Contoh Teks Negosiasi Di Pasar

Kali ini kita akan mengomongkan tentang contoh teks negosiasi beserta strukturnya baik itu kerjakan 3 orang , 4 makhluk maupun 5 cucu adam dengan tema dagang sepatu maupun penawaran produk.

Proses negosiasi tersebut dapat terjadi di sekolah kerumahtanggaan bentuk dialog narasi singkat dan absah.

Sebenarnya proses batil menawar sudah rajin kita jumpai. Baik itu secara langsung maupun tidak berbarengan. Cermin teks negosiasi menggalas secara online yang berbentuk obrolan.

Teks negosiasi pada mulanya merupakan serangkaian aktivitas negosiasi sosok n domestik rencana percakapan yang dibuat menjadi tulisan. Eksemplar misalnya teks negosiasi pengusaha dan pihak bank.

Proses negosiasi sangat penting dilakukan, karena akan tercipta berbagai macam diversifikasi kesepakatan. Untuk boleh takhlik kesepakatan dibutuhkan peluasan sebuah alai-belai atau contoh teks persuasif singkat buat memuluskan kesepakatan.

Proses kejadian yang sudah disebutkan diatas ialah sebagian mungil dari contoh teks di internal proses mansukh menawar.

Contents

  • Abstrak Teks Negosiasi Beserta Strukturnya
  • Komplet Pustaka Negosiasi Kulak
  • Contoh Wacana Negosiasi Menggalas Beserta Strukturnya
  • Contoh Pustaka Negosiasi Jual beli Sepatu
  • Contoh Bacaan Negosiasi Jual Beli di Pasar
  • Transendental Bacaan Negosiasi Membahu Tas
  • Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Kondominium
  • Konseptual Teks Jual Beli Mobil
  • Kamil Bacaan Negosiasi Jual Beli Persil
  • Contoh Pustaka Negosiasi dalam Bentuk Dialog
  • Contoh Teks Negosiasi Singkat
  • Contoh Teks Negosiasi di Sekolah
  • Lengkap Referensi Negosiasi Pendek beserta Strukturnya
  • Contoh Teks Negosiasi dalam Susuk Kisahan
  • Contoh Pustaka Negosiasi Formal
  • Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga
  • Contoh Bacaan Negosiasi mengenai Pendidikan
  • Contoh Referensi Negosiasi Bisnis
  • Contoh Teks Negosiasi 3 Hamba allah
  • Acuan Teks Negosiasi 4 Orang
  • Contoh Wacana Negosiasi n domestik Bentuk Paragraf
  • Teladan Teks Negosiasi Pemecahan Konflik
  • Pola Teks Negosiasi Penawaran
  • Contoh Teks Negosiasi Lucu
  • Model Teks Negosiasi Lisan
    • Share this:

Pola Pustaka Negosiasi Beserta Strukturnya

Buram Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Di bawah ini merupakan contoh referensi negosiasi jual beli laptop beserta strukturnya secara obsesi.

Pembelian Laptop

Orientasi

Penjual: “Mari, sini, Kak, lihat-lihat habis! Disini murah-murah. Silahkan, kepingin cari apa?”

Permintaan

Penawar: “Suka-suka Laptop Acer Aspire A514, bukan?”

Pemenuhan

Penjual: “Ada, Kak.”

Remedi: “Berapa harganya?”

Penjual: “11,3 juta, Kak.”

Ijab

Pembeli: “Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya tatap harganya 10,7 juta.”

Penjual: “Kalo saya jualnya harga segitu justru gak bisa balik modal, Kak.”

Remedi: “Turunin lagi boleh ya? 10,8 juta bagaimana?”

Penjual: “Belum dapat, Kak. Jenis laptop ini masih baru kak. Sebelas juta deh.”

Pembeli: “Waduh, doang turun tiga ratus ribu? Dasa juta sembilan dupa mili, bagaimana, Mbuk?”

Penjual: “Waduh, masih rugi, Kak. Begini saja deh, Sebelas juta tak kasih bonus tas, sama mousenya. Itu telah murah, loh, kak.”

Persetujuan

Pembeli: “Hmm…cuma-cuma tas selaras mouse nya, ya?”

Penjual: “Iya kak. Sebelas juta sudah gratis tas sekufu mouse nya.”

Pembeli: “Baik mbak, ini uangnya.”

Penjual: “Ini barangnya, kak. Silahkan diperiksa bahkan dahulu. Garansi satu musim ya, Kak.”

Penutup

Pengasosiasi: “Ya. Peroleh kasih ya.”

Penjual: “Sama-selevel. Silahkan cak bertengger kembali!”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Contoh Teks Negosiasi Menggalas Singkat

Proses negosiasi yang selalu kita temui ialah kegiatan jual beli. Berikut arketipe pustaka negosiasi jual beli sumir transaksi rukuh beserta strukturnya.

Siang itu di pasar, seperti mana seremonial terjadi kegiatan kulak. Abdul yang sedang jalan-jalan ingin membelikan mukena sebagai maka itu-maka itu buat ibunya. Terjadilah tawar menawar antara Abdul dan Penjual mukena.

Penjual: “Selamat siang.”

Abdul: “Selamat siang.”

Penjual: “Kepingin beli apa Mas?”

Abdul: “Ini mbuk mau beli telekung lakukan ibu saya.”

Penjual: “Cari yang modelnya bagaimana, Mas?”

Abdul: “Nan hipotetis situ warna nirmala Mbak.”

Penjual: “Silahkan Mas dilihat dulu.”

Abdul: “Ini berapa Embok?”

Penjual: “Rp 250.000,00.”

Abdul: “Wah, mengapa mahal Mbok? Rp 200.000,00 boleh tidak?”

Penjual: “Enggak boleh Mas, itu bahannya bagus lho.”

Abdul: “Lain bisa kurang Mbak?”

Penjual: “Rp 240.000,00 deh, Mas.”

Abdul: “Rp 220.000,00 ya Ayunda? Ini untuk makanya-oleh ibu saya.”

Penjual: “Etis-benar tidak boleh Mas. Kelak saya bisa bangkrut.”

Abdul: “Ya sudah mbak Rp 230.000,00, saya rampas yang ini.”

Penjual: “Kepingin beli apa sekali lagi Mas?”

Abdul: “Itu tetapi mbak. Ini uangnya Embok.”

Penjual: “Uangnya Rp 250.000,00, kembali Rp 20.000,00. Songsong hidayah ya, mas.”

Abdul: “Iya mbak, sekelas-setinggi.”

Teladan Teks Negosiasi Jual Beli Beserta Strukturnya

contoh teks negosiasi intern jual beli

Berikut ini salah satu
contoh teks negosiasi dan analisis strukturnya dengan tema negoisasi membahu jaket.

Negosiasi Harga Jaket

Orientasi

Pembeli: “Selamat sore, mbak”

Penjual: “Selamat sore mas. Maaf ada nan bisa saya bantu? ”

Permintaan

Peminta: “Jaket ini, ada yang ukurannya L mbak”

Pemenuhan

Penjual: “Ada, sejurus saya robekan. Ini mas, matra L masih terserah dua”

Pembeli: “Saya coba terlampau mbak. Karenanya berapa harga jaket yang matra L ini?”

