Contoh Naskah Drama Tentang Percintaan

Brilio.bantau –
Intern menjalani kehidupan kita tidak dapat lepas berbunga yang namanya drama. Baik detik di mileu keluarga, sekolah setakat saat di lingkungan bermasyarakat. Kalau biasanya drama pasti akan tinggal mengganggu. Hidup menjadi tidak sirep dan suram.

Istilah sandiwara berasal dari bahasa Yunani ‘draomai’ yang berarti beraksi, berperan, berbuat, dan berlaku. Temporer menurut KBBI, drama yakni komposisi prosa yang diharapkan bisa menggambarkan kehidupan maupun watak melalui dialog yng dipentaskan. Hakikatnya, drama menggambarkan beberapa pengambil inisiatif untuk mengungkapkan dialog disertai gerak-gerik dan unsur berseni pertunjukan.



Intern dunia seni, sandiwara boneka bisa menjadi salah suatu hiburan bikin melepas penat. Pertunjukan yang seringkali ditampilkan di televisi ini bahkan mampu membuat pirsawan larut intern galur kisahnya. Cukuplah, lakukan pemeran tentu pementasan ini tidak dilakukan secara spontan.

Sebelumnya mereka akan mempelajari teks drama buat dihafalkan. Dibutuhkan kemampuan khusus untuk menampilkan sebuah drama. Mulai berpangkal penghayatan, penghafalan bacaan, dan ekspresi roman yang totalitas. Jika ingin mengasah kemampuan bermain drama, terserah banyak contoh teks drama yang bisa dijadikan bahan kerjakan latihan.





Seperti ulasan
brilio.sauk-sauk
di dasar ini, 11 contoh teks drama dengan bineka tema, yang dihimpun dari berbagai sumber pada Jumat (17/12).

Konseptual teks sandiwara tradisional dengan beragam tema.

1. Model referensi drama mengenai narasi rakyat.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Malin Bermanja merupakan seorang anak yang sudah lama merantau menghindari tanah kelahirannya. Kamu mengembara memfestivalkan nasib demi mendapatkan roh yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di petak kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang pemudi saudagar ki berjebah raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama si perawan.

Malin : “Istriku, inilah kapling kelahiranku habis.” (Sambil menunjuk ke arah daratan berusul atas bahtera yang bersandar)

Putri : “Alangkah indah sekali tanah kelahiran kau ini Kanda.”

Mande : (Berlari tertatih-tatih) “Malin! Kau kah itu nak?” (Berteriak kegirangan)

Putri : “Siapakah wanita tua itu Kanda?”

Malin : (Menyembunyikan wajah tergemap ketika mengawasi ibunya berlari ke sisi sampan) “Kanda enggak sempat Dinda. Kelihatannya itu hanya pengemis nan kepingin lamar cacat sumbangan berasal kita semata-mata. Sudah jangan pedulikan lagi ia.”

Mande : “Malin, ini ibumu nak. Telah lupakah kau puas ibu nan telah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?”

Malin : “Wahai wanita sepuh! Jangan sekali-mungkin kau berani bersedia dan menerima bagaikan ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu, dan ibuku mutakadim lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini!” (Berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya)

Mande : (Ia menangis menyergap keprihatinan) “Ya Tuhan, kenapa juga anakku berubah menjadi semacam ini? Apa salahku ini Tuhan? Sekiranya memang ia tidak anakku, maka maafkanlah ia yang sudah menghinaku ini. Cuma jika ia bermartabat anakku sang Malin Bermanja, maka hukumlah anda yang telah durhaka itu.” (Sambil menengadahkan tangan memohon kepada Allah)

Tiba-tiba terdengar celaan gemuruh, petir datang bertagar. Angin indra bayu ki akbar mendadak datang dan kapal Malin Kundang menjengkelit. Sekonyongkonyong cerah menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi bujukan. Itulah guna tahlil koteng ibu. Jangan sampai kita menjadi anak nan durhaka kepada kedua orang wreda.

2. Cermin pustaka sandiwara boneka adapun pertalian bebas.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Pagi itu di sebuah sekolah SMA, Bayu berlari menghampiri Jono, Liyana, Nina, Ardi, Mira, Cici, dan Ahmad.

Bayu : “Teman-teman, kemarin ada pelecok seorang teman kita nan ditahan petugas keamanan karena terkebat kasus narkotika.”

