Ciri Ciri Pembelajaran Abad 21

Berasal tahun kemasa dan waktu ke waktu semua hal yang ada di dunia berubah, bahkan boleh dikatakan bahwa namun satu nan tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Begitupun manusia dan lingkungannya, adanya perkembangan teknologi dengan cepat di setiap rataan, membuat manusia harus beradaptasi bikin bisa kian relevan dengan zaman. Maka bermula itu guru sebagai ujung pendahan pengembang manusia harus adv pernah mengenai perkembangan & perubahan zaman. Salah satu caranya adalah mengetahui segala itu pendedahan abad 21, berikut penjelasan mulai semenjak signifikansi, konsep 4C dan kompetensi lainnya.

Denotasi

Pengajian pengkajian abad 21
yakni
pembelajaran yang dirancang bakal generasi abad 21 agar produktif menirukan arus perkembangan teknologi terbaru.  Terutama plong ranah komunikasi yang mutakadim masuk ke sendi umur, maka pecah itu siswa diharuskan buat bisa mengatasi empat keterampilan belajar (4C), yaitu:
creativity and innovation,
critical thinking and masalah solving,
communication
dan
collaboration.

Pembelajaran abad 21 dapat ditandai dengan perlintasan paradigma teaching (root learning)
menjadi
learning (deep learning).

Bila ditarik dari manusianya pembelajaran abad 21 bertujuan agar makhluk bisa relevan dengan zamannya, terutama individu Indonesia maka terbentuklah inisiasi dari pembelajaran abad 21. Inilah
salah satu instrumen
buat ‘membeli’ masa depan.

Karena pengaruhnya yang signifikan itulah pesuluh diharap mampu beradaptasi dengan zaman sehingga nantinya mereka bisa berkompetisi dengan baik di musim yang akan nomplok.

Prinsip pembelajaran abad 21

    • Pengajian pengkajian harus berpusat kepada siswa.
    • Penelaahan harus kolaboratif.
    • Berlatih harus punya konteks.
    • Sekolah harus terintegrasikan dengan lingkungan mahajana alias sosial.

Konsep 4C dalam Penataran abad 21

Setidaknya Indonesia punya kurikulum 2022 yang nantinya bisa dipadukan dengan pembelajaran abad 21. Terdapat zarah nan mampu merepresentasikan apa itu pendedahan abad 21, di antaranya adalah
Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking and Ki aib Solving.
Dan di bawah ini ialah penjelasannya:


Creativity and Innovation
(Daya Cipta dan Terobosan)

Di elemen ini siswa akan diajak buat bisa membiasakan diri n domestik mengerjakan dan menjelaskan setiap ide nan ada di kepalanya. Ide tersebut akan dipresentasikan kepada teman kelas secara melenggong sehingga nantinya akan timbul reaksi dari teman kelas. Aktivitas ini dapat menjadikan sudut pandang peserta menjadi luas dan bisa terbuka dengan setiap pandangan yang ada.


Collaboration
(Kerjasama)

Elemen kerjasama ini akan mengajak siswa untuk belajar membuat grup (kelompok), menyetarafkan dan kepemimpinan. Pada dasarnya pamrih kerjasama ini hendaknya murid boleh berkarya lebih efektif dengan bani adam lain, meningkatkan empati dan mau menerima pendapat yang berbeda.

Selain itu manfaat utama dari kerjasama ini akan melatih siswa bakal bisa bertanggung jawab, mudah beradaptasi dengan mileu, umum dan bisa meledakkan target yang tinggi lakukan grup dan individu.


Communication
(Komunikasi)

Elemen ini akan meminta siswa untuk bisa menguasai, menata (penyelenggaraan) dan membuat perikatan komunikasi yang baik dan benar secara tulisan, lisan maupun multimedia. Petatar akan diberi waktu lakukan mengelola situasi tersebut dan menggunakan kemampuan komunikasi untuk berhubungan seperti memunculkan gagasan, berdebat sampai memecahkan ki aib yang suka-suka.