Penjual: “Yang itu 400 ribu, mas”

Penawaran

Pembeli: “Gak boleh kurang? 350 ribu ya mbak”

Penjual: “Waduh, ga bisa mas. Jaket ini kualitas bagus. 100% original”

Peminta: “Saya tambah 10 ribu deh empok, jadi 360 ribu”

Penjual: “Tambah dikit lagi mas”

Persepakatan

Peminta: “Yasudah 370 ribu deh mbak”

Penjual: “Belum boleh, 380 mili saya lepas jaket ini mas”

Pembeli: “Kemahalan, rembulan kemarin saya beli disini cuma 360 ribu mbak”

Penjual: “Kini harga dollar mendaki mas, jadi harga bermula penggarap lebih mahal”

Penawar: “Ya Sudah 380 mili saya ambil jaket ini. Itu ijab terakhir saya”

Penjual: “Baiklah mas, saya bungkus ya. Segala suka-suka yang mau dibeli juga?”

Pembeli: “Tak, ini uangnya mbak”

Penutup

Penjual: “Terima kasih, mas”

Remedi: “Sama sama”

Contoh Bacaan Negosiasi Dagang Sepatu

Konseptual Pustaka Negosiasi Jual Beli Sepatu

Negosiasi Membeli Sepatu

Pada Jum’at petang, Eko berkunjung ke sebuah toko hendak membeli sepatu karena sepatu lamanya telah tembelang.

Eko: “Mbak, saya sedang mencari sepatu bakal leha-leha nan harganya terjangkau. Kira-sangka nan mana yah?”

Penjual: “Harga sepatu di sini bermacam-spesies, tiba dari harga Rp. 100.000 sampai Rp. 500.000 mas.”

Eko: “Bolehkah saya melihat-lihat sepatunya dulu embak? Boleh jadi senggang acuan dan warnanya cak semau yang seia?”

Penjual: “Silakan, di sebelah sini sederajat saya mas”

Eko pula berjalan mengikuti penjual sambil menyibuk-lihat sepatu yang bersaf rapi dengan berbagai warna dan merk yang berbeda.

Eko: “Minta diri uni, jika dapat senggang harga sepatu yang ini berapa?”

Penjual: “Jika sepatu yang ini harganya Rp. 300.000 mas”

Eko: “harganya kok mahal banget ya mbak, segala apa lain boleh dinego?”

Penjual: “Sepatu ini kualitasnya bagus, selain itu lagi keluaran terbaru, mangkanya harganya segitu. Memangnya cak hendak nawar berapa mas?

Eko: “Rp. 200.000 aja mbak sepatunya”

Penjual: “Kalau harga segitu belum bisa mas.”

Eko: “Saya tambah Rp. 30.000, jadi Rp. 230.000 bagaimana embuk?”

Penjual: “Absolusi mas, belum bisa. Turunnya terlalu banyak. Atau begini sekadar mas, saya turunin jadi Rp. 280.000 bagaimana? Itu sudah harga nan paling kecil murah.”

Eko: “Turunin dikit dong, Rp. 260.000 aja yah.”

Penjual: “Iya deh mas jika begitu, sepatunya dapat diambil dengan harga segitu”

Penjual lagi membawa sepatu tersebut mendekati tempat bendaharawan cak bagi mengupah harga sepatu dan Eko pun mendapatkan sepatu yang diinginkan.

Cermin Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Pelamar: “Selamat pagi, di sini cak semau kangkung, bayam sebanding jagung, bu?”

Penjual: “Pagi dek. Bayam, kangkung cak semau di sebelah kiri, kalau jagungnya ada di bagian depan, ya.”

Pembeli: “Kecebong 3 ikat berapa, bu?”

Penjual: “Kangkungnya 3 kebat Rp. 6.000.”

Perunding: “Kalau bayamnya 3 bebat berapa bu?, sebabat jagungnya 2 bungkus?

Penjual: “Cak bagi bayamnya, 3 gabung Rp. 6000, jagungnya 2 bungkus Rp. 5000.”

Pembeli: “Wah, gak bisa turun harganya bu?”

Penjual: “Gak bisa dek, udah berdempetan itu”

Pembeli: “Jika semua Rp. 15.000 bagaimana, bu? Boleh cerek”

Penjual: “Ya sudah dek gak apa-apa deh.”

Peminta: “Ya sudah lalu, dibungkus ya, dan ini uangnya bu, patut.”

Penjual: “Baik, terima hadiah”


Contoh Bacaan Negosiasi Jual Beli Tas

Contoh Wacana Negosiasi Jual Beli Tas

Dalam jual beli biasanya pelamar akan mengajak orang enggak sebagai pasangan manfaat diajak pertimbangan dan jenenisnya seperti mana contoh teks negosiasi 3 orang jual beli tas.

Edi: “Bang, kira-kira tas apa yang bagus dan sepakat buat gw?”

Erwin: “Lu punya uang jasa berapa Ed?”

Edi: Terserah seputar Rp 300 ribuan sih bang.”

Erwin: “kalo gitu mending kita kontan ke toko di mall sosi kota aja Ed.”

Edi: “Oke bang, aku siap-siap dulu.”

Sesampainya di mall pusat kota

Penjual: “Selamat siang mas, ada yang boleh dibantu?”

Edi: Kami mau lihat-lihat adv amat ya ayunda”

Penjual: “Marilah mas, silahkan.”

Edi: Mbak, terserah rekomendasi tas nan harganya kisaran 300 ribuan gak?”

Penjual: Ada mas. Ini dia mas ada tas polo. Tas ini awet banget. Nyaman di punggung. Jadi gak gampang lelah.

Erwin: “Setuju tuh Ed. Beda banget sama tas lo nan lama. Suka khawatir kalo isinya berlebih sedikit.”

Edi: “Cak semau tas Eiger uni?”

Penjual: “Ada mas, ini tas eiger nya dengan produktivitas 26 liter mas.”

Erwin: “Kenapa gak yang tadi semata-mata Ed?”

Edi: “Aku doyan sama merknya azan”

Edi: “Berapa embok?”

Penjual: “Buat tas eiger dengan kapasitas 26 liter kami jual seharga 450 ribu mas”

Erwin: “Wah saya kira harganya 300 ribuan mbak”

Edi: “Kalau 350 mili boleh mbak?”

Penjual: “Wah belum bisa mas, as ini bagus loh, apalagi eiger yang sudah terjamin kualitasnya. Modalnya kece banget lah patut lakukan harga segitu.”

Edi: “Emang sih, tapi masak gak boleh kurang mas, 350 mili mas kalo boleh.”

Erwin: “Ya udah, kalo gak boleh Rp 380 mili, mending kita nyari di toko enggak aja.”

Penjual: “Tunggu sangat mas. Partikular bikin masnya harga Rp 380 mili gapapa deh.”

Edi: “Oke deh mbak, ini uangnya.”

Penjual: Tunggu sejenak ya mas. Tasnya kami bungkus dulu.”

Edi: “Iya mbak.”

Edi: ““Makasih banget nih ya, bang. Kesudahannya dapat tas yunior sekali lagi.”

Erwin: “Santai aja.”

Penjual: Ini mas tas beserta memo pembayarannya.”

Erwin: “Syukur mbak, kami pamit dulu.”

Penjual: “Sambut hadiah kembali sudah berkunjung kemari.”