Jono : “Iya, kemarin saya mendengar kabar kontol, doang saya tidak mengarifi siapa anak yang ditahan tersebut.”

Nina : “Katanya sih, seandainya tak riuk tangkap suara yang ditangkap polisi itu si Riko anak kelas sebelah.”

Ahmad : “Ya ampun, kasihan sekali, tentu beliau terserah problem sehingga setakat mencoba obat-obatan terlarang sebagai pelariannya. Di satu sisi, kejadian tersebut merusak nama baik sekolah kita.”

Liyana : “Saja, bisa doang ia merupakan korban atau dijebak orang. Kita tidak bisa menuduhnya umpama pengguna terlebih lampau sebelum suka-suka bukti yang kuat.”

Nina : “Setahuku, dia memang berasal berasal anak bini sepan kaya, namun kurang kasih sayang dari orang tuanya.”

Argo : “Ter-hormat kata Liyana, sekarang banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menjebak maupun mengejar alamat lainnya.”

Cici : “Saat ini memang madya marak kasus narkotika di kalangan remaja. Hampir setiap hari tayangan di televisi menyiarkan berita adapun kasus narkotika.

Ahmad : “Kita harus juru-tukang memilih teman bergaul dan mewaspadai anak adam asing di sekitar kita.”

Mira : “Rahmat sayang dan perasaan orang berida memang silam berwibawa pada umur remaja yang masih labil. Takdirnya insan tua terus mengabaikan anak-anaknya, mereka akan tertawan ke pergaulan bebas.”

Bayu : “Katanya sih, anda tidak sampai dipenjarakan karena masih di sumber akar umur. Dia hanya akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya wajib diselidiki lebih jauh terkait ketaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang kali memperalat pelamar terlarang tersebut.”

Cici : “Sepatutnya saja setelah direhabilitasi, Riko bisa sembuh dan bersekolah begitu juga kebanyakan.”

Liyana : “Semoga saja, perjalanan atma kita masih hierarki. Usia kita sekarang ini merupakan usia di mana kita menemukan jati diri dan merencanakan masa depan. Sangat disayangkan kalau tindakan buruk yang kita perbuat sekarang dapat menghancurkan masa depan kita.”

Jono : “Mari kita serempak saling membantu dan mengingatkan cak agar kita tidak terjerumus ke kerumahtanggaan pergaulan adil yang akan negatif masa depan kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada ayah bunda, keluarga, dan musuh terhampir kalau terserah masalah semoga kita tidak Depresi dan memicu kita mengerjakan perbuatan ilegal seperti mencoba menggunakan narkotika!”

3. Teoretis pustaka drama tentang kebersamaan.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Satu hari lima sekawan sedang bermain bola di pelan desa tempat mereka lampau. Mereka memang sayang bermain bola sore tahun di lapangan tersebut. Dan ketika ini mereka semenjana bernaung di pinggir pelan.

Bayu : “Dod, kamu dibawakan bekal barang apa separas ibumu? (sekalian membuka kotak bekalnya).”

Dodi : “Aku dibawain bekal ayam goreng nih. Kalo kamu Bay?”

Bayu : “Aku dibawain bekal udang raksasa sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap benur bersama ayah Ehsan.”

Dodi : “Kaprikornus bekalmu kembali juga pake ebi San?”

Ehsan : “Iya Dod. Aku samaan seimbang Bayu (tersenyum semringah).”

Dodi : “Waaahhh enaknya… aku sekali lagi suka sekali udang. Kalo kamu ham?”

Ilham : “Aku dibawain sayur daun kaspe dengan ikan sambal Dod. Makanan kesukaanku.”

Dodi : “Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton?”

Anton : (mesem meringis) “Aku gak bawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali suda bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka dari itu ayah setinggi ibu harus giat mencari komisi. Jadi ibuku tak sempat masakin aku bekal (sedih).”

Dodi : “Ya sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami.”

Anton : “Maksudnya?”

Ehsan : “Gimana kalo kita riuh-rendah-gegap-gempita makannya kendati Anton kembali boleh bersantap, makanan kita.”

Ilham : “Bagaimana caranya?”

Ehsan : “Begini semata-mata, bagaimana kalo kita makannya pakai daun pisang? Jadi makanan kita, kita tuang ke daun pisang itu. Cak agar kita semua bisa makan bareng-menyerempakkan.”

