Cara Mengajari Kucing Pup Di Pasir

Jangan Marah Dulu, Ini Pendirian Melatih Anak Kucing Agar Tidak Lempar Feses Mengawur

Bobo.id – Anak asuh kucing memang menggemaskan, ya? Memelihara anak kucing tentu bisa menciptakan menjadikan kita kaprikornus makin bahagia karena tampilannya yang imut dan tingkahnya yang lucu.

Namun, merawat anak asuh kucing juga terbiasa kesabaran, lo. Terutama saat kita mengajarkan mereka cak bagi buang sempuras di peti ramal.

Buang kotoran di kotak pasir untuk kucing piaraan makara salah suatu situasi penting yang harus kita ajarkan.

Kejadian ini bertujuan agar kucing tidak buang sempuras sembarangan dan membentuk lingkungan apartemen kotor.

Melatih kucing sejak kerdil buat buang kotoran di kotak pasir dengan bersusila akan kontributif mereka mengerjakan sifat nan sehat.

Baca Lagi: Pencinta Kucing Mesti Tahu! Ini Cara Mengobati Scabies pada Meong

Mereka akan terlazim campakkan kotoran pada tempatnya dan tak akan berani buang tinja sembarangan.

Anak kucing, biasanya mutakadim mengenal pasir sebagai tempat kerjakan buang kotoran. Cuma, pengetahuannya pun bergantung plong induknya.

Ada anak kucing yang bisa buang kotoran di kotak batu halus karena mempelajari perilaku induknya, tapi cak semau pun anak kucing yang belum dapat menggunakan kotak batu halus karena tidak n kepunyaan indung.

Oleh karena itu, bandingan-teman harus mengajarkan anak kucing nan tidak ada induknya kerjakan membuang kotoran di kotak pasir.

Lampau, bagaimana ya caranya mengajarkan anak kucing ini? Lawan-antitesis tidak perlu bingung lagi, karena Bobo akan membagikan uang sogok mengajarkan anak asuh kucing seharusnya bisa buang sempuras di tempatnya.

Sudahlah, mudah-mudahan tidak penasaran kembali, kita dapat langsung menyimak tipsnya berikut ini.

1. Memintal Kotak Pasir Meong

Keadaan purwa nan harus n partner-tandingan perhatikan merupakan pemilahan kotak pasir kucing. Anak meong membutuhkan kotak batu halus nan dapat dijangkau.

Makara, belilah kotak pasir yang sedikit agar mudah dinaiki momongan meong nan masih mungil. Selain tekor, kita juga memastikan memilih boks pasir yang luas.

Wadah pasir nan luas boleh mewujudkan anak kucing bergerak dengan leluasa untuk lepaskan kotoran.

Suka-suka pun kok kotak pasir nan tertutup, kotak ini bisa namun setuju bagi anak kucing tapi dapat sekali lagi lain.

Maka dari itu karena itu, teman-saingan harus adv pernah aturan momongan kucing ini, apakah mereka demen ruang pribadi ketika buang residu atau nyaman namun dengan kotak pasir nan mendelongop.

Bagi mengatasinya, kian baik antagonis-dagi mengidas boks pasir yang bisa dilepas penutupnya.

Baca Juga: BERITA Populer: Kucing nan Terus Berliur Barangkali Tanda Penyakit sebatas Bahan Alami nan Dapat Samarkan Bekas Luka

3. Memilih Jenis Kersik halus

Diversifikasi pasir buat kucing bunag sempuras tinggal beraneka macam, menginjak dari perbedaan tekstur, bahan lazim, harga, dan wangi-wangian.

Bagi percobaan pertama siapa pada anak asuh kucing, n antipoda-teman bisa membeli pasir yang biasa saja tanpa aroma.

Karena plong dasarnya, kucing kian suka pasir yang boleh digali dan tidak mempunyai aroma nan menggangu penciuman perasa anak kucing.

Penyakit yang mungkin kita temui terbit anak kucing yang pertama kali buang cirit, adalah memakan kotorannya sendiri!

Tentu ini boleh menyebabkan pencernaan anak meong bersoal. Cobalah atasi dengan memilih ramal nan berbahan baku organik, seperti jagung alias gandum.

Selain itu, siapkanlah rimba di sekitar kotak ramal untuk menampung tumpahan pasir yang berapit di suku anak meong.


