabâni, hlm. 95; Ibn Atsir, al-Arketipe, jld. 3, hlm. 112.

  38. Menyuruti: Muslim, jld. 4, hlm. 1913; Ibn Abi Dawud, hlm. 14.

  39. Thabari, Adverbia, pelbagai arena; Thusi, al-Tibyan, jld. 1, hlm. 58, pelbagai tempat; Zamakhsyari, jld. 1, hlm. 38, pelbagai tempat.

  40. Ibn Katsir, jld. 1, hlm. 4.

  41. Imam Nawawi, 1 (1), hlm. 288.

  42. Rujuk: Ibn Hajar, Tahdzib, jld. 6, hlm. 27.

  43. Memangkas: Imam Nawawi, 1 (1), hlm. 288; Ibn Hajar, Tahdzib, jld. 6, hlm. 27-28.

  44. Wasit Nisyaburi, pelbagai medan; Menikahi kembali: Mar’asyali, 564-565; Muqaddasi, Yusuf, Fehrest.

  45. Rujuk: Abu Dawud, jld. 4, hlm. 106; Tirmidzi, jld. 4, hlm. 505; Ibn Majah, jld. 2, hlm. 1366; Ahmad bin Hanbal, hadis 1, hlm. 376, 377, 430, 448; Thabrani, jld. 10, perbuatan nabi nabi muhammad nomer 10213-10230; Thusi, al-Ghaibah, hlm. 112-113.

  46. Memangkas: Ibn Sa’ad, 2 (2), hlm. 105; Khathib, Tarikh, jld. 1, hlm. 147; Juri Nisyaburi, jld. 3, hlm. 315; Abu Ishaq Syirazi, hlm. 43-44.

  47. Ibn Hazm, jld. 5, hlm. 89.

  48. Ibn Qayyim, jld. 1, hlm. 20.

  49. Rujuk: Ibn Qutaibah, hlm. 21; Ibn Qayyim, jld. 1, hlm. 63.

  50. Menyuruti: Darumi, jld. 1, hlm. 46 ke atas.

  51. Menikahi kembali: Kharazmi, jld. 2, hlm. 425; Muqaddasi, hlm. 127.


  52. Memangkas: al-Kharaj, hlm. 193, Fehrest.

  53. Syakhat , hlm. 231, 233.


  54. Rujuk: Bukhari, jld. 2, hlm. 307; Muslim, jld. 4, hlm. 1910-1914; Tirmidzi, jld. 54, hlm. 672-674; Ibn Majah, jld. 1, hlm. 49; Hakim Nisyaburi, jld. 3, hlm. 312-320.

  55. Wasit Naisyaburi, jld. 3, hlm. 312-320.

  56. Memulangi: Syahristani, jld. 1, hlm. 59; Iskafi, hlm. 22, pelbagai gelanggang; Tepung al-Qasim Kufi, hlm. 61; Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 279-286; al-Îdhâh, hlm. 26-28; Syamakhi, jld. 1, hlm. 34, 37.

