Recently updated on Desember 14th, 2022 at 08:37 am

Apa itu biMBA AIUEO?

Sesuai dengan cara penulisan bi ditulis dengan abjad kecil dan MBA ditulis dengan huruf samudra, biMBA adalah proses didikan Minat Belajar Anak nan berniat seharusnya anak minat, demen, suka, dan gemar belajar sehingga terbangun pondasi karakter pembelajar yang kuat dalam rangka terwujudnya generasi pembelajar mandiri sepanjang arwah. Pembelajar ialah khalayak yang doyan membiasakan, anak adam yang  menyambat suatu dengan suatu lainnya bagi perbaikan diri dan lingkungannya.

Salah satu bagian berpangkal biMBA, biMBA AIUEO yaitu proses bimbingan Minat Baca Anak yang bertujuan semoga momongan Minat, senang, doyan, dan suka mendaras sehingga tercegak pondasi karakter doyan mengaji. Kegiatan membaca merupakan bagian terpenting dalam kegiatan sparing.

Maksud biMBA


Harapan Tunggal

Meningkatkan Minat baca dan Minat berlatih momongan secara intrinsik. Anak asuh mau berbuat kegiatan baca dan belajar karena keinginannya sendiri bukan karena paksaan, sehingga setiap anak merasa bahagia bukan terbebani, yang akan berakibat pada meningkatnya kemampuan anak. Inilah keberuntungan yang dicapai anak.


Tujuan Publik

Seluruh anak bini besar biMBA merasa bahagia dan sukses.

Visi dan Misi biMBA


Visi

Membangun generasi pembelajar mandiri selama usia,
yaitu generasi yang demap dan bahagia dengan belajar setiap saat secara mandiri (bukan terjemur kepada siapapun, apapun, hanya bergantung kepada diri dan Tuhan Yang Maha Kuasa).


Misi

  • Mensosialisasikan perkenalan awal biMBA.
  • Mensosialisasikan pentingnya mengoptimalkan Minat membiasakan Anak sejak usia prematur.
  • Membimbakan : membimbing, mengarahkan, dan memotivasi agar momongan punya Minat sparing sejak usia dini secara intrinsik.

Kemujaraban biMBA

biMBA suntuk bermanfaat kerjakan anak asuh, ibu bapak, masyarakat, bangsa, dan negara.


Manfaat bagi anak asuh

Dengan konsep biMBA terpenuhinya peruntungan anak bikin mendapatkan pendidikan menyurutkan nan berbasis gegares dan kasih sayang.


Manfaat bakal orang tua

  • Paser singkat:  Ayah bunda akan bahagia karena mempunyai anak yang minat dan rajin belajar.
  • Jangka menengah:  hubungan anak bini menjadi harmonis.
  • Jangka jenjang:  membantu dalam hal ekonomi.


Keistimewaan bagi umum

  • Kuak tanah lapang karier.
  • Mengadakan pendidikan cuma-cuma untuk masyarakat tidak bernas.


Manfaat bikin bangsa dan negara

  • Melahirkan generasi pembelajar mandiri selama hayat.
  • Terbentuknya generasi yang tangguh dan kreatif karena tak menyerah dengan keadaan dan punya nyawa belajar nan tinggi.
  • Negara menjadi modern karena SDM-nya berkualitas.

Latar Belakang

Keberadaan biMBA dilatarbelakangi makanya beberapa fakta, di antaranya:


Mitos belajar yaitu bagasi

Banyak anak umur pelajar yang tidak doyan sparing. Coba sadar pengalaman kita semasa sekolah dahulu. Apakah kita doyan belajar atau gemar ketika lain ada suhu?

biMBA cak hendak mengubah mitos tersebut, ketika anak sudah dibimbakan, anak akan merasa bahwa belajar adalah kegiatan nan menyejukkan dan anak akan ingin mengulanginya lagi di mana pun dan kapan pun.


Dampak negatif globalisasi media elektronik

pengaruh-tv
Berapa banyak anak-anak yang lebih demen menonton TV maupun bermain
g

ame

dibandingkan belajar atau mendaras kiat. Ada apa dengan momongan-anak kita? Kembali juga bahwa anak asuh merasa sparing itu melelapkan dan banyak aturan, sementara itu dolan
ga

me

alias menonton TV itu menyabarkan.

biMBA ingin menafsirkan keadaan tersebut, ketika momongan mutakadim dibimbakan, ditumbuhkan kesan positif bahwa belajar itu meredakan.

