Contoh Teks Anekdot Dan Strukturnya

13 Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Struktur & Maknanya | Bahasa Indonesia Kelas 10

contoh teks anekdot singkat dan lucu

Bagaimana ya caranya agar kita tahu bahwa sebuah teks disebut sebagai teks anekdot? Marilah kita cari luang ciri-ciri, struktur, dan contoh teks anekdot di
artikel Bahasa Indonesia kelas bawah 10
ini!



Pergaulan
nggak
ketika kamu pun kerja kelompok, salah sendiri temanmu memiliki bau jasad yang kurang gurih?
Hmm
… tentunya bukan karena belum bersiram 5 bulan, ya,
hehehe.
Sesudah ditahan-tahan ternyata bau tersebut lama-lama nusuk banget, tetapi karena takut menyakiti hatinya, beliau
nggak
nyali kerjakan menyapa temanmu itu.

Masalahnya, takdirnya terus ditahan dapat belaka kamu dan anggota kelompokmu yang bukan
makin nggak
nyaman.
Nah, sebenarnya beliau bisa lho menjatah kritik ke temen kamu nan bau jasad itu, minus terlazim menyakiti hatinya. Caranya, mengkritik dengan sedikit balutan humor.
Bentuk suara minor yang terserah humornya ini disebut sebagai anekdot.
Misalnya saja, sejenis ini.

“Amel, kamu kayaknya camar bantu mama kamu matang di ketuhar, ya?”

“Ah tahun, sih?
Nggak
cak kenapa. Aku nggak pernah sokong mama aku masak.”

“Ah yang bener? Jasad beliau bau bawang gini, berarti suka bantu mama sira masak
kan?”

Ambillah, wacana di atas terjadwal sempurna teks anekdot, lho. Apa
sih
sebenarnya denotasi teks anekdot itu? Yuk, lihat pengertian teks anekdot dan contoh teks anekdot beserta strukturnya seyogiannya kamu lebih paham.

Pengertian Teks Anekdot

Dikutip semenjak Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
bacaan anekdot adalah sebuah cerita ringkas yang menghela karena terdapat unsur lucu dan mengesankan. Selain bersifat gecul dan ki menenangkan amarah, referensi anekdot biasanya mengobrolkan jiwa sehari-hari mengenai basyar terdepan maupun tersohor nan merepresentasikan  kejadian sebenarnya. Jadi,
teks anekdot adalah kisah lucu nan didasari maka dari itu situasi kasatmata.


gambar contoh teks anekdot

Salah satu abstrak kisahan anekdot sumir yang konkret rajah atau travesti. (Sumber:

deweezz.com)

Bedanya Referensi Anekdot dengan Teks Kejenakaan

Nah, di artikel sebelumnya sira sudah mencerna cara menganalisis sebuah teks anekdot dan mengidentifikasi perbedaan teks anekdot dengan humor.
Yup,
nggak
semua narasi membawa gelak merupakan teks anekdot, ya. Sederhananya, hal yang mengkhususkan teks anekdot dan teks komedi, yaitu wacana anekdot bermula dari
kejadian aktual
dan
punya intensi mengkritik.

Maka dari itu, kalau ia menemukan sebuah kisah atau teks lucu, coba dilihat secara teliti ya karena belum tentu teks atau cerita tersebut merupakan teks anekdot. Kamu bisa lihat beberapa perbedaan wacana anekdot dengan bacaan humor puas infografik berikut:


Perbedaan Teks Anekdot dan Humor

Baca Juga:
Kenalan dengan Wacana Anekdot beserta Ciri-Ciri, Pamrih & Contohnya, Yuk!

Struktur Teks Anekdot


Struktur pustaka anekdot
setidaknya terdiri atas lima bagian, yaitu
abstrak, orientasi, kegentingan, reaksi,
dan
koda
.

Berikut tiap-tiap penjelasan lengkapnya:

1. Khayali

Adalah bagian pendahuluan alias bagian pembuka pustaka.

2. Orientasi

Merupakan awal suatu kejadian (ketika cerita mulai bergulir).

3. Krisis

Merupakan puncak kisah nan mandraguna konflik atau kebobrokan yang terjadi lega karakter.

