Cara Tanda Salib Yang Benar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia adil

Logo kayu silang
(Bahasa Latin:

signum crucis
) yakni sebuah gerakan tangan upacara yang dilakukan oleh para anggota bermula banyak saja tidak semua cagak Kekristenan. Tanda salib dapat dilakukan diiringi pengujaran rumusan trinitarian. Bikin umat Kristiani, gerakan tangan tersebut melambangkan Kayu silang di Kalvari karena membentuk kayu palang di awan alias di permukaan tubuh seseorang. Suka-suka dua bentuk utama, rang permulaan diikuti oleh Katedral-Basilika Ortodoks Timur, dan rencana kedua oleh Dom-Gereja Barat (Dom Anglikan, Gereja Lutheran, dan Katedral Katolik Romawi) dan Ortodoksi Oriental. Tanda salib tidak digunakan maka itu umat Protestan.

Maksud

[sunting
|
sunting perigi]

Cap kayu palang ialah sebuah tindakan fisik nan dimaksudkan untuk mengindikasikan relevansi dari salib, adalah pengorbanan Yesus, intern nasib umat Kristiani yang menggunakan tubuhnya untuk menegaskan apa nan diyakininya.

Kampanye

[sunting
|
sunting mata air]

Tangan

[sunting
|
sunting sumber]

Tangan kanan terbuka digunakan n domestik Basilika-Gereja Barat. Kelima jari yang membengang melambangkan lima luka Kristus. Sekalipun ini merupakan metode paling kecil awam privat membuat tanda kayu silang oleh umat Kristiani Barat, bentuk-gambar lainnya adakalanya digunakan pula. Umat Kristen di Barat juga berbuat “tanda salib mungil” yakni mengaras dahi, bibir, dan dada dengan biang jari yang digerakkan membentuk salib kecil sambil merisikkan kalimat “Semoga sabda Kristus berdiam dalam perhatian, bibir, dan hatiku”. Tanda kayu silang kecil ini dilakukan momen pembacaan Alkitab dalam Misa dan masyarakat lagi digunakan untuk menganugerahi diri dengan air masif bilamana memasuki atau meninggalkan gedung Basilika. Kerumahtanggaan Gereja-Dom Ortodoks dan Katolik Timur, ibu ujung tangan, jemari telunjuk, dan deriji tengah terancung dan dirapatkan, melambangkan Trinitas (Bapa, Putra, dan Spirit Kudus, ketiga pribadi yang sehakikat), dua jari sisanya dirapatkan dan tertekuk ke telapak tangan melambangkan sifat insaniah dan ilahiah berpunca Kristus. Sekalipun demikian, umat Kristen Ortodoks Rusia sreg masa lalu menggunakan dua jemari terancung dan tiga deriji tertekuk. Kaum Pemercaya adat istiadat Lama Rusia masih menggunakan cara ini. Umat Ortodoks Oriental (Armenia, Koptik, Ethiopia, dll.) umumnya menggunakan cara “Barat”, sekalipun dengan formasi deriji ala Byzantium.

Detail dari lukisan
Boyarynya Morozova
karya Vasily Surikov yang memperlihatkan seorang anggota Kaum Beriktikad Lama yang mengancungkan dua jari (bukannya tiga jari) tatkala ditahan.

Di Rusia hingga era perombakan Patriark Nikon sreg abad ke-17, sudah lalu menjadi kelaziman kerjakan takhlik tanda kayu silang dengan dua jari terancung (merepresentasi dwi-hakikat Kristus). Pemberlakuan tanda salib dengan tiga jari yaitu riuk suatu alasan terjadinya skisma dengan pihak Kaum Pemercaya tali peranti Lama yang anggota-anggotanya meneruskan jenama salib dengan dua jari.

Manuver

[sunting
|
sunting perigi]

Tanda kayu silang dilakukan dengan menyentuhkan deriji tangan pada dahi, dada atau perut, dan kedua bahu, diiringi penyebutan rumusan Trinitarian: di dahi:
Dalam nama Bapa
(Bahasa Latin:
In primadona Patris); di dada ataupun perut:
dan Putra
(Bahasa Latin:
et Filii); berasal bahu kiri ke bahu kanan:
dan Jibril
(Bahasa Latin:
et Spiritus Sancti); dan diakhiri dengan pengujaran:
Amin. Ada beberapa penafsiran, menurut para Bapa Katedral:[1]
kening melambangkan Surga; rezeki melambangkan dunia; bahu yaitu bekas dan tanda khasiat. Serta, tangan di kening melambangkan doa kepada Almalik Bapa memohon kebijaksanaan; tangan di perut melambangkan doa kepada Allah Putera yang berinkarnasi; dan tangan sreg bahu melambangkan doa kepada Allah Roh Salih.

Ada beberapa tipe: ibarat contoh, seseorang bisa lebih dulu mencelupkan jari tangan kanan ke dalam air tahir. sesudah menggerakkan tangan dari satu bahu ke pundak nan tak, tangan boleh diposisikan kembali ke perut. Gerekan ini dapat diiringi pengucapan puji-pujian misalnya Tahmid Yesus, atau cukup “Tuhan Kasihanilah Kami”.

Urutan

[sunting
|
sunting sumur]

Paderi Innosensius III (1198-1216) memberi petunjuk ibarat berikut:

Label kayu palang dibuat dengan tiga jari, karena tanda ini dilakukan berbarengan menyeru nama Tritunggal. … Beginilah cara melakukannya: bermula atas ke bawah, dan berasal kanan ke kiri, karena Kristus turun bersumber suralaya ke atas mayapada, dan dari bangsa Yahudi (kanan) Dia berpindah ke bangsa-bangsa lain (kiri).