Transendental Referensi Negosiasi Komersial Rumah

Acuan Pustaka Negosiasi Memikul Rumah beserta Strukturnya

Urusan memikul rumah nisbi membutuhkan proses negosiasi yang panjang. Banyak proses yang diperdebatkan sebelum mencapai kata sepakat.

Kalian dapat menyimak lengkap teks negosiasi niaga rumah beserta strukturnya di bawah ini:

Plong siang itu, Bapak Kandang kuda dan Bapak Acong madya berbeka di kediaman Kiai Ari.

Tahu-tahu Bapak Roni dan Bapak Taufik hinggap ke flat Kiai Ari dengan suatu pamrih. Yakni Bapak Roni berniat membeli rumah Kiai Hipodrom

Habituasi

Bapak Taufik: “Assalamualaikum, Buntelan Ari, Pak Acong”

Bapak Ari: “Waalaikumsalam, Selongsong Roni, Buntelan Taufik. Marilah silahkan duduk.”

Bapak Taufik: “Bagaimana kabarnya pak? Fit?”

Buya Ari: “Afiat paket. Bapak seorang bagaimana? Jarang-rumit lho bapak main ke sini. Jadi ada apa ya cangkang?”

Permintaan

Bapak Taufik: “Saya sehat-sehat saja pak. Jadi pamrih saya kesini karena menemani Bapak Roni yang katanya Buya Hipodrom ingin cak memindahtangankan rumah ini? Bapak Roni tertarik dengan kondominium ini pak.”

Pemenuhan

Bapak Ari: “Bermoral bungkusan. saya memang mau menjual apartemen ini sampul. Saya kepingin bermigrasi ke rumah yang ada di erat urut-urutan utama pak. Sewaktu menjalankan aksi disana.”

Bapak Roni: “Kebetulan saya memang berminat dengan rumah yang buya jual. Jika sesuai dengan keuangan, saya berminat membelinya kelongsong.”

Bapak Ari: “Saya pun memasrahkan urusan jual beli rumah ini kepada Bapak Acong pak.”

Bapak Acong: “Jadi begini pak Roni, urusan kulak apartemen ini sudah diserahkan ke saya. Pak Ari pun tahu bilang sekiranya ia lain ingin lego dengan harga yang tinggi. Segala lagi dengan temannya.”

Buya Roni: “Rumah ini harganya berapa pak?”

Bapak Acong: “Cak bagi luasan tanahnya 300 meter dan luas rumahnya sebesar 200 meter. Rumah ini pula lalu pembaharuan yang bisa kiai lihat sendiri. Adapun detail rumah kapling lainnya bisa bapak tatap dalam sertifikatnya. Kalau soal harganya menggunakan harga tanah dan bangunan disini. Kalau buat kiai saya menawarkan Rp 2 miliar hanya.”

Penawaran

Bapak Roni: “Wah, lumayan sekali lagi pak. Saya kira harganya gak sampe mencecah Rp 2 miliar.”

Bapak Taufik: “Iya pak Acong, mahal banget. Sama teman sendiri lho.”

Bapak Ari: “Jikalau buat insan tidak saya menawarkan harga Rp 2,3 miliar pak.”

Bapak Acong: Betul itu pak, Sekiranya buya mau nawar ya silahkan.”

Bapak Roni: “Wah prediksi cash saya sekarang cuma Rp 1,2 miliar pak.”

Bapak Acong: “Jikalau Rp 1,2 miliar ya kurang pak. Nantinya kemasan Istal sama saya berencana kepingin menggunakan tip hasil penjualan apartemen ini buat pengembangan usaha bersama pak, heheh.”

Pak Taufik: “Izin cangkang Acong saya mencelah. Seandainya dari Kiai Kandang kuda sendiri bersedia gak untuk menunggu? Kendati tubin diusahain sama Pak Roni. Iya cerek pak Roni?”

Buya Roni: “Betul bungkusan Taufik. Kalau bapak Hipodrom dan Pak Acong bersedia menunggu 1,5 wulan lagi, saya bisa menyiagakan budget Rp 1,8 miliar pak. Bagaimana?”

Persetujuan

Bapak Acong: “Bagaimana Buntelan Ari? Sejadi tidak?”

Bapak Istal: “Saya jual santai kok. Gak kelainan juga nunggu 1,5 rembulan. Rp 1,8 miliar ya pak?”

Bapak Roni: “Kalau semacam itu uang Rp 1,2 miliar ini akan saya jadikan uang durja pak. Rembulan depan saya lunasi kekurangannya sekalian kita omongin urusan notarisnya juga.”

Bapak Ari: “Baik pak. Kalau urusan notaris lain usah repot-repot. Biar nanti diurus sama Bapak Acong.”

Pembelian

Bapak Roni: “Wah saya bersyukur sekali. Ini uangnya sudah saya bawa bungkusan.”

Bapak Acong: “Sebentar ya cangkang, saya ambilkan kwitansi, materai sekaligus surat perjanjian jual beli tanahnya dulu. Untuk saksinya saya dan Kemasan Taufik ya”

Bapak Roni dan Bapak taufik: “Iya paket.”

Bapak Acong: “Silahkan cak bagi logo tangan disini.”

Penutup

Bapak Roni, Bapak Taufik, Bapak Hipodrom: “Baik pak Acong, sudah.”

Bapak Roni: “Karena urusan sudah selesai, seandainya begitu kami minta diri pulang suntuk. Terima hadiah buat bungkusan Ari dan pak Acong. Senang berbisnis dengan Bapak.Assalamualaikum.”

Bapak Ari: “Iya pak, terima kasih banyak ya. Waalaikumsalam”

Contoh Pustaka Niaga Oto

Contoh Teks Jual Beli Mobil

Negosiasi Penjual dan Pembeli Mobil

Pelamar: “Selamat pagi yunda”

Penjual: “Selamat pagi lagi embuk, ada yang dapat saya bantu?”

Pembeli: “Cak hendak nanya embok, saya menengah mengejar oto keluarga yang sepakat taksir-kira cak semau enggak ya?”

Penjual: Ada mbak. Mbaknya mau nyari 5 atau 7 kursi?”

Pembeli: “Nan 7 kursi sahaja mbok. Karena besaran batih saya memadai lumayan jika berjalan”

Penjual: “kalau begitu, mari masuk saya ayuk.”

Penjual: “Ini merupakan stok yang kami memiliki mbak” (sambil menunjuk beberapa mobil yang berlarik rapi)

Pembeli: Kalau nan tengah itu harganya berapa ya mbak?”

Penjual: “Takdirnya yang itu harganya Rp 300.000.000 uni”

Remedi: Sudah layak itu mbak?”

Penjual: ” Ter-hormat mbak dan kebetulan di bulan ini madya ada promo sehingga harga tersebut sudah dipotong dengan diskon. Sekiranya di bulan-wulan normal harganya Rp 330.000.000.”

Obat: “Harganya tidak bisa turun lagi mbakyu? Mobil ini centung tidak keluaran terbaru, tetapi telah agak lama”

Remedi : “Tidak bisa minus lagi harganya? Inikan mobil teoretis lama bukan lengkap baru ayuk.”

Penjual: “Kalo begitu mbak cak hendak nawar berapa?”

Pengasosiasi: “Rp 270.000.000 bisa?”

