Dia Adalah Kakakku Tere Liye

Dan alangkah di taman firdaus ada bidadari-peri bermata jeli. Pelupuk mata bidadari-haur itu burung laut berkelip-kersip sebagai sayap burung indah.  Mereka baik lagi cantik jelita.  Andaikan ada seorang penghuni suraloka mengintip ke bumi, niscaya kamu menerangi ruang antara bumi dan langit.  Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada bumi dan seisinya.  (halaman 368)

Book details:

Judul muslihat DIA Merupakan KAKAKKU
Penulis Tere Liye
Penerbit Republika Penerbit
Tahun Terbit cetakan I, Oktober  2022.  Cetakan IV, Agustus 2022
Halaman 398 pelataran
ISBN 978-602-5734-37-3

Blurb:

“Bakal segala kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain?  Buat apa kamu melinglungkan apa yang akan dinilai orang lain?  Kepanikan dan kecemasan sejatinya mungkin tidak pernah suka-suka.”

Tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pula kiranya adik-adiknya bisa sekolah.  Tentang rasa sabar dan penerimaan.  Akan halnya keluarga nan penuh tangkisan.

Dulu, sekarang, hingga kapan pun, ia adalah kakakku.

Dia Yakni Kakakku, merupakan bukurecover berusul Peri-Peri Surga. Ki akal  ini, tentang  kisah Kak Laisa.   Kakak yang habis mencintai keempat adiknya: Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan si terakhir Yashinta.  Mereka sangat di sebuah lembah yang sangat luhur, lembah Lahambay.  Kak Laisa rela mengorbankan barang apa pun, agar adik-adiknya dapat sekolah, tertera mengorbankan impiannya.  Sira berhenti sekolah karena saat itu Mamak tidak sanggup membeli gaun sekolah bikin adiknya, Dali.  Sejak saat itu Kak Laisa membantu Mamak  mengurus tegal, membengkil mengumpulkan persen untuk menyekolahkan adik-adiknya.  Sejak Episode meninggal di terkam penguasa Gunung Kendeng, Kak Laisa menunaikan ikrar yang comar dipegangnya erat-erat.

Kancing ini terlampau menjejak sekali, bahkan afiliasi Kakak-adik yang terjalin sangat sani.  Saya gemar relasi yunda adik Laisa – Yashinta – Dalimunte, dimana sebagai adik, Yashinta dan Dalimunte sangat nurut dan mencintai Kakaknya.  Bukan halnya dengan Ikanuri dan Wibisana, saudara yang nyaris kembar kelakuannya, padahal mereka bukan anak asuh kembar, sebab atma mereka tertarik satu tahun lebih.  Namun kenakalan mereka berdua luar biasa, mereka ngeyel, dan demap membuat Mamak dan Kak Laisa repot dengan kelakuan dua sigung tersebut.  Meskipun mereka nakal, sebetulnya afiliasi embak – adik antara kak Laisa – Ikanuri dan Wibisana ini justru jauh lebih emosional, belaka tetap luhur karena lega kenyataannya Ikanuri dan Wibisana adv amat menyayangi dan menghormati Kak Laisa.  Menurut saya, yang paling kecil mengaras bilamana Ikanuri mempersunting ampunan pada Kak Laisa, tepat saat mereka menginjak di kamar Kakaknya, setelah belasan jam lintas benua demi menemui Kakak tercintanya.

Maka cerita seru mereka dimulai! Seperti biasa, dalam kesederhanaanya, penulis selalu lihai intern memberi kejutan.  Membaca rahasia ini, membuat saya tertawa, trenyuh dan tak terasa embun satu per suatu perlahan membahasi pipi karena segala keharuan nan dialami maka itu masing-masing karakter intern sentral ini.  Taktik ini alurnya modern mundur.