4. Reaksi

Merupakan respon alias reaksi nan dilakukan karakter setelah mengalami kegentingan.

5. Koda

Merupakan bagian penutup teks nan berilmu publikasi/kritik.

Oke
deh, sekarang beliau sudah senggang
kan
denotasi pustaka anekdot, perbedaannya dengan humor, serta struktur teksnya. Masa ini, lanjut
yuk
kita lihat paradigma-pola teks anekdot berikut ini.

Pola Teks Anekdot

Beberapa
contoh teks anekdot
pendek, contoh bacaan anekdot dalam kehidupan sehari-hari, serta contoh teks anekdot sindiran nan bisa beliau jadikan wacana untuk kian memahami tentang teks anekdot beserta strukturnya, antara enggak:

1. Contoh Teks Anekdot tentang Pendidikan

Sekolah Bertarif Internasional

Suatu ketika, di sekolah negeri “entah di mana”, seorang Bapak Guru memberi adv pernah kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka akan berubah gengsi menjadi SBI (Sekolah Bertaraf Alam semesta). “Anak asuh-momongan, cak semau pemberitaan gembira buat kita semua. Tidak lama lagi, sekolah kita akan menjadi SBI.
Nah, bikin menyambut keadaan ini, saya cak hendak pertanyaan nyana-nyana apa nan akan kalian siapkan?” pertanyaan sang guru.

“Azis, apa nan akan sira untuk bakal menyambut ini?” tanya hawa tersebut makin lanjut. Dengan sigap, Azis menjawab pertanyaan pak master “Membiasakan bahasa Inggris agar bernas mengomong bahasa Inggris, Pak.” jawab Azis.

“Bagus sekali, kalau kamu, Gusti? pertanyaan guru kepada Gusti. “Harus siapkan uang, Pak.” jawab Gusti. “Lho, kok uang?” cak bertanya pak suhu makin lanjut. “Ya, Paket. Soalnya kalau sekolah kita statusnya mutakadim SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa
sih
bayarnya kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti kemudian hari dimintai iuran untuk ini itu.” jelas Gusti lebih lanjur.

“Jawabanmu
kok
karikatural sekali? Demikian ini
lho, sekiranya sekolah kita bertaraf Internasional, artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar wilayah. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri” sang guru melanjutkan penjelasannya.

“Tapi Cangkang, sekiranya menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Antarbangsa, tapi Sekolah Bertarif Internasional” Gusti pula melanjutkan penjelasannya.

Makna:

Terimalah,
makna tersirat wacana anekdot ini yaitu sekolah tidak dapat diberi standar bagus dan tidaknya berpangkal sekolah nan ada di luar negeri. Hal itu karena nan menjadikan sekolah bagus yaitu kualitas berusul pendidiknya, lingkungannya, serta muridnya. Selain itu, sekolah yang mengikuti tolok antarbangsa memakan biaya yang lebih banyak, dan bukan semua makhluk mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.

Baca Kembali: Kumpulan Contoh Pustaka Eksposisi beserta Struktur & Kaidah Kebahasaannya

2. Contoh Teks Anekdot akan halnya Politik

Pakaian Termahal

Amar: “Mir, ternyata banyak politisi di negeri kita nan telah kaya raya!”

Amir: “Kalau masalah itu aku juga sudah tau, Mar!”

Amar: “Saking kayanya mereka, hingga congah punya busana termahal di Indonesia.”

Amir: “Hah, baju termahal di Indonesia? Baju barang apa itu?”

Amar: “Yah, malar-malar kalau enggak baju tahanan KPK.”

Amir: “Kok tambahan pula gaun tahanan KPK?” (Bingung)

Amar: “Iyalah, coba sekadar kamu pikir, koteng politisi minimal harus mencuri uang negara 1 milyar terlebih dahulu baru boleh memakai baju tersebut.”

Amir: “Ooohh, pamrih kamu gitu toh, baru ngerti aku.”

Makna:

Narasi anekdot di atas mengomongkan mengenai parodi terhadap para politikus nan melakukan tindakan korupsi. Amar menyampaikan kalau para politisi sangat congah raya, sampai boleh membeli busana termahal di Indonesia. Alih-alih, itu adalah baju tahanan KPK nan dipakai karena tinggal mengambil uang negara milyaran rupiah.

