Contoh Wawancara Dengan Pedagang Siomay

Wawancara Bersama Pedagang Siomay

Kelompok 5


Mirza Riadina A.
(21/VIIIG)


M. Heru Supramono
(22/VIIIG)


M. Rizqi Aulia R.
(23/VIIIG)


Nabila Alya Karenina
(24/VIIIG)


Nurul Fitriani
(25/VIIIG)

Kami berlima akan melaporkan hasil temu duga kami nan kami lakukan puas perian Sabtu, 1 September 2022 pukul 13.40 WIB. Kami menginterviu sendiri pedagang Siomay. Tujuan kunjungan wawancara kami ini adalah untuk memafhumi beberapa hal tentang pedagang siomay.

Di sana kami berlima mewawancari pedagang siomay beranama Selongsong Ahmad. Sampul Ahmad mengawali karirnya sebagai pedagang siomay plong tahun 2010, karenakan faktor ekonomi. Sira bekerja seperti sejumlah rekannya, dan mempunyai 7 cabang nan tersebar di daerah tingkat Wonosobo. Cabang-cabangnya antara tidak di daerah:

·

Terminal Mendolo

·

Komplek SMP 1 WSB

·

Alun-alun ii kabupaten

·

SD 1 WSB

·

dll

Modal awalnya didapat dengan mandu bersama (patungan) dengan rekannya.

Komoditas siomay yang Kemasan Ahmad bawa antara lain :

  1. Siomay
  2. Tahu
  3. Kentang
  4. Kubis
  5. Telur yang sudah di rebus
  6. Peria
  7. Pangsit

Kisah hasil wawancara :




Harga perbuah siomay Rp. 250,- dan biasanya Pak Ahmad bisa mendapatkan keuntungan perhari sekitar sebesar Rp. 150.000,- .

Cangkang Ahmad biasanya mulai berjualan pada pukul 09.30. Doyan benguk yang dialami Kemasan Ahmad menjadi pedagang siomay sejauh 2 tahun, kalau cuaca menengah terang, maka hasil jualannya laku cepat, dan pulang bertambah awal, jika medium hujan jualannnya sepi dan bias-dapat pulang hingga sagu betawi malam.

Menurut Pak Ahmad kaidah mengatasi persaingan membahu yang baik, dengan teruji, ramah, lain membeda-bedakan antara pembeli yang suatu dengan yang lain.

Source: http://eksissmpn1wsb.blogspot.com/2012/09/laporan-wawancara.html