Baca juga: review rahasia Janji

Kak Lais, mengajarkan adik-adiknya untuk selalu kerja berkanjang, kerja gigih, kerja persisten!  Sepeninggal Babak, kehidupan mereka silam susah.  Perlahan tapi pasti dengan gerakan gigih Kak Lais yang membuka perkebunan strawberry di lembahnya nan sangat indah, meski percobaan pertama gagal.  Sekadar Kak Lais pantang takluk, sehingga gerakan perkebunan strawberry yang awalnya hanya suatu hektar,  setelah sukses maka berkembang menjadi beribu-ribu hektar.  Berkat Mamak dan Kak Lais, adik-adiknya bisa mendapatkan pendidikan yang baik, bahkan dua adiknya Dali dan Yash, mendapatkan beasiswa S2 di luar distrik, sementara Ikanuri dan Wibisana, bisa lulus kuliah saja untuk mereka seperti kekaguman dunia ke depalan dan ke sembilan.  Meskipun Kak Sengkuang menawarkan sreg mereka untuk menyinambungkan kuliah, tapi dua adik kembar ini bukan ingin.  Keempat adiknya menjadi orang-orang sukses di bidangnya sendirisendiri, keadaan tersebut sangat kontras dengan apa yang diraih Kak Lais.  Tapi untuk Kak Lais, ini tidak tentang bagaimana kehidupannya, melainkan bagaimana ia dapat menepati janji kepada adik-adiknya untuk tidak pernah tertinggal, dan gegares ada saat mereka butuhkan.  Sebagai halnya kisahan mengenai Dali, berkat dukungan Kak Besusu yang berhasil bonafide pemukim untuk membuat rahat angin.  Kak Sengkuang yang membawa Yashinta melihat murka-berang, semua itu akan mempengaruhi masa depan kedua adiknya.  Dan keberanian Kak Lais mengetanahkan Ikanuri dan Wibisana ketika akan di terkam siluman penguasa Jabal Kendeng, takhlik kedua adiknya nan nakal ini insaf dan banyak belajar akan halnya kehidupan berusul Kak Lais.  Sebuah fiksi yang sangat menarik, dikemas dengan sederhana, namun mampu membuat lever pembaca terenyuh dengan sosok Kak Lais, lagi tanggungan Mamak.  Gabungan Kakak- Adik yang unik belaka indah sekali.  Cerita tentang menjadi seorang kakak yang sangat dicintai adik-adiknya dan juga sangat mencintai adik-adiknya, apalagi rela mengganti nyawa demi keselamatan adik-adiknya.

Pengorbanan yang Kak Lais lakukan, memang cukup diganti dengan menjadikannya keseleo satu bidadari di surgaloka-Nya.  Internal novel ini sekali lagi, tersirat pesan mengenai bagaimana pentingnya sekolah, sekolah, dan sekolah.  Serta sikap yang diajarkan Mamak dan Kak Bengkuang kerjakan berdoa, shalat, berkarya gigih, mandiri, dan bertanggung jawab, sehingga risikonya dapat dilihat dengan kesuksesan yang akhirnya bisa diraih keempat adiknya Laisa.  Garis spirit sederhana dan segala adanya milik mereka sampai ke hari depan yang gemilang.  Anak asuh-anak yang mengukir indahnya perjuangan hidup.  Di buku ini pun, penulisnya menyelitkan berbagai pemberitaan.  Kiat ini entah kasatmata alias lain, tapi terasa seperti kisah positif nan diceritakan penulis.  Pertanyaan itu muncul internal benak saya terutama saat saya baca bab keladak, “menjadi saksi urusan ini, mungkin pula jika mereka mengizinkan, menuliskan kemabli kisahan-kisah masa kecil mereka yang indah.  (halaman 387).  Benar ataupun tidaknya kisah dalam novel ini, sekadar penulisnya nan luang.

Stop beli pokok bajakan!!! Karena merugikan diri koteng dan banyak pihak

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dalam buku Sira Adalah Kakakku:

  1. “Pernahkan berpangkal kita bertanya tentang detail keterangan tanda-label pengunci? Waktu Hari pembalasan?  Membacanya?  Mendengarnya?  Karuan sangkut-paut.  Dan sekurang-kurangnya bagi siapa kembali yang masih memercayai ikrar perian pengunci tersebut, maka tidak peduli dari kitab mana sekali lagi, berita-berita tersebut boleh dibilang mirip satu setinggi bukan.”  –Professor Dalimunte, (halaman 13)
  2. Sekiranya kita ibaratkan, maka peradaban khalayak persis sebagai halnya roda. Terus berputar.  Naik-turun.  Mengimak siklusnya.  Ada satu tahun, ketika kesuksesan ilmu makrifat mrncapai puncaknya, manusia menguasai teknologi-teknologi hebat.  Lantas, karena peperangan, murka alam, atau penyebab nirmala lainnya, di masa-masa berikutnya kembali meluncur ke titik terendah.  Jika kita ingin berpikir sejenak, siapa bilang ribuan periode silam hamba allah masih tercecer?  Masih bego?  Tidak mengenal teknologi telepon seluler?  Internet? Penerbangan ke rembulan, dan sebagainya.  –Professor Dalimunte (halaman 16)
  3. “Kau Momongan laki-junjungan Dalimunte! Anak asuh laki-laki harus sekolah! Akan makara apa kau jikalau tidak sekolah?  –Kak Bengkuang sreg Dali (pelataran 67)
  4. Sekolah! Sekolah jauh bertambah bermanfaat tinimbang bekerja.  Kalian enggak akan jadi segala-apa kalau pandir seperti Om!  Kalian pikir semangat susah itu ki menenangkan amarah?  –Mamak sreg Ikanuri dan Wibisana, (pekarangan 77)
  5. …Tapi Kak Laisa tidak akan pernah merelakan adik-adiknya kecewa. Tidak akan pernah membiarkan adiknya merasa malu.  Jika harus ada yang kecut hati dan malu itu adalah dirinya, tak adik-adiknya.  (halaman 100)
  6. “Karena … karena Kak Laisa tidak pernah menclok tersisa buat kita. Tidak afiliasi.  Kak Laisa tidak kombinasi sedetik pun dating sederhana dalam hidupnya untuk kita.  Kak Laisa lain pernah mengingkari janjinya, demi kita adik-adiknya.”  –Wibisana pada Ikanuri (halaman 138)
  7. “Ikanuri, Wibisana … suatu musim nanti, kalian akan mengintai betapa hebatnya umur ini. Kalian akan n kepunyaan kesempatan itu, yakinlah …  embak berjanji akan mengamalkan apa sekali lagi demi membuat semua itu terwujud.  Tapi, sebelum hari itu berangkat, sebelum masanya dating, dengarkan Ayunda, kalian harus bosor makan sekolah, rajin berlatih, dan bersusah-susah.   Bukan karena hanya demi Pakcik yang sejauh hari terbakar matahari di lading.  Enggak karena itu.  Tapi Ikanuri, Wibisana, dan Dalimunte, kalian harus selalu bersusah payah, berkarya keras, bekerja keras, karena dengan itulah taki umur yang lebih baik akan berbaik lever datang ulem.  Kelak kalian akan melihat kejap pendar yang makin sani.”  –Kak Laisa (halaman 150-151)
  8. Wahai, kalian akan lebih trenyuh saat mematamatai seseorang yang selama ini dikenal nakal, tukang jahil, bebal, atau apalah seketika menangis.    (halaman 152)
  9. Kak Laisa yang tidak pernah terpandang menangis di depan adik-adiknya. Tidak asosiasi.  Sesakit apa kembali, sesesak segala apa pun rasanya.  Kak Laisa selalu berusaha tampak semua baik-baik saja.  (halaman 188)
  10. “Kau kukuh bisa kontributif, Dali. Dengan belajar sungguh-sungguh.  Dengan nilai-ponten nan baik.  Kau akan mendukung banyak dengan semua itu. –Kak Lais sreg Dali (jerambah 207)
  11. “Kau lain mesti menunggu Kakak.   Sama sekali bukan perlu.  Kelahiran, kematian, jodoh, semua mutakadim ditentukan.  Masing-masing memiliki jadwal.  Giliran (halaman 235)
