Daya Tampung Lingkungan Hidup Adalah

Authors


  • RAFIQUL WAJDI


    Program Studi Perencanaan Wilayah dan Daerah tingkat, Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:


daya dukung, resep tampung, jasa ekosistem, carrying capacity, ecosystem services

Abstract

Teladan

Daya dukung dan daya tampung mileu merupakan bagian berasal dasar pertimbangan dalam perencanaan penyelenggaraan ulas. Fenomena degradasi lingkungan mutakadim menjadi isu global di Indonesia, selain itu kebutuhan daya dukung dan kancing tampung lingkungan lagi habis mendesak. Penentuan trik dukung dan resep tampung lingkungan melalui pendekatan berbasis jasa ekosistem yang dikembangkan Millenium Ecosystem Assesment (MEA). Perlunya ki akal panggul dan daya tampung lingkungan yang terintegrasi dengan tata ruang wilayah dapat menciptakan menjadikan rencana pengelolaan ruang yang ideal. Kawasan Cekungan Bandung merupakan negeri yang sangat strategis, berdasarkan Perpres No. 45 Hari 2022 merupakan Kawasan Taktis Nasional. Tentunya akan banyak pembangunan nan terjadi dan meningkatnya jumlah penduduk, kejadian tersebut dapat mengganggu keadilan daya gendong dan daya tampung lingkungan sehingga dampak negatif terhadap lingkungan muncul. Tujuan dari penelitian ini yaitu bikin mengenali kesesuaian siasat dukung dan daya tampung lingkungan arwah berbasis jasa ekosistem dengan rencana pola ruang di Negeri Cekungan Bandung. Pengkhususan menggunakan metode kuantitatif bagi memperoleh data nan berbentuk skor dengan pendekatan keruangan untuk menyusunan kar resep panggul dan buku tampung lingkungan hidup berbasis jasa ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Distrik Cekungan Bandung berlimpah lega kemampuan jasa ekosistem yang tinggi, terutama di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Rencana pola ruang berdasarkan zona budidaya sebagian besar sudah lalu sesuai, karena lembaga zona tertegak berada pada kemampuan jasa ekosistem yang cacat sehingga tidak mengganggu kinerja jasa ekosistem tersebut.

ABSTRACT

The environmental carrying capacity (ECC) is part of fundamental consideration in spatial planning. The phenomenon of environmental degradation has evolved into global issue in Indonesia, while the needs of environmental carrying capacity such an urgent case. The environmental carrying capacity is determined through an ecosystem service-based approach that is developed based on Millenium Ecosystem Assesment (MEA). Environmental carrying capacity that is integrated with regional spatial planning is required to create an lengkap spatial plan. Bandung Basin appointed as strategic areas, based on Presidential Regulation No. 45 of 2022 this wilayah is one of National Strategic Area (NSA). Certainly there will be lots of constructions and population growth, which may disrupt the balance of environmental carrying capacity that lead the negative effects on the environment occurs. This study aims to identify the suitability of environmental carrying capacity ecosystem service-based with spatial patterns in Bandung Basin Area. The study was conducted using quantitative method in order to obtain numerical data with spatial approach to create a map of environmental carrying capacity ecosystem service-based. It was observed that Bandung Basin Areas has a high capability of ecosystem services, mainly in Bandung Regency and West Bandung Regency. The spatial plan based on Cultivation Area was mostly appropriate, due to built-up zone plan placed at low ability of ecosystem services, does titinada interfere the ability of the ecosystem services.

Issue

Section

Prosiding FTSP Series 2

Source: https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/ftsp/article/view/539

Posted by: caribes.net