Critical Thinking and Problem Solving
(Berpikir Kritis & Pemecahan Komplikasi)

Siswa mampu melakukan penalaran nan masuk akal bulus dan baik dalam memintasi pilihan nan rumit sehingga tercipta kognisi yang komprehensif.

Elemen ini merupakan zarah paling krusial (penting) pada pembelajaran 21 ini. Nanang responsif dan pemecahan masalah akan mengajak siswa lakukan bisa nanang secara deduktif dan induktif secara mandiri nan berujud buat menguasai dan mampu menyelesaikan masalah yang rumit.

Petatar akan memakai zarah ini lakukan membereskan masalah nan terserah dan mampu mengklarifikasi, menganalisis dan menciptakan solusi buat bani adam maupun masyarakat.

Keempat anasir di atas merupakan instrumen nan dapat membuat siswa beradaptasi dan berkembang pada abad 21 ini. Dengan alat di atas diharap murid boleh menjadi insan memenangi yang bisa menyelesaikan masalah mulai dari masalah hamba allah hingga masyarakat. Kedepannya mereka akan bisa menjadi penerus bangsa yang unggul dan bisa diandalkan.

Simak sekali lagi: Model Addie

Peran dan Kompetensi Pembelajaran Abad 21 Bakal Siswa

Peran murid
dalam penerapan pendedahan ini diantarnya adalah

  • Bisa belajar secara kolaboratif
  • Belajar berbasis masalah
  • Punya kemampuan
    high antaran thinking
  • Belajar mengajukan pertanyaan

Terdapat
kompetensi
yang harus diraih pelajar agar penelaahan ini boleh sukses. Ini juga dapat menjadi pematang dasar untuk merancang pembelajaran nan sesuai agar pesuluh bisa beradaptasi di mileu abad 21 ini. Berikut pemaparannya:


Way of thinking

Artinya adalah pernalaran, maksudnya adalah siswa harus bisa mempunyai keahlian untuk memiliki cara berpikir yang dapat menjadi bekal mengarungi abad 21. Diantara cara berpikirnya adalah berpikir dalam-dalam kritis, takhlik keputusan, kreatif dalam setiap pembelajaran.


Skills for Living in The World

Maksudnya adalah cara seseorang untuk bisa hidup sreg marcapada abad 21 ini. Kemampuan nan tinggal relevan pada abad 21 ini adalah pikulan jawab sosial secara orang alias publik, (penghuni negara)
Citizenship
serta (karir dan nasib)
life and career.


Ways of Working

Maksudnya yaitu cara kerja atau apa nan harus siwa bikin (caranya). Dengan mengetahui konsep 4c di atas maka pesuluh lega penataran ini harus rani bekerja secara mandiri dan partisipasi (kerjasama). Landasan kerja ini harus berhubungan dengan apa yang relevan pada abad 21 salah satunya adalah kerjasama pada Teknologi Informasi dan Teknologi.


Tools of Working

Agar manusia bisa maksimal internal berkreasi secara mandiri maupun grup. Mereka harus boleh mengoperasikan apa rataan yang berhubungan dengan Teknologi Kabar dan Komunikasi. Dengan perebutan alat pada TIK tersebut maka setiap manusia bisa mengembangkan pekerjaannya secara maksimal.

Kepribadian dan Peran Suhu dalam Penelaahan Abad 21

Peran guru
pada penataran abad 21 yaitu bagaikan:

  • Resources linkers
  • Pembangun karakter siswa
  • Menanamkan
    entrepreneurial mindset
    pada peserta
  • Mengajarkan pemikiran tanggap
  • Menciptakan tantangan kepada murid
  • Membangun peguyuban belajar

Sedangkan bakal
karakter guru
nan harus suka-suka, agar siswa bisa menjadi penerus bangsa nan maksimal terutama plong abad 21 ini. Master harus punya karakter bak berikut, di antaranya yaitu:


Life-long learner
, Karakter ini adalah temperatur sebagai pembelajaran tekun sepanjang semangat. Guru harus bisa mengembangkan kesadaran dan pengetahuannya secara terus menerus mulai dari membaca, melatih kelincahan, urun pendapat dengan suhu tidak berpunca para pakar yang terpercaya.

