Bikin pembahasan boleh jadi ini kami akan memberikan ulasan akan halnya
Gugus kalimat Narasiyang dimana privat keadaan ini menutupi teoretis lengkap, terimalah agar bertambah dapat mencerna dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

contoh-paragraf-narasi

Abstrak Paragraf Narasi

Berikut ini terletak beberapa contoh gugus kalimat narasi, antara tidak sebagai berikut:

  • 1. Contoh Paragraf Kisahan Tentang Lingkungan

Beberapa pembenahan dilakukan di lingkungan oleh pihak sekolah kami n domestik sejumlah bulan ragil. Pembenahan dilakukan start pecah ruang hawa yang dipermak beberapa penggalan dan diganti warna catnya. Pembenahan tersebut pula terjadi di beberapa pangsa kelas dan juga urat kayu perpustakaan. Dengan begitu, pangsa-ruang yang ada di sekolah akan bertambah nyaman untuk digunakan. Bukan sahaja sebatas di situ, moga sekolah kami pun juga diganti dengan sogang yang tingginya menjapai 2,5 meter dan di ujung atasnya terdapat kabel berkerangka yang mengaret.


Pemasangan pagar itu dilakukan sebagai prinsip untuk menakut-nakuti perampok yang hendak maling komoditas-komoditas di sekolah kami. Sebab, pihak sekolah menyatakan bahwa sekolah kami tidak ingin mengalami pencurian seperti bilang sekolah lainnya, di mana penyebab utama terjadinya pencopetan tersebut adalah rendahnya tinggi sogang sekolah. Selain cerocok, CCTV pun dipasang pihak sekolah di bilang tesmak-ki perspektif tertentu dan dikontrol makanya pihak keamanan. Pembenahan-pembenahan yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut bisa membuat lingkungan sekolah kami menjadi bertambah aman dan nyaman juga.


Beberapa contoh di atas hanya segelintir semenjak contoh paragraf narasi akan halnya lingkungan sekolah. Pembaca bisa mengembangkan dan mengkreasikan contoh-contoh tersebut. Akan halnya pembahasan barangkali ini dicukupkan sebatas di sini semata-mata. Semoga bermanfaat dan dapat membusut wawasan pembaca, baik itu di nyenyat paragraf narasi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya.

Baca Artikel Tercalit Tentang Materi :Definisi Paragraf Dan Jenis-Jenisnya Beserta Contohnya


  • 2. Contoh Paragraf Kisahan Tentang Kesehatan

Tubuh Dina pun kian melemas. Sedari tadi, dia adv amat tidak konstentrasi momen pelajaran berlanjut. Pandangan matanya sekali lagi bertambah mengabur dan pikirannya pun berkonang-kunang. Tak perlu menunggu musim lama, Dina tergeletak di lantai di lantai kelas nan ada di jihat kanan bangku kelas yang anda duduki. Sntak, semua yang ada di kelas Dina panik dan membawa fisik Dina menuju ke Unit Kesehatan Siswa (UKS).


Sekian lama lain sadarkan diri, Dina pun akhirnya balasannya tersadar lagi. sejumlah teman nan disuruh Bungkusan Guru bikin menjaga Dina di UKS tampak senang meluluk temannya yang sudah tersadar tersebut. Kepada teman-temannya itu, Dina menceritakan bahwa dirinya bukan tahu sarapan terlebih suntuk di kondominium, sehingga peristiwa itu membuatnya lemas dan tidak bertafakur.


Akhirnya, musuh-n partner Dina pun membeli sepotong roti dan air mineral agar kas dapur Dina terisi penuh maka itu makanan, sehingga tubuhnya pula kuat dan bisa berkonsentrasi saat berlatih di inferior.


  • 3. Contoh Paragraf Kisahan Akan halnya Cuti Sekolah

Tepat momen terlepas 10 Maret, sekolahku kelepasan selama sembilan musim dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini bakal mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih bertempoh ke Pesisir Parangtritis.


Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang pertualangan, aku iringi dengan buaian lagu riang. Sungguh senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati demen ria, aku sambut Rantau Parangtritis dengan senyumku. Rantau Parangtritis, tepi laut nan rupawan yang menjadi favoritku.


Minus menyia-nyiakan masa, aku mengajak kakakku bagi bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Sreg rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini.


Bukan terasa waktu berjam-jam sudah kuhabiskan disana. Masa pun mulai sore menandakan perceraian dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini balasannya selesai. Intern benakku, aku kan pula tubin.


  • 4. Contoh Alinea Narasi Tentang Perlop


Berlibur ke Rumah Nini

Setiap cuti akhir pekan, Ami selalu menjauhi ke rumah nenek. Nenek tinggal koteng diri. Oleh karena itu Ami sering menjenguk bikin mengawani nini. Terkadang Ani berlaga dengan sepupu-sepupu nan kebetulan berkunjung juga ke rumah nenek.


Satu aktivitas yang disukai Ami detik berlibur ke kondominium nenek adalah bermain bersama ikan koi piaraan nenek. Nenek mempunyai peliharaan iwak koi nan samudra-besar.


Ami terbiasa berenang dan bermain bersama ikan koi. Tak pangling Ami juga memberi makan ikan tersebut. Ami sangat senang bertempoh intiha pekan ke apartemen nini.

Baca Artikel Terkait Akan halnya Materi :Contoh Gugus kalimat Argumentasi – Ciri, Struktur, Langkah dan Jenis


  • 5. Contoh Paragraf Narasi Tentang pendidikan


Tuntutlah Guna-guna Setinggi Mungkin

Ilmu adalah suatu kejadian yang sangat penting di dunia ini. Hobatan bisa menciptakan menjadikan manusia menjadi indah dan ilmu juga bisa mewujudkan basyar menjadi bengis. Sangking pentingnya hobatan bahkan Rasul Muhammad SAW telah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu setakat ke negeri china. Yang dimaksud dengan mengaras daerah China ialah kita dianjurkan bikin menuntut aji-aji mencecah tempat yang sangat jauh. Dengan menuntut ilmu, kita pasti akan menjadi basyar nan berilmu.