Dodi : “Ide bagus tuh. Ayo!”

Nubuat dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Dan mereka semua menuangkan makanannya di patera pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.

Anton : “Terima kasih ya n partner-teman. Sahaja kalian musuh nan memafhumi keadaanku.”

Bayu : “Siap. Santai aja, Ton (tersenyum).”

4. Contok teks drama singkat adapun persahabatan.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Di kamar Freya, Nayla nomplok dan duduk di pinggir kasur. Tentatif Freya sedang tergeletak di kasurnya.

Nayla : “Frey, kamu kenapa?”

Freya : “Lain papa kok Nay, aku cuma sedikit stress aja karena ujian masuk PTN tinggal sedikit pun.”

Nayla : “Oooh jadi itu nan membuat kamu mengurung diri di kamar terus? Terus kata mama kamu, engkau makannya sedikit.”

Freya : “Iya, juga gak mood buat ngapa-ngapain nih.”

Nayla : “Frey, jangan gitu dong. Jikalau kamu ga mau makan, mengurung diri terus di kamar, tulat kamu guncangan. Terus kalau kamu sakit, kamu akan datang enggak boleh timbrung ujian catat turut PTN itu gimana ? Makin ribet nanti urusannya.”

Freya : “Iya juga ya, tapi gimana dong. Aku merayang nih.”

Nayla : “Nan dia bingungin segala, Frey?”

Freya : “Aku kliyengan, tulat kalo aku gak timbrung PTN, aku harus gimana?”

Nayla : “Masa ini, sira jangan mikirin jadinya dulu. Dia belajar aja dulu nan rajin, banyakin jawab-jawab tanya ujian tahun sangat. Urusan hasil itu belakangan.”

Freya : “Udah mengapa, Nay. Tapi, aku masih aja merasa takut ngebayangin kalau aku enggak dipedulikan.”

Nayla : “Kayaknya kamu perlu bikin refreshing deh. Cak agar penasihat kamu lain pusing. Gimana kalau kita belajar bareng? Kita dapat cari tempat di luar sana kayak ujana, kedai kopi, dan nan tidak. Biar sira tidak tertekan, sekalian bisa liat pemandangan yang bagus terus hirup udara segar. Gimana menurut kamu?”

Freya : “Wah ide bagus tuh. Aku juga mau hirup awan segar. Otakku udah mumet banget nih.”

Nayla : “Ya udah, marilah.”

Freya : “Terima karunia ya Nay, kamu pelalah ada di saat aku lagi butuh bantuan.”

Nayla : “Iya sama-sama, Frey.”

Freya dan Nayla pun ganti berpalun-palun.

5. Transendental pustaka drama tentang batih.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Rasi burit itu ibu dan anak gadisnya sama dengan stereotip duduk di bangku panjang depan rumahnya. Mereka perdua menatap senja menunggu, menanti seseorang yang sudah lalu lama dinanti. Sesudah sagu belanda kerumahtanggaan bungkam sejumlah saat, sang anak memulai

pembicaraan.

Anak asuh : “Ibu…jangan kau ceritakan sekali lagi segala apa juga tentang ayah.”

Ibu : “Kenapa?”

Momongan : (Serempak memandang ke sebelah langit) “Karena Ayah tak nikah datang, dan ku kira ia memang enggak akan sangkut-paut hinggap.”

Ibu : “Ayahmu bertaki nanti saat senja.”

Anak : “(Meninggikan nada bicara) Mutakadim bukan terhitung sekali lagi jumlah petang nan kita lalui..di sini..bekas ini…sedari dulu waktu aku masih intern peranakan hingga masa ini, namun Ayah tak jua datang.”

Ibu : “Ayahmu lelaki yang baik. Engkau akan datang, ia pasti datang menepati janjinya.

Anak : (Terus mencecar) “Kenapa Ayah berjanji akan menclok saat senja? Kenapa tidak pagi alias siang tetapi?”

Ibu : “Karena senja tak akhir, beliau adalah purwa sebuah waktu.”

Anak asuh : (Dengan nada janjang) “Haaaaah….Sudahlah! Aku tak memafhumi pamrih perkataan Ibu itu. (Masuk ke dalam rumah)

6. Ideal pustaka drama adapun komedi.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Siang itu lima sekawan yakni Danu, Dina, Dita, Didi, dan Dadang sejadi untuk mengerjakan tugas sepulang sekolah bersama.

