Contoh Bahan Ajar Dalam Rpp

A.

Pendahuluan

Istilah materi ajar ditemukan internal Permendiknas Nomor. 41 Musim 2007 tentang Standar Proses dan Panduan Ekspansi RPP yang disusun makanya Depdiknas Tahun 2008. Dalam mengembangkan materi ajar, teristiadat merujuk dalam aturan yang terserah tersebut. Pada arah bukan, Depdiknas lagi telah menyusun panduan pengembangan materi penelaahan. Ain cak bimbingan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah dalam menciptakan menjadikan materi jaga n domestik RPP, terbiasa merujuk ke dalam adat tersebut.

Materi Ajar PAI intern Standar Isi terdiri berasal lima aspek, yakni aspek al-Qur’an dan hadis, aqidah, akhlak, fiqh, tarekh dan kebudayaan Islam. Pengembangan lima aspek tersebut didasarkan atas tiga tenang teori Bloom yakni ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Kelima aspek Materi Ajar PAI dimaksud mesti dirumuskan secara terperingkatkan, sehingga kompetensi yang akan dicapai oleh peserta ajar mencapai sasaran yang diharapkan.

Bakal itu, tulisan ini membahas tentang teknik merumuskan materi bimbing Pendidikan Agama Islam, dengan pendekatan kajian teoritis dan praktisnya dalam perencanaan penerimaan. Dengan adanya tulisan ini, sebaiknya boleh membantu pendidik internal menyusun materi ajar yang terdapat privat Gambar Pelaksanaan Pembelajaran.

B.

Konsep Materi Ajar

Materi tuntun terdiri berusul dua introduksi adalah materi dan bimbing. N domestik Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001) materi diartikan dengan benda; mangsa; apa sesuatu nan tampak. Padahal Ajar diartikan dengan petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut). Berdasarkan arti kata tersebut, materi ajar diartikan dengan  sesuatu yang tampak sebagai petunjuk yang diberikan kepada peserta didik berupa materi yang akan diterima maka dari itu peserta jaga.  Pada jihat lain, defenisi materi pelihara damping seperti mana defenisi materi pembelajaran.

Dalam Panduan Peluasan Materi Pembelajaran (Depdiknas, 2008) dijelaskan bahwa materi penataran yakni takrif, kecekatan, dan sikap nan harus dikuasai petatar jaga n domestik rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses memberikan ketegasan bahwa materi ajar harus memuat catur keadaan sentral yakni fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis intern rang proklamasi sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.

Dalam goresan ini penulis akan menguraikan catur istilah tersebut secara teoritis menurut pakar dan Panduan Ekspansi Materi Pembelajaran yang disusun maka itu Departemen Pendidikan Nasional Perian 2008.

1. Fakta

Fakta menurut Dewi Salma Prawiradilaga (2008: 83) didefenisikan seumpama informasi tentang nama orang, medan, peristiwa, julukan, istilah dan bunyi bahasa serta tentang hubungan antar mualamat. Dalam konteks ini, Peri Salma Prawiradilaga mengelompokkan fakta menjadi dua, yakni: fakta adapun istilah, seperti: pembukaan-alas kata, predestinasi, tanda, simbol atau rang, dan fakta tentang rincian atau elemen, seperti: keadaan, lokasi, orang dan sungkap tertentu. Sedangkan dalam Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran yang diterbitkan maka itu Depdiknas (2008) dan Andi Prastowo (2011) fakta didefenisikan dengan apa hal yang bewujud kenyataan dan validitas, meliputi nama-stempel objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, merek turunan, nama bagian atau onderdil suatu benda, dan sebagainya. Teladan dalam mata pelajaran PAI: Peristiwa sekitar masuknya Selam di Minangkabau melalui Ulakan di Pariaman.

2. Konsep

Konsep menurut Dewi Salma Prawiradilaga (2008) n kepunyaan dua sifat, yakni nyata atau konkret/berwujud dan maya. Konsep berwujud mengandung aspek profan dan positif, padahal konsep kamil mengandung aspek usul, gagasan, pandangan, atau pendapat seseorang terhadap sesuatu hal. Sejalan dengan pendapat Peri Salma Prawidilaga di atas, internal Panduan Peluasan Materi Pembelajaran (Depdiknas, 2008) dan Andi Prastowo (2011) konsep didefenisikan dengan segala yang riil pengertian-konotasi mentah yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, menghampari definisi, pengertian, ciri tunggal, hakikat, inti/isi. Contoh internal mata pelajaran PAI: Shalat yakni gerakan yang dimulai dari ratib, diakhiri dengan salam.