Menjadi khalayak yang berilmu sangatlah bermanfaat. Mereka punya derajat yang kian tinggi di mata tuhan di bandingkan dengan orang-makhluk nan tidak berilmu. Kejadian ini dikarenakan makhluk-orang pintar dapat mengasihkan kemaslahatan atau manfaat bagi anak adam banyak. Orang-manusia berilmu juga bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana. Malah lagi dengan ilmu orang-basyar bisa membangun kebudayaan ke sisi nan lebih baik.


Tak hanya bermanfaat buat orang banyak, ilmu juga penting bagi dir sendiri, antara enggak dengan berilmu kita akan dihormati dengan orang-orang, tetapi orang kebal kembali tidaklah gila akan sanjungan karena mereka mengambil ajaran pari yang semakin berisi semakin merunduk, dengan berilmu juga kita bisa mewujudkan impian-impian kita.


Maka dari itu karena itu, marilah kita memaksudkan ilmu sederajat mungkin seyogiannya kita menjadi orang yang pintar sehingga boleh bermanfaat cak bagi orang bukan dan diri koteng. Janganlah berat siku dalam menuntut ilmu karena kebodohan akan menghinggapi kita dan untuk yang sedang menuntut ilmu, manfaatkanlah kesempatan itu dengan baik karena ada banyak orang di sana yang tidak mendapatkan kesempatan nan sama.



  • 6. Contoh Paragraf Cerita Tentang Bencana Alam


Pasca Petak Longsor

Rabu 03 oktober 2022, di desa Wanujoyo Baru kec. Piyungan, Bantul tepatnya jam 5 pagi setelah sholat dini hari terjadi tanah longsor. 2 kondominium warga terkubur persil longsor yang berada dibelakang rumah mereka.


Diduga tanah longsor ini terjadi akibat hujan yang gebyur desa Wanujoyo Baru semalam. 4 makhluk menjadi korban dalam rayuan alam ini, 2 tewas , 1 luka-luka dan 1  masih dalam pengudakan tim SAR. Menurut warga sekeliling, Tono (pemilik flat) sedang menyingkir ke masjid bersama istrinya, sedangkan kedua anaknya berada dirumah bersama kakek dan neneknya.


Kedua anak asuh dan neneknya tewas seketika karena terjangkit reruntuhan bangunan, sedangkan kakeknya selamat. Sedangkan dirumah satunya milik buya Rudi yang sedang ditinggal pulang kampung oleh keluarganya rusak parah. Warga setempat mencoba menghubungi keluarga nan berkepentingan tetapi tidak ada jawaban. Batih korban berusaha berburu barang-barang yang masih bisa terpakai.


Cak bagi darurat tanggungan korban akan lewat dirumah tetangga, dan bulan-bulanan tewas akan dibawa ke rumah sakit bagi di otopsi. Situasi ini membuat shock keluarga mangsa. Kerugian ditaksir selingkung ratusan miliun rupiah.


Saat ini saya sedang bersama kepala desa Wanujoyo Baru yakni bapak windarto :

  • Saya         : “Selamat pagi bapak, kira-kira apa sebabnya tanah longsor ini terjadi pak?”
  • Kades      : “Tanah longsor ini terjadi akibat hujan lebat yang membanjur desa Wanujoyo Bau kencur semalam.”
  • Saya         : “Berapa total korban dalam bencana persil longsor ini pak?”
  • Kades      : “Korbannya itu 4 orang yang 2 tewas ditempat, yang 1 jejas luka, dan yang satunya masih intern pencarian.”
  • Saya         : “Berapa rumah yang tertimbun tanah logsor pak?”
  • Kades      : “2 rumah nan satu rusak ringan properti bapak Tono dan yang satunya rusak parah eigendom bapak Rudi.”
  • Saya         : “Lantas tanggungan korban lewat dimana pak?”
  • Kades      : “Buat temporer batih korban akan dahulu di rumah jiran.”
  • Saya         : “Duga-kira berapa kerugiannya pak?”
  • Kades      : “Kerugiannya terka-nyana ratusan miliun rupiah.”
  • Saya         : “Oke terima karunia bapak kepala desa wanujoyo baru. Saya Muhammad Fahrur Rifa’I, Wanujoyo Mentah, melaporkan. Kembali dengan Windi di studio.

  • 7. Cermin Paragraf Narasi Dengan Acuan Urutan Waktu

Aku adalah salah suatu pesuluh berasal sekolah faforit di kotaku. Setiap perian, jadwalku di sekolah sangat padat. Bel masuk di sekolahku memang baru ikut palu 07.00, tapi kubiasakan setiap hari untuk ingat pagi pukul 04.00 agar tidak terburu-buru.

Setelah bangun rata-rata aku akan langsung mengambil air wudhu bikin shalat subuh. Tidak pangling aku mengatur kiat sesuai mata pelajaran masa ini. Kusempatkan juga mengecek bilang kancing takdirnya-kalau cak semau pr yang belum kukerjakan. Setelah makan pagi dan mandi, yaitu sekitar pukul 06.15, aku bertepatan memusat ke sekolah.

Aku legal pergi ke sekolah panjat sepeda pengambil inisiatif, kadang juga menaiki kendaraan umum. Pukul 06.30 aku telah hingga di sekolah karena jarak rumahku dari sekolah tidak terlalu jauh hanya selingkung 10 km. Tuntunan di sekolah galibnya selesai pada pukul 14.00, namun di hari-perian tertentu kami harus mengajuk kegiatan penekanan materi dan bau kencur pulang pengetuk 16.00.

Paragraf di atas hanyalah contoh sederhananya saja, jadi lain harus sama persis seperti itu. Jika diperhatikan, paragraf tersebut pintar pujuk tahun, seperti: ingat pukul 04.00, menginjak sekolah pukul 06.15, sampai di sekolah pukul 06.00, dan pulang sekolah pukul 14.00.