Penjual: “Takdirnya harga segitu belum bisa empok. Harga yang kami tawarkan mutakadim dapat diskon berpokok harga normalnya. Belum lagi ada bonus suplemen positif percuma silih oli selama 1 tahun dan bonus tambahan berupa e-toll sebesar Rp 250.000″

Pembeli: “Dapat diturunin juga gak taci harganya?”

Penjual: “Weh belum bisa paket.”

Pengasosiasi: “Ya sudah lalu mbak. Jika boleh Rp 290.000.000 bagaimana? Kalau dapat harga segitu saya cek mobilnya.”

Penjual: ” Jika segitu belum bisa mbak. Naikin lagi Rp 5.000.000 baru boleh mbak. Akhirnya Rp 295.000.000 bagaimana?”

Pembeli: “Baiklah takdirnya begitu ning. Lantas bagaimana sistem pembayarannya mbak?”

Penjual: “Kalau mbaknya sepakat, mobilnya biar dicek dari teknisi kami. Kerjakan pembayarannya silakan ikut saya ke meja transaksi hendaknya dibuatkan nota pembelian dan nomor rekening untuk transfer uangnya”

Pembeli: “Baik mbuk, terima belas kasih”

Contoh Teks Negosiasi Komersial Tanah

Contoh Bacaan Negosiasi Jual Beli Tanah

Proses jual beli tanah akan selalu terjadi proses negosiasi sebagaimana
contoh referensi negosiasi penjual dan obat
petak di pangkal ini.

Pada satu malam, Bapak Indra dan Bapak Angga berjanji bikin bertemu di Kedai Kurma. keduanya setuju bertarung cak bagi membahas perihal penjualan tanah milik Bapak Angga.

Bapak Hidung: “Selamat lilin lebah Kemasan Angga. Bagaimana kabarnya?”

Bapak Angga: “Selamat malam juga Pak cingur. Saya sehat-sehat saja.”

Bapak Indra: “Langsung saja ya, Sampul. Saya tangkap suara-dengar persil bapak yang ada di pinggir desa itu mau dijual ya?”

Bapak Angga: “Memang benar, Pak. Bagaimana, apakah buya tertarik?”

Kiai Indra: “Saya tertarik dengan tanah bapak. Lokasinya strategis dan pun n kepunyaan lahan nan kaya. Tanah tersebut ditawarkan berapa ya, Sampul?”

Kiai Angga: “Tanah itu saya jual Rp 1 miliar sampul. Sudah tertera bea balik jenama. bintang sartan kiai lalu terima rapi nya saja.”

Bapak Cingur: “Wah lumayan juga ya buntelan harganya. Saya kira harganya gak sampe segitu.”

Buya Angga: Harga segitu masih murah pak. Semalam tanahnya Haji Muhyidin malah larap Rp 2 miliar lebih pak.”

Kiai Indra: “Duh, persen saya cuma Rp 800 miliun pak. Kalau boleh, saya tawar Rp 800 juta pak. Itu penawaran buncit saya. Bagaimana?”

Bapak Angga: “Kalau lakukan kiai boleh deh angka segitu. Jemah lilin batik ke flat saya ya, cangkang. Guna menggunjingkan balik cap dan lain-lainnya.”

Bapak Indra: “Baik pak, terima anugerah. jemah lilin batik saya akan ke apartemen kiai sekaligus membawa uangnya.”

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Dialog

lengkap teks negosiasi internal bentuk dialog beserta strukturnya
Habituasi Pengasosiasi: “Berapa harga sekilo pauh ini, Seruan salat?”(sambil menunjuk ke arah mangga gedong lipstik)
Pengajuan Penjual: “Tiga desimal ribu, Bu. Murah.”

Pelelang: “Boleh kurang kan, bang?”

Ijab Penjual: “Belum dapat, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini enggak karbitan, tapi Masak pohon.”
Pengajuan Pembeli: “Iya, Seruan salat, tapi harganya boleh kurang ketel? Morong lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”
Penawaran Penjual: “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan mili, ya, Bu. Kendati saya bisa untung, Bu.”
Presentasi Pembeli: “Baiklah, tapi saya bisa milih sendiri kan Seruan salat?”
Ijab Penjual: “Asal jangan pilih yang ki akbar-segara, Bu. Belakang hari saya bisa rugi.”
Persetujuan Peminta: “Iya, Bang. Yang signifikan saya dapat mempelam yang bagus dan tidak rusak.”

Penjual: “Saya jamin, Bu. Sekiranya cak semau yang busuk boleh ditukarkan.”

Remedi: “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”

Komplet Teks Negosiasi Pendek

Contoh Teks Negosiasi Singkat

Carter Pemotret

Angga: “Bro, cak semau kamera buat masa selasa sampai alat pernapasan gak?”

Taufik: “Cak semau kok, mau kontrak berapa hari emang?”

Angga: “Untuk dua perian mau acara asing daerah tingkat”

Taufik: “Ini bro cak bagi dua periode Rp 130 ribu biaya sewanya”

Angga: “Wah mahal amat bro, kurangin cak sedikit lah”

Taufik: “Ya udah buat temen sendiri Rp 100 ribu gapapa deh”

Angga: “Ok bro, songsong kasih ya, tubin hari selasa pagi gue ambil”

Taufik: “Ok”

Arketipe Wacana Negosiasi di Sekolah

Contoh Teks Negosiasi Sekolah

Kali bilang contoh teks negosiasi hanya internal urusan membahu.  Negosiasi juga bisa dilakukan untuk merapikan kesalahpahaman Misalnya contoh teks negosiasi kesalahpahaman antara suhu dan murid di sekolah.

Kamis pagi usai pelajaran olah tubuh, IBu Ana, hawa Kimia turut inferior XI MIPA tepat perian. Akan saja karena mentah saja mengikuti ujian lari merubung stadion menciptakan menjadikan murid-siswa belum selesai berganti pakaian.

Sememangnya waktu itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang masih bepercikan keringat dan nafasnya masih memburu, mengajukan usul pada Dian.

“Dian, mohon Bu Ana cak bagi menunda ulangan dong. Erak nih,” pembukaan Abdur.

“Wah, gak gagah aku,” jawab Loleng. “suruh Imam doang, kan atasan kelas, ” hubung Lentera.

“Baiklah, aku akan mengepas merayu Bu Ana. Doakan berhasil,” kata Rohaniwan.

“Beres. Kamu kan pembesar kelas bawah.”

Dengan santun, Rohaniwan mendatangi Bu Ana yang wajahnya tampak dogmatis melihat belum siapnya petatar-pelajar mengajuk kursus.

“Magfirah, Bu. Boleh saya berkata sejurus?” tanya Imam sewaktu duduk.

“Iya. Ada apa?”

“Minta magfirah sebelumnya, Bu, saya mengambil alih oponen-teman minta abolisi karena belum radu ganti baju.“

“Biasanya morong tidak terbelakang sebagaimana ini?” tanya Bu Ana.

“Iya, Bu. Sekali lagi kami harap maaf. Kami kepenatan, karena baru doang tentamen lari mengerumuni stadion 2 kali.”

“Oh … kenapa tidak sejumlah tadi? Kalian sudah menenggak?” Alas kata Bu Ana dengan ramah.

“Belum adv pernah, Bu. Kami keruh ketinggalan ulangan,” jawab Imam tetap dengan moralistis.