  57. Rujuk: Asy’hipodrom, hlm. 105.

  58. Memangkas: Astarabadi, jld. 2, hlm. 610-612.

  59. Memulangi: Kindi, jld. 1, hlm. 64; Ibn Sallam, hlm. 75-76.

  60. Menyuruti: Darjini, jld. 2, hlm. 47; E1 2m dibawah pengenalan Ibadhiyyah.

Daftar Wacana

  • Bubuk Amr al-Dani, Utsman, al-Taysir, penyelidikan. Otto Pretzel, Istanbul, 1930 M.
  • Abu Dawud, Sulaiman, Sunan, penggalian. Muhammad Muhyiddin, Abdul Hamid, Kairo, Dar Ihya al-Sunnah al-Nabawiyyah.
  • Abu Ishaq Syirazi, Ibrahim, Thabaqât al-Fuqahâ, riset. Ihsan Abbas, Beirut, 1401 H/ 1981 M.
  • Tepung Naim Isfahani, Ahmad, Hilyah al-Auliya, Kairo, 1351 H/ 1932 M.
  • Abul Qasim Kufi, Ali, al-Istighatsah, Qom, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  • Ahmad bin Hanbal, Musnad, Kairo, 1313 H.
  • Al-Basawi, Ya’qub, al-Ma’rifah wa al-Târikh, penekanan. Akram Dhiya Umri, Baghdad, 1975 M.
  • Al-Îdhâh, yang dinisbatkan pada Fadhl kacang Syadzan, Beirut, 1402 H/ 1982 M.
  • Al-Mabani, Muqaddimatani fi Ulûm Quran, riset. Artur Jafri, Kairo, 1954 M.
  • Arnauth, Syu’aib dan Husain Asad, marginal Sair A’lam al-Nubala Dzahabi, Beirut, 1405 H.
  • Astarabadi, Ali, Ta’wil al-Ayat al-Dzahirah, penelitian. Muhamamd Baqir Muwahhid Abthahi, Qom, 1366 S.
  • Asy’kandang kuda, Ali, Maqâlât al-Islamiyyîn, riset. Hellmut Ritter, Wiesbaden, 1400 H/ 1980 M.
  • Baghdadi, Abdul Qadir bin Thahir, al-Farqu baina al-Firaq, penggalian. Muhammad Zakir Kautsari, Kairo, 1367 H/ 1948 M.
  • Baihaqi, Ahmad, al-Aji al-Kubra, Hyderabad Dekan, 1344 H.
  • Baladzuri, Ahmad, Ansab al-Asyraf, jild. 1, riset, Muhammad Hamidullah, Kairo, 1959 M.
  • Baladzuri, Ahmad, Ansab, jild. 5, penyelidikan. Goitein, Jerusalem, 1936 M.
  • Baladzuri, Futuh al-Buldan, pendalaman. Dakhawiyyah, Leiden, 1866 M.
  • Bukhari, Muhammad, Shahih, Bulaq, 1315 H.
  • Darjini, Ahmad, Thabaqât al-Masyâyih bi al-Maghrib, penajaman. Ibrahim Thalai, Qasanthinah, 1394 H/ 1974 M.
  • Darumi, Abdullah, Sunan, Damaskus, 1349 H.
  • Dzahabi, Muhammad, Sair Duaja al-Nubala, riset. Syu’aib Arnauth dan Akram Bushi, Beirut, 1404 H/ 1986 M.
  • Dzahiriyyah, Khatti (hadis).
  • Farra’, Yahya, Ma’ani Alquran, riset. Ahmad Yusuf Najati dan Muhammad Ali Najjar, Kairo, 1972 M.
  • Furat Kufi, Tafsir, Najaf, 1354 H.
  • Goldziher, I., Die Richtungen der islmischen Koranauslegung, Leiden, 1970.
  • Hakim Nisyaburi, Muhammad, al-Mustadrak ala al-Shahihain, Hyderabad Dekan, 1334 H.
  • Ibn ‘Abd al-Barr, Serdak Umar Yusuf polong Abdullah polong Muhammad bin ‘Abd al-Barr (m 463), al-Istî’âb fi Ma’rifah al-Ashhâb, investigasi. Ali Muhammad al-Bajawi, Beirut, Dar al-Jail, cet. 1, 1412.
  • Ibn ‘Abd al-Barr, Yusuf, al-Istî’âb, pendalaman. Ali Muhamamd Bajawi, Kairo, 1380 H/ 1960 M.
  • Ibn ‘Asakir, Ali, Tarikh Madinah Damisq, penekanan. Sukainah Syahabi, Damaskus, 1406 H/ 1986 M.