3. Prinsip

Dewi Salma Prawiradilaga (2008) mengklarifikasi prinsip dengan mengutip pendapat Kemp, et.al. dengan Merrill. Menurut Kemp, et.al prinsip merupakan mengklarifikasi pertautan antara dua konsep. Padahal menurut Merril, prinsip adalah kasatmata penjelasan atau ramalan atas peristiwa di marcapada ini dan menyangsang hukum sebab akibat dengan sifat hubungan korelasi kerjakan menginterpretasikan hal khusus. Seia sekata dengan defenisi tersebut, Depdiknas (2008) dan Andi Prastowo (2011) mendefenisikan kaidah dengan berupa hal-hal terdahulu, pokok, dan punya posisi terpenting, meliputi dalil, rumus,
adagium,
postulat, kamil, teorema, serta aliansi antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Konseptual dalam ain tuntunan PAI merupakan dalil percaya kepada Halikuljabbar terdapat dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4.

4. Prosedur

Prosedur menurut Haur Salma Prawiradilga (2008) diartikan dengan isi ataupun materi tentang pelaksanaan suatu pekerjaan atau tugas nan berurutan. Kerumahtanggaan Panduan Peluasan Materi Penelaahan (Depdiknas, 2008) dan Andi Prastowo (2011) prosedur didefenisikan dengan awalan-langkah sistematis maupun berurutan dalam mengerjakan satu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh dalam netra pelajaran PAI: Langkah-langkah mempratikkan wudhu’.

C.
Merumuskan Materi Ajar dalam RPP PAI

  1. Awalan-anju Merumuskan Materi Pelihara

Berdasarkan uraian di atas, berikut ini penulis menguraikan adapun ancang-awalan mengekspresikan materi ajar sesuai dengan panduan peluasan materi pendedahan (Depdiknas, 2008) sebagai berikut:

a.  Identifikasi patokan kompetensi dan kompetensi bawah

Sebelum menentukan materi ajar terlebih suntuk mesti di identifikasi aspek-aspek kesempurnaan kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta ajar. Melakukan identifikasi merupakan upaya privat menentukan apakah standar kompetensi  dan kompetensi radiks nan harus dikuasai murid bimbing tertulis ranah kognitif, psikomotor ataukah afektif. Berikut ini uraian tentang tiga nyenyat tersebut n domestik mengaram identifikasi SK dan KD, perumpamaan berikut:

  • Mati Kognitif, seandainya kompetensi yang ditetapkan menutupi mengingat, memaklumi, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan.
  • Senyap Psikomotor kalau kompetensi yang ditetapkan menghampari gerakan bercermin, persuasi manipulasi, gerakan melakukan dengan prosedur, Gerakan melakukan dengan baik dan tepat, gerakan melakukan tindakan secara alami.
  • Nyenyat Afektif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi menerima, merespon, menghargai, mengorganisasikan dan karakterisasi menurut nilai (internalisasi).

b. Identifikasi Macam-jenis Materi PAI

Melakukan identifikasi terhadap materi PAI pada lengang kognitif ditentukan beralaskan perilaku yang menekankan aspek cendekiawan, seperti menghafaz, mengarifi, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan. Dengan demikian, diversifikasi materi yang sesuai untuk sirep kognitif adalah
fakta, konsep, prinsip
dan
prosedur.

Mengamalkan identifikasi materi PAI puas sunyi afektif ditentukan berdasarkan perilaku nan menitikberatkan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara aklimatisasi diri. Dengan demikian, jenis materi nan sesuai kerjakan ranah afektif menghampari rasa dan penghayatan, seperti memufakati, merespon, menghargai, mengorganisasikan dan perwatakan menurut nilai (internalisasi).

Melakukan identifikasi materi PAI pada hening psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang mementingkan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, spesies materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri gerakan meniru, usaha manipulasi, gerakan melakukan dengan prosedur, Gerakan mengerjakan dengan baik dan tepat, gerakan melakukan tindakan secara alami. Kamil untuk propaganda plong ranah psikomotor merupakan operasi shalat.

c. Identifikasi Indikator Pencapaian Kompetensi

Sesudah diketahui senyap kompetensi bawah, formulasi materi ajar harus dilihat sreg rumusan indikator yang suka-suka pada silabus. Hirarki ukuran proklamasi dan dimensi kognitif harus disesuaikan, sehingga materi ajar nan dirumuskan bersendikan tingkatan parameter yang ada.

d. Penulisan Materi Asuh dalam RPP

Penulisan materi ajar yang terdapat dalam RPP dilakukan dalam bentuk butir-butir, sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Makna berusul butir-butiran di sini pahami dengan point-point penting yang disusun secara awut-awutan dan terstruktur sesuai dengan disiplin keilmuan dan rumusan indikator pencapain kompetensi.