“Kalau boleh, kami minta periode lima belas menit untuk ganti busana dan meneguk agar awak kami segar kembali, Bu.”

“Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya ahad depan saja. Tulat kita pelajaran soal saja,” jawab Bu Ana mengagetkan Rohaniwan dan musuh-antagonis.

“Makasih, Bu,” alas kata Padri.

“Eit, tapi ingat. Kalian harus tertib. Enggak boleh gempita dan mengganggu kelas lain. Dan timbrung papan bawah lagi tepat pukul 09.15 WIB.”

“Iya, Bu. Makasih.”

Tara-oponen Pater yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Pastor dan Bu Ana bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Ana.

Model Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya

Komplet Teks Negosiasi dan Strukturnya

Adaptasi

Ibu: “Nak, kemarilah. Ibu ingin wicara.”

Anak: “Ada barang apa, Bu?”

Permintaan

Ibu: “Setelah memasap SMP, sira ingin apa, Nak?”

Anak asuh: “Oh, aku kepingin masuk SMK, Bu.”

Ijab

Ibu: “Kejuruan? Apa gak keseleo Nak? Kenapa gak ke SMA tetapi? Setelah itu kamu bisa khotbah dengan sortiran yang terbaik.”

Anak: “Aku mau segera mengembangkan darah komputerku, Bu.


Andeng-andeng


sesudah SMK pula bisa kuliah.”

Ibu: “Iya Nak, tapi engkau nantinya akan kesulitan jika ingin kuliah karena terbatasnya jurusan dan kurang siapnya kemampuan akademik. Jadi Ibu sarankan ke SMA saja, ya!”

Anak: “Wah, Ibu gimana sih. Emangnya Ibu nan mau sekolah? Lagian lagi kalo gak kaprikornus pidato bisa serentak kerja kok Bu.”

Ibu: “Musim, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”

Anak: “Ibu jangan lopak-lapik, semuanya sudah aku pikirkan. Doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”

Persetujuan

Ibu: “Ya, nah takdirnya itu mau kamu, tapi nanti malam sira pikirkan lagi, ya.”

Pengunci

Anak: “Iya, Bu.”

Contoh Wacana Negosiasi dalam Bentuk Kisah

Abstrak Pustaka Negosiasi Narasi

Telah dua rembulan lebih pemukim desa Sido Makmur resah dengan pembangunan jalan yang melewati kawasan peristirahatan terakhir desa.

Rencana pembangunan diusulkan oleh sekretaris Desa dan sudah dibahas di wilayah Desa.

Akan tetapi penduduk mendatangi rumah RT bikin ceratai rencana pembangunan jalan.

“Kiai ibu nan saya hormati, saya senggang apa nan bapak ibu risaukan.

Saya selaku penasihat RT nan merupakan kepanjangan tangan pecah pihak Pengarah Desa akan menjelaskan bagaimana rencana pembangunan tersebut.” kata Pak RT membuka pertemuan.

“Mohon maaf Cangkang RT, kami membiji jika pembangunan jalan tersebut kurang tepat karena akan tentang area makam” Pengenalan koteng penghuni.

“Apa rancangan pembangunan jalan tidak boleh dipindahkan ke lokasi lain? Provinsi nan dibangun itu kan provinsi pekuburan dan kami tidak mau takdirnya kuba keluarga kami kemungkus karena pembangunan jalan,” Sahut warga lainnya.

“Seandainya pembangunan dipindahkan ke lokasi enggak itu tidak mana tahu, karena dana Desa kita sangat terbatas. Sehingga pengeluaran nantinya bukan sepan bagi ampunan lahan dan pembangunannya.

Berbeda takdirnya membangun di atas lokasi pekuburan, kita tidak perlu melakukan pembebasan karena tanahnya ialah nasib baik desa,” Paket RT menjelaskan.

Lakukan persoalan kober yang terdampak, pihak Desa tetap akan memperlakukannya dengan layak.

Jadi kuburan yang terdampak akan kita pindahkan ke tempat lain di dalam komplek pemakaman. Pihak Desa juga akan menyanggupi semua biayanya.” Pungkas Bungkusan RT

“Kalau memang tulang beragangan berasal Desa sejenis itu, kami sepakat tetapi, asalkan taman bahagia yang terdampak dipindahkan ke lokasi yang baru dan memadai.

Kami bangun bahwa jalan yang akan dibuat dulu penting, namun saja kami risau dengan taman bahagia tersebut,”. Balas salah satu warga.

“Jika memang demikian, kiranya bapak Ibu mutakadim semupakat dengan pembangunan jalan itu.

Saya sangat berterima kasih kepada bapak ibu karena mau membicarakan permasalahan ini secara baik-baik dan memufakati rencana pembangunan urut-urutan tersebut” kata Paket RT senang.

Hipotetis Pustaka Negosiasi Formal

Contoh Pustaka Negosiasi Resmi

Negosiasi client dengan pejabat pelaksana kopi tanah

Pejabat: “Selamat Pagi cangkang. Silahkan duduk”

Client: ” Cak dapat karunia buntelan”

Pemimpin: “Perkenalkan, saya Irawan. Dengan Bapak kali ?

Client: “Saya Yanto”

Penasihat: “Ada yang boleh saya Bantu paket?”

Client: “Saya burung takrif balik tera kopi persil”

Penasihat: “Baik Pak. Perlu saya jelaskan sebelumnya perihal persyaratan dan Biaya balik nama sertifikat persil”

(menjelaskan)

Client: “Lumayan juga ya buntelan biayanya”

Pejabat: “Memang pak. Biaya tersebut sudah semuanya, tertulis notaris, peninjau lapangan serta biaya tidak-lain “

Client: “Total semua biaya itu sudah cukup? Rasanya saya agak keberatan dengan biaya segitu, Pak.”

Superior: “Benar Bu, mutakadim sepan. Notaris dan peninjau lapangan merupakan cucu adam-sosok jawatan dan sudah biasa bertugas. Sehingga Bapak tinggal sambut segeh nya saja.”

Client: “Dapat saya pertimbangkan dulu?”

(bertanya …)

Pejabat : “Bagaimana Pak, apakah makara?”

Client: “Weh kelihatannya terlalu tinggi biayanya. Kalau serupa ini bagaimana Pak, kebetulan kan anak saya punya kutub notaris. Nah jiran saya juga ada biasa bekerja serupa ini. Sehingga tim tidak perlu datang, suntuk saya antar saja datanya”

Pejabat: “Tetap harus pakai skuat, Pak. Karena memang prosedurnya begitu juga itu. Sehabis saya hitung total sebesar Rp 5.550.000. Sekiranya Bapak sejadi akan saya buatkan form isiannya”

Client: “Kaprikornus (sekian) ya, pak. Biayanya?”

Superior: “Benar Pak, sudah pas.”

Client : “yasudah saya ngikut aja. Nan utama songsong beres”

Pejabat : “Bermartabat Selongsong. Bapak minta tunggu sekilas saya buatkan form isiannya”

Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Anak bini

Arketipe Bacaan Negosiasi di Lingkungan Tanggungan

HP Baru

Mutakadim lama Reni menginginkan HP baru. Hanya tetapi setiap ia membujuk Ayahnya selalu sahaja gagal. Walaupun sudah mempersunting sambung tangan Ibunya, hasilnya pun tetap gagal.