  • Ibn Abd Rabbah, Ahmad, al-Aqd al-Farid, pendalaman. Ahmad Amin dll, Kairo, 1940-1953 M.
  • Ibn Abi al-Hadid, Abdul Hamid, Syarh Nahjul Balaghah, riset. Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim, Kairo, 1378-1384 H.
  • Ibn Abi Dawud, Abdullah, al-Masâhif, Kairo, 1355 H/ 1936 M.
  • Ibn Adam, Yahya, al-Kharaj, penyelidikan. Ahmad Muhammad Syakir, Kairo, 1347 H/1928 M.
  • Ibn Atsir, Ali, Usud al-Ghâbah, Kairo, 1280 H.
  • Ibn Atsir, al-Kamil; Ibn Ishaq, Muhammad, al-Sair wa al-Maghazi, penajaman. Suhail Zakar, Damaskus, 1398 H/ 1978 M.
  • Ibn Babawaih, ‘Uyun Akhbar al-Ridha, Najaf, 1390 H/ 1970 M.
  • Ibn Babawaih, Kamaluddin, riset. Ali Akbar Ghaffari, Tehran, 1390 H.
  • Ibn Babawaih, Muhammad, al-Khishâl, riset. Ali Akbar Ghaffari, Qom, 1403 H/ 1362 S.
  • Ibn Hajar al-Askalani, Ahmad, al-Ishâbah, Kairo, 1328 H.
  • Ibn Hajar al-Askalani, Tahdzîb al-Tahdzîb, Hyderabad Dakan, 1326 H.
  • Ibn Hazm, Ali, al-Ahkam fi Ushûl al-Ahkam, Beirut, 1405 H/ 1985 M.
  • Ibn Hisyam, Abdul Malik, al-Ahmar al-Nabawiyyah, pendalaman. Ibrahim Abyari dll, Kairo, 1375 H/ 1955 M.
  • Ibn Jazari, Muhammad, Ghayat al-Nihayah, studi. G. Bergstraesser, Kairo, 1351 H/ 1932 M.
  • Ibn Katsir, Ismail, Adverbia, Bulaq, 1300 H.
  • Ibn Khalawaih, Husein, Mukhtashar fi Syawadz Quran, riset. G. Bergstraesser, Kairo, 1934 M.
  • Ibn Majah, Muhammad, Sri paduka, riset. Muhamad Fuad Abd al-Baqi, Kairo, 1952-1953 M.
  • Ibn Mihran, Ahmad, al-Mabsuth, riset. Syabi’ Hamzah Hakimi, Damaskus, 1407/ 1986 M.
  • Ibn Mujahid, Ahmad, al-Syu’bah fi al-Qiraat, eksplorasi. Syauqi Dhaif, Kairo, 1372 H.
  • Ibn Nadim, al-Fehrest.
  • Ibn Qayyim Jauzi, Muhammad, I’lam al-Muwaqqi’în, penggalian. Taha Abd al-Rauf Sa’ad, Beirut, 1973 M.
  • Ibn Qutaibah, Abdullah, Ta’wil Mukhtalif al-Sabda, riset. Muhammad Zuhri Najjar, Beirut, Dar al-Jalil.
  • Ibn Sa’ad, Muhammad, al-Thabaqât al-Kabir, riset. Zakhawi dan lain-lain, Leiden, 1904-1918 M.
  • Ibn Sallam Ibadhi, Bad’u al-Islam, penelitian Werner Schwartz, dan Salim bin Ya’qub, Wiesbaden, 1406 H/ 1986 M.
  • Ibn Shabh, Umar, Tarikh al-Madinah al-Munawwaroh, pengkhususan. Fahim Muhammad Syaltut, Hijaz, 1399 H/ 1979 M.
  • Isfaraini, Thahir, al-Tabshîr fi al-Dîn, riset. Yusuf Kamal al-Pises, Beirut, 1403 H/ 1983 M.
  • Iskafi, Muhammad, al-Misoa’yar wa al-Muwazanah, riset. Muhammad Baqir Mahmudi, Beirut, 1402 H/ 1981 M.
  • Jaludi, Abdul Aziz, Ma Nazala min Alquran, pendalaman. Ahmad Paktachi, Turatsuna, Qom, 1412 H, no. 24.
  • Jashshash, Ahmad, Ahkam Quran, riset. Muhammad Shadiq Qamhawi, Beirut, 1405 H.
  • Kalbi, Hisyam, Jumharah al-Nasab, penajaman, Naji Hasan, Beirut, 1407 H/ 1986 M.
  • Khalifah bin Khayat, Sanat, pengkajian. Suhail Ceceh, Damaskus, 1968 M.
