Contoh Pembelajaran Terpadu Di Sd


PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERPADU



DI SEKOLAH Asal

Disusun untuk menepati tugas indra penglihatan kuliah “
Pendidikan bahasa dan sastra indonesia
” nan dibina oleh

Dra.Suharti Ningsih M.pd


RESUME

Disusun Oleh

 Kelompok 6

     Wahyu Nur Jannah        (150210204022)

     Duwi Ernawati               (150210204024)

     Farisia Pratiwi Umami   (150210204051)


PROGRAM Studi PENDIDIKAN Suhu SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


Perhimpunan JEMBER



PEMBAHASAN


Pembelajaran Bahasa Indonesia Terpadu di SD

A.Penerimaan Terpadu Lintas Materi

     Pembelajaran Terpadu lintas materi merupakan pembelajaran dengan cara memadukan / mengintegrasikan antara materi-materi yang ada dalam mata pelajaran tersebut.

     Pengorganisasian materi dalam Kurikulum 2004 mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD dilaksanakan secara terpadu.Adapun keterpaduan materi tersebut bisa dilihat pada began berikut ini.


Membaca:



Membaca teks teks



Mendlekamasikan puisi


Berbicara:



Mempersoalkan isi teks pustaka


Mendengarkan:



Mendengarkan pembacaan catatan


Menulis:



Menulis gubahan



Memeriksa penggunaan tanda baca privat karangan





Internal gambar  tersebut dapat diketahui bahwa pengajian pengkajian bahasa Indonesia di SD/Kwetiau ataupun Jenjang SMP,dan SMA dimulai dengan pemilihan tema,misalnya lingkungan.Jadi belajar bahasa bukan mungkin minus tema.Tema ini adalah kancah kerjakan belajar bahasa. Untuk melatih keempat kegesitan berbahasa dimulai dengan seleksi/penentuan tema, setelah  itu baru kita rencanakan awalan-langkah pembelajarannya.

Contoh Pengajian pengkajian bahasa Indonesia terpadu lintas materi di SD kelas III,sebagai berikut


CONTOH (SALAH Suatu ALTERNATIF)


Model Penerimaan di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah

Ain Latihan                        : Bahasa Indonesia

Satuan Pendidikan                  : Sekolah Dasar

Kelas/semester                        : 3/I

Waktu                                     : 1 kali perjumpaan ( 2×40’)

Tema                                       : Lingkungan

Kriteria Kompetensi               : Mampu membaca dengan pemahaman wacana lumayan

                                                  tingkatan dengan pendirian membaca lancar ( bersuara), dan

                                                  mengaji privat hati secara intensif,dan membaca

                                                  secara memindai satu dena serta membaca dongeng

                                                  dan sajak.

Kompetensi Sumber akar                   : Mengaji bersabda ( mengaji teks )

Hasil Berlatih                            : Membaca teks bakal diri sendiri dan sosok lain .

Indikator hasil sparing             : 1.  Siswa dapat dapat membaca pustaka dengan  lafal dan

                                                       intonasi nan  tepat.

                                                 2.  Peserta bisa menjawab cak bertanya isi bacaan secara

                                                      lisan alias teragendakan.

Langkah Pembelajaran:

1.

Keseleo seorang pesuluh disuruh mendaras nyaring sebuah teks yang sudah disiapkan guru nan berjudul Mileu di Seputar Kita.

2.

Siswa-siswa lainnya disuruh menyimak (membaca dipadukan dengan mendengarkan – ketika itu guru merevisi kesalahan penyebutan atau intonasi nan rendah tepat).

3.

Setelah selesai membaca siswatersebut disuruhmenceritakan isi teks nan telah dibacanyadengan kalimat sendiri (membaca dipadukan dengan bertutur).

4.

Siswa-siswa yang enggak disuruh mendengarkan dan mengingat-ingat kalau ada kehabisan isi nan diceritakan, terserah kesalahan kalimat atau eksploitasi kata nan kurang tepat (berujar dipadukan dengan mendengarkan dan menulis serta kebahasaan).

5.

Seluruh pesuluh disuruh menjawab cak bertanya-pertanyaan referensi secara tertulis (membaca dipadukan dengan menulis).

6.

Sesudah selesai menjawab tanya teks secara tertulis, salah sendiri petatar disuruh membacakan jawabannya, padahal yang tak diberi kesempatan untuk mengajukan pendapatnya nan lain yang berbimbing dengan jawaban pertanyaan bacaan tersebut secara oral (Omenulis dipadukan berbicara).

