Contoh Kritik Seni Lukis Pemandangan

Mas Pur

Koteng freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya cak bagi mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Eksemplar » Seni Budaya » Contoh Kritik Seni Rupa

Konseptual Kritik Seni Rupa



1 min read

Pada dasarnya, kritik sudah lalu sejak lama dilakukan oleh kita sebagai anak adam. Intern keseharian, kita secara sengaja ataupun tidak sengaja sering melontarkan kata, kalimat, ataupun bahasa yang berwatak menerimakan tanggapan, komentar, dan penilaian terhadap satu karya apa pun. Mengapa demikian? Hal ini wajar sebab manusia memiliki empat kemampuan sebagai kapasitas mantal, yaitu sebagai berikut.

  1. Kemampuan absorptif : kemampuan mengamati.
  2. Kemampuan retentif : kemampuan memahfuzkan dan mereproduksi.
  3. Kemampuan
    reasoning
    : kemampuan menganalisa dan mempertimbangkan.
  4. Kemampuan kreatif : kemampuan berimajinasi, menyangkal, dan menampilkan pendapat.

Dengan kemampuan
reasoning
dan gemuk, kita selalu tergugah kerjakan melakukan kritik walaupun bukan atas pangkal permintaan atau kesengajaan. Kebiasaan melontarkan suara miring kepada karya orang tak merupakan dorongan kritis yang didasari maka dari itu unsur niat, cipta, dan rasa privat diri seseorang sebagai individu. Terimalah, berikut yakni eksemplar suara miring seni rupa lukisan.

Suara minor Terhadap Lukisan
Istriku dan Kebun Kecilnya Karya A. Wibowo


Lukisan Istriku dan Kebun Kecilnya Karya A. Wibowo

A. Deskripsi

Lukisan berujudul
Istriku dan Kebun Kecilnya
berformat 1 x 2 m. Lukisan ini terbagi atas latar depan, rataan tengah, dan rataan bokong. Latar depan ditunjukkan dengan seorang wanita, seekor hewan, dan beberapa bentuk pepohonan. Latar tengah ditunjukkan dengan dua wanta nan duduk di bangku dan di sebelahnya sebuah keranjang, meja antik yang ada bagian atasnya terwalak satu buah keranjang kecil, dan satu buah beling. Latar belakang ditunjukkan dengan kerelaan tiga wanita.

Dengan demikian, dalam lukisan ini terdapat enam figur wanita dengan bilang posisi nan madya melakukan aktivitas. Lukisan ini didominasi dengan warna hijau, biru, dan kuning. Bentuk-rajah nan tampak, antara lain pepohonan, salur-kanal patera, serta ranting nan bercelup dramatis, plonco, dan coklat.

B. Analisis Formal

Eksistensi garis privat lukisan ini lega dasarnya berfungsi sebagai identitas bentuk sehingga bentuknya dapat dikenali. Garis seumpama identitas bentuk, sepertihalnya bentuk-rajah yang terbantah pada wanita, hewan, pohon, daun, bangku panjang, meja, keranjang boncel, gelas, pot bunga, dan sangkar burung.

Siuman (shape) pada lukisan ini terjadi karena dibatasi oleh sebuah garis, kembali dibatasi oleh warna yang berbeda atau oleh haram terang. Keadaan ini ditunjukkan seperti plong figur istri yang duduk lega adegan latar depan, latar tengah, dan permukaan pantat.

Adapun warna-rona, seperti hijau, kuning, biru, asli, coklat, hitam, dan sebagainya yang hadir privat lukisan ini menunjukkan suatu tanda pada bentuk nan membedakan ciri lembaga ataupun benda satu dengan yang lainnya. Dalam pengorganisasian unsur-unsur seni nan ada, penempatannya menimbulkan kesan seimbang dan harmonis. Pengorganisasiannya menunjukkan keterpaduan secara utuh dan menyatu.

C. Interpretasi

Lukisan ini mengungkapkan suatu pengamatan mulai sejak pelukisa secara menyeluruh, artinya menghadirkan keadaan istrinya dengan bilang aktivitas yang ada intern tipar kecilnya. Secara keseluruhan lukisan ini menunjukkan nuansa warna sejuk, antara lain warna hijau kekuningan dan dandan tanah atau kecokelatan. Penempatan objek istri nan tersebar ke segala bidang teguh seimbang dan harmonis. Tegangan garis yang kuat menampilkan karakter atau kemampuan pelukis dalam mengungkapkannya.

D. Evaluasi

Hasil analisis terlihat wanita misal objek terdahulu intern lukisannya. Mobilisasi unsur seni seimbang, berintegrasi, dan harmonis. Adapun komparasi dengan lukisan yang lain (dua peronggeng dan mempelai cucakrawa) memberikan dukungan kuat, baik berusul segi teknik, wujud, dan isi. Bertitik tolak dari hasil sintesis dan hasil komparasi lukisan lainnya, lukisan berjudul
Istriku dan Kebun Kecilnya
menunjukkan makna inovasi ekspresi artistik nan tinggi. Hal ini didukung dengan kemampuan ilustrator memadukan antara kendaraan, teknik, aktivasi struktur rupa dan isi.

Source: https://www.freedomsiana.id/contoh-kritik-seni-rupa/