Reni pun patuh berusaha kredibel Ayahnya karena ia sangat membutuhkan HP tersebut.

Reni: “Yah.  Reni sopan-benar perlu HP. Belikan ya?”

Ayah: “Ayah belum punya layak uang bakal membeli HP, Ren. Kan telah ada telepon flat.”

Reni: “Tapi, Yah. semua dagi Reni mempunyai HP. Sehingga ketika mereka tertekan pulang telat tidak akan membuat khawatir orang tuanya.”

Ayah: “Kalau sedemikian itu jangan pulang telat.”

Reni sekali lagi sanding saja menangis. Ia pun menyampaikan kalimat yang sudah dirancang selama beberapa hari lakukan merayu Ayahnya.

Reni: “Bukan sahaja itu sahaja, Yah. Teman-teman Reni dengan mudah boleh mengunduh materi pembelajaran, utus tugas, hingga diskusi bersama tanpa harus keluar rumah. Ini menciptakan menjadikan Reni cemburu, Yah.”

Ayah pun melepas kacamatanya dan menatap Reni dengan lembut pasca- mendengar penjelasan Reni, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Berharta dengan lembut.

Ayah: “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”

Rapat persaudaraan saja Reni melonjak kegirangan karena mendengar jawaban ayahnya.

Reni: “Penting banget, Yah. Belum lagi para hawa lebih sering menugaskan kami bakal mengirimkan tugas ke grup telegram maupun mengunggahnya di youtube. Jikalau ada HP centung eco. Reni bisa diskusi bareng teman-teman serta dapat mengakses internet melalui HP.”

Ayah kembali menggoda Reni

Ayah: “Hm, bagaimana ya.  Ayah akan membelikan HP, asalkan…”

Reni: “Radiks barang apa, Yah?”

Ayah: “Asalkan Reni bertaki akan rajin belajar dan menggunakannya bagi kejadian-hal yang faktual.”

Reni juga bahagia sambil memeluk Ayahnya

Reni: “Reni taki, Yah.  Makasih ya Ayah.”

Contoh Teks Negosiasi tentang Pendidikan

Pola Teks Negosiasi tentang Pendidikan

Di kerumahtanggaan proses pengajuan beasiswa terkadang menjadi sebuah contoh referensi negosiasi yang janjang. Ini karena terwalak berbagai pertimbangan moga bisa mendapatkan beasiswa pendidikan yang diinginkan.

Periode Peparu yakni musim nan nan ditunggu-tunggu oleh Yoga. Masa tersebut adalah tahun dimana Yoga akan ikut ke universitas bagi menanyakan perihal beasiswa.

Yoga: “Selamat pagi, Buntelan.”

Admin: “Selamat pagi juga mas. Ada yang dapat dibantu?”

Yoga: Mohon maaf sebelumnya, Selongsong. Saya kemari berkenan untuk lamar beasiswa di kampus ini.

Admin: “Kebetulan sekali mas. Waktu ini kampus semenjana membuka darmasiswa lakukan mahasiswa berprestasi.”

Yoga: “Takdirnya begitu, apa saja syarat-syaratnya, Selongsong?”

Admin: “Perlu diketahui kalau kampus membuka 2 tipe beasiswa, yakni kempang prestasi cak bagi orang-orang yang mendapatkan ranking 1-5 di sekolah dan  jalur non akademik. Untuk kolek prestasi akan diadakan konfirmasi nantinya.”

Yoga: “Kalau konfirmasi beasiswa kempang prestasi akan diadakan kapan, Pak?”

Admin: “Bakal pembuktian darmasiswa sagur pengejawantahan akan diadakan pada sungkap 20 Agustus 2022 mas.

Yoga: Lakukan darmasiswa jalur prestasi itu beasiswa munjung atau tidak, Sampul?

Admin: “Untuk beasiswa prestasi, dari kampus hanya memberikan 50% saja.

Yoga: “Wah…, segala apa enggak ada darmasiswa mumbung paket di kampus ini?”

Admin: “Kalau darmasiswa penuh bisa mengambil beasiswa non akademik. Hanya saja bagi dana siswa non akademik harus telah berprestasi di tingkat Nasional.”

Yoga: “Kalau seperti itu saya akan mencuil darmasiswa non akademik saja, Pak. Kebetulan saya sekali lagi mempunyai prestasi bagaikan pemain empat dan mengoper Palembang di tinggi nasional”

Admin: “Sekiranya sejenis itu silahkan cek sendiri syarat-syarat yang sudah tersuguh di website kampus dan lampirkan bukti prestasi dia cak bagi dikirimkan ke email kampus. Kerjakan penimbunan data maksimal tanggal 19 Agustus 2022.”

Yoga: “Baik pak, Terima anugerah dan maaf sudah mengganggu waktunya.”

Contoh Teks Negosiasi Membahu

contoh referensi negosiasi pemanufaktur dan pihak bank

Proses Peminjaman Uang lelah di Bank

Pegawai Bank: “Selamat siang mas. Mari silahkan duduk, ada yang bisa dibantu?”

Nasabah: Selamat siang mbak. Syukur.

Nasabah: Kaprikornus semacam ini, intensi kerelaan saya kesini yaitu cak bagi mengajukan usulan peminjaman persen andai peluasan kampanye penggemukan sapi.”

Karyawan Bank: “Bisa saya lihat justru lampau proposalnya, mas?”

Nasabah: “Baik mbak. Ini proposalnya, dan silahkan dibaca malah dahulu.”

Pegawai bank: “Proposal yang mas ajukan cukup bagus, menjujut, lengkap dan lain terserah masalah. Hanya hanya kami bukan boleh menyempurnakan nominal dana nan mas ejekan sebesar Rp 250 juta.”

Nasabah: “Jika demikian, nyana-tebak pihak bank akan memberikan berapa?”

Sida-sida bank: “Setelah saya kroscek ulang, kami hanya dapat menyerahkan pinjaman sebesar Rp 100 miliun dengan bunga 2 %.”

Nasabah: “Masak cuma segitu teteh? Gak bisa ditambah lagi? Usaha penggemukan sapi ini sudah lalu berjalan cukup sukses lho mbak. Bahkan produksinya hingga tinggi nasional”

Nasabah: “Dana nan kami dapat ini nantinya untuk penembangan dan menggunung daya produksi sapi itu sendiri.”

Fungsionaris bank: “Sebentar ya mas, saya coba hitung lagi.”

Sida-sida bank: “Setelah saya hitung pun ternyata kami cuma bisa memberikan pinjaman Rp 100 juta mas.”

Nasabah: “Enggak bisa dinaikin lagi hingga Rp 150 juta kakak?

Karyawan bank: “Mohon lepas mas, bisanya hanya segitu.”

Nasabah: “Ya mutakadim yunda, gapapa. Saya sejadi.”

Contoh Teks Negosiasi 3 Individu

Contoh Teks Negosiasi 3 Orang

Kerumahtanggaan atma sehari-hari seringkali terjadi proses penawaran buat nongkrong misalnya. Proses musyawarah tersebut bisa dibuat andai contoh teks negosiasi kerumahtanggaan hidup sehari hari.

Amin:“Nanti siang kita mau kemana nih?”

Aldo: “Ke rumah Ewing gimana?”

Irwan: “Wah, kalau siang past kamu masih kerja dan gak cak semau di apartemen.”

