Dinamo Pompa Air Jadi Generator

Abstract

Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan semakin meningkatnya pula kebutuhan energi listrik. Akan tetapi tidak seimbang dengan penyediaan energi listrik itu sendiri. Semakin banyak dan sudah banyak dikembangkan penerapan motor di berbagai parasan, terutama sreg meres industry dan flat tangga. adalah salah satunya motor pompa air, penggerak plong kipas angin, motos pada penghalus makanan, dan pada mesin cuci. Sehingga bisa memanfaatkan motor pompa air. Biang kerok induksi telah banyak melengkapi produksi, transmisi, dan penggunaan system tenaga listrik AC. Inisiator induksi merupakan motor elektrik aliran bolak balik (AC) nan bagian rotor nya tidak proporsional dengan putaran medan stator (motor asinkron). Hidayah nama motor induksi berasal dari prinsip kerjanya yaitu sirkulasi yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan pencong (Rotating Magnetic Field) yang dihasilkan maka itu sirkulasi stator. (Obiansyah, 2022) Motor induksi ini dapat dimodifikasi gelung dan magnet nya agar dapat dijadikan pengobar. Penggelora adalah sebuah alat atau onderdil yang digunakan untuk menyangkal energi mekanik (gerak) menjadi energi elektrik. Pendirian kerja pembangkit induksi ini kebalikan daripada saat mesin induksi bekerja sebagai dalang dimana detik mesin bekerja misal tokoh kili-kili stator diberi voltase sehingga akan muncul medan putar dengan kecepatan sinkron akan namun jika motor ini dialih fungsikan sebagai generator ialah dengan bagian rotor induk bala diputar oleh sumber pentolan dengan kecepatan yang kian besar daripada kepantasan sinkronnya. Pengungkit asinkron ini dapat dibangun dari motor setrum plong pompa air. Plong penajaman kali ini yang berjudul “ Rancang bangun generator induksi satu fasa putaran rendah” peneliti mengunakan motor pompa air dan mengembangkannya dengan memodifikasi menjadi generator dengan putaran minus nan dapat digunakan untuk generator dalam sebuah pembangkitan energy listrik.

Seperti halnya pada pembangkit listrik tenaga angin pengungkit induksi ini bisa diapakai perumpamaan pengkonversi energi teknikus dari turbin menjadi elektrik. Sehabis dilakukan pengujian dengan varietas pembebanan maka dihasilkan data pengujian sebagai berikut. Dengan pengujian tanpa pembebanan hasil rancangan generator induksi dapat menghasilkan tekanan listrik sebesar 228 volt momen kecepatan 1000 rpm dan saat kecepatan 100 rpm menghasilkan voltase sebesar 26 volt. Pada pengujian pembebanan didapatkan data bahwa pada pengujian dengan bahara 5 watt sampai dengan 65 watt didapatkan hasil data saat beban terendah 5 watt saat kederasan terendah 100 rpm menghasilkan tegangan sebesar 5 volt dan saat kecepatan 100 rpm menghasilkan tegangan sebesar 108 volt dengan diseminasi sebesar 0,09 ampere. Disaat beban termulia adalah 65 watt menghasilkan lulusan dengan kecepatan terendah 100 rpm menghasilkan tekanan listrik sebesar 2,6 volt dan saat kecepatan 1000 rpm mengahsilkan tarikan sebesar 59,2 volt dengan persebaran sebesar 0,13 ampere dan hasil kunci sebesar 7,9 watt. Dari pengujian tersebut semakin besar beban maka tegangan akan semakin kecil dan arus semakin ki akbar. Pada pengujian lainnya yaitu mengkonversi tegangan ac menjadi tekanan listrik dc menggunakan rectifier sehingga didapatkan data pron bila pengujian dengan sample beban 15 watt didapatkan data saat kelancaran 100 rpm menghasilkan tarikan sebesar 11 volt dan detik kecepatan tertinggi 1000 rpm menghasilkan tarikan sebeasar 112 volt dengan arus sebesar 0,04 ampere dengan hasil daya sebesar 4,48 watt. Detik beban 65 watt dengan kecepatan 100 rpm dengan hasil tegangan sebsar 2,5 volt dan diseminasi 0,02 ampere dengan hasil daya sebesar 0,05 watt dan momen kecepatan 1000 rpm menghasilkan tarikan sebesar 60,7 volt dengan arus sebesar 0,13 ampere dan hasil daya 7,9 watt. Sehingga diketahui babak pengobar mempengaruhi nilai resep yang dibangkitkan makanya generator.

Source: https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92653