Baca Artikel Tersapu Adapun Materi :Pengertian Deskripsi, Narasi Dan Eksposisi Menurut Kritikus sastra


  • 8. Contoh Paragraf Narasi Dengan Teladan Sekaan Tempat

Marco Polo adalah salah satu penjelajah paling kecil terkenal di dunia. Petualangan bersejarah Marco Polo dimulai pada tahun 1272 berpokok daerah tingkat kelahirannya yaitu Venesia menuju ke distrik selatan Irak dan tinggal selama satu perian disana.


Ia kemudian melanjutkan pelawatan ke Teluk Persia menuju Khurasan lewat terlampau di Afghanistan sejauh suatu perian. Selama tinggal di Afghanistan, anda kembali mengunjungi beberapa tempat seperti Pakistan dan Khasmir.


Selepas menghindari Afghanistan, Marco Polo sempat singgah ke Nusantara melalui Sri Lanka. Marco Polo akhirnya kembali sekali lagi ke Venesia melalui jalur sutera selama Cina sebatas Turki.


  • 9. Contoh Gugus kalimat Kisah Mengenai Sugestif Singkat

Tiga hari lamanya aku mengalami koma tanpa korespondensi bangun. Dan ketika aku tercacak berbunga mimpiku, perlahankubukakan mataku, seluruh keluargaku suka-suka disampingku. Ayah, ibu, kedua kakakku, paman dan bibi serta p versus-temanmu telah ada disampingku. Suara minor ayat-ayat Al-Quran terdengar dan aku senang mereka tak marah padaku karena aku menyingkir tanpa pamitan. Ayah menyadari aku terbangun dengan cepat memanggilku…


  • 10. Contoh Paragraf Kisahan Adapun Keluarga


Mudik Lebaran

Sehari selepas diliburkannya sekolah menjelang lebaran tepatnya 1 pekan sebelum waktu raya, aku bersama keluargaku mudik ke kampung halamanku dengan mengendarai sarana pribadi kerjakan menajalankan lebaran bersama keluarga di kampung jerambah kami.


Sebelum berangkat kami telah mempersiapkan dari jauh hari perbekalan, barang-produk bawaan, bahkan kesegaran kami. kami mudik dengan menumpangi sebuah mobil. untuk menjamin segala seuatu yang enggak dinginkan terjadi kami mengapalkan barang-dagangan ala kadarnya tetapi tidak melebihi bobot oleh-oleh mobil dan mengendari mobil dengan tanah lapang, sabar, tidak terburu-buru , dan yang paling penting adalah mengimak seglala aturan dulu lintas yang cak semau. tak lupa kami membawa semua surat-inskripsi kendaraan, sim, stnk, dan lain mesti mengapalkan helem.


Kami melawati jalan terdepan dan mengantri di krumunan kemacetan sampai petang hari, sampai pada malam harinya tepatnya jam 21.10 kami berangkat di rumah cikal bakal dan nenek. kami semua kelelahan dan berorientasi ke kamar nan mutakadim di siapkan poyang dan nenek mendengar kami akan ke sana. sungguh perjalanan yang amat melelahkan.


  • 11. Contoh Paragraf Narasi Adapun Camar duka


Camar duka Tamasya

Sreg copot 5 Juli aku berangkat pelancongan ke Bali bersama sekolah. Aku siuman pagi-pagi sekali karena jam 7 harus menginjak di sekolah. Pukul 6.45 aku tiba di sekolah. Tampak di pinggir jalanan bus-bus berjejeran. Aku serempak turut ke bis.


Kami menginjak di Bali pukul 2 siang selepas menaiki kapal feri. Pukul 5 kami tiba di hotel bagi check in. Perjalanan dimulai akan datang pagi. Kami langsung check out dari hotel. Cak semau nan memanfaatkan tahun untuk istirahat. Ada pun yang menumpang Gojek untuk berkeliling Denpasar dan Kuta.


Keesokan harinya, kami pergi ke Ubud. Kami berkeliling disana menginjak dari monkey forest dan wisata belanja. Kemudian kami pergi mengarah Tampaksiring bagi menyibuk pundi-pundi. Intensi ragil kami yakni Goa Gajah. Setelah itu kami mengunjungi pusat bawaan dan sekalian pulang ke daerah kami.


  • 12. Hipotetis Alinea Kisahan Tentang Ekspositoris

Leonita Cantika adalah ragil dari 6 orang bersaudara, lahir di Bandung copot 3 November 1992. Nita, absah ia dipanggil, lahir dari anak bini yang terbelakang. Ayahnya adalah seorang pegawai area sipil nan bertugas di Departemen Agama sementara ibunya yaitu sendiri musafir. Momen Nita lahir ayahnya sudah memasuki periode tua, yakni 51 waktu.


Sang ayah didiagnosis menderita penyakit keburukan peparu sejak Nita masih tinggal kecil. Maka tidak heran, Nita kecil makin banyak menghabiskan waktu kecilnya dengan merawat sang ayah dibandingkan bermain dengan teman-inversi seusianya. Koalisi Nita dan ayahnya sangat dekat, tak sekadar sebatas interelasi ayah dan anak tetapi sudah seperti mana dua orang yang bersekutu.


Ketika Nita menginjak jiwa 8 musim, kondisi kesehatan ayahnya semakin memburuk. Nita menjadi semakin sering tidak masuk sekolah karena mengawani si ayah nan harus keluar turut rumah ngilu. Berpindah dari satu rumah sakit ke apartemen sakit lainnya dan bolak balik memanggil dokter pribadi ke rumah menjadi keadaan yang biasa bakal Nita sekerabat.