Amin: “Enaknya kemana ya? Kalau ngopi ke tempat biasa rasanya bosan. Pula males ke tasik dulu.”

Aldo: “Terus kemana? Eh Wan ada saran gak?

Irwan: “Gimana jika ke Kedai Wilis?”

Amin: “Enak gak tempatnya?”

Aldo: “Suka-suka apa aja menunya Wan?

Irwan: “Tempatnya gak sejenis itu luas.. Lakukan menunya gue kurang tau. Ah, jangan kesana, kita cari tempat tidak aja.

Amin: “Sor Asem?”

Irwan: “Kedai Mangga gimana?”

Aldo: “Emang udah buka Wan?”

Irwan: “Kayaknya sih udah beber kalau siang. Tapi tempatnya agak masuk ke dalam gapapa?”

Amin: “Udah langsung gass aja.”

Irwan: “kalo lo gimana Al?”

Aldo: “Ayo berangkat”

Amin: “Mari”

Paradigma Pustaka Negosiasi 4 Orang

Kamil Teks Negosiasi 4 Orang

Shobib: “Liburan semester ini kita mau kemana nih?”

Evan: “Gimana kalau kita ke pantai?”

Anggi: “Males ah, bosen. Pantai isinya itu-itu mulu.”

Eva: “Bagaimana takdirnya kita muncak aja?”

Evan: “Bosen ah. udah capek, biayanya juga mahal.”

Shobib: “Kayaknya asik tuh. Udah lama gue gak muncak.”

Anggi: “Asiknya muncak itu apaan sih. Kayaknya mah gitu-gitu aja. Bener gak sih Van.”

Eva: “Sok tau lho Gi. Morong lho belum sangkutan muncak. Coba deh, pasti seru, mengapa.”

Shobib: “Nyenyat aja Van. Muncak itu gak se penat dan se mahal yang lho sangkil. Kita nyarinya nan gak begitu tahapan kaya di Dieng gitu. Kayaknya seru centung di sana.”

Evan: “Emang berapa Van biayanya?”

Shobib: “Murah kok. Per sosok cuma Rp 25.000 aja kok. Biaya segitu udah termaktub ngecamp juga. Murah banget kan.”

Eva: “Cocok tuh. Murah banget. Lagian udah lama kita gak jalan-jalan bareng menghabiskan musim bersama-sama.”

Anggi: “Berangkat deh lo Va, Lebay.”

Shobib: “Jadi bagaimana Anggi, Evan? Sepakat gak?”

Evan: “Oke deh gue sekata. Sekiranya lo Gi?”

Anggi: “Gue sertaan deh. Serempak nyobain kejadian baru.”

Shobib: “Jikalau udah terserah semupakat, besok siang suntuk ujian kita ngumbul buat selidik biaya, peranti sekaligus jadwalnya.”

Anggi, Eva, Evan: “Siap penasihat.”

Paradigma Teks Negosiasi dalam Buram Paragraf

contoh teks negosiasi 5 orang

Seringkali kita mendengar konflik yang terjadi antar kedua belah pihak. Konflik tersebut sering terjadi terutama antara pihak perusahaan dengan lokasi yang ditempatinya.

Konflik tersebut sepantasnya dapat dinegosiasikan sebagai halnya contoh referensi negosiasi nan memvisualkan pemisahan konflik kepentingan antara dua belah pihak di bawah ini:

Negosiasi Penghuni dengan Investor

Dua tahun telah warga Desa Sido Makmur berjuang untuk mengetanahkan sumur alat penglihatan air di desanya.

Semula mula tangkisan tersebut momen terdapat sebuah perusahaan tambang batu rabuk start mengebor di kawasan sumber perigi  tersebut.

Sumber alat penglihatan air “Sendang kamulyan” menjadi tumpu kehidupan bagi penghuni Desa Sido Makmur dan lagi sekitarnya.

Sumber perigi tersebut bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi kembali kerjakan menetapi kebutuhan sawah dan huma para warga Sido Kaya dan sekitarnya.

Jika pembangunan perusahaan diteruskan akan mengakibatkan sendang air “Sumur Kamulyan mati.

Biar demo sudah beberapa barangkali dilakukan pemukim tetapi pembangunan perusahaan masih terus berlanjut.

Sampai karenanya Kepala Desa membuat skuat untuk menampilkan aspirasi warga kepada pihak perusahaan. Aspirasi tersebut nyata permohonan kepada perusahaan PT Puncak Bumi untuk menghentikan pembangunan dan penekanan makdan kapur.

Tim berpangkal Desa pun masin lidah oleh Irwan selaku Direktur PT Mulya Jaya. “Silahkan masuk Bapak Ibu sinkron. Mari silahkan duduk. Jika boleh tau, Bapak Ibu berpunca mana dan kemari ada keperluan apa?” Pertanyaan Irwan.

“Saya Aziz selaku pejabat Desa Sido Berkecukupan, ini Irma, Sekretaris Desa, Ini Bapak Uyan, Ibu Silvia dan Tali pusar Qomar sebagai kantor cabang berbunga Pemukim Desa Sido Kreatif.”

Mengenai maksud kedatangan kami kesini adalah bagi menyampaikan aspirasi warga yang terdampak dengan pembangunan perusahaan ini.” Jelas Kepala Desa

“Terima kasih atas kedatangan kiai ibu sederum. Bagaikan direktur, saya akan senang lever mendengarkan aspirasi warga demi menjaga keberlangsungan bersama-sederajat.” Sambut Irwan dengan ramah.

“Adapun untuk tuntutan bapak ibu sekalian cerek sudah lalu asosiasi kita periksa plong setahun sebelum pembukaan perusahaan.Internal pertemuan tersebut penduduk sudah mengatakan sepakat jikalau bukit kapur ini ditambang makanya kami dengan perjanjian kami menjaga mata air mata air tersebut. Jadi sekarang permasalahannya barang apa pun kiai Ibu spontan?” Sambung Irwan nan mempertanyakan tuntutan warga.

“Bagaimana bisa jadi sumber air akan terjaga sekiranya bapak menambang di lokasi yang menjadi sumur resapan mata air tersebut? belum kembali tanaman-pohon yang berfungsi untuk mengaduh air saat hujan angin mutakadim bapak rambah. Tentu hal ini akan mudarat kami semuanya pak.” sebut Bu Silvia dengan nada emosi.

Benar. jika resapan dan pohon-pohon sudah lalu tidak suka-suka, bagaimana mungkin air akan meresap kedalam tanah? yang ada lebih-lebih bencana air bah ketika musim penghujan. Sambung Buya Uyan.

Saya tegaskan sekali lagi, cangkang. Sejak pada saat kami menyetujui perusahaan ini? Kami tidak perikatan merasa menyetujui penajaman galian kapur ini. Air di sekitar lokasi tambang merupakan mata air kehidupan kami. Bukan semata-mata bagi Desa Sido Makmur, tetapi lagi Desa-desa di sekitarnya.” Ucap Qomar yang tersulut emosinya.

Kalian semua mohon mati terlampau. Memang benar pak kami belum ikatan menyetujui pembangunan perusahaan dan selamanya tidak akan sangkutan menyetujui perusahaan bapak bikin menambang di sini.” ucap Pengarah desa

Air di sini bukan hanya untuk konsumsi, Pak, tetapi juga bagi persawahan dan ladang kami. Air merupakan sumber utama kehidupan kami. Sambung kepala desa.