Pilihlah jenggala yang halus hendaknya tidak mengganggu dan menyergap kucing kerjakan naik ke kotak pasir.

4. Lingkungan yang Kesatuan hati dan Murni

Setelah memilih boks pasir dan kersik halus yang tepat bakal anak asuh meong campakkan sempelah, tempatkanlah kotak pasir di area nan pribadi dan boleh ditemukan maka dari itu anak asuh kucing.

Jangan letakkan kotak pasir di tempat yang sempit dan pelik dijangkau anak kucing. Jangan pula menempatkan kotak batu halus di damping benda-benda nan bisa mengeluarkan suara minor menakutkan secara tiba-mulai.

Larangan bukan nan bukan boleh kita laukan adalah menempatkan peti pasir di dekat alat pencernaan dan minuman anak asuh kucing serta menempatkannya di dekat petiduran mereka.

Perhatikan kebersihan kotak batu halus dengan cara membersihkannya secara rutin. Bersihkan kotorannya sesering mungkin dan pastikan kotoran bukan tercecer di luar kotak kersik halus.

Takdirnya peti pasir setakat kotor dan tidak interelasi dibersihkan, membuat meong berat ekor untuk buang feses di tempat itu.

Peti pasir yang kumuh kembali dapat menyebabkan anak meong buang kotoran hantam kromo di sekitar rumah.

Langkah-Awalan Pelatihan Campakkan Kotoran buat Momongan Kucing

Sesudah teman-teman memahami tiga hal penting tersebut, lebih lanjut yakni mengajarkan anak kucing piaraan kita kiranya mau buang sisa di kotak kersik halus.

Pertama, pastikan dagi-antitesis sudah menyiapkan kotak pasir privat kejadian bersih. Bikin anak kucing aman dan nyaman di lingkungan barunya.

Setelah itu, siapkan kandungan dan minuman di episode ruangan lain mudah-mudahan tidak terlalu sanding dengan boks pasir.

Kedua, letakkanlah anak asuh kucing di ruangan nan dempet dengan makanan dan minuman serta area kotak pasir.

Tujuannya, agar mereka bisa beradaptasi puas negeri khusus untuknya. Yaitu, negeri makan dan minum serta area buang kotoran.

Jika saingan-teman sedang pergi, pastikan  kucing tetap di rubrik tersebut.

Ketiga, sesudah beberapa saat mengenali lingkungan tempat tinggalnya, meong akan mengetahui dengan sendirinya di mana mereka dapat menemukan makanan dan minuman.

Jadi, saat mereka selesai bersantap dan minum, segera saja panggul momongan meong ke area kotak pasir, seyogiannya mereka mengetahui di mana ajang untuk buang kotorannya.

Baca Pula: Empunya Kucing Wajib Tahu, Inilah 4 Maksud Kedipan dan Tatapan dari Kucing Piaraan

Kutub-tara juga bisa menjatah contoh anak kucing, dengan menggaruk kersik halus dan menghampari kotorannya dengan pasir.

Keempat, segel lain bersumber anak asuh kucing terlazim segera di panggul ke arena pasir ialah ketika anak meong mengendus dan mencabau-garuk tanah.

Seandainya sudah terlihat begitu, langsung saja bawa anak kucing ke kotak pasir. Cuma, jika anak asuh meong sudah terlajur buang residu buang di kotak pasir, jangan memarahi, ya.

Cukup masukkan anak kucing dengan eklektik ke privat kotak pasir. Setelah anak kucing bisa buang tahi di kotak batu halus, kita boleh memberikan anugerah dengan cara menyapu maupun memberikanya camilan.

Itulah prinsip melatih anak kucing agar bisa menggunakan boks pasir umpama tempat keluarkan kotoran dan tidak akan campakkan kotoran sembarang di lingkungan rumah.

(Penyadur: Aniza Pratiwi)

Tonton video ini, yuk!



—-

Ayo, kunjungi

adjar.id

 dan baca artikel-artikel pelajaran lakukan menunjang kegiatan belajar dan menaik pengetahuanmu. Makin berisi belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia



Cek Berita dan Kata sandang yang lain di Google News






PROMOTED CONTENT


Video Pilihan



Source: https://bobo.grid.id/read/082959018/jangan-marah-dulu-ini-cara-melatih-anak-kucing-agar-tidak-buang-kotoran-sembarangan?page=all