Baca Artikel Tersapu Tentang Materi :14 Abstrak Teks Ulasan – Signifikasi, Ciri, Struktur dan Kaidah


Heksa- rembulan lamanya berjuang tanpa lelah serta menempuh segala apa jalan yang suka-suka dan memungkinkan, ternyata Nita dan keluarganya harus menerima embaran terpahit. Ayah Nita meninggal bumi ketika Nita belum genap berumur 9 perian. Kepergian ayahnya merupakan mimpi terburuk bagi Nita , dan menjadi penyebab perubahan drastis kerumahtanggaan hidupnya. Nita yang ceria dan mudah akrab dengan orang lain berubah menjadi Nita nan pendiam dan terkatup.


  • 13. Contoh Gugus kalimat Narasi Akan halnya Pahlawan


Perlagaan Singkat Soekarno

Pada tanggal 4 Juli 1927 Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan intensi Indonesia segera merdeka. Namun nyatanya pada terlepas 29 Desember 1929, Belanda memasukkan beliau ke intern penjara Sukamiskin di Bandung sampai pada tanggal 31 Desember 1931.


Beliau dibebaskan dan kemudian bergabung dengan Partindo tetapi kerjakan yang kedua kalinya Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores plong tahun 1933. Kemudian beliau dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui pemberontakan yang cukup janjang, beliau bersama Bung Hatta memproklamasikan otonomi Republik Indonesia puas copot 17 Agustus 1945.


  • 14. Hipotetis Paragraf Kisahan dalam Kutipan Novel

Start-mulai sira tertegun. Di sana, sayup-sayup dari jauh, di arah melintas boleh jadi sebelah timur, terdengar suara miring jeritan individu. Tetapi selintas doang, jeritan diputuskan oleh sebuah ledakan yang tinggal hebat … kemudian hening seketika. Desingan yang banyak mulai reda, lewat cak satu demi satu letusan di sana sini.


Warsinah menegakkan majikan, matanya mulai ilegal, badannya dihadapkan ke timur, ke jihat jeritan datang, kemudian membalik merentang ke barat, tegak berkacak pinggang, lalu lari, lari menurutkan jalan rel, lari kencang spontan berkomat-kamit. Bermula kamit mulutnya keluar juga perkataan seperti biasa, tiada berujung tiada berpangkal: …. si bengis pun, sang ganas lagi …. dan beliau lari terus, lari lepas bagai selancar sahaja, tiada dogmatis kukunya. Dan ketika sampai di jalan pertemuan antara perkembangan  kereta dan urut-urutan raya, ia berhenti sejenang, seolah-olah berpikir, kemudian ia menyelekoh menurutkan kronologi raya.


Dari jauh intern pandangan kabur sambil berlari, ia melihat benda berputar, berlarik  selama urut-urutan, sahaja sebelum ia senggang benar apa yang dilihatnya, sebuah anak bedil datang menyongsong, tepat menembus tulang dadanya. Warsinah terjerahap, jatuh tersungkur di tengah urut-urutan.


Sejenak berontak merentak-rentak, melolong, menyumpah-nyumpah, terhambur kembali sumpah serapahnya: si jahat lagi, si ganas pun, hitam, kejam… rupanya kerumahtanggaan ia bergumul mempertahankan hidupnya dengan sakaratul maut, kebenciannya kepada sang hitam kejam, sang bengisganasnya, masih sanggup mengatasi renggutan tangan Malaikat pengambil semangat yang akan menceraikan rohnya dengan badan kasarnya.


Kemudian lemas tak bertenaga …Warsinah yang sebentar ini masih menjadi kerangka hidup, kini etis-benar sudah menjadi lembaga hening. Mati terhampar di tengah jalan, tiada dihiraukan orang, bukan cak semau yang menangis meratapi. Anda meninggal sebagai pahlawan yang dapat dibanggakan makanya bangsa, tiada andai kurban ajuster kedaulatan.


Dia mati hanya bak kurban kebuasan, pelecok satu kurban berasal sekian banyaknya. Anda tenang karena nasibnya, demikian sudah menurut takdir tangan, ya, beliau senyap karena kehendak Ilahi. (H.B Yasin, Gema Tanah Air, Jilid 1, hal. 158-159).


  • 15. Contoh Paragraf Cerita Sumir

Mereka berdua menyinambungkan kembali perjalanan ke dalam hutan, kali ini Remy menanyakan ke pamannya agar ia boleh turut pamannya berburu, pamanya pun mengatakan “ sekiranya kau ikut berburu kau harus siap berlari dan mencengkram”, “siap akan ku untuk mamak” kata Remy. Lain disangka mereka empat mata berdapat seekor gajah kerdil, gajah boncel itu terlihat kebingungan, Remy meminang paman untuk lain memburu gajah boncel itu, mereka berdua memutuskan bagi berjalan menumpu gajah kecil.


Gelagatnya gajah kecil itu mulai merasa ketakjuban karena melihat mereka empat mata. “ Jangan merembas ! kami tidak akan memburu mu !” teriak remy. Gajah mungil itu tetap berlari, dengan sekuat tenaga, remy mengepas buat mencari gajah katai itu, sampai di ujung Gawir gajah kecil itu tidak boleh lari kemana mana, Remy yakankian bahwa anda bukan akan membunuh gajah kecil itu.


“Siapa nama mu, namaku Remy?” , “namaku Chiko” kata gajah kecil itu, “kenapa anda sendiri dimana teman temanmu yang lainnya”, kata remy , “aku terpisah dengan ibu dan ayahku dan kembali antitesis temanku aku bukan tahu jalan pulang”, “Baiklah turut aku, aku akan membantumu mencari kedua orang sepuh mu” mereka berdua pula kedalam wana dan bertumbuk om Remy, “jangan takut chiko om bukan akan membunuhmu”… sesudah beberapa ketika kemudia Remy, Ketsi dan Chiko bercocok kerubungan gajah dan ternyata gerombolan gajah tadi ialah gajah nan mereka lihat di pagi hari. Remy dan chiko pun bersekutu.


  • 16. Hipotetis Paragraf Narasi Tentang Peristiwa


Pertempuran Surabaya

Di tanggal 20 November 1945 meletuslah satu pergerakan perlawanan rakyat Surabaya dalam gebah  penjajahan Belanda dan para sekutu di ibu pertiwi terutama bagi daerah Surabaya.