  12. Buat apa beliau memikirkan apa nan dipikirkan orang lain?  Cak bagi apa kamu mencemaskan apa nan akan dinilai orang lain?  Kekhawatiran dan kekhawatiran sejatinya mungkin bukan pernah ada.” (jerambah 236)
  13. …. “Bikin Kak Laisa yang telah mengorbankan seluruh hidupnya demi kami. Yang pelalah mengajarkan makna bengoh, bekerja keras.  Yang demi Yash, demi kak Dalimunte, demi kami semua, tinggal memutuskan berhenti sekolah … Untuk Kak Laisa nan selalu menepati janji, tidak pernah dating tercecer lakukan kami … kami, kami tak akan perantaraan mengintai Kak Laisa merembah di sini, tapi bagi kami Kak Laisa-lah yang kerap merembah di sini.  –Yashinta ketika miskram sarjananya.  (halaman 263)
  14. Cak agar terlahir sendiri, mutakadim menjadi kadar menusia buat berkeluarga, punya arena cak bagi berbagi, memiliki antitesis hidup. (halaman 279)
  15. Wahai, rasa pada dan kebahagiaan itu dekat sekali dengan tangisan. Kalian akan akan menangis karena perasaan lega nan luar biasa.  (pelataran 303)
  16. Energi pengorbanan itu sungguh luar seremonial, jika kalian bisa melihatnya seperti mana nyala api, maka energi itu bisa membuat seri benderang seluruh Lembah Lahambay. Lilin lebah itu Kak Laisa sudah kembali riang bersama nan lain.  (pelataran 312)
  17. …. Belasan jam lamanya. Hingga keajaiban itu terjadi.  Hingga kecintaan pada saudara karena Allahrasa berserah diri yang janjang kepada kuasa langit, ritual ibadah yang mumbung pemaknaan, arti dengan sesame, proses berterima kasih yang sani, mampu membuat manusia menembus perenggan-batas akal sehat itu.  (halaman 323)
  18. “Segala apa kubilang terlampau? Bertelingkah waktu ini, bersenang-gemar kemudian. “ (halaman 359)
  19. Nah, karena telah terlanjur menjelaskan bagian yang ini, kalian lagi berhak tahu jawaban bagaimana sebenarnya Pakcik mendidik anak-anaknya hingga menjadi begitu cerdasdan melagakkan. Bertaruk dengan khuluk yang kuat.  Adab ;nan baik.  Tentu saja semua itu hasil berpokok proses yang baik.  Tidak cak semau anak-momongan di marcapada ini yang instan tumbuh seketika menjadi baik.  Masa kanak-kanak adalah masa peniru.  Mereka menghiraukan, menilai, lantas menjeput penali.  Lingkungan, keluarga, dan sekitar akan membuat watak mereka.  Contoh nan keliru.  Lengkap nan riuk dengan segala keterbatasan jurang dan kehidupan miskin, anak-anak yang keliru lebih lagi bisa tumbuh lain tertangani.  (pelataran 365)
  20. Dan bukan main di taman firdaus ada bidadari-bidadari bermata telik. Kelopak ain peri-haur itu selalu berkedip-kedip bak sayap burung mulia.  Mereka baik lagi rupawan jelita.  Andaikan terserah seorang penghuni indraloka mengintip ke mayapada, niscaya beliau menerangi ira antara bumi dan langit.  Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya bertambah baik daripada dunia dan seisinya.  (pelataran 368)
  21. Semata-mata orang seperti Kak Laisa, yang mewarisi kebijakan Lembah Lahambay yang tahu. Belajar berbarengan dari alam liar.  Dan mungkin politik itulah yang dimiliki Kak Laisa, mengorbankan seluruh hidupnya demi adik-adiknya.  (pelataran 382)
  22. “Ya Allah, Lais alangkah ikhlas dengan keterbatasaan ini, dengan segala takdirmu. Karena, karena sira menggantinya dengan adik-adik nan baik.”  (halaman 392)

