Cara Menghitung Poin Sepak Bola

Mengenal asal usul rasam bola kaki menang dapat tiga poin dan timbang suatu poin.

Ilustrasi bola kaki. (Antara/Mohammad Ayudha)

Bolatimes.com –
Sepak bola merupakan keseleo satu permainan yang mengandalkan persaingan. Sederet rasam pun dibuat agar gerak badan terpopuler di dunia ini konstan kompetitif dan menghibur, pelecok satunya adalah aturan nilai.


Dalam perkembangannya, bola kaki kerap mengalami perubahan di setiap aturannya. Baik itu bikin yang terjadi di atas alun-alun, maupun di asing lapangan.


Adat-aturan ini dibuat agar permainan bepergian objektif, menghibur dan loyal punya unsur persaingan, terutama dalam berebut gelar kampiun.


Bakal memperebutkan gelar kampiun, rata-rata setiap kompetisi sebagai halnya liga menerapkan sistem skor mengingat banyaknya pertandingan yang dijalani.


Dahulu, banyak liga-liga di bumi memberikan dua biji untuk pemenang, satu poin untuk hasil imbang dan lain beruntung angka kerjakan nan kalah.


Kebiasaan ini masih dipakai hingga mulanya 1980 an. Saja, aturan ini diubah dan diadopsi sampai saat ini di mana pemenang pertandingan sepak bola akan mendapat tiga kredit, alih-alih dua poin.


Lantas, bagaimana asal usul lahirnya tiga poin lakukan jago pertandingan sepak bola?



Sejarah sepak bola. (FIFA.com)
Sejarah sepakan bola. (FIFA.com)

Buat Menghargai Kejayaan dan Membentuk Pertandingan Menghela


Beriktikad alias tidak, sebelum aturan tiga nilai lakukan pemenang hadir, banyak cak regu yang jarang unggul tetapi bisa pemenang karena mendulang poin pecah hasil sorot.


Dulu, perbedaan ponten antara kemenangan dan hasil timbal hanya berselisih suatu poin. Dengan kata lain, setiap tim tak menjadwalkan keberhasilan, nan penting bukan mengalami kekalahan agar terus mendulang poin.


Laksana contoh, tim A bermain 9 laga dengan kuantitas 4 kemenangan, 3 hasil imbang dan 2 kekalahan. Jika dengan sistem dua poin, maka tim A namun akan mengoleksi total 11 ponten.


Sangat silakan mematamatai tim B yang sekali lagi bermain 9 laga tapi saja 3 kali menjuarai, 5 kelihatannya imbang dan 1 kali kalah. Bila dengan perhitungan dua poin, maka tim B yang bertambah banyak timbal punya biji sebagaimana tim A yakni 11 kredit.


Apakah itu nonblok kerjakan skuat nan terus mencari kemenangan untuk mendulang poin sebanyak-banyaknya, ternyata besaran poinnya harus sama dengan cak regu nan cuma ingin terhindar dari kekalahan?


Ada sejumlah versi tentang mulanya kelahiran tiga poin untuk pemenang. Versi permulaan yakni sistem tiga biji mutakadim terserah di kompetisi amatir Inggris bernama Isthmian League sejak 1905 dan dimulai lagi puas Juli 1973 momen berangkulan dengan sebuah perusahaan rokok bernama Rothmans.



Versi kedua mengatakan bahwa sistem tiga poin dicetuskan oleh seorang presenter, analis sekaligus manajer Coventry City yakni Jimmy Hill plong 1981.


Kamu memotori ide tiga poin untuk kemenangan ini hendaknya pertandingan berjalan menarik dan lebih atraktif, sehingga setiap cak regu mencari kemenangan dan banyak gol nan akan diciptakan.


Sama seperti versi pertama, ide ini pun diterapkan pertama kali di Inggris yang kemudian diikuti oleh beberapa negara lainnya dan bahkan oleh FIFA bikin Beker Dunia serta UEFA bagi Liga Champions.


Nyatanya, adanya persilihan dari dua poin dan tiga poin ini menafsirkan sejarah sepak bola itu koteng. Sekiranya masih menerapkan sistem dua ponten, Blackburn Rovers takkan menjuarai Premier League 1995/96 karena poinnya sebagaimana Manchester United dan kalah selisih gol.


Bersendikan eksplorasi yang ada, keberadaan sistem tiga poin ini menciptakan menjadikan setiap cak regu tak lagi membolongi hasil timbal. Selain itu adanya peningkatan gempuran dari setiap cak regu sebesar 10 tip dan peningkatan jumlah pelanggaran sebesar 12,5 persen.




Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Source: https://www.bolatimes.com/boladunia/2021/11/13/173000/asal-usul-menang-dapat-3-poin-dan-imbang-1-poin-dalam-sepak-bola

Posted by: caribes.net