Meskipun demikian, orang-orang lain mewujudkan segel salib dari kiri ke kanan, karena pecah sengsara (kidal) kita harus menyeberang menuju kemuliaan (kanan), sama seperti Kristus menyeberang dari mortalitas menuju kehidupan, dan dari Duaja Maut ke Firdaus. [Bilang imam] mewujudkan tanda kayu silang dengan prinsip ini agar mereka dan umat boleh melakukannya dengan cara yang sama. Kamu dengan mudah dapat menyelidiki kesahihan peristiwa ini — perhatikan imam yang menghadap umat kerjakan memberi berkat — bila kita membentuk logo kayu palang ke jihat umat, gerakannya yakni pecah kidal ke kanan…

Para penyalin seperti Herbert Thurston, katib artikel tanda salib di Catholic Encyclopedia memungkiri bahwa petunjuk tersebut mengindikasikan bahwa pada masa itu umat Kristiani baik Timur alias Barat menggerakkan tangannya mulai sejak pundak kanan ke kidal. Walaupun demikian, Thurston mengakui bahwa ponten ini tidak sepenuhnya jelas. Anda mengutip ahli liturgi enggak yang mengacu pada opini bahwa wahyu berpunca Innocentius III (De myst. Alt., II, xlvi), dari Belethus (xxxix), Sicardus (III, iv) dan Durandus (V, ii, 13), yang biasanya digunakan lakukan membuktikan hal ini, para penulis tersebut membayangkan salib kecil pada dahi atau objek-objek eksternal, di mana tangan secara keilmuan bergerak bersumber kanan ke kiri, dan bukan salib lautan nan dibuat dari satu pundak ke pundak yang enggak.

Saat ini, umat Kristiani Barat dan Ortodoks Oriental mencecah pundak kiri sebelum nan kanan. Umat Kristen Ortodoks menunggangi gerakan dari berbunga bahu kanan ke bahu kiri.[2]

Penggunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Dom Katolik Roma

[sunting
|
sunting sendang]

Dalam Gereja Katolik Roma, tanda salib yakni sebuah bentuk doa, pemberkatan, dan sakramen. Sebagai sebuah sakramen, logo salib yaitu sebuah pendirian menyiapkan diri intern menerima kasih ataupun berkat. Umat Katolik mengawali dan mengakhiri tahun, tahlil, dan kegiatannya dengan tera salib sekaligus mengucapkan rumusan Tritunggal: “Dalam logo Bapa dan Putra dan Jibril. Amin.[3]
Rumusan ini berguna mendedikasikan perian, tahmid, dan kegiatannya untuk Tuhan dan juga laksana logo berserah diri terhadap kuasa Tuhan.[4]

Katedral Ortodoks Timur

[sunting
|
sunting sumber]

N domestik tradisi Kekristenan Timur, membuat merek salib habis sering dilakukan oleh para pemimpin liturgi dan para jemaat liturgi. Sudah menjadi kebiasaan internal Gereja Ortodoks Timur bikin membuat segel kayu silang ketika terdapat petisi privat sebuah litani, atau saat devosi lega para orang suci didaraskan. Tanda salib kembali juga dilakukan momen hendak memasuki dan meninggalkan gereja, ketika hendak memulai dan mengakhiri doa secara pribadi, momen melangkaui altar utama, serta saat mendekati dan menghormati ikon.

Momen seorang pendeta alias paus melakukan pemberkatan dengan tanda salib, mereka menciptakan menjadikan jemari tangan kanan mereka dengan posisi yang serupa dengan posisi tangan kristus sreg ikon Kristus Pantokrator, yaitu dengan posisi ujung tangan telunjuk dan jari tengah damping tegak, jari manis dan deriji kelingking yang menekuk ke bawah, serta ibu ujung tangan yang menyilang bersentuhan dengan ujung tangan manis.

Ketika mengamalkan pemberkatan dengan keunggulan salib, para imam mereka mengangkat tangan mereka dengan posisi jari seperti yang mutakadim dijelaskan di atas, kemudian menurunkan tangan kanannya, lalu mengacungkan tangan kanannya ke kiri dan ke kanan. Detik seorang pendeta hendak melakukan pemberkatan dengan keunggulan salib dan dengan menggunakan kedua tangannya, maka posisi dan gerakan tangan kanannya serupa, sahaja gerakan tangan kirinya yakni dari atas kemudian turun, lewat mengacungkan tangan kirinya ke kanan dan ke kiri, dan gerakan kedua tangannya dilakukan secara bersamaan.

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Gerendel Doa, diedit oleh Gereja Ortodoks Romania, sejumlah edisi (Carte de rugăciuni
    – Editura Institutului biblic şi de misiune al Bisericii ortodoxe române, 2005),

  2. ^

    Sebuah buku teks kateketik Yunani mencoba menerangkan perbedaan kebiasaan Latin dari kebiasaan Yunani dengan mengatakan bahwa sisi kanan melambangkan kekudusan, dan hati (di sebelah kri) menyimbolkan roh, dengan demikian turunan-cucu adam yang menyapa Roh Kalis dalam Bahasa Latin yakni “Spiritus Sancti” (nomina memandu adjektiva) menyentuh sisi kiri sebelum kanan, padahal orang-hamba allah yang menyebut Arwah Kudus dalam Bahasa Yunani yakni “τοῦ Ἁγίου Πνεύματος” (adjektiva mendahului nomina) mengamalkan sebaliknya.

  3. ^

    Puji Syukur No. 9.
    Komisi Liturgi KWI.

  4. ^

    CCC §2157



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_salib#:~:text=Tanda%20salib%20dilakukan%20dengan%20menyentuhkan,Roh%20Kudus%20(Bahasa%20Latin%3A%20et

Posted by: caribes.net