B. Penelaahan Terpadu Lintas Kurikulum

     Pembelajaran  terpadu lintas kurikulum adalah penerimaan dengan  kronologi memadukan sejumlah mata pelajaran.

     Di samping pembelajaran terpadu lintas materi intern suatu mata pelajaran  (memadukan materi keterampilan  berbudi), keterpaduan  tersebut dapat juga dilaksanakan lintas  kurikulum. Artinya yang dipadukan itu antara bebeerapa mata pelajaran, misalnya pelajaran Bahasa Indonesia dipadukan dengan Sains.

     Pada hakikatnya belajar apapun modal utamanya yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan baca-catat (dua aspek kesigapan dalam mata les Bahasa Indonesia).Kemampuan dan ketrampilan baca-tulis , khususnya ketrampilan membaca,harus dikuasai oleh para siswa di SD karena kemampuan dan ketrampilan ini secara refleks berkaitan dengan seluruh proses membiasakan murid di SD.

     Kesuksesan membiasakan mereka dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah lampau ditentukan makanya penguasa kemampuan.siswa tidak mampu  membaca dengan baik akan mengalami kesulitan dalam  menirukan kegiatan pembelajaran untuk semua mata latihan.

Kamil Silabus Sekolah Pangkal dan Madrasah Ibtidaiyah yang dimuat dalam acauan Peluasan Kurikulum ( Depdiknas,2003 ) sebagai berikut.

Mata Tuntunan                        : Sains

Ketengan Pendidikan                  : Sekolah Asal/Madrasah Ibtidaiyah

Papan bawah/semester                        : IV/2

Musim                                     : 4 siapa pertemuan ( 4×40’)

Kompetensi Bawah                   : Peserta diharapkan kaya mengidentifikasi transisi

                                                  Benda yang bisa kembali kebentuk semula.

Hasil Belajar                            : Siswa berada  mengecualikan  perubahan wujud yang

                                                  bisa bolak perot

Parameter hasil belajar             : Siswa dapat mengamalkan  percobaan buat

                                                  Mengidentifikasi perubahan wujud benda yang bisa

                                                  dengan mudah kembali ke wujud semula.

Langkah Pembalajaran :

Pengorganisasian : kelompok mungil

1.Pertemuan Pertama : Memeriksa transisi air menjadi uap dan juga sekali lagi menjadi air.

a.

Temu duga tentang penalaman siswa mengenai terjadinya hujan angin. (secara tak langsung melatih kemahiran bersabda)

b.

Penjelasan ringkas tentang penggunaan alat (secara lain berbarengan melatih merenda informasi lisan – kesigapan mendengarkan).

c.

Kegiatan percobaan.

d.

Melaporkan hasil percobaan (melaporkan secara oral – melatih kegesitan berujar alias melaporkan secara tulis – melatih kelincahan menulis).

e.

Menyimpulkan hasil kegiatan (oral – keterampilan berfirman; catat – keterampilan menggambar).

f.

Memberi teoretis penerapan konsep n domestik usia sehari-hari (oral – kegesitan berbicara).

2.Persuaan Kedua         : Menyelidikan persilihan wujud lilin yang

                                           dipanaskan,kemudian didinginkan.

3.Pertemuan Ketiga         : Menyelidiki perubahan wujud gula ramal yang dipanaskan ,

                                           Kemudian memadat pun.

4.Pertemuan Keempat     : menginterogasi perubahan wujud air menjadi es dan lagi

                                           pula menjadi Air.

Catatan

   Awalan-langkah kegiatan sama dengan pertemuan pertama.

     Alat , objek , sumber :

a.

Air , parafin , es batu dan sakarosa ramal

b.

Bola lampu , sendok makan ,mangkuk dan labu

c.

Buku selongsong IPA kelas 4

Penilaian :

a.

Penilaian Pengamatan             : diberikan maka itu guru pada saat siswa berbuat

                                                  kegiatan.

b.

Penilaian Materi                      : Pertanyaan-jawab akan halnya yang baru saja dilakukan

                                                  Siswadisesuaikan dengan indicator yang akan

                                                  Disesuaikan dengan indicator yang akan

                                                  dicapai dalam penelaahan.

Source: https://farisiapratiwiumami.blogspot.com/2016/06/pembelajaranbahasa-indonesia-terpadu.html