2. Eksemplar Materi Ajar PAI pada RPP

Tolok Kompetensi    :  1. Memahamkan al-Qur’an salinan sumir seleksian

Kompetensi Bawah       :  1.1 Membaca al-Qur’an Surat al-Lahab dan al-Kafirun

Parameter                     :

  • Melafalkan Q.S al-Lahab
  • Membaca Q.S al-Lahab
  • Melafalkan Q.S al-Kafirun
  • Mendaras Q.S al-Kafirun
  • Menghafal Q.S al-Lahab
  • Menghafal Q.S al-Kafirun

Fakta        : Q.S al-Lahab dan al-Kafirun merupakan manuskrip Makkiyah terletak pada Juz ke-30 atau Jus ‘Amma pada al-Qur’an

Konsep    : Isi dari surat al-Lahab adalah:

ôM¬7s? !#y‰tƒ ’Î1r& 5=ygs9 ¡=s?ur ÇÊÈ   !$tB 4Óo_øîr& çm÷Ytã ¼ã&è!$tB $tBur |=|¡Ÿ2 ÇËÈ   4’n?óÁu‹y™ #Y‘$tR |Cakrawala#sŒ 5=olm; ÇÌÈ   ¼çmè?r&tøB$#ur s’s!$£Jym É=sÜysø9$# ÇÍÈ   ’Îû $ydω‹Å_ ×@ö7ym `ÏiB ¤‰|¡¨B ÇÎÈ

Artinya:

1. binasalah kedua tangan Tepung Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa

2. tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan barang apa yang anda usahakan.

3. kelak Anda akan masuk ke internal jago merah yang bergejolak.

4. dan (begitu pula) istrinya, pengarak kayu bakar

5. yang di lehernya ada benang berasal sabut.

Isi berpunca dokumen al-Kafirun adalah

ö@è% $pkš‰r’¯»cakrawalaƒ šcrãÏÿ»x6ø9$# ÇÊÈ   Iw ߉ç6ôãr& $tB tbr߉ç7÷ès? ÇËÈ   Iwur óOçFRr& tbr߉Î7»tã !$tB ߉ç7ôãr& ÇÌÈ   Iwur O$tRr& ӉÎ/%tæ $¨B ÷L–n‰t6tã ÇÍÈ   Iwur óOçFRr& tbr߉Î7»tã !$tB ߉ç6ôãr& ÇÎÈ   ö/ä3s9 ö/ä3ãYƒÏŠ u’Í<ur Èûïϊ ÇÏÈ

Artinya:

1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

2. aku tidak akan menyembah barang apa nan kamu sembah.

3. dan kamu bukan penyembah Almalik nan aku sembah.

4. dan aku tidak pernah menjadi pengikut apa yang beliau hormat,

5. dan dia lain pernah (pula) menjadi pengikut Halikuljabbar nan aku hormat.

6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Pendirian          :       Surat al-Lahab mengobrolkan kisah sahabat nabi yang bernama Abuk Lahab.

Sertifikat al-Kafirun membicarakan tentang ketabahan dalam hidup.

Prosedur       :       Dokumen al-Lahab dan al-Kafirun dibaca dimulai dari ayat pertama sampai terakhir dengan ilmu tajwid

D.

Akhir

Dari jabaran di atas, merumuskan materi ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terletak dalam Bentuk Pelaksanaan Penerimaan (RPP) dimulai dari melakukan identifikasi dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Pangkal. Pada SK dan KD, dilihat dan dianalisis, apakah SK dan KD termasuk kepada ranah yang mana dalam tiga teori Bloom, merupakan kognitif, afektif dan psikomotor.

Apabila subur pada lengang serebral, materi ajar lebih menekankan pada fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Apabila berharta lega sepi afektif, materi bimbing lebih menekankan pada minat dan sikap. Sedangkan sreg ranah psikomotor, materi ajar menekankan kepada aksi nan terkandung dalam materi tersebut.

DAFTAR RUJUKAN

Andi Prastowo. 2022.
Panduan berbenda membuat bahan ajar inovatif.
Yogjakarta: DivaPress.

Depdiknas. 2008.
Panduan penyusunan sasaran ajar.
Jakarta.

Depdiknas. 2008.
Panduan pengembangan materi pengajian pengkajian.
Jakarta.

Depdiknas. 2008.
Panduan ekspansi RPP.
Jakarta.

Dewi Salma Prawiradilaga. 2008.
Prinsip disain pembelajaran.
Jakarta: Kencana kerjasama dengan Perguruan tinggi Wilayah Jakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Hari 2006 adapun Standar Isi

Regulasi Nayaka Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007 adapun Standar Proses

Peraturan Nayaka Agama No. 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama lega Sekolah.

Siasat Bahasa Depdiknas. 2001.
Kamus samudra Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Referensi.

Source: https://apri76.wordpress.com/2011/12/12/teknik-merumuskan-materi-ajar-dalam-rpp-pai/