3. Contoh Teks Anekdot mengenai Status Sosial

Penjual Kue Nan Hebat

Caca membeli beberapa kue dari seorang nenek di pinggir jalan, sahaja anda lain boleh melanjutkan pelawatan pulangnya karena seketika hujan roboh deras sekali. Akibatnya Caca dan sang nenek penjual kue pun sama-sama berteduh.

Seyogiannya tidak sesak terasa canggung, Caca pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah selingkung 35 periode, Nak”, jawab nenek. Caca kembali bertanya, “Memangnya tidak suka-suka nan kondusif, Nek?Anak-anak nini kemana?”

“Anak asuh-anak saya sibuk kerja, ada yang di Polda, rumah remai, dan pula sekolah” Caca pun kagum mendengar jawaban nenek itu, “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak asuh nenek sukses semua ya?” “Ya separas saja Nak, kerjanya sama dengan saya, jualan kue.”

Makna:

Makna tersirat dari teks anekdot di atas adalah ketidakseimbangan kondisi ekonomi intern mahajana sosial. Hal ini bisa beliau ketahui bahwa anak asuh-anak dari karakter nenek harus turut berjualan kue pula. Maka berasal itu, ia harus bisa membiasakan lebih giat dan menjadi seseorang yang berharga, sehingga dapat kontributif orang yang lebih membutuhkan.

4. Contoh Wacana Anekdot akan halnya Menaati Kanun

Becak Dilarang Masuk

Ceritanya ada seorang tukang becak sumber akar Madura yang pernah dipergoki maka dari itu petugas keamanan ketika menabrak pacak “Lanca dilarang timbrung”. Menyopiri becak itu turut ke jalan yang terserah tonggak bagan trica disilang dengan garis hitam nan berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

“Segala kamu tidak melihat bagan itu? Itu
kan
tulangtulangan becak tak boleh masuk jalan ini!” bentak Pak Polisi. “Oh saya melihat Pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong lain terserah pengemudinya. Langca saya kan terserah yang mengemudi, tidak nol signifikan boleh masuk,” jawab si tukang becak.

Makna:

Makna tersirat yang bisa kamu pelajari dari pustaka anekdot ini adalah mencerna peraturan seperti aturan tersebut dibuat. Bukan hanya membuatmu menjadi tak disiplin, semata-mata juga siapa membahayakan orang di sekitar. Seperti tukang becak ini yang beralasan aturannya belaka boleh dipatuhi jika becak tersebut kosong.

5. Contoh Pustaka Anekdot akan halnya Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler

Suatu waktu, mengawali tahun ajaran hijau, seorang temperatur melakukan pemasyarakatan kepada siswa hijau mengenai pentingnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Anak-momongan, selain kalian akan mendapatkan berbagai aji-aji di sekolah ini, kalian juga dapat mengikuti ekstrakurikuler.”

Ada banyak jenis ekstrakurikuler yang bebas dipilih, diantaranya seperti mana Pramuka, PMR, PBB, basket, Rohis, sintesis suara,
drumband,
dan masih banyak yang lainnya.” jelas master tersebut. Mendengar penjelasan hawa itu, petatar-siswa sekali lagi penasaran sehingga mereka bertanya ke guru tersebut. Benny, pelecok suatu siswa yang ada di kelas itu menanya, “Bu, memangnya barang apa gunanya ekstrakurikuler?”

Guru itu lagi menjelaskan dengan detail, “Tentu saja banyak manfaatnya, di antaranya melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan lain sebagainya.” “Termasuk tambahan persen kocek ya, Bu?” Anto pula menimpali. Ibu guru yang mendengarnya saja boleh tersenyum.