Asal muasal terjadinya perang ini yakni terbunuhnya salah satu pimpinannya mereka yaitu Brigadir Jenderal Mallaby yang kemudian menyulut kemarahan tentara inggris. Karena tewasnya pimpinan mereka, puas akhirnya Inggris dan para sekutunya menyodorkan suatu Ultimatum bagi semua pejuang yang mampu di Surabaya agar secepatnya tungkul.


Pejuang bukannya tungkul, ultimatum itu malahan dinilai adalah bentuk penghinaan bagi para rakyat Surabaya dan pejuang. Mereka pun kemudian mengadakan milisi milisi perjuangan guna menimbangi para pihak Inggris yang Mengancam hendak akan melakukan serangan.


Karena tahu ultimatumnya tersebut ditolak, akhirnya muncul kemarahan besar dari para pihak Inggris dan para sekutunya. Tinggal ditanggal 10 November di pagi hari Inggris mengaibkan secara raksasa-besaran dahulu jalur gegana, laut dan darat dan mengerahkan sekeliling taksir-agak 30,000 Infanteri.


Bilang tank, kapal perang dan pesawat diarahkan ke Surabaya. Dan mereka para pihak maskapai menuding secara habis habisan kota Surabaya. Mereka mengamalkan pengeboman terhadap bardir Gedung bangunan pemerintahan dan melakukan pembunuhan seluruh para pejuang yang terdaftar.


Kejadian detik detik itu amatlah mencekam dan mengerikan, pembantaian ada dimana mana dan untuk masing masing pejuang bintang sartan terpojok. Akan semata-mata, gambar penjajah supaya boleh menaklukkan daerah tingkat Surabaya gagal total kerumahtanggaan 3 perian.


Semua rakyat dan pejuang Surabaya datang ke jalan-jalan dan melakukan perlawanan. Setiap pejuang rakyat Surabaya memiliki spirit yang membara. Kejadian itu dikarenakan membujur tampilnya sesosok teruna nan namanya adalah Bung Tomo.


Momen hari itu, dengan gagah berani Bung Tomo menyampaikan satu pidato untuk rakyat Surabaya dan menggelorakan semua semangat juang yang mereka punya sungguhpun setakat tutul bakat penutup.


Pertempuran Surabaya terjadi hingga 3 pekan dan pada akibatnya kemenangan ada ditangan pihak persekutuan dagang. Lamun kota Surabaya mutakadim berharta di tangan sekutu, pertentangan rakyat Surabaya detik itu benar benar menginspirasi seluruh publik Indonesia dan membuat kehidupan mereka menjadi membara untuk melawan penjajahan.


  • 17. Hipotetis Paragraf Narasi Adapun Garitan Sendiri

Saya adalah Resynta Novianadewi, anak pertama dari dua bersaudara, dilahirkan 17 tahun yang silam di ii kabupaten Jakarta tepatnya pada tanggal 14 November pada tahun 1994. Cuma kini saya dan keluarga saya tinggal di Jl. Sadau V no. 47 RT 008 RW 05, Kelapa Dua, Tangerang. Momen ini saya duduk di bangku SMA kelas 12 disebuah sekolah negeri diwilayah Tangerang.


Saya dilahirkan di anak bini yang cukup sederhana dan segala sesuatunya tercukupi. Dari katai sampai SMA tidak cak semau prestasi nan menonjol yang mutakadim saya capai. Dulunya saya yaitu seorang yang minder, tidak n kepunyaan banyak oponen dan selalu menyendiri. Saya juga enggak afiliasi mendapatkan 1 trofi sekalipun, dan tak pernah memenangkan adu dan kompetisi manapun.


Semata-mata detik ini, saya ikut organisasi OSIS dan ROHIS yang ada disekolah saya. Darisinilah saya berangkat belajar untuk bersosialisasi dan berhubungan dengan banyak orang. Saya mulai bangun bahwa hakikat manusia adalah sebagai makhluk sosial, saya mulai aktif dalam kepanitiaan, mengenal teman-teman yang sangat inspiratif dan kerap membantu saya apabila pergok musibah atau masalah.


Meskipun saya masih belum berprestasi belaka saya berpengharapan setiap sosok sayang mempunyai kemampuan tiap-tiap nan tentunya enggak tentu begitu juga orang bukan.


  • 18. Contoh Paragraf Narasi Tentang Gempa Bumi

Lega hari Jumat, 6 Februari 2022, terjadi gempa tektonik nan mengguncang Kabupaten Nabire Area Papua. Guncangan yang susul menyusul hingga heksa- kali itu terjadi selama dua jam.


Gempa berkekuatan 6,91 skala Richter itu menyebabkan sedikitnya 26 korban tewas, 34 luka berat, dan 66 orang lainnya luka ringan. Guncangan keras ini menyebabkan tanah longsor dan meretakkan landasan pacu di bandara setempat.


  • 19. Contoh Gugus kalimat Narasi Akan halnya Budaya

Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara-suara mandung yang kerunyuk seolah menyanyi serta merta membangunkan orang-orang yang masih tidur. serta dapat ku lihat burung-butuh yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari bersantap. Dari timur sang surya menyapaku dengan sungkan bagi menampakkan cahayanya.


Aku berjalan ke halaman depan flat tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar cak bagi berlalu lintas dari kejauhan tertumbuk pandangan sawah-sawah milik penanam yang ditanami padi masih bercat hijau terlihat sangat sejuk, mulia, dan damai.


Dari kejauhan pula terlihat sendiri petani nan madya mencangkul sawahnya nan belum ditanami tumbuhan, dan ada kembali petani yang madya mencari rumput cak bagi makan fauna peliharaannya seperti kambing, sapi, dan munding. Didesaku kebanyakan penduduknya andai petani.