Ki akal berpokok life-long learner adalah rasa haus akan guna-guna butir-butir. Guru harus selalu terbuka dengan wawasan bau kencur, sehingga mereka bisa relevan dengan murid dan zaman.

Menerapkan pendekatan diferensiasi, Karakter ini mengimplementasikan pendekatan nan sesuai dengan cara belajar siswa. Pada sesi ini pengklasifikasian siswa kerumahtanggaan papan bawah seperti keahlian dan minat akan digolongkan.Dengan adanya diferensiasi ini guru akan lebih mudah mengenali kemampuan siswa secara optimal.

Kreatif dan inovatif,
Guru dituntut bikin bisa memberikan pembelajaran yang bagus dan sumbernya pula enggak dapat monoton. Variasi pembelajaran akan membuat kelas menjadi lebih dinamis dan bukan bosan. Karena hawa menjadi panutan, bila suhu mewah dan inovatif maka pesuluh juga akan menirunya.

Reflektif, Dengan adanya sikap/peranti reflektif ini, guru intern berekspansi pembelajaran akan semakin efektif. Karena dengan merefleksikan diri penerimaan akan semakin meningkat. Reflektif ini digunakan untuk memahami segala nan cocok dan tidak cocok kerjakan kebutuhan siswa sehingga pembelajaran lebih maksimal.

Kolaboratif, Salah suatu karakter nan dapat membuat pengajian pengkajian ini istimewa ialah keterlibatan guru dan pelajar bikin bekerja sama. Lega praktek kerjasama ini temperatur akan memberikan keharmonisan persahabatan dengan melakukan komunikasi sebagaimana halnya ayah bunda ke anak dan rival ke tampin.

Mengoptimalkan teknologi, Ini adalah fiil yang terdahulu dari pembelajaran 21 ini, dimana teknologi berperan sangat berguna. Disini guru juga harus bisa mengoperasikan teknologi terkini dengan maksimal terutama teknologi internet yang mana nantinya bisa digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran. Keseleo satu pembelajaran yang bisa dioptimalkan dengan teknologi adalah blending learning, dimana pembelajaran digabung menjadi satu yakni online dan offline.

Menerapkan
student centered

,
Plong karakter ini pembelajaran akan berpusat pada peserta sehingga suhu disini akan bertugas menjadi fasilitator. Pelajar akan melakukan penerimaan aktif sehingga daya inisiatif dan kreativitasnya akan tumbuh. Dengan model ini komunikasi akan berjalan dua arah, sehingga karakter kolaboratif kembali akan muncul.

Model Pembelajran Abad 21

Terdapat enam eksemplar pembelajaran nan bisa menunjuang kapasitas pelajar dalam abad 21 ini, diantaranya merupakan:

Penyakit Based Learning
Discovery Learning
Production Based Training
Inquiry Learning
Project Based Learning
Teaching Factory

Inferensi

Penelaahan ini terdapat dua skill yang harus ditingkatkan makanya temperatur diantaranya adalah yang pertama bertujuan bagi kemampuan beradaptasi dengan zaman yakni matematika, verbal dan deklarasi. Kedua adalah kemampuan untuk memperoleh solusi, melakukan kerja sama, kedaulatan dan komunikasi.

Pembelajaran abad 21 ini sangatlah solid bila diterapkan, terlebih dengan konsep 4c. Dengan menerapkan konsep tersebut maka siswa akan bisa meraih masa depan gemilang. Selain itu pembelajaran ini memiliki konsep The Virtue of Liberating Education yang merupakan sebuah konsep pengajian pengkajian nan dikembangkan di Amerika.

Referensi

Stedman Graham, Preparing for the 21st Century: Soft Skills Matter, Huffington Post, 26 April 2022. Diakses sungkap 22-03-20 2022
Cassel, R.N.; Kolstad, R. (1998). “The critical job-skills requirements for the 21st century: Living and working with people”. Journal of Instructional Psychology. 25 (3): 176–180.

Source: https://www.tripven.com/pembelajaran-abad-21/