Bolehkah Potong Rambut Saat Puasa

 Ilustrasi potong rambut pendek. (Freepik)

SOLOPOS.COM – Ilustrasi tikam rambut pendek. (Freepik)


Solopos.com, Distingtif —
Di sumber akar ini terdapat hukum Islam mengenai memotong rambut saat menjalani ibadah puasa Ramadan yang kerap dianggap bisa bikin batil.

Umat mukmin masih menanya-tanya mengenai hukum tersebut ketika bulan Ramadan start. Masih ada yang menyapa bacok bulu di siang hari saat Ramadan dapat membatalkan puasa.



PromosiTokopedia Hijau Ajak UMKM dan Masyarakat Usung Barang Ramah Lingkungan

Biarpun begitu, cak semau pun yang menamai cucuk rambut ketika siang perian saat Ramadan diperbolehkan dan tak bisa membatalkan puasa.


Baca Juga:  Apakah Pengganti Sri Tuanku Hamengku Buwono X Boleh Gadis?

Lalu, sebetulnya, bagaimana hukum Islam mengatur tetak bulu ketika puasa Ramadan, apakah cak bagi mansukh atau tidak?

Sebagaimana telah ditayangkan privat situs
Islamway.sauk-sauk, Dewan Tertinggi Hai’ah Kibaril Ulama (sejenis MUI) di Arab Saudi mendapatkan pertanyaan tersebut dari publik.

“Apakah mencukur rambut dan menyelit kuku di siang Ramadan membatalkan puasa?” bunyi pertanyaan tersebut.


Baca Lagi:  Engkau Dapat Boleh Mobil Daihatsu Rocky Seharga Rp120.000, Kok Bisa?

Pemberi fatwa dari Imperium Arab Saudi, Syaikh kedelai Bazz Rahimahullah menjelaskan bahwa hukum mencukur rambut, menggunting cakar, mencabut bulu kemaluan detik puasa lain akan membatalkan ibadah puasa seseorang.

“Mencukur surai, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu aurat, semua itu tidak menjadikan batil puasanya khalayak nan berpantang. Mudah-mudahan membagi tafiq dan semoga Allah melimpahkan selawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya,” jawab Syeikh polong Bazz Rahimahullah.


Baca Juga:  Biar Berbuntut, Ini yang Disiapkan kerjakan Program Inseminasi Buatan Bayi

Rasam Menyela Rambut kerumahtanggaan Islam

Meski hukumnya diperbolehkan saat puasa Ramadan, potong rambut juga n kepunyaan aturannya secara Islam. Intern sebuah hadis yang diriwayatkan Anas kedelai Malik ra, yang artinya,

“Kita diberi batas waktu dalam mencukur sungut, menyelit kuku, menerangkan bulu ketiak dan mencukur rambut alat vital. Janganlah kita biarkan lebih berpangkal 40 hari.” (HR. Muslim).


Baca Sekali lagi:  Kali yang Lakukan Menjadi Pengganti Sri Sultan Hamengku Buwono X?

Lain hanya bulu, khusus bakal pria, janggut juga harus rajin dipotong dengan ketentuan nan dijelaskan maka dari itu sahabat Nabi nan bernama Ibnu Umar.

Dia menyelit janggutnya dengan mandu digenggam lewat dipotong sisanya. Inilah nan menjadi standar bagi Islam, termasuk mencukur kumis dan memelihara janggut sepanjang tinju tangan setelah dagu.


Baca Juga: Ternyata Ini Maslahat dari Sukoharjo, Kabupaten yang Dijuluki Kota Gadis

Source: https://www.solopos.com/potong-rambut-saat-puasa-bikin-batal-atau-tidak-ini-hukumnya-1282978

Posted by: caribes.net