Makna:

Situasi yang bisa beliau pelajari dari makna tersirat teks anekdot “Ekstrakurikuler” adalah melakukan sesuatu tergantung niatnya. Pasti mendapatkan uang saku adendum bagi anak asuh sekolah merupakan hal yang bisa membuat hati senang. Hanya, kamu harus mengetahui bahwa uang jasa saku komplemen adalah uang lelah nan diberikan oleh orang tua kerjakan memenuhi kebutuhan tambahan. Sehingga, ketika ia menirukan kegiatan ekstrakurikuler, kiranya ia memahami kenapa kamu ingin menyatu, dan persen saku tambahan yang diberi khalayak tuamu harus digunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan.

Baca Kembali: Himpunan Transendental Kalimat Imperatif disertai Pengertian, Ciri-Ciri & Jenisnya

6. Contoh Teks Anekdot Mengkritik bikin Tidak Berbicara Kasar

Beruntung Tumor ganas Biang kerok

Rutinitas belajar dan mengajar selalu diawali dengan cek presensi. Setiap guru yang masuk akan menyebut satu tiap-tiap satu murid nan hadir. Rasam yang selaras berlaku di SMA Ruangguru. Bilamana itu, guru Bahasa Indonesia yang populer galak berangkat menyapa setiap murid. Dengan musik tegas dan ekspresi kaku, ia memanggil nama murid. Hal ini menyebabkan peserta nan dipanggil pun menjawab tak kalah lantangnya.

“Andi Ahmad”

“Hadir Bu!”

“Azmi Mahdi”

“Hadir Bu!”

“Bayu Satria”

“Hadir Bu”

“Akhirnya kamu masuk sekolah kembali ya. Kenapa kamu kemarin tak ikut?”

“Saya teristiadat ke flat sakit, Bu,” jawab Bayu sembari senyum.

“Kenapa engkau jawab pertanyaan saya sambil senyum-senyum?” jawab sang guru kesal.

“Iya Bu, soalnya pembukaan dokter saya kejangkitan puru ajal penggerak.”

“Apa nan lucu? Kanker induk bala itu berbahaya.”

“Saya doyan Bu. Ibu sudah tidak boleh bilang ‘bawah kamu lain mempunyai penggerak’ karena pemrakarsa saya rusak.”

Seisi papan bawah nyengir mendengar jawaban Bayu. Mereka ingin tertawa, tetapi panik dimarahi sang suhu.

Makna:

Makna yang bisa dia pelajari dari contoh referensi anekdot ini adalah bakal tidak berbicara buruk, menghina alias mengumpat, meskipun kepada sosok yang lebih muda daripada kita. Hal ini karena kata-kata yang telah terlonsong diucapkan tidak bisa ditarik kembali, bahkan mungkin dapat membuat kita merasa kian buruk.

7. Model Bacaan Anekdot Mencacat Fasilitas

Bar

Seorang guru menengah mengabsen anak muridnya sebelum memulai pelajaran.

Guru: “Intan?”

Intan: “Hadir, bungkusan!”

Guru: “Nanda?”

Nanda: Hadir, pak!”

Temperatur: “Gulman?”

Selongsong guru tidak mendapat jawaban. Tiba-tiba, Gulman sekali lagi masuk ke kelas.

Suhu: “Abis bermula mana saja anda, Gulman?”

Gulman: “Amnesti kelongsong, tadi saya silam makan pagi di warung depan sekolah.”

Master: “Loh, ngapain kamu jauh-jauh ke sana. Kita kan sudah lalu mempunyai kedai kopi di melintas UKS.”

Gulman: “Itu kafe, pak? Saay kira petakan, katai banget!”

Para murid pun tertawa mendengar jawaban Gulman).

Makna:

Referensi anekdot di atas bukan sepenuhnya humor, ya. Penulis menyelitkan kritik terhadap suatu kejadian, yaitu restoran sekolah yang dianggapnya plus kecil. Lega teks, Gulman mengungkapkan sindiran dengan menyetimbangkan warung kopi sekolah dengan sebuah petakan.

8. Contoh Pustaka Anekdot Menyindir Seseorang

Menyambung Benang tembaga Telepon

Setelah lucut dari perguruan tinggi, Fathan menemukan salah satu pamannya yang sangat congah dan lain memiliki momongan, meninggal dan meninggalkan banyak uang untuknya, jadi dia memutuskan cak bagi mendirikan agen perumahannya sendiri.