Pagi ini terlihat sangat sibuk, di urut-urutan” terlihat ibu-ibu yang sedang berjalan condong pasar buat berjualan sayur. Tetanggaku seorang peternak belibis yang sekali lagi tidak kalah sibuknya dengan orang”.


Pagi-pagi sekali dia bepergian menggiring bebeknya kerawah erat sawah kerjakan mengejar makan, bebek yang pintar berbaris dengan rapi pengembalanya. Sungguh pemandangan yang sangat menarik dilihat ketika kita siuman tidur.


Dihalaman rumah kakekku yang menghadap ketimur terdapat tumbuhan-pohon yang rindang, terserah pohon pauh yang berbuah sangat lebat, disamping kiri potehon mangga dapat pula pohon jambu air yang belum berbuah karena belum musimnya.


Dan disebelah kanan kondominium ada pohon rambutan yang buahnya sangat manis rasanya. sungguh pemandangan yang sangat mulia yang sangat asri dan akur ini adalah tempat tinggal kakek ku dan gelanggang kelahiran ku.


Desa nan bernama NAMBAHDADI ini adalah ajang yang minimal aku kunjungi saat liburan. Selain bisa bertemu kakek dan nenek aku juga bias mematamatai pemandangan yang luhur nan akur.


  • 20. Paradigma Gugus kalimat Narasi Mengenai Hujan abu

Pagi itu, hujan turun dengan lebatnya. Taufik nan sejak tadi duduk kebingungan. Kamu cemas seandainya dirinya tidak bisa berangkat sekolah pagi itu. Ia dapat sahaja memutuskan untuk tidak berangkat sekolah.


Cuma, ia tak ingin ketinggalan pelajaran sekolah. Lagipula terserah ulangan matematika. Namun apa daya, jarak sekolah yang jauh dan hujan angin yang serupa itu tebal membuatnya absen pada hari itu.


  • 21. Abstrak Paragraf Kisahan Tentang Guru


Guruku Pahlawanku

Sebutan pahlawan bukan sahaja untuk mereka yang timbrung berperang mengembalikan penjajah, tapi cak semau mereka yang dengan sabar dan tabah mengasihkan jasa sekuat tenaga demi mencerdaskan anak-anak kita (bangsa Indonesia), kamu adalah master, orang dengan gelar pemberi ilmu dengan biaya ikhlas tanpa kenal waktu.


Begitu luhur, begitu penting jasanya, meskipun tak sumbang darah seperti pahlawan kita dulu privat membubarkan penjajah tapi guru adalah pahlawan sonder tanda jasa yang berkorban pikiran dan tenaga.


Guru seperti itu bermakna buat kita, disaat masih mungil mereka sudah mengajarkan kita belajar membaca, batik dan menghitung maupun biasa disingkat dengan calistung. Tak ada gaji yang setingkat komandan untuk honor temperatur, tapi jasanya alangkah tidak terhitung jumlahnya karena sedemikian itu berjasanya.


Tak kenal lelah meski situasi berbanding terbalik dengan jasa-jasanya, tak perhubungan gegar meski profesi lain lebih menggiurkan diluar sana, mereka teguh tarik urat demi anak didiknya, demi mencerdaskan anak nasion, demi bangsa Indonesia.


Maju terus pahlawan tanpa tanda jasaku, kami menghormatimu, kami menghargaimu, dan kami sangat berterimakasih kepadamu. Mungkin peduliku (bangsa) belum bisa sepenuhnya untukmu, tapi kami bangga akan jasa-jasa dan perjuanganmu.


  • 22. Komplet Gugus kalimat Cerita Tentang Garis haluan


SBY VS Nazaruddin

Ahmad Yani, pelecok satu anggota DPR dari PPP, internal sebuah forum diskusi mengatakan, bahwa ternyata informasi yang dikatakan Nazaruddin (mantan bendahara Organisasi politik Demokrat) banyak benarnya.


Pengenalan-introduksi ini ialah pernyataan terbuka tentang fungsi politik Nazaruddin, serempak kekalahan demi kekalahan nan terus diderita Puak Demokrat. Malar-malar, 7 Desember 2022 dulu, KPK sudah lalu menetapkan pelecok satu kader terbaik Demokrat, Andi Mallarangeng sebagai tersangka korupsi Hambalang.


Andi menjadi terselami menyusul Nazaruddin sendiri, Angelina Sondakh, Hartati Murdaya, dan lainnya. Jikalau Anas Urbaningrum juga kemudian menjadi tersangka, rasanya komplet sudah kehancuran citra politik yang mendera Organisasi politik Demokrat.


Internal usianya yang masih muda, di tangan anak-anak muda; ternyata Puak Demokrat terlalu cepat luruh dan layu. Besar probabilitas, puas Pemilu 2022 nanti, puak ini akan ditinggalkan para pendukungnya.


Sebab, basis utama simpatisan partai ini yaitu kalangan rasionalis perkotaan, yang pada awalnya tertarik dengan slogan anti korupsi SBY.


Andai SBY bisa meminta, karuan dia cak hendak memutar sebelah jam sejarah ke pinggul, ke masa-hari saat awal Partai Demokrat tegak. Di perian itu, sekeliling tahun 2004, dia menjadi sosok “tokoh terzhalimi” di bawah rezim Megawati.


Atau kembali ke tahun 2009 detik PD berhasil memenangi Pemilu mempercundang Golkar dan PDIP, sebagai dua partai paling kecil dominan. “Andaikan kita bisa mundur ke bokong, tentu saat itu kita akan mengeset organisasi politik ini sebaik barangkali, agar sira tidak seangkatan jagung,” mungkin seperti itu lamunan SBY dengan apa sesal di hatinya.


Partai Demokrat adalah organisasi politik anak-anak cukup umur. Banyak kader, pengurus, dan simpatisannya berasal dari kabilah muda. SBY koteng intern pencitraannya berselera momongan akil balig. Namun resan kemudaan ini ternyata begitu getas menghadapi alai-belai: harta, tahta, dan wanita.


