Contoh Penerapan Tpack Dalam Pembelajaran

Foto : Penulis (Mutiara Adi Sukarno)

SURYAWARTA.COM-Magelang
Dikutip berbunga news.detik.com edisi 26 april 2022, awal wulan maret 2022 mayapada digemparkan dengan munculnya virus yang sangat mengerikan bernama COVID-19 atau corona. Dari mulai diumumkannya berita tersebut setiap harinya kasus warga yang terapapar dan kasus meninggal semakin meningkat. Dari mulai anak anak sampai lansia telah banyak yang menjadi korban. Bahkan flat sakit sekali lagi tak mampu mencentang total pasien yang terus bertambah kerumahtanggaan hitungan jam.

Keluarnya Surat Keputusan Bersama Catur Menteri tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di Era Wabah membentuk kebijakan Pendidikan di Indonesia semakin mengasihkan tantangan. Kota Magelang sendiri bilang waktu ini pembelajaran dilakukan dengan Belajar Dari Kondominium. Yang dimaksud belajar bermula rumah yaitu siswa belajar di kondominium masing masing secara mandiri sedangkan temperatur mendampingi dengan memberikan tugas kepada siswanya. Biasanya master akan memajukan tugas nan diberikan melalui whatsapp group masing masing kelas. Dan tugas siswa dikumpulkan dengan prinsip difoto dan dikirim melalui nomer WA guru wali.

Tentu saja hal ini tidaklah maksimal hasilnya layaknya pembelajaran lihat muka seperti saat anak asuh anak datang ke sekolah. Banyak hal yang dirasa terjadi penurunan sikap maupun hasil pembelajaran mulai berpunca siswa memfokus menjadi kurang kesetiaan, materi yang tekor dikuasai oleh siswa karena tetapi menggunakan komunikasi satu sisi, jam belajar yang tidak terkontrol, pemebelajaran nan melelapkan karena setiap harinya anak anak saja membaca, mencatat tanpa dapat bertegur teguran dengan guru dan antagonis. Kejadian ini bisa diketahui dari waktu pengumpulan tugas murid tepat musim atau enggak, hasil tugas yang diselesaikan terkesan asal asalan ataupun benar benar berusaha saat berbuat, tanggapan siswa terhadap tugas nan diberikan, hasil penilaian harian, PTS, dan Pas.

Kapan seperti inilah tugas guru menjadi semakin lautan. Guru nan semula bisa aktif mendampingi dan memantau perkembangan siswa secara langsung mau tak mau selama hawar ini harus meraba raba urut-urutan siswa. Guru harus sopan moralistis membuat bentuk pembelajaran nan mampu menarik minat pelajar selama belajar di rumah, mampu meningkatkan daya pemahaman pelajar terhadap materi pelihara yang disampaikan, takhlik siswa lebih disiplin internal waktu belajar, serta mampu meningkatkan spirit anak anak intern membiasakan.

Pendirian yang boleh dilakukan lakukan mengatasi persoalan tersebut merupakan menggunakan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Terlebih momongan sreg zaman saat ini adalah momongan momongan generasi Z yang sangat melek teknologi dan sangat tertarik dengan segala sesuatu yang beraroma teknologi mualamat.

Salah satunya yakni dengan menggunakan pendekatan TPACK dalam pengajian pengkajian. Technological Pedagogical Content Knowledge atau disingkat TPACK adalah permakluman tentang bagaimana memfasilitasi pembelajaran pesuluh pelatihan semenjak konten tertentu melalui pendekatan pedagogik dan teknologi. Pendekatan TPACK pada pembelajaran pada prinsipnya memadukan aspek pengetahuan, cara membelajarkan, penguasaan materi pembelajaran dengan memanfaatkan TIK.

Lebih-lebih pemerintah mutakadim memberikan fasilitas dengan pemberian sambung tangan kuota untuk peserta didik dan tenaga pendidik internal upaya membantu proses belajar bersumber flat. Yang tentunya pemerinatha sendiri berharap kuota tersebut digunakan kerjakan penyampaian materi dengan memanfaatkan TIK.  Sungguh baiknya fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal baik oleh master maupun oleh siswa guna meminimalisir kekurangan selama proses pembelajaran dari kondominium. Dengan memanfaatkan TIK, master dan pesuluh meski berlimpah ditempat nan berbeda akan terasa sama dengan sedang berhadap hadapan sewaktu. Gelanggang yang farik dan luas serasa kaya dalam suatu layar. Lantas bagaimana cara cak bagi membuat hal tersebut?

Suhu bisa menggunakan akomodasi googleclassroom sebagai pengalih pangsa kelas. Di kerumahtanggaan googleclassroom temperatur secara teratur bisa menyampaikan pendedahan mulai berpunca materi pembelajaran, tugas dan evaluasi pembelajaran serta jadwal pengajian pengkajian tatap maya dengan google meet yang dilakukan bersama sekelas dengan siswa. Dengan googleclassroom ini pun baik hawa atau petatar mampu memantau tugas masing masing anak setiap harinya. Siswa mampu mengecek kembali materi samapai dengan tugas nan terserah puas waktu sebelumnya,minus tertumpuk oleh wanti-wanti layaknya jika kita menyampaikan tugas via whatsapp group.

Sedangkan buat memperpendek jarak antara siswa dan guru dimana awal proses pembelajaran dilaksanakan di ira kelas sekolah namun selama BDR ini guru dan siswa harus berada di tempat yang farik penerimaan dengan pendekatan TPACK guru bisa memanfaatkan tuntutan gmeet, zoom dan yang lainnya bikin melakukan pengajian pengkajian tatap maya. Dengan pembelajaran lihat maya master dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar layaknya di kerumahtanggaan kelas. Dan jika pembelajaran tatap maya ini rutin dilakukan setiap waktu pada jam sekolah maka persoalan persoalan selama siswa BDR bisa diminimalisir. Hawa bisa memantau urut-urutan siswa secara serempak, menilai sikap spiritual bahkan dapat membiji dengan melakukan pengamatan, membimbing siswa dalam memahami konsep alias materi bimbing, dan murid bisa sederum berwawancara jika merasa menemukan kesulitan dalam pembelajaran

Untuk menentramkan rasa jenuh siswa sreg pembelajaran, guru pun bisa memanfaatkan googleform atau quizzes bakal melakukan penilaian tugas harian, PTS, alias PAS. Dengan mengganti tugas manual adalah tulis tangan menjadi tugas berbasis teknologi anak anak akan semakin bersemangat dalam berbuat cak bertanya evaluasi terlebih seandainya soal diberi uluran masa dan tampilan dibuat semenarik mungkin.

Di waktu endemi yang sulit ini suhu harus cinta punya inovasi privat kegiatan penerimaan dan juga harus bisa mengaji serta memanfaatkan apa yang ada contohnya teknologi publikasi dan komunikasi lakukan diterapkan dalam pengajian pengkajian. Baik master senior maupun junior harus sanggup dan bisa menggunakan teknologi. Sudah enggak jamannya lagi guru berkata tak subur menggunakan teknologi yang suka-suka. Semua harus diusahakan agar pendidikan momongan anak Indonesia selama pandemic ini senantiasa tetap berlantas dan teguh berkualitas.(fur/Loklok)

Carik : Mutiara Adi Sukarno (Guru SD Kemirirejo 1), Kota Magelang

Source: https://www.surya-warta.com/2021/07/pendekatan-tpack-dalam-pembelajaran-sd.html