Fathan menemukan maktab yang bagus. Beliau membeli sejumlah perlengkapan mentah dan pindah ke sana. Ia mentah gemuk di sana selama beberapa jam momen anda mendengar seseorang datang ke pintu kantornya.

“Itu pasti pelanggan pertamaku,” pikir Fathan. Engkau lekas mengangkat telepon dan berpura-pura sangat sibuk menjawab panggilan penting semenjak seseorang di Jakarta Lor yang ingin membeli rumah raksasa dan mahal di daerah tersebut.

Pria itu mengetuk pintu, masuk dan menunggu dengan benar setakat Fathan menyelesaikan percakapannya di telepon. Kemudian maskulin itu bersuara kepada Fathan, “Saya berusul perusahaan telepon dan saya dikirim ke sini kerjakan menyambungkan kabel telepon Anda.”

Makna:

Pada contoh referensi anekdot di atas, kisahan tersebut membahas dengan jelas mengenai Fathan yang ingin membanggakan diri dengan berpura-pura sibuk menerima telepon. Namun petugas perusahaan telepon yang mematamatai Fathan adv pernah bahwa telepon di konstruksi itu tidak berfungsi. Contoh pustaka anekdot tersebut membagi konteks mungkin itu Fathan dan apa nan sedang dia bagi, sehingga pembaca dapat memahami makna ceritanya. Hal yang bisa engkau pelajari dari cerita ini adalah bikin tidak berusaha sombong dan memafhumi situasi nan kamu hadapi.

Baca Kembali: Kumpulan Contoh Teks Negosiasi beserta Variasi dan Strukturnya

9. Sempurna Bacaan Anekdot Menginsinuasi Satu Tempat

Obrolan Presiden Saat di Pesawat

Gus Dur merasa bosan dan mencoba berburu suasana di pesawat RI-01. Kali ini Gus Dur mengundang Presiden Amerika Serikat (AS) dan Prancis pada saat itu, bagi gugup bersama Gus Loklok berkeliling dunia.

Sebagaimana halal, setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kemangkakan negara nan dipimpin mereka. Tak lama Presiden AS, Bill Clinton mengasingkan tangannya, lalu sesaat kemudian dia berkata, “Waduh kita sedang berpunya di atas New York!”

Gus Loklok lagi menanggapi dan mengomong, “Lho cak kenapa dapat tahu, sih?”

“Ini patung Liberty kepegang!” jawab Bill Clinton dengan bangganya.

Enggak mau kalah, Kepala negara Prancis saat itu, Jacques Chirac, turut menjengukkan tangannya keluar pesawat.

“Tahu tidak, kita semenjana berada di atas Kota Paris!” dengan sombongnya.

“Waduh … kok boleh tahu juga?” saut Gus Dur.

“lni menara Eiffel kepegang!” jawab presiden Perancis.

Karena disombongi oleh Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat.

“Waduh … kita sedang berlambak di atas Tanah Abang!” teriak Gus Mutu.

“Lho mengapa bisa tahu, sih?” cak bertanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu cerek nggak boleh melihat dengan baik.

“Ini arloji saya hilang.” jawab Gus Mutiara bernada kalem.

Makna:

Makna tersirat nan terkandung pada teks anekdot ini adalah daerah Tanah Merah merupakan tempat yang dipenuhi oleh pencopet. Saat Gus Dur mengeluarkan tangannya ke asing pesawat, jam tangannya hilang, ia bercanda bahwa jam tangannya sudah lalu diambil oleh pencopet. Dari teks ini, yang boleh kamu pelajari ialah bagi menjaga produk-komoditas yang kamu miliki, terlebih ketika rani di tempat publik. Demap berhati-hati di mana tetapi, agar barangmu tidak dicuri makanya khalayak lain.

10. Contoh Bacaan Anekdot Lucu

Masa ini Pemukul Berapa?

Seorang gelandangan tidur di taman. Kamu dibangunkan setelah tidur selama 5 menit maka dari itu seorang laki-laki. “Permisi. Apakah Anda tahu pukul berapa sekarang?” Gelandang itu menjawab, “Maaf saya bukan punya jam tangan, jadi saya lain tahu sekarang pukul berapa.” Pria itu mempersunting maaf karena menggugah gelandangan itu, lalu melangkah memencilkan. Gelandang itu sekali lagi meneruskan tidurnya. Setelah bilang saat, Ia dibangunkan oleh seorang wanita, yang sedang berjalan-urut-urutan dengan anjingnya.