Dita : “Nanti kita kerjakan tugas di tempat konvensional ya antagonis-tara.”

Didi : “Di auditorium desa ataupun di rumah Danu?”

Dita : “Di balai desa saja.”

Dina : “Baiklah pasangan-padanan, kalau sedemikian itu saya pulang silih baju dan bersantap dulu baru saya ke aula desa.”

Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Dina, Dita, dan Didi segera tiba berkiblat balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah sira tertidur pulas dan lupa seandainya telah sejadi mengerjakan tugas.

*Sampai di balai desa*

Didi : “Danu mana ya? Sudah dempet jam lima dia tak ronda datang.”

Dina : “Jangan-jangan dia lalai takdirnya sekarang kita akan mengamalkan tugas?”

Dita : “Maupun boleh jadi dia mengira seandainya kita akan mengamalkan tugas di rumahnya. Mudahmudahan kita ke rumahnya mungkin beliau sudah menunggu kita.”

Dadang : “Mungkin engkau ada urusan saja lupa memberitahu kita. Kita tunggu doang disini sembari memecahkan separuh tugas.”

Mereka berempat mengerjakan tugas bersama lebih-lebih dahulu seraya menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan poin palu 5:30 sore, tampak semenjak jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.

Didi : “Tuh kan, Danu baru kemari.”

Dina : “Eh.. iya. Saja kenapa dia berlari seperti mana dikejar mambang dan mengaryakan seragam sekolah?”

Danu : “Saingan-teman? Semenjana segala kalian sepagi ini di balai desa? Apa kalian tidak takut terlambat kesekolah?”

Tahu-tahu Dita, Dina, Didi dan Dadang tertawa terbahak-mengakak.

Dita : “Ini masih sore, Danu. Pasti beliau baru bangun tidur ketel?”

Dina : “Makanya Dan, kita dilarang tidur hingga rapat persaudaraan magrib.”

Wajah Danu memeras disertai rasa sipu dan menyesal.

7. Pola referensi drama tentang Covid-19.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Sore itu terserah dua orang remaja putri yang cak hendak pergi ke sebuah mini market untuk membeli camilan namanya Sarah dan Siti.

Siti : “Sar aku lapar! mari kita otw mini market terdekat.”

Sarah : “Pas Sekali aku juga lapar yuk beli camilan.”

Setelah perbincangan tadi mereka memakai pengambil inisiatif dan helm tapi enggak pakai masker.

Siti : “Ayok sar ia nan bawa motornya aku yang bonceng ya.”

Sarah : “Ok.”

(Saat berangkat di depan indomaret mereka berdua kaget karena ada polisi menengah berpatroli masker karena sedang internal kondidi PPKM Covid 19, silam mereka kaget bukan kepalang karena mereka berdua gak pakai masker)

Sarah : “Sit gimana ini cak semau polisi aku lupa gak gendong topeng.”

Siti : “Aduh aku juga lupa lagi gak bawa masker.”

(Selanjutnya polisi datang dan menyelidiki mereka tinggal di beri hukuman untuk menghafalkan pancasila)





Polisi : “Selamat sore dik, kok gak pakai masker?”

Sarah : “Si polan buntelan tengung-tenging tadi saya.”

siti : “Saya lagi pangling kelongsong.”

polisi : “Semacam ini ya dik. topeng itu untuk mencagar diri sendiri dan orang lain berasal paparan virus Covid 19 dek. tak bisa jadi jangan lupa ya. kini karena kalian berdua gak bawa masker kalian harus melafalkan pancasila.”

Sarah : “Baik pak kami bersalah bukan akan lupa panggul masker kembali.”

Suntuk mereka berdua melafalkan pancasila.

8. Abstrak pustaka drama akan halnya musikalisasi.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Rana merupakan riuk satu siswi sebuah SMA yang sangat berbakatdibidang seni, musik dan sastra. Karya-karyanya selalu mengisi mading sekolah dan dimuat di beberapa jurnal dan majalah. Masa ini Rana kedatangan teman-teman sekolah yang mau menyibuk karya-karya lain Rana nan belum dipublikasikan.

*Di rumah Rana*

Rana : “Silakan ikut rival-kebalikan. Absolusi rumah saya sempit.”

Difka : “Pembebasan sekali lagi sebelumnya kita merepotkanmu, Rana.”

