Cara Berkembang Biak Daphnia Magna




Daphnia Magna �Kutu Air Raksasa�


Foto: rizki



Dalam semasa hidupnya 1 ekor Daphnia Magna dewasa bisa mencecah ukuran sebesar kedelai hijau atau berdosis 2 milimeter (mm)

Hewan air nan satu ini umum dikenal oleh para pembudidaya ikan hias ataupun hobiis (penghobi) dengan sebutan kutu air. Dabat yang punya jenama ilmiah Daphnia sp.  Ini biasanya dimanfaatkan oleh segmen pembenihan dan berperan sebagai pakan alami di fase larva ataupun burayak (sebutan bakal anak ikan yang yunior menetas).

Intiha-akhir ini lagi tiba berkembang pemanfaat variasi kutu air yang ukurannya jauh lebih besar dibanding pada umumnya yang dikenal dengan Daphnia Magna (DM). Kehadiran DM sebetulnya telah diketahui sejak bilang waktu belakangan, namun kulturnya langsung oleh para pembenih belum dieksplorasi secara luas. Inilah nan coba diterobos oleh dok pembenih, keseleo satunya dilakukan pembenih sekaligus hobiis ikan cupang, Mirza Ghulam Ahmad.

“Awalnya bersinggungan dengan DM ini sejak 2022 silam. Bersumber lego DM nasib baik tandingan. Saya mengaram peluang bahwa kedepannya DM akan banyak diminati para hobiis dikarenakan baik cak bagi iwak hias dari segi warna. Maka saya mengepas membudidayakannya,” beber adam nan akrab disapa Mirza ini.

Dia menamai, peran DM ibarat pakan alami ikan hias pun berdampak jelas pada kecerahan warna lauk, merupakan menjadi bertambah mengkilap. “Saya melakukan rahmat DM secara berkala pada cupang-cupang solek nan saya pelihara. Kesannya, warna ikan lebih cerah dan kita cak acap menjadi kampiun n domestik kontes iwak cupang internasional dimana penilaiannya utamanya adalah rona ikan yang cuaca dan memanjakan mata,” terang Mirza.

“Dan DM lagi berbeda dengan pakan alami lazimnya yang didapatkan pecah kolam-tambak alias sungai yang tercemar; sebagai halnya cacing sutera (Tubifex Sp.), kutir (Daphnia sp.), hingga pula uget-uget nyamuk. DM ini lebih polos,” tambahnya. Alhasil, pemakaian pakan DM lakukan ikan sekali lagi menyebabkan iwak bebas berusul penyakit.

Kultur DM

Mirza pun memaparkan kebudayaan DM sebagai pakan alami ikan ini. Sebelumnya, privat mengkultur DM, ada beberapa nilai berfaedah nan harus dilakukan. Riuk satunya merupakan menjaga suplai oksigen terhadap wadah kultur DM. Karena, dengan baiknya kadar oksigen terlarut privat air maka DM akan berkembang dengan baik, mengingat jumlah DM nan banyak dalam sekali menetas.

Selain itu, dia lagi menyebut penanda-penanda kualitas air yang terbiasa diperhatikan. Yakni, suhu air yang berkisar 18 – 24 oC , serta pH air antara 6 – 7.

“Semacam itu pula keberadaan metal di dalam air, karena DM sangatlah sensitif terhadap io-ion logam seperti Ferrum (Fe), Mangan (Mn), dan Cuprum (Cu). Dan DM juga lewat sensitif pada air tercemar yang mengandung racun pestisida, incaran pemutih serta limbah rumah tangga. Mengapa, karena DM adalah penapis feeder, yaitu DM makan dengan cara memfilter air nan ada di lingkungannya,” tutur Mirza saat diwawancarai Trobos Aqua di kediamannya.

Purwa-tama, imbuh Mirza, awalan cak bagi kultur DM adalah bendungan atau ajang pemeliharaan yang bisa berupa akuarium, bendungan terpal, bk plastik dan kembali kotak sterofoam gelanggang atau yunior. Setelah awalan dilakukan, air kerjakan tamadun dimasukkan ke dalam gelanggang sampai izzah maksimal 30 sentimeter (cm). “Setelah itu, kita pasang instalasi airasi (suplai udara ke wadah),” ujarnya yang sudah menjadi hobiis cupang sejak 2008 ini.

Dua tahun kemudian, tambah Mirza, baru dimasukkan starter DM ke kerumahtanggaan wadah. Anugerah pakan DM dilakukan keesokan harinya konkret pelet udang yang berbentuk serbuk. “Berikan pakan secara seadanya. Jika pemberian dilakukan jebah, akan menyebabkan kematian karena rusaknya kualitas air budidaya,” bebernya.

Lebih lanjut, Mirza pun membeningkan tentang komplet kulturnya. Menurutnya, apabila ingin mengkultur, maka lakukanlah dengan membentuk transendental tanam. Misalnya, menyiagakan enam kolam budidaya dan memasukan starter DM segara bergilir di setiap kolamnya sehingga kedepannya bisa dipanen DM setiap harinya. Periode hidup DM kurang lebih 34 hari. Semasa hidupnya, seekor DM boleh mencapai dimensi sebesar kacang hijau atau berdosis 2 milimeter (mm).

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-76/15 September – 14 Oktober 2022

Aqua Update +

Akua Tekno
+

Cetak Update +

Source: http://trobosaqua.com/detail-berita/2018/09/15/44/10720/daphnia-magna-%EF%BF%BDkutu-air-raksasa%EF%BF%BD

Posted by: caribes.net