“Duhai indahnya, anak adam-individu lanjut usia yang berjiwa akil balig. Kendati sudah lalu tua, tapi selalu bernas, dinamis, gerak cepat, dan kontributif perubahan-perubahan,” begitu kata sebagian makhluk. Tetapi di hamparan suatu realitas ketatanegaraan, istilah ini bisa menjadi terbalik: Disana berkumpul anak-anak asuh remaja berjiwa tua! Masih taruna, enerjik, dinamis, tetapi pikirannya sebagaimana ayah bunda; mereka bicara tema-tema investasi, dana pensiun, istri muda, kaya mendadak, dan selanjutnya. Inilah anak-anak taruna berjiwa tua (berjiwa lapuk dan lenyai).


Sebagian pengorganisasi muda, saat kembali moncer-moncernya kemampuan, taktik, dan ekspresi; mereka berteriak keras: “Ganyang koruptor! Sampir koruptor! Bersihkan birokrasi dari KKN! Ciptakan clean government, good public service! Tumpas praktik korupsi dan mafia syariat setakat ke akar-akarnya.” Laung demikian mereka sampaikan saat masih menjadi pengangguran, teu boga gawe, maupun penghasilan ada tapi pas-pasan.


Cuma begitu mujur kesempatan, mujur posisi jabatan; begitu uang masuk ke rekening secara ajaib, ratusan juta uang jasa keluar-masuk begitu mudahnya; begitu melihat SPG cantik-elok, model tinggi semampai, atau selebritis “doyan keluyuran”…mendadak spirit “anti korupsi” itu lumer sebagaimana gendar kesiram air. Sejak itu, isi omongannya tidak pernah lepas dari kosa introduksi “miliaran”.


Seandainya awal beliau berteriak “berantas manipulasi”, pelan-pelan berubah: “Hati-hati, jangan mudah menuduh kecurangan! Tetap tegakkan cara praduga enggak bersalah!” Sampai-sampai hingga pada pembukaan-perkenalan awal seperti ini: “Koruptor juga manusia, mesti hak-hak nasib dan dihargai privasinya.” Inilah dia, anak asuh muda berjiwa tua. Nyawa masih cukup umur, tapi otak dan perasaannya sudah ngendon di kuburan!


Mungkin kita bertanya, siapa sejatinya yang menghancurkan Organisasi politik Demokrat ini? Mengapa kamu begitu rapuh; berdiri hari sekitar 2004, atau baru sekitar 8 atau 9 periode adv amat, tapi waktu ini citranya di indra penglihatan publik sudah hancur-lebur?


Secara sederhana semua orang akan mengatakan: “Penghancur Demokrat yakni Muhammad Nazaruddin, si pengkhianat sejati, berbarengan mantan Bendahara Awam Puak Demokrat. Dialah yang sudah lalu mengocok-aduk isi pendiangan DPP, sehingga citranya remuk-redam seperti mana ketika ini!” Tapi kalau mau teruji, sebenarnya inti kesalahan itu ada pada sosok SBY sendiri. Gaya politik SBY-lah nan kemudian berdampak membanting partainya sendiri.


Kawin SBY hadir dalam sebuah acara peresmian sebuah gedung bank, properti Chairul Tandjung. Detik diberi kesempatan berbicara, SBY tidak malu-malu mengklaim, bahwa Chairul Tandjung yaitu teman baiknya. Seorang presiden melakukan klaim seperti itu di atas mimbar, adalah sesuatu yang tidak patut. Koteng presiden levelnya isu kenegaraan, bukan pribadi-pribadi. Tetapi peristiwa ini membuktikan salah suatu ciri kebijakan SBY, yaitu oprtunisme.


Maka ketika satu saat seorang pabrikan asal Sumatera Utara, bernama Muhammad Nazaruddin, menawarkan diri masuk ke jajaran elit Organisasi politik Demokrat; dengan membawa sejumlah dana tertentu bak semacam “mahar politik”; beliau pun masin lidah dengan tangan ternganga. Bukan hanya masin lidah, di kemudian hari dia diberi jabatan laksana Bendahara Umum.


Sebagai mangkubumi partai politik, riuk suatu tugasnya ialah memobilisi dana sebanyak-banyaknya, buat membiayai semua kebutuhan puak. Dan Nazaruddin melakukan itu semua, sesuai instruksi dan fasilitas yang diberikan kepadanya. Maka lain mengherankan jikalau kemudian Nazaruddin banyak berhubungan dengan proyek ini dan itu; karena setting-an strategi seorang bendahara masyarakat, intern konteks politik liberal, memang tidak jauh berbunga hal-hal seperti itu.


Setakat suatu momen KPK mengungkap kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet di SEA Games yang mengikutsertakan Nazaruddin. Mestinya, saat ternganga kasus ini, para elit Demokrat berusaha persisten membela kasus Nazaruddin secara hukum; sebagai bentuk kebersamaan terhadap nasib kawan mereka; karena keterlibatan Nazaruddin privat kasus itu, tak amnesti semenjak “plot strategi” yang dibebankan ke pundaknya.


Tapi sayangnya, lagi-juga ketatanegaraan SBY beraroma oportunisme. Saat nama Demokrat terancam karena terbongkarnya kasus Nazaruddin, mereka lain membela kawannya, malah seperti ingin “mengorbankan” Nazaruddin.


Sikap politik sama dengan itu sangat menyakitkan bagi Nazaruddin. Kamu diberi tugas untuk pengorganisasian dana, tetapi saat terserah ki aib tidak dibela, bahkan mau dikorbankan. Maka memuncaklah amarah Nazaruddin. Nazaruddin tidak dahulu tutup mulut menerima perlakuan buruk semenjak sepekerjaan ahli politik Demokrat.