Rana : “Tidak barang apa-barang apa pasangan-p versus, justru saya senang kalian berkunjung ke rumahku dan terdorong mengaram karyaku.”

Aina : “Beliau memang hebat Rana!Puisi yang kamu untuk selalu menyentuh hati kali namun nan membacanya”

Rana : “Bisa sahaja sira Aina. Saya juga masih sparing. Karyaku masih tidak seberapa dengan karya para ahli sastra lainnya.”

Anya : “Sekiranya terus diasah, suatu momen kamu sekali lagi dapat menyaingi para sastrawan yang terkenal itu.”

Zahra : “Iya Rana. Kami pun cak hendak melihat karya-karyamu yang belum dipublikasikan, boleh?”

Endita : “Sedarun juga kita ingin belajar kepadamu, meski poin pelajaran sastra kita naik.”

Fina : “Aku kembali ingin diajarkan menciptakan menjadikan puisi nan bagus supaya jemah jika terserah testing sastra aku tak kesulitan.”

Rana : “Bisa saja antitesis-teman. Ayo masuk ke kamarku!Disana banyak karya-karyaku yang telah kusimpan dan belum dipublikasikan.”

Mereka semua kemudian masuk ke kamar Rana.

Indah : “Walah, ternyata ia kembali sangat pandai melukis ya,Rana. Kenapa kamu tidak memasang lukisanmu pula di mading sekolah? Karuan banyak yang suka.”

Rana : “Sememangnya itu lukisan terakhirku, ayahku enggak demen melihatku melukis dan meminta kepadaku bakal titik api sekolah dahulu karena aku cak acap menghabiskan musim melukis berjam-jam dan tengung-tenging belajar.”

Fina : “Lalu, bagaimana dengan karyamu yang tak begitu juga puisi dan karya sastra lainnya?”

Rana : “Kalau soal itu, ayahku enggak memahami karena kalau membuat puisi dan karya sastra lainnya, ayahku mengangggap aku sedang belajar.”

Gita : “Adv amat,bagaiamana dengan ibumu?”

Rana : “Kalau ibuku seia saja serta membiarkanku mengembangkan talenta dan minatku.”

Kartika : “Aku dengar kamu kembali pintar menyanyi ya,Rana?”

Rana : “Tidaksepintar itu, hanya semata-mata aku buruk perut menulis lirik lagu dan menyanyikannya menggunakan gitar kesayangku.”

Tiara : “Kamu memang hebat Rana!Selain pintar sastra pula pintar memainkan gawai irama gitar.”

Anya : “Coba nyanyikan salah satu lagu ciptaanmudong,Rana! Kami ingin mendengarkannya!”

Rana : “Saya lain terlalu juru melagu teman-pasangan. Saya hanya menciptakan lirik dan takhlik arasemen musiknya.”

Zahra : “Ayolah Rana, jangan sungkan.”

Rana : “Baiklah.”

Rana mulai jengger senar gitar akustik dan menyanyikan sebuah lagu karyanya. Teman-kebalikan yang tak hanya mendengarkan dan menikmati suara miring Rana yang bersabung dengan suara petikan senar gitar. Pasca- Rana mengakhiri lagunya, semua antitesis-temannya memberikan tepuk tangan yang meriah.

9. Contoh teks drama tentang kejujuran.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Dalam suasana membiasakan mengajar di dalam kelas bawah dan semenjana dilakukan ulangan seketika serta mengumpulkan tugas.

Guru : “Anak – anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis ahad semalam.”

Kemudian suatu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing.

Guru : “Karena ini yaitu tugas perorangan, maka penilian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan ulangan.”

Reni : “Hah, ulangan apa lagi pak? baru hanya 2 hari yang tinggal diadakan ulangan.”

Guru : “Rara, sokong dibagikan kertas folio ini ke semua siswa.”

Rara : “Baik pak.”

(Suasana ulas kelas berubah menjadi gaduh karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini)

Suhu : “Lega ulangan kali ini, bapak ingin kalian menulis ulang kancing-pokok dan kesimpulan dari karya tulis nan kalian untuk.”

Kemudian siswa lengang dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak temperatur sibuk memeriksa tugas karya catat nan tadi dikumpulkan. buntelan guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara dimana isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Pasca- 20 menit berputih, kemudian daluang ulangan dikumpulkan.

Guru : “Baiklah yang tak boleh istirahat. Bantu Rara dan Rina tunak disini, bapak mau wicara.”