Wanita itu berkata, “Maaf mengganggu tidur Anda, cuma sepertinya saya kehabisan jam tangan saya. Apa Anda tahu sekarang pukul berapa?” Gelandang itu sedikit kesal karena dibangunkan lagi, doang kamu dengan benar membagi tahu wanita itu bahwa dia tidak punya jam tangan dan tidak senggang pukul berapa.

Sesudah wanita itu pergi, gelandangan itu mempunyai ide. Anda membuka tas miliknya dan mengeluarkan pena dan selembar kertas. Di plano itu, Anda menulis, ‘Saya tidak punya jam tangan. Saya tidak tahu sekarang pukul berapa.’

Anda kemudian menggantungkan kertas itu di lehernya dan lagi melanjutkan tidurnya. Sesudah sekitar 15 menit, koteng penjaga keamanan yang sedang berjalan di taman meluluk gelandangan terpejamkan di balai-balai, dan membaca tulisan yang digantung di lehernya.

Polisi itu menjagakan si gelandangan dan berkata, “Saya membaca tulisan yang digantung di leher Anda. Saya pikir Anda cak hendak tahu bahwa saat ini pukul 14.30.”

Makna:

Makna bacaan anekdot lucu di atas memberi penjelasan bahwa seorang gelandangan berusaha untuk tidur, tapi selalu diganggu maka itu khalayak-individu nan melewatinya dengan menanyakan palu berapa detik itu. Kamu memiliki ide sepatutnya orang-manusia berhenti mengganggu tidurnya dengan menuliskan informasi bahwa anda tidak luang martil berapa saat itu, sehingga orang-hamba allah bukan akan menanyakannya. Namun, cak semau seorang polisi yang mengira bahwa gelandangan tersebut ingin memahami palu berapa saat itu.

Hal yang bisa kamu pelajari dari referensi anekdot di atas adalah dengan enggak menganggap semua orang berpikiran hal nan sama dan mudah mengambil kesimpulan. Jika gelandangan tersebut lain berpikiran semua individu akan mengganggu tidurnya, maka dia tidak akan batik engkau lain sempat pukul berapa, sehingga enggak akan dibangunkan makanya polisi.

11. Contoh Pustaka Anekdot Lucu dan Menyindir

Menghitung Keledai

Suatu musim Abu Ali menghindari ke pasar dan membeli sembilan himar. Dia pulang ke apartemen dengan memperalat salah suatu keledai, dan delapan ekor himar lainnya menirukan di belakang.

Setelah bilang saat, Abu Ali berkata pada dirinya sendiri, “Saya harus memastikan semua orang bodoh saya ada di sini.” Sira berbalik untuk menghitungnya.

“Satu, dua, tiga, catur, panca, enam, tujuh, delapan. Oh! Di mana orang bodoh yang kesembilan?” Abu Ali gugup.

Ia meloncat turun dari keledainya, meluluk ke balik bebatuan dan balik pepohonan. Tapi tidak ada keledai yang tersisa.

“Saya akan menghitungnya lagi,” kata Bubuk Ali. “Satu, dua, tiga, catur, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan. Oh, keledai nan kesembilan pasti telah sekali lagi.”

Tepung Ali pula menunggangi keledainya dan pergi.

Sehabis beberapa momen, Ia menghitung keledainya lagi. Tapi kuantitas yang dihitungnya hanya ada delapan ekor keledai! Pun Engkau melihat ke balik bebatuan dan balik pepohonan. Tapi tak ada keledai yang terbelakang.

“Saya akan menghitung lagi,” katanya, dan siapa ini ada sembilan ekor.

Saat itu Duli Ali melihat temannya Musa sedang bepergian. “Musa,” panggilnya. “Bantu saya menghitung keledaiku. Saya merasa selalu kekurangan satu ekor. Kalau saya nongkrong bikin menghitung ada berapa ekor, saya saja mengintai delapan ekor hanya. Tapi seandainya saya jebluk dari himar yang sedang ditunggangi lalu menyedang berhitung, keledai yang kesembilan, engkau suka-suka sekali lagi!”