  • Kharazmi, Muhammad, Jami’ Masanid Abi Hanifah, Hyderabad Dekan, 1332 H.
  • Khatib Baghdadi, Ahmad, Angka tahun Baghdad, Kairo, 1349 H.
  • Khazzaz, Ali, Kifayah al-Atsar, Qin, 1401 H.
  • Khazzaz, Syaraf Ashhab al-Hadis, riset. Muhammad Said Khatib Oglu, Ankara, 1971 M.
  • Khazzaz, Taqyid al-Ilm, studi. Yusuf Isy, Dar Ihya’ al-Sunnah al-Nabawiyyah, 1974 M.
  • Kindi, Muhammad, Bayan al-Syar’i, riset. Abdul hafidz Syalbi, Musqith, 1402 H/ 1982 M.
  • Mar’asyali, Yusuf Abdur Rahman, Fehres Ahadits al-Mustadrak ala al-Shahihain, Beirut, 1406 H/ 1986 M.
  • Marghinani, Ali, al-Hidayah, Hamrah Fath al-Qadir, Kairo, 1319 H.
  • Mizzi, Yusuf, Tuhfah al-Asyraf, Mumbai, 1396 H/ 1976 M.
  • Muqaddasi, Muhammad, Ahsan al-Taqasim, riset. Dakhawiyah, Leiden 1906 M.
  • Muqaddasi, Yusuf, ‘Aqd al-Durar, riset. Abdul Fattah Muhammad Halwi, Kairo, 1399 H/ 1979 M.
  • Mukminat kacang Hajjaj, Shahih, investigasi. Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kairo, 1955 M.
  • N N ldeke, Th., Geschichte des Qorans, Leipzig, 1919; Schacht, J., the Origins of Muhammadan Juriprudence, Oxford, 1953.
  • Nasai, Ahmad, Pangeran, Kairo, 1348 H.
  • Nawawi, Muhyiddin, Tahdzib al-Asmâ wa al-Lughat, Kairo, Idarah al-Thiba’ah al-Muniriyyah.
  • Nu’jauhar, Muhammad, al-Ghaibah, Beirut, 1403 h/ 1973 M.
  • Sarakhsi, Syamsuddin, al-Mabsuth, riset. Khalil Mis, Beirut, 1400 H/ 1980 M.
  • Sayari, Ahmad, al-Qiraat, Nuskhat Khatti Ketabkhaneh Ayatullah Mar’asyi, no. 5222.
  • Sayyid Murtadha, Ali, al-Syâfi fi al-Imâmah, eksplorasi. Abdul Zahra Huseini, Tehran, 1407 H/ 1987 M.
  • Subki, Abdul Wahhab, Thabaqât al-Syâfi’iyyah al-Kubra, eksplorasi. Abdul Fattah Muhammad Halw dan Mahmud Muhammad Thanahi, Kairo, 1385 H/ 1966 M.
  • Suyuthi, al-Itqan fi Ulum Alquran, riset. Abul Fadhl Ibrahim, Kairo, 1378 H/ 1967 M.
  • Syahristani, Muhammad, al-Milal wa al-Nikhal, pengkajian. Muhamamd bin Fathulah Badran, Kairo, 1375 / 1956 M.
  • Syamakhi, Ahmad, al-Sair, pendalaman. Ahmad Siya’i, Musqith, 1407 H/ 1978 M.
  • Thabari, Kata keterangan.
  • Thabari, Tarikh.
  • Thabrani, Sulaiman, al-Mu’jam al-Kabir, riset. Hamdi Abdul Hamid Salafi, Baghdad, Wezarat al-Auqaf.
  • Thusi, al-Ghaibah, Najaf, 1385 H.
  • Thusi, al-Tibyan, Najaf, 1376 H/ 1957 M.
  • Thusi, Muhammad, Ikhtiyar Ma’rifah al-Rijal, penggalian. Hasan Mustafawi, Masyhad, 1348 S.
  • Tirmidzi, Muhammad, Ratu, riset. Ibrahim ‘Athwah ‘Iwadh, Kairo, 1381 H.
  • Urwah bin Zubair, Maghazi Rasulillah Saw, riset. Muhammad Mustafa A’dzami, Riyadh, 1401 H/ 1981 M.
  • Waqidi, Muhammad, al-Maghazi, pengkajian. Marsden Jones, London, 1966 M.
  • Ya’qubi, Ahmad, Tarikh, Najaf, 1358 H.
  • Zamakhsyari, Mahmud, al-Kasysyaf, Kairo, 1366 H/ 1947 M.



Source: https://id.wikishia.net/view/Abdullah_bin_Mas%27ud

Posted by: caribes.net