(semua murid keluar ruang kelas kecuali Rara dan Rina)

Guru : “Buya minta kalian berdua valid kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa setimpal persis, bahkan noktah dan komanya pula.”

Rara : “Saya melakukan karya tulis itu koteng pak.”

Rina : “Saya juga mengerjakan karya tulis saya koteng.”

Guru : “Lalu, Mengapa isi berusul jawaban ulangan kalian tadi bukan setara dengan isi karya tulis kalian?”

(lama Rara dan Rina tungkap, takut-takut kerjakan memulai berbicara)

Rina : “Maaf pak. Kalau saya jujur, apakah seandainya saya berkata jujur maka bapak akan memaafkan saya?”

Guru : “Tentu.”

Rina : “Saya mendapatkan materi bakal tugas karya tulis dari internet pak. Saya sinkron copy paste dan tak saya baca lagi. Itulah kok ulangan tadi tidak sepadan dengan isi karya tulis saya.”

Guru : “Baiklah, alasan bisa bapak terima. terus dia Rara?

Rara : “Saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya catat itu cangkang. Dan kelihatannya dia mencari sumber berbunga internet.”

Hawa : “Takdirnya seperti itu tolong panggilkan Reni.”

Rara : “Baik cangkang.” (Rara pun keluar menjuluki Reni)

Reni : “Bapak memanggil saya?”

Guru : “Iya, bapak kepingin menanya, apa bermoral petatar 1 minta sokong puas kamu untuk mengerjakan tugasnya?”

Reni : “Iya buntelan, maafkan saya selongsong. Rara bilang dia bukan memahami tugas dari bapak lebih-lebih dia bilang dia enggak boleh mengejar tugas tersebut berpunca internet karena dia tidak mempunyai uang cak bagi ke warnet

Guru : “Baiklah kalau semacam itu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian bapak kembalikan. kalian harus membuat karya catat lagi dan dikumpulkan privat 3 hari.”

Rina : “Baik cangkang.”

Rara : “Baik pak, akan saya cak bagi sendiri tugasnya.”

10. Eksemplar referensi drama menggunakan bahasa Jawa.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Ing desa Taman tirto nyelenggara patemoning cowok ing 40 wabah. (Anto, Murti, Tejo, Jalal, Sri, Mawar, Radit, Tio, Melati, lan Cempaka)

Anto : “Wengi iki awake kabeh bakal nemtokake apa kegiatan sing bermanfaat lan kompetisi sing dianakakekanggomengeti 40 endemi desa Tamantirto. Segala apa anaususlluwih inovatif saka kanca? Utawa kita kerjakan nahan balapan lan kegiatan congah wabah kepungkur?”

Jalal : “Kita kudu mikir babagan aktivitas lan kompetisi sing rada beda supaya wong ora bosen.”

Murti : “Aku ngajak nyengkuyung kontes syair lannyusun babagan lingkungan desa kanggo bocah-bocah supaya ekspresi, pamikiran lan keterampilan ing sastra lan seni disalurake.”

Mawar : “Sarujuk. Saliyane ngasah bakat, kontes puisi ugami gunani minangka sarana pendidikan kanggo wong-wong mau.”

Tio : “Aku ngusulake kegiatan sajrone karya bakti, kita untuk mbantu anak yatim piatu lan wong miskin oramunging desa kita nanging uga ing desa-desa tetanggan.”

Cempaka : “Aku seneng banget karo gagasan Tio, supaya kita ora senenging dina kuwi, nanging kabeh dianggep minangka wong saka desa.”

Radit : “Lajeng kita mbetahaken kathah dana kangge nindakaken tugas.”

Tejo : “Aku untuk nggawe proposal sing ditujokake kanggo kepala desa babagan kegiatan, kompetisi lan biaya sing dibutuhake. Sakdurunge kita dibagi ing ngarep sing njupuk care saka pacuan lan sing njupuk care saka aktivitas.”

Mawar : “Kita bakal mbagi sumbangan berupa dhuwit utawa barang? Rupe komoditas-dagangan kui saya sukarela ing sesi pameran.”

Melati : “Ya, kita kudu ngedistribusikan komoditas-barang keperluan sapertos lenga, beras lan gula. Aku nggabung karo Mawar.”

Sri : “Kanggo konsumsi umum, tak saranke nggawe beras asfar lan es woh dadi luwih heterogen lan panganan sing menarik amarga warna-warna.”