Selamanya kami akan memerosokkan pertambangan ini. Kami akan bertindak lebih keras jika tuntutan kami bukan dipenuhi.” Sebut Irma seketika.

“Bapak ibu sekalian tenang dulu. Jangan marah terlebih adv amat. Mesti bapak ibu ketahui jika Bapak Tumenggung bau kencur saja memperlainkan surat izin penutupan tambang tadi pagi. Ujar Irwan nan menciptakan menjadikan tim kantor cabang tercengang.

Sekiranya memang demikian, kepingin apa lagi? Soal Irma yang masih tidak terima.

Nan menjadi permasalahan, kami kalam waktu bikin menarik juga para pekerja berikut perkakas-alatnya. kami juga butuh waktu kerjakan mencari lokasi lain yang tidak menimbulkan dampak untuk publik. Bagaimanapun kami sudah rugi banyak intern tambang ini.” Jelas Irwan.

“Jikalau memang demikian, saya akan menawarkan solusi terkait permasalahan Bapak. Cak semau lokasi yang cukup gersang dan terdapat pertambangan dengan sekup kecil. Lokasinya berada di Kecamatan Mulyorejo.” Tutur Qomar.

Kami juga akan kondusif evakuasi alat dan para pekerja kerjakan bisa cepat pergi dari Desa ini.” Sambung Kepala Desa.

Terima pemberian atas kerjasamanya. Saya sangat berterima karunia kepada Pak Kades dan juga tim yang sudah datang kesini. dengan begitu tidak akan terjadi demo juga dari para warga” Ujar Irwan dengan bahagia

Peroleh belas kasih kembali, kelongsong.” pembukaan Kiai Atasan desa.

 “Terima kasih, Pak.”

Kamil Wacana Negosiasi Penceraian Konflik

cermin teks negosiasi tentang pemecahan konflik

Konflik selalu mana tahu muncul di lingkungan pasar terutama antara petugas pasar dan penjual. Konflik yang muncul pun sering diperdebatkan sehingga menjadi sebuah negosiasi.

Di bawah ini merupakan contoh teks negosiasi yang menggambarkan pemecahan konflik kepentingan antara 2 belah pihak.

Petugas Pasar: “Selamat pagi, Bu.”

Penjual: “Selamat pagi, Pak. Suka-suka segala apa ya?”

Petugas Pasar: “Harap maaf sebelumnya, Bu. Seharusnya Ibu jangan berjualan di lokasi ini. Kasian para pengguna perkembangan. Urut-urutan ini sudah sempit, jangan dipersempit dengan jualan Ibu di sini ya.”

Penjual: “Duh pak, kenapa? Saya kan telah lama berniaga di sini.”

Petugas Pasar: “Bukan pamrih saya mengganggu jualan Ibu. Hanya semata-mata kita tidak kepingin membuat pengguna jalan menjadi tidak aman dan demi keamanan dan keselamatan Ibu juga.”

Penjual: “Walah, tidak bisa serupa itu dong, paket. Pokoknya saya akan tetap jualan di sini. Jika saya pindah lokasi dan dagangan saya lain laris bagaimana pak? Kiai mau ngasih bersantap keluarga saya?”

Petugas Pasar: “Minta maaf sekali sekali lagi, Bu. Bukannya saya mau melarang Ibu berjualan. Akan sekadar Ibu masih dapat berlepau di panggung yang sudah cawis. Bukan di pinggir perkembangan begini.”

Penjual: “Gak bisa gitu dong, Pak. Mau pindah kemana coba. Di pasar ini saja sudah sempit.”

Petugas Pasar: “Begini ya, Bu. Ibu saya bantu pindah dari tempat ini. Nanti saya sediakan tempat barunya.”

Penjual: “Tapi, Pak. Takdirnya saya mengimbit nantinya pelanggan akan kesulitan menemukan saya.”

Petugas Pasar: “Pasti ketemu. Ibu tenang saya. Sekarang Ibu tolong segera bereskan barang dagangannya.”

Penjual: “Em.. Baiklah, Paket.”

Petugas Pasar: “Syukur atas kerjasamanya, Bu.”

Penjual: “Sama-sama, Sampul.”

Model Pustaka Negosiasi Penawaran

Contoh Teks Negosiasi intern Bentuk Pertinggal

Kurma

Ice Cream & Bakery

Kronologi Ahmad Yani, Semarang, Jawa Paruh

Website: www.tamar.ice&bakery.com

Email:  kurma.ice&[email protected]

Nomor: 026/PROM-12/2015                                             5 Maret  2022

Hal: Penawaran Barang Eksklusif

Suplemen: Satu sutra

Yth. Sintha Wedding Organizer

Perkembangan R.A. Kartini no. 17

Blora

Dengan sembah,

Sehubungan dengan ini, kami dari Tamar Ice Cream & Bakery adalah sebuah perusahaan fasilitator aneka tipe ice cream dan roti bikin berbagai macam acara, salah satunya pesta pernikahan.

Firma sira sudah meyakinkan dengan pengalamannya sejauh puluhan tahun melayani melayani pelanggan terlebih tata pesta perkawinan, hari jadi, dan kegiatan besar lainnya. Produk yang kami sediakan merupakan kuliner bercita rasa tinggi dibalut dengan performa elegan.

Dalam rangka pembukaan cabang di Kota Blora, kami menawarkan harga khusus sepanjang promo bulan Januari sampai Mei 2022. Tentang produk dan harga promo terlampir intern edaran (Harga dan ketentuan berlaku).

Untuk informasi lebih jauh hubungi customer service kami melalui nomor HP 081325777123.

demikian surat penawaran ini kami haturkan. Atas kerjasama dan kepercayaannya kami ucapkan terima hidayah.

Sembah kami,

Marketing Kurma Ice Cream & Bakery

Fenila Evalia

Contoh Teks Negosiasi Lucu

Contoh Referensi Negosiasi Lucu

Sreg suatu siang, Yeni pergi ke toko buah untuk membeli mangga.

Sesampainya di toko biji kemaluan.

Yeni: Embuk, mangganya berapaan?”

Penjual: “1 kg tujuh ribu saja mbak.”

Yeni: “Tujuh ribu? Mahal amat mbak.”

Penjual: “Nggak mahal kok, Taci. Rasanya lagi dijamin manis.”

Yeni: “Masak sih mbok. Kalau ternyata rasanya asem, gimana?”

Penjual: “Sekiranya memang rasanya asem, uni gak usah bayar deh.”

Yeni: “Beneran ya taci. Kalau begitu saya minta 2 kg dengan rasa asem semua.”

Penjual: “????!!!$$$”

Kamil Teks Negosiasi Lisan

Nah itu tadi Abstrak paradigma teks negosiasi yang bisa kita jadikan referensi. Dagi-saingan juga bisa belajar konseptual teks prosedur terlambat maupun eksemplar teks editorial di Koran untuk menaik proklamasi.

Selain itu juga musuh-padanan bisa melihat contoh teks eksposisi beserta strukturnya untuk menambah wawasan. Kalau cak semau kritik, saran, masukan, atau soal silahkan sampaikan di ruangan komentar. Semoga bermanfaat!

Source: https://bosmeal.com/teks-negosiasi/contoh/

Posted by: caribes.net