Dengan metode biMBA dan konsep bermain sambil membiasakan, memberikan hak anak pendidikan yang meredakan sehingga anak tumbuh Minat belajar secara intrinsik. Ketika dihadapkan dengan globalisasi sarana elektronik, mereka akan gunakan untuk menumbuk Minat berlatih mereka dan akhirnya wahana tersebut berdampak nyata


Kemampuan membaca yang sedikit

Kondisi Minat baca masyarakat Indonesia masih lewat rendah. Hal tersebut terlihat dari data yang dikeluarkan BPS (Fisik Pusat Statistik) pada 2006, bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan mengaji seumpama sendang utama mendapatkan mualamat. Sosok kian mengidas menonton TV (85,9%) dan mendengarkan radio (40,3%) dibandingkan membaca jurnal (23,5%). (www.bps.go.id).

Data lain, misalnya IEA (International Association for Evaluation of Educational). Tahun 1992, IEA berbuat riset tentang kemampuan mengaji murid-pesuluh SD (Sekolah Dasar) kelas IV di 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia memangkalkan urutan ke-29. Angka-ponten itu melukiskan betapa rendahnya Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.

Cak kenapa hal itu terjadi? Karena sebagian besar turunan tua hanya sibuk mencari anak supaya bisa baca. Momongan dikatakan dapat mendaras ketika mutakadim bisa membunyikan kata ataupun kalimat. Definisi mengaji di biMBA bukan hanya anak bisa membunyikan kata atau kalimat, sahaja anak asuh mengetahui apa nan dibacanya.

Coba kita ingat, berapa banyak anak-anak asuh nan boleh mengaji sebuah kisah dengan suara nan lantang, hanya saat diminta kerjakan mengobrolkan kembali isi kisah kok tidak bisa?


Biaya pendidikan tingkatan

biaya sekolah tinggi

Semakin tingginya biaya pendidikan membentuk semakin banyak anak yang tidak boleh sekolah. Penanaman Minat baca dan belajar sejak hidup dini (biMBA) diperlukan untuk mengantisipasi keadaan tersebut, sehingga detik keadaan yang mengharuskan mereka tidak bisa meneruskan sekolah, mereka tidak terbang semangat dan masih punya roh untuk tetap belajar walaupun bukan di sekolah. Inilah nan dinamakan generasi pembelajar mandiri sejauh hayat.


Usia dini merupakan

Golden Age

maupun
Critical Period




Masa
golden age
atau masa kencana (0 – 6 tahun) adalah fase terpenting dalam kehidupan manusia, yaitu fase terbaik internal mengoptimalkan karakter. Psikolog menyarikan bahwa pada spirit ini kemampuan otak anak sama dengan spon yang cepat menyerap warta dan stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

Mengapa disebut
critical period? Karena apa nan ditumbuhkan pada perian
golden age

akan berkarisma hingga usia anak 20 tahun yang akan cak bertengger. Jika sreg saat ini orang wreda dan makhluk dewasa disekitar anak asuh memberikan stimulus yang konkret, maka akan menumbuhkan karakter yang nyata bagi anak, dan sebaliknya jika ditanamkan sejak arwah prematur belajar bukan menyenangkan, dipaksa, dan dimarahi, maka momongan akan punya khuluk benci belajar.

Maka biMBA hadir lakukan memenuhi kepunyaan anak yakni dengan menerimakan arahan Minat membiasakan momongan (pendidikan yang sebaik-baiknya menghilangkan berbasis cinta dan karunia sayang) agar anak menjadi generasi (nan n kepunyaan karakter) pembelajar mandiri sepanjang spirit.

Metode

Metode yang digunakan biMBA AIUEO


Fun Learning


mr-smileFun learning

yaitu satu proses belajar yang 100% menyenangkan cak bagi anak asuh.
Lho, cak kenapa hanya anak saja, bagaimana dengan ibu gurunya? Guru adalah orang dewasa nan harus bertanggung jawab memberikan rasa kesatuan hati dan nyaman buat anak-anak asuh di kelas. Caranya ? Ibu guru diwajibkan bikin menerapkan 5S ( sambut, senyum, sapa, salam, tutur merek ) selama berbenda di lingkungan biMBA AIUEO.