Happy reading! 🙂

NOTE: Ulasan ini dari blog lamaku.


Peristiwa yang membuat saya caruk terpaut dan tidak bosan membaca resep-muslihat karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan banyak genre. Dari puluhan buku yang telah ditulisanya, berikut ini sendisendi Tere Liye yang sudah lalu saya baca dan review:

NOVEL GENRE ANAK-Anak & Anak bini :

  • Hafalan Solat Delisa,
  • Kiranya Bunda Disayang Allah,
  • Dewi-Haur Surga  recover dan retitle mrnjadi Anda merupakan Kakakku,
  • Eliana, recover dan retitle menjadi Sang Momongan Pemberani,
  • Burlian, recover dan retitle menjadi Si Anak Spesial,
  • Pukat,   recover dan retitle menjadi Si Anak Pintar,
  • Amelia,recover dan retitle menjadi Si Anak Abadi,
  • Sang Anak Cahaya
  • Si Anak asuh Angin besar,
  • Si Momongan Pelangi

GENRE ROMANCE
 :

  • Cintaku Antara Jakarta Kuala Lumpur
  • The Gogons: James and Incridible Incident
  • Berjuta Rasanya,
  • Sepotong Hati Yang Baru,
  • Patera Nan Jatuh Lain Pernah Membenci Angin,
  • Sunset Bersama Rosie, recover danretitle menjadiSunset dan Rosie,
  • Aku Kau dan Sepucuk Angpau Merah,

GENRE FANTASY:

  • Ayahku Lain Pembohong,
  • Sang Pengintai, recover dan retitle menjadi  Harga Sebuah Berketentuan,
  • Mayapada,
  • Bulan,
  • Rawi,
  • Medali,
  • Ceros & Batozar
  • Komet
  • Komet Minor
  • Selena
  • Nebula
  • Si Murni
  • Lumpu

GENRE Ketatanegaraan & EKONOMI:

  • Distrik Para Bedebah,
  • Negeri di Ujung Tanduk.

GENRE ACTION:

  • Pulang
  • Menjauhi
  • Pulang Menyingkir

Genrescience and fiction bercampurromance, lingkungan hidup:

  • Hujan abu

Genre Biografi tapi bukan pure lebih banyak partikel refleksi:

  • Wulan Tenggelam di Wajahmu

Koleksi Sajak:

  • Dikatakan ataupun Tak Dikatakan Itu Teguh Camar
  • Alangkah, Kau Boleh Pergi

Himpunan QUOTE:

  • #About friends
  • #About Love
  • #About Life

GENRE Memori:

  • Rindu

GENRE Biografi

  • TENTANG KAMU

Buku Cerita Momongan Bergambar versi Bahasa Indonesia nan sudah terbit bukunya:

  • Toki si Kucing belanda Bertopi
  • Suku Penunggang Layang-Layang

BUKU TERE LIYE Nan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

  • EARTH
  • MOON
  • Kecupan

Persendian Serial Karya Tere Liye:

  • Kunci Serial Mayapada
  • Taktik SERIAL Anak asuh-Anak Mamak, recover dan retitle menjadi Buku Serial ANAK NUSANTARA
  • Daya SERIAL AKSI
  • Buku SERIAL CERITA Momongan Berajah

Ebook nan sudah baca di Google Play Book

  • The Gogons 1: James and Incridible Incidents
  • The Gogons 2 : Dito and The Prison of Love (unedited version)
  • Selena (unedited version)
  • Nebula (unedited version)
  • Si Putih (unedited version)
  • Lumpu (unedited version)
  • Si Anak Pelangi (unedited version)
  • Gnalup Pergi  (unedited version)
  • Selamat Tinggal (unedited version)
  • Jengki
  • A Thrilling Night
  • The Golden Apple
  • The Tribe of Kite Riders
  • Hatrab The Rabbit With The Hat
  • When everything Took a Turn for the Worse
  • The Conference of the Bottle Tops
  • Janji (unedited version)

Baca juga:

  • 5 Cara membaca buku tanpa harus membeli buku
  • Kejadian-hal menganjur bermula buku serial Bumi
  • Anak kunci bajakan rugikan diri sendiri dan banyak pihak
  • 50 judul lebih, buku karya Tere Liye

Baca juga:

  • 5 Prinsip membaca buku sonder harus membeli anak kunci
  • Hal-hal menarik terbit taktik serial Bumi
  • Kancing bajakan rugikan diri sendiri dan banyak pihak
  • 50 judul lebih, pusat karya Tere Liye
  • 5 Best K-drama that I will recommend to you
  • Books Featured in Korean Drama
  • Journaling

Happy reading!

Source: https://hibooklover.wordpress.com/2021/03/17/review-buku-dia-adalah-kakakku-karya-tere-liye/

Posted by: caribes.net