Maka mulailah dia menampakkan perlawanannya. Saat “kabur” ke luar kawasan, itu merupakan perlawanan; saat utus rekaman video sekaligus memakai topi anyaman dan menunjuk-nunjukkan sebuah flash disk, itu yakni persangkalan; begitu juga, saat ia kabur ke Kolombia, dan pulang dalam situasi tangan terborgol, itu adalah pertentangan; dan beraneka macam ekspose fakta-data seputar keterlibatan elit-elit Demokrat dalam korupsi, itu adalah perlawanan; saat mengomong di depan pers, momen memberi kesaksian di persidangan, momen konsolidasi dengan para pengacaranya, itu juga perlawanan.


Intinya, SBY terlalu memandang remeh Nazaruddin; dan balasannya Puak Demokrat momen ini porak-poranda, akibat bidasan basyar nan diremehkan itu. Lihatlah, alangkah hebatnya Nazaruddin; engkau mampu mengobrak-abrik puak yang memenangkan pemilu perian 2009 itu.


Mungkin, dia boleh disebut sebagai politisi “paling sakti” karena kemampuannya dalam menghempaskan martabat ketatanegaraan Demokrat; terlebih basyar ini seperti “berakibat membunuh” Demokrat itu sendiri. Jika nanti Anas Urbaningrum benar-sopan ditetapkan menjadi tersangka makanya KPK; ya sudah, habislah partai itu.


SBY betul-betul pelecok perhitungan terhadap Nazaruddin. Ini yakni kecerobohan kalkulasi ketatanegaraan yang mestinya tak terjadi. Betapapun Nazaruddin itu masih keturunan Pakistan, yang dikenal memiliki determinasi (begitu juga orang India).


Ia dibesarkan di Sumatera Utara, dengan lingkungan kontak yang nisbi “keras”. Kamu juga seorang bisnisman nan sudah malang-melintang masuk dunia menggalas dan order-proyek. Bahkan engkau juga memiliki banyak uang.


Dengan sarana-sarana sama dengan ini adalah adv amat ceroboh ketika politisi Demokrat kepingin begitu tetapi “mengorbankan” Nazaruddin.


Sejarah telah melanglang, putaran tiap-tiap tahun tidak dapat diputar ke pinggul. Kini Organisasi politik Demokrat terancam gulung kasah karena para elit-elitnya banyak tergantung kasus penggelapan.


Awam luas terus menanti dan melihat Anas Urbaningrum, karena (menurut isu yang berkembang) bukti-bukti keterlibatannya dalam kasus penyelewengan kian kuat daripada Andi Mallarangeng.


Kehancuran Demokrat ini rata-rata dipicu makanya kesaksian Nazaruddin, maupun pembeberan fakta-data maka itu dia. Bahkan dalam salah suatu kesaksian, Nazaruddin sudah berangkat menyebut nama Irfan Baskoro, putra Cikeas.


Andaikan SBY boleh memilih, tentu engkau akan kembali ke tahun terlampau, lalu menyetip beberapa kesalahan langkah yang sudah lalu dilakukan partainya. Pertama, dia akan beraksi solider dan menunjukkan pembelaan hukum maksimal, saat Nazaruddin menginjak tersangkut kasus pembangunan Wisma Ahli olahraga SEA Games.


Kalau tak, anda akan menempuh cara yang lebih aman, yaitu tidak memberi Nazaruddin posisi sebagai Perdana Awam partai. Posisi ini membuat yang bersangkutan menguasai banyak fakta-data seputar “pengorganisasian dana strategi”. Jika kepingin lebih aman lagi, SBY tak akan mengakuri lamaran Nazaruddin untuk masuk ke partainya, lamun dia telah membawa “maskawin kebijakan” sebesar barang apa doang.


Adanya sosok politisi seperti Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana, Ahmad Mubarak, dan semisalnya di jasmani Demokrat; minimal saja menyebabkan “gempa opini” saja; heboh-heboh sebentar, dulu dilupakan pun. Tapi kehadiran khalayak lanang “berotot liat” sama dengan Nazaruddin, ia menjadi semacam “kanker ganas” nan mengkritik jantung terdalam puak itu.


Tapi dari sini kita bisa belajar, bahwa garis haluan SBY tidak memiliki rajah nan jelas. Sekali waktu bersikap plin-plan; di lain waktu, mau cari kesatuan hati sendiri; di lain tahun, sibuk menjaga prestige; di kesempatan berbeda, suntuk perasa terhadap celaan; di berbagai momen, lebih banyak bertumpu pada retorika, bukan kerja nyata. Bahkan dilihat bersumber sisi materi, politik SBY seperti tidak memiliki Imunitas terhadap godaan harta.


Kalau garis haluan sudah separah itu, ya enggak banyak periode depan kirana yang bisa diharapkan. Sebagai contoh, sosok Ruhut Sitompul amat adv amat dalam memuliakan, memuja, dan mengagungkan hamba allah “Bapak” (SBY).


Semata-mata itu terjadi ialah momen yang bersangkutan sedang n kepunyaan kuasa dan jabatan. Lusa, kalau jabatan itu sudah tiada, Ruhut pus pasti akan mencari “tempat berteduh” yang lain, dengan tetap melestarikan ritual “memuja Bapak” itu.


Di atas sebuah cerita politik; disana kabur eksis sebuah entitas politik dengan dinamika kerumahtanggaan-eksternalnya. Namun suatu hari terjadi angin indra bayu n domestik yang terlampau komplek; kompleksitasnya mengerucut ke duel politik, serupa hikayat Goliath Versus David.


Sebuah sosok “simbol puak” ngeri di satu sisi, seorang politisi “anak berambang” berdiri konfrontatif di sisi lain. Ternyata, ending dari narasi ini, sang fon partai menggeblak tak berkapasitas, layaknya Manny Pacquiao tumbang di tangan Marquez.


Demikianlah pembahasan adapun


22 Contoh Alinea Narasi Lengkap Beserta Penjelasannya

 seyogiannya dengan adanya ulasan tersebut dapat membusut wawasan dan pengetahuan kamu semua, sambut kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mana tahu Dibawah Ini nan Kamu Butuhkan