Cak kenapa pembelajaran di papan bawah harus
 fun learning? Karena tujuan biMBA adalah menumbuhkan Minat Baca dan Minat belajar Anak. Untuk mewujudkan momongan senang dan menaksir kegiatan baca dan belajar bukan ada metode lain selain
fun learning. Mengapa demikian? Karena manjapada momongan merupakan dunia dolan, kegiatan belajar kerjakan anak umur dini harus berperangai kegiatan yang mengademkan dan tidak memaksa, metode pengajarannya sekali lagi tidak membebani anak asuh

Mengajarkan membaca pada usia dini memang masih menimbulkan perdebatan, apakah segak mengajarkan mengaji pada anak semangat dini? Sepatutnya ada hal itu tergantung terbit mana melihatnya. Takdirnya anak diharapkan punya kemampuan membaca dengan prinsip pemaksaan, maka hal itu tidak bugar. Pemaksaan terhadap anak akan berdampak negatif. Dampak yang paling buruk adalah memangkalkan IQ anak puas usia produktif. Makanya karena itu, para hawa dan turunan tua nan membimbing anak asuh kehidupan prematur agar menjauhkan cara mengajar yang bersifat pemaksaan.

Metode pengajaran biMBA AIUEO HARUS 100% MENYENANGKAN, jika bukan menyurutkan berarti BUKAN biMBA.


Small Step System


smallSmall step system

adalah proses belajar yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang mudah. Bagi mewujudkan anak senang dan suka berlatih, hidayah materi  harus dilakukan secara lambat-laun sesuai dengan kemampuan anak. Situasi ini bermaksud cak bagi memudahkan anak asuh memahami materi membiasakan sehingga tidak membentuk anak merasa terbebani dan stres.

biMBA AIUEO mutakadim mengekspresikan kurikulum secara sedikit berangsur-angsur, memperalat modul yang berisi potongan tema kecil yang terus-menerus. Setiap tahap mempunyai tujuan per dan tujuan itu harus terpenuhi sebagai syarat cak bagi meneruskan ke tahap selanjutnya yang lebih panjang.

Konsep biMBA AIUEO adalah bermain sambil belajar. Materi berlatih diberikan dalam suasana bertindak seperti mengenalkan huruf, angka, dan kata dengan cara berdialog menggunakan bahasa biMBA dan memperalat kendaraan lagu sebagai pengantar. Perlu diketahui bahwa momongan usia dini belajar membaca melalui kuping. Lagu-lagu diperdengarkan sebagai pengenalan mulanya bagi anak sebelum anak mengenal simbol aksara ataupun nilai.


Tunggal System

Individual SystemLakukan dapat menerapkan
small step system

tidak dapat dilakukan secara klasikal saja harus unik.
Individual system
adalah proses sparing yang berpusat pada momongan sebagai subjek belajar, sementara itu guru berlaku sebagai motivator dan penyedia. Maksudnya? Momongan laksana subjek belajar berharga kebutuhan dan hak anak benar-benar diperhatikan. Kebutuhan anak ialah berlaku sedangkan belajar adalah HAK momongan, bukan KEWAJIBAN. Materi belajar diberikan dalam suasana menyenangkan ialah dengan bertindak.

Dolan di biMBA bukan berperan ayunan, perosotan alias jungkat-jungkit, doang  kegiatan apapun nan menciptakan menjadikan anak senang itulah bermain. Suatu kegiatan disebut bermain apabila kerumahtanggaan mengamalkan kegiatan tersebut anak merasa senang, enggak merasa terpaksa ataupun terbebani.

Suhu ibarat motivator artinya hawa caruk memberikan semangat kepada anak melalui kasih
reward
berupa penghargaan maupun kata-kata positif. Guru sebagai fasilitator artinya guru memfasilitasi mengasihkan materi membiasakan sesuai kemampuan dan kemauan anak asuh.

Apa perbedaan
classic system

dengan
spesifik system
?  Jika
classic system
semua anak pada saat yang sama mendapatkan materi yang proporsional. Kalau
individual system
pada saat nan sama setiap anak asuh mendapatkan materi yang berbeda sesuai kemampuan dan keinginan anak asuh.


Variation Skill

Variation skill
yaitu kemampuan master dalam memvariasikan kegiatan sparing di dalam kelas. Kegiatan di papan bawah harus memenuhi 3 aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mengapa harus divariasikan? Karena mode anak-anak asuh ialah cepat bosan dan jenuh. Momongan-anak enggak dapat dipaksa bakal berkonsentrasi dan duduk manis berlama-lama. Untuk itu kegiatan yang dilakukan anak asuh harus divariasikan agar mereka tidak jenuh.