Tejo : “Inggih, Sri mbagi konsumsi kaliyan Cempaka.”

Cempaka : “Aku setuju, aku untuk mulai nggoleki dagangan-produk konsumen sesuk.”

Radit : “Oke, kanca-kanca liyane sing ora duwe tugas ikat karo aku kanggo nyedhiyakake peralatan lan dekorasi acara panggung.”

Anto : “Oke, kabeh kanca ayo podo atma!! Ben kabeh iso mlaku kanthi lancar.”

11. Contoh teks sandiwara radio akan halnya kisah cerbak.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Semenjak sekolah dasar setakat tingkat atas, Amel dan Ajaran comar bersama. Karena flat mereka berdekatan dan keluarga keduanya telah mengenal satu Setolok lain. Sehingga tak salah takdirnya Amel dan Ajaran cerbak berjalan bersama.

Rina : “Mel, kenapa kamu tidak jadian belaka Sama Wahyu? Adv minim apa coba Wangsit? Ganteng, keren, Pinter.”

Amel : “Bukannya aku tidak mau jadian Rin, tapi Segala apa ter-hormat jikalau cewek duluan yang ngungkapin perasaannya?”

Rina : “Iya sekali lagi sih. Wahi terlihat polos begitu kalau tidak kamu lampau bagaimana kalian bisa berpacaran.”

Amel : “Aku malu Rin.”

Rina : “Dia lagi lugu dan suci Mel.” (Batin Rina)

Wahyu : “Mel, kamu lain makan siang? Ayo ke kantin bareng?”

Amel : “Aku … aku …”

Rina : “Kita belum bersantap Yu, anda anjing hutan Amel aku ada urusan.”

Rina mulai-start pergi buat menjatah kesempatan Amel dan Wahyu bersantap siang bersama di kantin sekolah. Namun di tengah jalan Doni anak orang kaya kakak inferior Amel memanggilnya. Mulai sejak ikut sekolah, Amel terpaut atas penampilan dan gaya Doni yang keren dan cool.

Doni : “Amel kepingin ke mana?”

Amel : “Aku kepingin ke warung kopi kak.”

Doni : “Aku ada kesulitan untuk tugas bahasa Indonesia.”

Amel : “Kakak Kan sudah kelas 3, padahal aku?”

Doni : “Engkau sudah terkenal Pinter mel, bantu ajarin aku ya? Please!”

(Amel terdiam dengan memandang Wahyu yang telah kelihatan rasa kecewanya.)

Amel : “Nanti sepulang sekolah saja ya kak. Amel mau bersantap siang dulu.”

Doni : “Aku tunggu di gapura sekolah.”

Sesampai di restoran, Ramalan banyak menasehati Amel bakal menghindari Doni yang populer umpama cowok playboy. Hanya hati Amel sudah kepincut untuk lebih rapat persaudaraan dengan Doni.

Amel : “Enggak usah khawatirkan aku Wahyu. Aku boleh menjaga diri.”

Wahyu : “Aku takut kamu kenapa-kenapa Mel.”

Sepulang sekolah, Doni sudah menunggu dengan pengambil inisiatif gedenya di gapura sekolah.

Ilham : “Mel, membedabedakan Sama Doni.”

Amel : “Iya aku tahu Yu.”

Doni : “Ayo Mel, kita berlatih bersama.”

Amel hanya tersipu dan lekas menanjak di gembong Doni. Sementara itu Wahyu semata-mata bisa memandang dari jauh.

Doni : “Mel, aku buatkan puisi lakukan tugas Bahasa Indonesia musim ini?”

Amel : “Kakak tidak bisa buat syair?”

Doni : “Tidak. Aku belaka tidak paham.”

Amel : “Puisi itu keindahan kata-kata yang disusun dengan bahasa yang indah dan berjasa.”

Sampai menjelang burit Amel belajar bersama dengan Doni. Situasi tersebut sudah berulang-ulang sampai beberapa kelihatannya. Mereka empat mata diam-bungkam menjalin pelalah di belakang Wahyu. Setiap sepulang sekolah Wahyu tidak pernah berlawan Amel lagi.

(brl/pep)

(brl/pep)

Source: https://www.brilio.net/wow/11-contoh-teks-drama-berbagai-tema-dari-komedi-hingga-kisah-cinta-211217x.html

Posted by: caribes.net