Cara Membuat As Built Drawing Jalan

Banyak metode as built drawing bakal sistem perpipaan. Momen Biaya jadi Constraint Utama, Photogrammetry dan GNSS RTK bisa menjadi Solusi Alternatif

Pendayagunaan Photogrammetry boleh dikembangkan lebih terperinci bikin kegiatan engineering, enggak tetapi lakukan hobby, salah satu implementasi yang boleh dilakukan adalah sebagai peranti untuk proses As Built Drawing, sering kali sistem perpipaan yang kompleks dan lama baik pada plant Petrochemical, Minyak dan Gas tidak mempunyai gambar yang komprehensif, dan sering kali mutakadim terjadi modifikasi nan kadang lain tertulis dengan baik, sehingga hal ini menyulitkan apabila akan dilakukan modifikasi lagi.

Seringkali Budget dana menjadi kendala, kontak Photogrammetry dan GNSS RTK menjadi solusi yang lebih murah jika dibandingkan dengan LIDAR atau 3D Laser Scanner, tentunya terletak kelebihan dan kekurangan spesifik jika dibandingkan, Lase Scanner lebih ketepatan semenjak segi jarak tergantung banyaknya titik dan bintik terjauh yang akan di ukur, teknologi terbaru sanggup di kisaran 3 mm masing-masing 100 meter jarak, sedangkan Photogrammetry sekeliling 2-3 cm per 100 meter jarak, bakal itu teknologi berikut sesuai digunakan untuk plant dengan luasan nan lain raksasa, tidak membutuhkan kepresisian tinggi, dibutuhkan 3D Hipotetis dengan Dana terbatas, pengabungan dengan GNSS RTK juga dilakukan untuk mendapatkan keakuratan jarak yang lebih presisi, pada kawasan tertentu dimana kamera lain dapat menangkap gambar, maka dapat dilakukan verifikasi pengukuran menggunakan laser distance meter.

Langkah Menggunakan As Built Drawing Menggunakan Photogrammetry

Step 1. Koneksikan RTK dengan Drone

Pastikan drone dan RTK yang akan dipakai sudah terkoneksi dengan baik, menyedang koneksi dan pre berangkat pemungutan rancangan satu hingga dua kali, lebih bagus untuk awalan, RTK harus dipastikan sekali lagi sudah lalu terkaliberasi, titik BM dan GCP sudah lalu tambahan pula dahulu disimpan ke dalam RTK. dalam memastikan RTK dalam kondisi baik, terbiasa dicek kondisi bateri, kondisi sinyal terbit RTK dan koneksi satelite, anak bungsu kerumahtanggaan tahap koneksi, memastikan jangkuan dari Drone terhadap RTK, disarankan lain bertambah terbit 1 km, semoga gambar yang dihasilkan bagus.

Step 2. Ambil Rencana sebanyak mungkin

setelah memastikan bahwa drone dan RTK terkoneksi dengan baik, drone dapat diterbangkan cak bagi cekut rang area yang akan dilakukan as built, semakin besar resolusi tustel semakin bagus, drone tersendiri dengan kamera diatas 20 MP sangat direkomendasikan mudah-mudahan hasil gambar jelas, tidak banyak penyimpangan, jangan menunggangi lensa fish eye, karena umumnya software tidak bisa memproses hasil dari lensa tersebut.
Pengutipan gambar boleh dimulai dari bawah keliling sesuai dengan alur tracking yang dibuat didrone, lalu dinaikkan sudutnya, sehingga sedikitnya terdapat 50% overlay dari setiap gambar foto. pada area yang butuh detail, suka-suka baiknya drone dibuat standby seyogiannya pengambilan gambar bisa diulang beberapa mungkin. pemungutan gambar harus memadai cahaya, siang hari kondisi terik, merupakan tahun yang tepat untuk pengambilan gambar, lega bidang yang mengkilap, umumnya tidak akan bisa di proses dengan software, ganti tesmak pengutipan rang apabila terlalu tertambat, karena pantulan dari peralatan alias sistem perpipaan.

Step 3. Upload

Banyak terletak softaware photogrammetry, baik berbayar alias open source, sejumlah software bukan cocok dengan jenis kamera tertentu, apabila terdapat beberapa gambar yang hilang, maupun di tolak, gambar tersebut jangan langsung dibuang, sewaktu-waktu kontrol dengan merubah white balance, kecerahan dan lainya, dapat menghasilkan 3D nan tajam.

Step 4. Membuat Model 3D

Software photogrammetry akan membantu menunggalkan tulangtulangan tersebut dan mengolah menjadi bentuk 3D yang dapat digerakkan dengan mudah, suka-suka sejumlah proses dalam membentuk kamil 3D dengan software, begitu juga image matching, feature extraction, triangulation dst. nan jelas setelah rajah 3D bisa dihasilkan melalui software perebusan photo, teladan 3D dapat dilakukan dengan prinsip manual ataupun automatis, pada kecenderungan automatis diperlukan data point cloud, padahal plong tendensi manual, dilakukan dengan cara membuat modeling 3D, sesudah melalukan pengukuran dari hasil photogrammetry.


Ahmad Hasnan

Source: https://pustek.com/v2/2022/03/05/as-built-drawing-berbiaya-murah-menggunakan-photogrammetry/