“Saya justru bisa melihat ada sepuluh ekor keledai,” tawa Musa. “Dan keledai yang kesepuluh namanya Abu Ali.”

Makna:

Mulai sejak sempurna bacaan anekdot di atas boleh diketahui bahwa Abu Ali bukan pandai dalam berhitung. Musa menganggap Abu Ali sebagai keledai karena ia bukan bisa menghitung sesuatu nan tercecer. Hal yang boleh kamu pelajari dari bacaan anekdot ini adalah bakal lain naif dan polos, agar enggak merugikan diri sendiri.

Baca Pun: Kumpulan Contoh Referensi Laporan Hasil Observasi berdasarkan Strukturnya

12. Arketipe Bacaan Anekdot Singkat

Modal Fonem

Sreg suatu hari cak semau seorang guru di sebuah sekolah dasar yang medium menanya kepada muridnya tentang hasil sparing menghafalkan leter.

Kelongsong guru bertanya kepada Farid tentang berapa abjad yang sudah Farid hafal, kemudian Farid menjawab bahwa ternyata dia hanya akan menghafalkan huruf C D E F G A B C.

Sehabis mendengar jawaban tersebut, kemasan guru pun bingung dan bertanya kembali kepada Farid kenapa dia belaka mau menghafalkan tujuh huruf doang.

Habis Farid menjawab dengan lantang bahwa dengan menghafal sapta huruf tersebut doang, Farid bisa bintang sartan pemusik yang hebat dan menghasilkan banyak uang. Mendengar jawaban tersebut, kemudian bungkusan suhu hanya mengangguk-ngangguk tetapi dan berkata “benar lagi”.

Makna:

Hal nan bisa dia pelajari berpunca makna tersirat referensi anekdot di atas adalah mengetahui konteks sebuah permasalahan. Selain itu, jika seseorang mengamalkan kesalahan, meskipun dalam belajar, maka harus kita koreksi, enggak lebih lagi turut membenarkannya.

13. Contoh Teks Anekdot Dialog

Pakar Roti

Pada pagi musim yang sinar, Azka sengaja belum sarapan karena ingin membeli bubur di depan komplek. Tetapi, tiba-tiba terdengar bel pedagang roti. Sonder pikir tangga, Azka pun sambil merentang teras flat untuk memanggil si tukang roti.

Azka: “Bang, jual roti apa aja?”

Tukang roti: “Banyak macamnya mas, lihat dan pilih semata-mata koteng.”

Azka: Ini barang apa, “Bang?”

Juru roti: “Sekiranya nan ini nanas, Mas.”

Azka: “Kalau yang ini apa?”

Pandai roti: “Srikaya.”

Azka: “Bang, sekiranya yang ini?”

Pandai roti: “Blueberry, Mas.”

Azka: “Lho
gimana sih, terus mana rotinya, saya mau beli roti enggak buah, mengapa dari tadi nan disebutkan buah-buahan aja, ya udah deh saya ga jadi beli.”

Pakar roti: “Bengong dan kemudian malah jatuh pingsan.”

Makna:

Makna tersirat yang bisa dia cabut dari teoretis teks anekdot ini adalah kerjakan menjawab sesuatu dengan jelas, dan tidak ambigu. Karena boleh jadi jawaban yang diberikan bisa memberi makna yang berbeda, sehingga lawan bicaramu salah paham.

Gimana, sudah jelas ketel? Setelah melihat ideal referensi anekdot beserta struktur dan kebahasaannya di atas, hendaknya anda bisa mencoba sendiri membuat teks anekdot, ya. Jangan malas bagi sparing! Masih ingin melihat penjelasan lengkapnya? Langsung aja cek video belajar beranimasi di

ruangbelajar
!




ruangbelajar


Kata sandang ini mutakadim diperbarui plong 2 November 2022.

Profile

Nurul Hidayah

Foodie’s girl who loves to write and share about anything~

Source: https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-anekdot

Posted by: caribes.net